MANAJEMEN DAN KESEHATAN

Rabu, 18 April 2012

PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANC)

PEMERIKSAAN KEHAMILAN

I.    PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus, agar dapat berlangsung dengan baik. Kehamilan mengandung kehidupan ibu maupun janin. Risiko kehamilan ini bersifat dinamis, karena ibu hamil yang pada mulanya normal secara tiba-tiba dapat menjadi berisiko tinggi.
            Sebagian ibu hamil tidak pernah memeriksakan kehamilannya karena berbagai alasan. Maka dari itu penyuluhan bagi ibu hamil sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan mengenai kehamilan. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan ibu akan termotivasi kuat untuk menjaga diri dan kehamilannya dengan menaati nasehat yang diberikan tenaga kesehatan. Sehingga ibu dapat melewati masa kehamilannya dengan baik dan menghasilkan bayi yang sehat.

II.  PEMERIKSAAN KEHAMILAN 
.
Pelayanan antenatal adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya dalam mencapai beberapa sasaran utama yaitu untuk mencegah dan mengatasi masalah kehamilan, untuk membantu masalah gizi, masalah social dan untuk memberikan pendidikan penyuluhan dalam masalah persalinan dan nifas, cara menjaga diri agar tetap sehat dalam masa hamil, membantu wanita hamil dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran bayi dan juga penyuluhan tentang KB serta meningkatkan kesadaran mereka tentang kemungkinan adanya resti atau komplikasi dalam kehamilan dan persalinan. Cara mengenalinya harus sedini mungkin sehingga dapat dilakukan upaya penanggulangannya sedini mungkin juga.

Arti kehamilan

            Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan, yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu. Lamanya hamil adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).

Perlunya pemeriksaan kehamilan secara berkala

            Periksa kehamilan paling sedikit empat kali, yaitu :
•  pada umur kehamilan 1-3 bulan sebanyak 1 kali
•  pada umur kehamilan 4-6 bulan sebanyak 1 kali
•  pada umur kehamilan 7-9 bulan sebanyak 2 kali
            Tempat pemeriksaan ibu hamil di posyandu, puskesmas, bidan dan rumah bersalin.
            Selama kehamilan ada hal-hal yang perlu dipantau, agar bila ada penyimpangan dari keadaan normal dapat segera diberikan penanganan yang memadai. Karena itu selama kehamilan perlu dilakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala, yang dimulai sejak kehamilan muda. Makin tinggi resiko kehamilan yang dipunyai oleh ibu maka makin tinggi pula kebutuhan untuk memeriksaan kehamilan lebih sering.
            Pada saat kehamilan, ibu dapat memperoleh pengetahuan mengenai kehamilannya, serta menyampaikan keluhan yang dirasakan ibu kepada petugas tenaga kesehatan. Selain itu pada saat ibu memeriksakan kehamilan ibu juga mendapat tablet Zat besi, imunisasi TT dua kali selama kehamilan dan pemberian multivitamin.

PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIMESTER PERTAMA

            Selama masa kehamilan, anda akan mendapatkan perawatan secara teratur, baik melalui bagian kebidanan di rumah sakit, dokter umum, atau bidan. Semua ini untuk memastikan bahwa anda dan bayi anda dalam keadaan sehat dan untuk mengetahui sedini mungkin jika terdapat masalah berkenaan dengan kandungan anda. Inilah waktunya mendapatkan jawaban bagi segala macam pertanyaan atau kekhawatiran dan mendiskusikan rencana bagi kelahiran bayi anda.

Kunjungan Pertama

           
Mayoritas wanita mendapatkan pemeriksaan pra-kelahiran mereka yang pertama dan terlama pada usia kehamilan sekitar 8 hingga 12 minggu. Semakin awal anda melakukan pemeriksaan, semakin baik. Anda harus meluangkan banyak waktu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan, bahkan anda mungkin akan ditawari untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) oleh dokter.

