Kamis, 09 Agustus 2012

KEHAMILAN REMAJA


BAHAYA KEHAMILAN PADA USIA MUDA
Syafrudin, SKM, M.Kes.
Latar Belaakang
          Masyarakat menghadapi kenyataan bahwa kehamilan pada remaja makin meningkat dan menjadi masalah. Ada 2 faktor yang mendasari prilaku seks pada remaja yaitu :
1.     Harapan untuk kawin dalam usia yang relatif muda (20 tahun)
2.     Makin derasnya arus informasi yang dapat menimbulkan rangsangan seksual.

Kehamilan Remaja
Pengertian kehamilan di usia muda
          Kehamilan di usia muda yaitu remaja yang sudah menikah atau belum menikah kemudian hamil dalam usia relatif muda dibawah umur 20 tahun.

    Dampak kehamilan pada usia muda
          Penyulit pada kehamilan remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu reproduksi sehat antara umur 20-30 tahun. Keadan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu, perkembangan dan pertunbuhan janin. Keadaan tersebut akan semakin menyulitkan bila ditambah dengan tekanan(stres) psikologis, sosial, ekonomi, sehingga memudahkan terjadinya:




a)     Keguguran
     Keguguran sebagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan
     remaja yang tidak dikehendaki. Keguguran sengaja yang dilakukan oleh tenaga non
     profesional yang dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius.
b) Persalinan prematur, BBLR, dan kelainan bawaan.
    Kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dapat mengakibatkan
    makin tingginya kelahiran prematur, BBLR, dan kelainan bawaan.
c) Mudah terjadi infeksi
    Keadaan gizi yang buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan  
    terjadinya infeksi saat hamil.
d)  Anemia
     Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi dengan keluhan
     cepat lelah, sering pusing, mata kunang-kunang, dan mual pada Hamil muda.
     Menurut WHO, kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % - 89 %. Dengan
     menetapkan Hb 11gr% sebagai dasarnya 9-10gr % anemia ringan,7-8gr % anemia
     sedang, < 7gr  % anemia berat.
e) Keracunan kehamilan ( Gestosis )
    Keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin menungkatkan
    terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia dan eklampsia.

f) Kematian ibu yang tinggi
    Remaja yang stress akibat kehamilannya sering mengambil jalan pintaas untuk
    melakukan gugur kandungan yagng merupakan tindakan yang paling rasional untuk
    menyelesaikan masalah hamil remaja yang mempunyai keuntungan.

Bahaya Kehamilan di usia muda :
1.     Hancurnya masa depan
2.     Pasangan pengantin remaja sebagian besar di akhiri dengan perceraian(umumnya terpaksa menikah karna hawa nafsu dan cinta)
3.     Di cemooh di lingkungan sekitarnya
4.     Reamaja yang berusaha mengugurkan kandungannya pada tenaga nonmedis ( dukun, tenaga non profesional ) sering mengalami kematian tragis.

Kerugian KTD di usia remaja :
-         Remaja atau calon ibu merasa tidak siap untuk hamil, maka dia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya.
-         Sulit mengharapkan perasaan kasih sayang tulus pada bayinya, sehingga masa depan anaknya nanti akan terlantar.
-         Menghindari kehamilan dengan aborsi.

Masalah Yang Akan Timbul
1)    Masalah kesehatan reproduksi
Remaja yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kespro yang prima, sehingga dapat menurunkan gestasi sehat. Dikalangan remaja telah terjadi semacam revolusi hubungan seksual yang menjurus kearah liberaliasi yang berakibat timbulnya berbagai penyakit hubungan seks yang merugikan alat reproduksi. Dengan demikian di anjurkan untuk melakukan  pemeriksaan kesehatannya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk hamil dan keadaan optimal.

2)    Masalah psikologis pada kehamilan remaja
Remaja yang hamil diluar nikah menghadapi berbagai masalah psikologis, yaitu rasa takut, kecewa, menyesal dan rendah diri terhadap kehamilannya, sehingga terjadi usaha  untuk menghilangkan dengan jalan gugur kandung. Keadaan akan makin rumit jika  pemuda yang menghamili tidak bertanggung jawab, sehingga derita di tangggung sendiri dan keluarga pun menghadapi masalah yang sulit ditengah masyarakat.
3)    Masalah sosial dan ekonomi keluarga
Perkawinan yang diaanggap dapat menyelesaikan masalah kehamilan remaja tidak lepas dari kemelut.
Cara mengatasi masalah kehamilan remaja adalah dengan cara :
1.     Memberikan pendidikan mengenai agama
2.     memberikan pendidikan seks
3.     KB untuk remaja
Perlu ditanamkan program KB dikalangan remaja digolongkan sehingga pengendalian prilaku seks dapat tercapai dan pengendalian penyebaran penyakit hubungan seks dan kehamulan dikalangan remaja dapat di batasi.
Pelayanan gugur kandung yang mempunyai keuntungn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar