Rabu, 18 April 2012

ASI EKSLUSIF

ASI EKSLUSIF
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.
Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.
Setelah ASI ekslusif enam bulan tersebut, bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Seiiring dengan pengenalan makanan kepada bayi, pemberian ASI tetap dilakukan, sebaiknya menyusui dua tahun menurut rekomendasi WHO.

I.       MATERI


>          PENGERTIAN
ASI Eksklusif adalah pemberian air susu ibu (ASI) saja selama 6 bulan pertama tanpa makanan atau minuman tambahan pada bayi.

>          MANFAAT ASI  EKSKLUSIF
          Untuk Bayi
1.      ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang mudah dicerna dan diserap, selalu bersih, segar dan aman.
2.      ASI menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga menjadikan bayi sehat dan cerdas.
3.      ASI memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit terutama infeksi
4.      Memperindah kulit dan gigi serta bentuk rahang
5.      ASI selalu tersedia dengan suhu yang tepat sehingga tidak akan mengecewakan bayi karena harus menunggu atau suhu tidak tepat
6.      Bayi yang menyusu jarang mengalami diare, tidak akan mengalami sembelit dan jarang terkena alergi.
7.      Komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai dengan 6 bulan
8.      Sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan belum sempurna untuk mencerna makanan selain ASI. ASI sendiri mudah dicerna karena mengandung enzim-enzim.
9.      Tidak memberatkan fungsi ginjal bayi. Sistem ekskresi bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan belum sempurna, sehingga bila diberi makanan dengan osmolaritas yang tinggi (seperti susu formula atau buah-buahan) akan memberatkan fungsi ginjal.
10.  Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum 4-6 bulan secara tidak langsung akan mengurangi produksi ASI oleh karena frekuensi bayi untuk menyusu berkurang karena sudah kenyang.
Untuk Ibu
1.      Mengurangi perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim seperti semula). Hal ini disebabkan karena pada saat bayi lahir dan segera disusukan ke ibunya, maka rangsangan hisapan bayi pada payudara akan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang akan mengeluarkan hormon progesterone.
2.      Membantu mengembalikan tubuh seperti keadaan sebelum hamil. Dengan menyusui, timbunan lemak pada tubuh ibu akan dipergunakan untuk pembentukan ASI sehingga berat badan ibu akan lebih cepat kembali keberat sebelum hamil.
3.      Menjadikan hubungan ibu dan bayi semakin dekat.
4.      Menunda kehamilan. Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagi alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
5.      Mengurangi resiko kanker payudara dan ovarium. Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker, baik itu kanker payudara ataupun kanker ovarium.
6.      Pemulihan kesehatan ibu lebih cepat.

Untuk Keluarga
1.      Praktis.
2.      Ekonomis.

  Untuk Negara
1.      Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
2.      Mengurangi pengeluaran kas negara.

>          JENIS-JENIS ASI
            1. Kolostrum
Cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ke-3. Kolustrum bisa dikatakan sebagai "imunisasi" pertama yang diterima bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali dibandingkan dengan ASI matur.

            2. Susu Transisi
                        Susu yang di produksi setelah kolostrum antara hari ke-4 sampai dengan hari ke-10. Dalam susu transisi ini terdapat Immunoglobulin, protein dan laktosa dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolostrum tetapi konsentrasi lemak dan jumlah kalori lebih tinggi, vitamin larut lemak berkurang, vitamin larut air meningkat. Bentuk atau warna susu lebih putih dari kolostrum.


            3. Susu Matur
                        Susu matur adalah susu yang keluar setelah hari ke-10. Berwarna putih kental. Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) mengandung lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan hindmilk (ASI yang keluar pada isapan-isapan terakhir), maka jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.

>          KOMPOSISI ASI
Nutrien (zat gizi) yang terkandung pada ASI disertai dengan fungsinya masing-masing, yaitu:
1.      Karbohidrat
Sumber energi terbesar bagi bayi. Karbohidrat yang terdapat dalam ASI yaitu laktosa yang berguna untuk :
·         Mendukung perkembangan flora usus yang sehat and menekan pertumbuhan bakteri E. coli
·         Meningkatkan penyerapan kalsium

2.      Lemak
Kadar lemak ASI berubah-ubah secara otomatis sesuai kebutuhan kalori bayi dari hari ke hari. ASI mengandung enzim lipase pencerna lemak sehingga lemak ASI mudah dicerna dan diserap. Sekitar 80% lemak ASI berjenis long chain polyunsaturated fatty acid (lemak ikatan panjang). Antara lain omega 3 (EPA dan DHA), omega 6 (AA) yang merupakan komponen penting untuk pertumbuhan otak.
Jumlah DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Kebutuhan terhadap AA dan DHA terbesar terjadi pada trimester terakhir kehamilan dan dua tahun pertama umur bayi.
Kandungan lemak pada ASI bergantung kepada:
§  Asupan nutrisi ibu
§  Kapan ASI diberikan. ASI yang diberikan pagi hari lebih rendah lemaknya dibandingkan pada siang hari.
3.      Protein
Protein adalah sumber asam amino yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI lebih banyak mengandung protein whey ( protein utama dari susu yang berbentuk cairan dan mudah dicerna), dibandingkan casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) yaitu 60% whey dan 40 % casein. Sebagai protein utama dari ASI, protein whey terdiri dari beberapa komponen yang penting: 
·         Laktoferin yaitu sejenis protein yang mengikat zat besi sehingga penyerapannya ke dalam tubuh menjadi optimal dan memiliki fungsi sebagai anti bakteri.
·         Enzim pencernaan
·         Hormon seperti halnya hormon pertumbuhan
·         Immunoglobulin yang merupakan bagian terpenting dari sistem kekebalan tubuh untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit dan infeksi. Immunoglobulin A (IgA) jumlahnya sangat tinggi di ASI, terutama pada kolostrum (ASI yang keluar di hari-hari awal menyusui). Ig A dapat melumpuhkan bakteri patogen dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
4.      Vitamin dan Zat Gizi lainnya
·         Beta-Karoten
ASI, terutama kolostrum, mengandung cukup banyak beta-karoten. Pada bayi, beta-karoten akan dirubah menjadi retina oleh lapisan di usus. Oleh sebab itu beta-karoten disebut juga sumber utama vitamin A dan sebagai sistem pertahanan tubuh karena efek antioksidan.
·         Taurin
Taurin adalah asam amino yang bertugas  untuk membantu perkembangan sel otak dan retina. Saat bayi baru lahir, fungsi taurin yang utama adalah berikatan dengan asam empedu. Asam empedu yang berikatan  ini membantu menghancurkan butiran-butiran lemak agar mudah dicerna. ASI mengandung lebih banyak taurin daripada susu sapi. Agar dapat mendekati komposisi ASI, maka taurin ditambahkan pada komposisi susu formula.
·         Inositol
Inositol pada ASI memiliki beragam fungsi biokimia seperti mengatur aktifitas enzim.
·         Enzim
ASI mengandung banyak enzim yang memiliki fungsi-fungsi yang berbeda. Beberapa enzim berperan dalam proses produksi dan pengeluaran ASI. Sementara enzim yang lainnya berperan pada saat bayi baru dan memiliki peran aktif pada bayi yang membuat bayi yang mendapat ASI memiliki pencernaan yang lebih baik dibanding bayi yang mengkonsumsi susu formula.
5.      Mineral dan Elemen lainnya
·         Kalsium dan fosfor
Dibanding susu sapi, ASI mempunyai kandungan kalsium dan fosfor yang lebih rendah. Kemampuan ginjal bayi yang belum sempurna tidak dapat mengolah fosfat dalam jumlah yang banyak. Rasio kalsium dan fosfor dalam jumlah yang tepat-lah yang akan mempengaruhi penyerapan kedua zat tersebut di usus. Rasio Ca:P 2.3:1 merupakan rasio yang mirip seperti pada ASI yang menjadikan mineralisasi tulang lebih baik.
·         Selenium
Selenium adalah bagian penting dari sistem pertahanan tubuh karena efek antioksidan. Ia melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Konsentrat selenium lebih banyak terdapat dalam kolostrum.
6.      Zat besi
Meskipun ASI mengandung sedikit zat besi (0,5-1.0 mg/liter). Bayi yang menyusui jarang kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besi pada ASI lebih mudah diserap.

7.      Laktobasillus
Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi beberapa jenis bakteri merugikan, seperti bakteri E. coli yang dapat menyebabkan diare

8.      Lisozim
Enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E.coli dan salmonella) dan virus dengan memecah dinding bakteri sekaligus mengurangi insiden karies Dentis (kerusakan gigi) dan maloksi (kebiasaan lidah mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot). Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.

>          FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI
1.      Isapan bayi. Semakin dini dan sering bayi menghisap, akan mempercepat pengeluaran ASI.
2.      Psikologis ibu. Usahakan menyusui bayi dalam suasana santai dan tidak stress.
3.      Nutrisi ibu. Buruknya nutrisi ibu akan mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi.
4.      Keadaan fisik ibu.

Catatan:
Ternyata ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan premature memang cocok untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi premature.

>          KERUGIAN SUSU FORMULA
1.      Mahal.
2.      Tidak praktis.
3.      Tidak higienis. Dapat menyebabkan diare karena bakteri.
4.      Kandungannya kurang lengkap dibandingkan ASI.
5.      Dapat menimbulkan alergi.
6.      Kurang terjalinnya hubungan antara ibu dan bayi.
7.      Dapat meningkatkan resiko obesitas, diabetes mellitus dan jantung koroner bagi bayi di kemudian hari.
8.      Dapat menyebabkan caries pada gigi.