Pertanyaan yang mungkin diajukan pada anda

           
Anda mungkin akan ditanyai banyak hal mengenai kesehatan dan sejarah keluarga anda, seperti:
  • Periode menstruasi, seperti : tanggal, lama serta banyaknya haid terakhir dan juga siklus haid. Bidan atau dokter ingin mengetahui tanggal hari pertama dari menstruasi terakhir anda, untuk memperkirakan kapan kira-kira sang bayi akan dilahirkan.
  • Riwayat kesehatan anda, seperti : penyakit yang sedang atau pernah anda derita, apakah ada penyakit ketutunan, apakah pernah menjalani operasi
  • Masa-masa kehamilan sebelumnya, seperti : Apakah pernah terjadi komplikasi dalam kehamilan sebelumnya seperti keguguran, kelahiran prematur, atau pre-eklampsia? dan Apakah anda pernah melahirkan bayi abnormal, sebagai contoh spina bifida ?
  • Serta berbagai  subyek lain, seperti : Etnis anda, karena beberapa kondisi turunan tertentu yang memerlukan perhatian pada masa-masa awal kehamilan umum ditemui pada beberapa kelompok etnis tertentu.
Anda sendiri mungkin ingin mengajukan banyak pertanyaan. Ini merupakan kesempatan yang tepat, dan akan lebih bagus bila anda menuliskan lebih dahulu apa yang ingin anda tanyakan.
Pemeriksaan
            Selama kunjungan anda, akan ada pemeriksaan sebagai berikut:
  • Berat : berat badan anda akan ditimbang. Mayoritas wanita bertambah berat badannya sebesar 10-12,5 kg selama kehamilan, kebanyakan terjadi setelah minggu ke-20. Normalnya 10-16,5 kg slama kehamilan
  • Tinggi : tinggi anda akan diukur pada kunjungan pertama karena tinggi anda merupakan gambaran kasar mengenai ukuran luas panggul anda.
  • Pemeriksaan fisik menyeluruh – dokter akan mengecek jantung dan paru-paru anda dan memastikan bahwa secara umum anda berada dalam keadaan sehat.
  • Air seni – anda akan diminta menyerahkan contoh air seni anda setiap kali mengadakan kunjungan. Contoh air seni ini akan digunakan untuk mengecek beberapa hal termasuk :
  1. Gula : sebagian wanita menderita sejenis diabetes selama masa kehamilan yang dikenal sebagai ‘diabetes gestasional’ yang biasanya dapat dikontrol lewat perubahan diet dan, kemungkinan, insulin. Kondisi ini biasanya hilang begitu sang bayi lahir;
  2. Protein, atau ‘albumin’ dalam air seni anda dapat menunjukkan apakah ada infeksi yang memerlukan perawatan. Kadar protein juga dapat menjadi pertanda hipertensi (tekanan darah tinggi) akibat kehamilan.
  • Tekanan darah : tekanan darah anda akan diukur setiap kali kunjungan. Kenaikan tekanan darah pada akhir-akhir masa kehamilan dapat menjadi pertanda pre-eklampsia.
Tes darah
            Anda akan ditawari untuk melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa
  • Golongan darah anda
  • Apakah darah anda mempunyai rhesus negatif atau positif – sebagian kecil ibu memiliki rhesus negatif. Sebagian ibu yang rhesus negatif akan memerlukan suntikan setelah kelahiran bayi pertama mereka untuk melindungi bayi berikutnya dari anemia.
  • Apakah anda penderita anemia : jika anda penderita anemia, anda mungkin akan diberi tablet besi dan asam folat.
  • Daya tahan tubuh anda terhadap rubela (campak Jerman) : jika anda mendapat rubela di awal-awal masa kehamilan, penyakit ini dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi bayi dalam kandungan anda.
  • Sifilis : deteksi dan perawatan sedini mungkin bagi wanita penderita penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks ini merupakan sesuatu yang vital.
  • Hepatitis B – ini merupakan virus yang menyebabkan penyakit hati dan dapat menular pada bayi. Sang bayi dapat diimunisasi pada saat lahir untuk mencegah penularan.
Tes Khusus
            Sejumlah tes mungkin akan ditawarkan pada kunjungan pertama anda. Bicarakan alasan tes tersebut dengan bidan atau dokter anda sehingga anda dapat menentukan pilihan apakah harus melakukan tes tersebut atau tidak berdasarkan informasi lengkap. Mintalah dokter atau bidan anda menerangkan hasil tes tersebut jika anda memutuskan untuk menjalaninya.
  • Tes darah HIV : HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Jika anda berpendapat bahwa anda berada dalam risiko mendapat HIV, mintalah pada dokter atau bidan anda kesempatan untuk membahas tes HIV dan konseling. Jika anda positif mengidap HIV, anda bisa berkonsultasi dengan organisasi yang berhubungan dengan wanita dan HIV serta AIDS.
  • Penyakit anemia sel sabit dan talasemia : penyakit sel sabit merupakan sebuah kondisi darah yang terutama menyerang orang-orang Afrika dan India Barat serta, lebih jarang, orang-orang India, Timur Tengah, dan Mediterania. Talasemia, sebuah kondisi darah lainnya, terutama menyerang orang-orang Mediterania dan Asia.
  • Pemeriksaan dalam : kadang-kadang, dokter menganggap perlu untuk melakukan pemeriksaan dalam.
  • Apusan mulut rahim : anda akan ditawari sebuah tes apusan mulut rahim sekarang jika anda belum pernah melakukannya dalam tiga tahun terakhir. Tes ini mendeteksi perubahan awal pada bagian mulut rahim yang bisa menjadi kanker di kemudian hari jika tidak dirawat.
  • Herpes : jika anda, atau pasangan anda, pernah menderita herpes pada organ reproduksi, atau anda mendapat serangan pertama selama masa kehamilan, beritahu dokter atau bidan anda. Hal ini penting karena herpes dapat berbahaya bagi bayi yang baru dilahirkan yang mungkin memerlukan perawatan khusus
Kunjungan berikutnya
            Setelah kunjungan pra-kelahiran pertama anda, pengecekan biasanya dilakukan setiap 4 minggu selama 28 minggu, tiap 2 minggu selama 36 minggu, dan setiap minggu hingga sang bayi lahir. Kunjungan-kunjungan yang berikutnya biasanya lebih santai daripada kunjungan pertama karena hampir seluruh pemeriksaan telah dilakukan pada kunjungan yang pertama kali. Jika anda menghadapi gejala-gejala tertentu setelah kunjungan yang pertama, maka pada kunjungan berikutnya katakanlah dengan terus terang apa gejala itu pada doktre atau bidan anda. Kemudian bidan  atau dokter anda akan memeriksa berat badan anda dan tekanan darah anda. Perut anda akan diraba untuk mengecek posisi serta besarnya sang bayi. Dokter atau bidan juga akan mendengarkan detak jantung janin anda dan juga mencatat perkembangan yang tidak umum seperti pembesaran atau pembengkakan pergelangan kaki. Jika mereka menemukan sesuatu sesuatu gejala yang sangat mengganggu biasanya mereka akan memberikan obat dan nasehat pada anda untuk lebih berhati-hati. Jika tidak ditemukan sesuatu yang masalah yang luar biasa, biasanya kunjungan ini hanya memakan waktu lima sampai sepuluh menit.

III. KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
           
            Kehamilan merupakan periode sangat penting bagi ibu dan janinnya. Untuk itu perlu sekali  untuk ibu memeriksakan kehamilannya sedini mungkin sekurang-kurangnya empat kali dalam masa kehamilan. Dengan pemeriksaan kehamilan ibu hamil juga dapat menanyakan hal-hal yang ingin ibu ketahui dan memberitahukan berbagai keluhan yang dirasakan ibu, serta dapat meminimalakn komplikasi serta resiko yng mungkin akan terjadi saat persalinan.

SARAN

Setelah memahami dengan jelas pentingnya pemeriksaan kehamilan, diharapkan para ibu hamil agar mau memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan setempat baik di POSYANDU, PUSKESMAS, ataupun  bidan dan rumah bersalin.


KEPUSTAKAAN
Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. 1990. Program Peminat Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : Departemen Kesehatan RI dan UNICEF.

Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. 1994. Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. 1998. Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Hall MD, Robert. 2002. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil. Bandung : Pionir Jaya

WWW. Google. Com. Pemeriksaan kehamilan Trimester I

1 komentar:

  1. waahh ,, artikelnya benar-benar informatif Pak. Sangat membantu dalam penyelesaian tugas saya.
    Pak kalau bentuk konseling antara ibu hamil dan bidan. gimana ya ? mohon postingannya ya Pak.


    terima kasih

    BalasHapus