II.                KESIMPULAN DAN SARAN


ASI adalah makanan alamiah untuk bayi anda. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen, dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat.
Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu.
Keuntungan untuk bayi:
·         ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
·         ASI mudah dicerna oleh bayi.
·         Jarang menyebabkan konstipasi.
·         Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
·         ASI kaya akan antibody(zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya..
·         ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
·         Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi mengandung DHA/AA.
·         Bayi yang diberikan ASI eksklusif samapi 4 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa.
·         ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
·         Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Keuntungan untuk ibu:
·         Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.
·         Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
·         Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
·         Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.
       Karena begitu besar manfaat dari ASI maka WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan. 
       Begitu banyak keuntungan yang diberikan Air Susu Ibu baik untuk ibu maupun bayi. Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi
anda sebagai hadiah terindah dalam menyambut kelahirannya.



>          EVALUASI
Jenis                : Tanya jawab
Bentuk            : Lisan
Jumlah             : 6 butir
Pertanyaan      :
1.      Jelaskan pengertian ASI eksklusif ?
2.      Sebutkan 6 dari 10 manfaat ASI bagi bayi !
3.      Sebutkan jenis-jenis ASI !
4.      Sebutkan 6 dari 11 komposisi ASI !
5.      Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI !
6.      Sebutkan 5 dari 8 kerugian susu formula !

Jawaban          :
1.      Asi eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan kepada bayi Segera setelah lahir selama 6 bulan tanpa diberikan makanan tambahan.

2.       6 dari 10 manfaat ASI bagi bayi antara lain :
a.       ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang mudah dicerna dan diserap, selalu bersih, segar dan aman.
b.      ASI menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga menjadikan bayi sehat dan cerdas.
c.       ASI memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit terutama infeksi
d.      Memperindah kulit dan gigi serta bentuk rahang
e.       ASI selalu tersedia dengan suhu yang tepat sehingga tidak akan mengecewakan bayi karena harus menunggu atau suhu tidak tepat
f.       Bayi yang menyusu jarang mengalami diare, tidak akan mengalami sembelit dan jarang terkena alergi.
g.      Komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai dengan 6 bulan
h.      Sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan belum sempurna untuk mencerna makanan selain ASI. ASI sendiri mudah dicerna karena mengandung enzim-enzim.
i.        Tidak memberatkan fungsi ginjal bayi. Sistem ekskresi bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan belum sempurna, sehingga bila diberi makanan dengan osmolaritas yang tinggi (seperti susu formula atau buah-buahan) akan memberatkan fungsi ginjal.
j.        Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum 4-6 bulan secara tidak langsung akan mengurangi produksi ASI oleh karena frekuensi bayi untuk menyusu berkurang karena sudah kenyang.

3.      Jenis-jenis ASI adalah :
a.       Kolostrum
b.      Susu transisi
c.       Susu matur

4.      6 dari 10 komposisi ASI adalah :
a.       Karbohidrat
b.      Protein
c.       Lemak
d.      Vitamin A
e.       Zat besi
f.       Taurin
g.      Laktobasillus
h.      Laktoferin
i.        Lisozim
j.        Kalsium

5.      3 faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI adalah :
a.       Isapan bayi. Semakin dini dan sering bayi menghisap, akan mempercepat pengeluaran ASI.
b.      Psikologis ibu. Usahakan menyusui bayi dalam suasana santai dan tidak stress.
c.       Nutrisi ibu. Buruknya nutrisi ibu akan mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi.
d.      Keadaan fisik ibu.

6.      5 dari 8 kerugian susu formula :
a.       Mahal.
b.      Tidak praktis. Karena harus merebus botol dan menghangatkan susu terutama di malam hari.
c.       Tidak higienis. Dapat menyebabkan diare karena bakteri.
d.      Kandungannya kurang lengkap dibandingkan ASI.
e.       Dapat menimbulkan alergi.
f.       Kurang terjalinnya hubungan antara ibu dan bayi.
g.      Dapat meningkatkan resiko obesitas, diabetes mellitus dan jantung koroner bagi bayi di kemudian hari.
h.      Dapat menyebabkan caries pada gigi.

VI.       SUMBER
  1. _____. Air Susu Ibu. www.indosiar.com  
  2. _____. ASI versus Susu Formula. www.ayahbunda.com.
  3. _____. 2005. Composition of Breastmilk. www.nutricia.co.id
4.      _____. September 2006. Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui. www.halalguide.info
  1. _____. www.merapi.net
  2. Ayah bunda no.10/edisi 18-31 mei 2006
  3. DitJen Pembinaan Masyarakat. 1991. Pedoman Penyuluhan ASI dan MPASI. Jakarta : Depkes RI
Yayasan Kusuma Buana.1991. Menyusui Bayi dengan Baik dan Berhasil. Jakarta : Gaya Favorit Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar