MANAJEMEN DAN KESEHATAN

Jumat, 05 Oktober 2012

STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS


STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN
DI KOMUNITAS
Syafrudin, SKM, MKes

        Setiap petugas kesehatan yang bekerja di masyarakat perlu memahami keadaan masyarakat yang dilayaninya keadaan, budaya dan tradisi setempat sangat menentukan cara pendekatan yang harus ditempuh. Pendekatan yang akan digunakan oleh bidan komuniti harus memperhatikan strategi pelayanan kebidanan, tugas dan tanggung jawab bidan serta aspek perlindungan hukum bagi bidan di Komunitas.
        Pada hand out ini menjelaskan strategi pelayanan kebidanan komunitas, tugas utama, tugas tambahan serta tanggung jawab sebagai bidan praktik swasta sehingga dapat memberikan pelayanan kebidanan di komunitas yang sesuai dengan aspek perlindungan hukum bagi praktisi bidan di komunitas dengan baik dan benar. Hal ini sangat penting bagi bidan dalam memberikan pelayanan yang komprehensip dan menyeluruh agar dalam memberikan pelayanan diterima dengan baik oleh masyarakat.

A.    Strategi Pelayanan Kebidanan di Comunitas
        1.   Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat.
              Pendekatan edukatif secara umum adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis terencana dan terarah dengan partisipasi aktif dari individu kelompok maupun masyarakat umum, untuk memecahkan masalah yang dirasakan oleh masyarakat dengan mempertimbangkan factor-faktor social ekonomi dan budaya.
              Pendekatan edukatif secara khusus adalah satu bentuk atau model dari pelaksanaan orgabisasi social masyarakat dalam memecahkan masalah yang dirasakan oleh masyarakat dengan pokok penekanan pada :

              1.   Pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah.
              2.   Pengembangan provider merupakan bagian dari proses pengembangan masyarakat secara keseluruhan.

              Tujuan pendekatan edukatif adalah :
              1.   Memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat
              2.   Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong.
             
              Provider adalah sector-sektor yang bertanggung jawab secara teknis terhadap program-program yang dikembangkan dalam pengembangan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong.
       
              Langkah-langkah pendekatan edukatif
              A.  Pendekatan pada tokoh masyarakat
                    1.     Nonformal untuk penjagaan lahan
                    2.     Formal dengan surat resmi
                    3.     Tatap muka antara provider dengan tokoh masyarakat.
                    4.     Kunjungan rumah untuk menjelaskan maksud dan tujuan pengumpulan data.
                    5.     Pertemuan provider dan tokoh masyarakat untuk menetapkan suatu kebijakan alternative pemecahan masalah dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
                    6.     Menjalin hubungan social yang baik dengan menghadiri upacara-upacara agama, perkawinan, kematian dsb.
              B.  Pendekatan kepada provider
                    Diadakan pada waktu pertemuan tingkat kecamatan, tingkat desa/kelurahan, tingkat dusun / lingkungan.

              C.  Pengumpulan data primer dan sekunder
                    Data umum, data teknis sesuai dengan kepentingan masing-masing-masing sector, data perilaku sesuai dengan masalah yang ada, data khusus hasil pengamatan, data orang lain. Pengembangan masyarakat perlu dilakukan baik sumber daya alam / potensi desa, dan sumber daya manusia/kader kesehatan agar tahu mau dan mampu mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong menggunakan metode :
                    1.     Pendekatan tingkat desa dilakukan dengan cara :
                            a.   Pertemuan tersendiri dengan tokoh masyarakat.
                            b.   Menumpang pada pertemuan lain seperti Musyawarah Masyarakat Desa / MMD maupun pertemuan tingkat dusun / lingkungan.
                    2.     Pengumpulan data untuk mencari kebutuhan yang real dan kebutuhan yang diinginkan masyarakat/felt needs dalam rangka Survey Mawas Diri/SMD
                    3.     Penyajian data pada waktu MMD yang berisi : analisa situasi secara singkat, analisa data, permasalahan, penyebab terjadinya masalah.
                    4.     Komitmen bersama dari hasil kesepakatan MMM dalam suatu kebijakan alternative pemecahan untuk ; perencanaan kegiatan, perencanaan pelaksanaan, dan perencanaan evaluasi.
                    5.     Sosial budaya, ekonomi dalam kesehatan wanita antara lain pelayanan kesehatan tidak terjangkau, pengetahuan yang rendah untuk mengenal tanda dan gejala dari berbagai komplikasi terkait dengan kehamilan, persalinan dan nifas.
                            Wanita adalah manusia yang mempunyai hak asasi terutama hak dalam bidang kesehatan yaitu hak untuk memelihara kesehatan reproduksinya. Bidan berperan dalam memberikan dukungan pada wanita untuk memperoleh status yang sama di masyarakat untuk memilih dan memutuskan perawatan kesehatan dirinya. Dalam memberikan asuhannya hendaknya women center care / asuhan yang berpusat pada wanita, dimana fokusnya mencakup seluruh aspek kehidupan yang memandang wanita sebagai manusia yang utuh, membutuhkan pemenuhan kebutuhan biologi, psikologi, social, spiritual dan cultural selama hidupnya. Bidan harus mempunyai pengetahuan yang luas dalam segala aspek yaitu kehamilan, persalinan, nifas, KB, serta kesehatan reproduksi dalam pasangan usia subur karena bidan komuniti adalah partner dari seorang wanita dalam menghadapi berbagai pengalaman hidupnya.
                            Model asuhannya adalah wanita sebagai figure sentral pada proses asuhan karena wanita yang mengerti kebutuhannya sendiri sedangkan bidan adalah pemberi asuhan professional yang membantu ibu untuk pengambilan keputusan dan menanggapi pilihan ibu. Salah satu factor yang mencerminkan wanita sebagai pusat asuhan diasumsikan dengan kepuasan terhadap asuhan kebidanan yaitu factor asuhan yang berkelanjutan (continuity of care).
             
              Prinsip pelayanan kebidanan di komunitas :
              1.   Pelayanan kebidanan adalah pelayanan yang didasarkan pada perhatian terhadap kehamilan sebagai suatu bagian penting dari kesehatan untuk bayi baru lahir / child birth sebagai suatu proses yang normal dan proses yang ditunggu-tunggu dalam kehidupan semua wanita.
              2.   Informed consent, sebelum melakukan tindakan apapun berikan informasi kepada klien dan minta persetujuan klien terhadap tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya.
              3.   Informed choice, wanita yang mau melahirkan diberikan pilihan dalam mengambil keputusan tentang proses melahirkan.
              4.   Bina hubungan baik dengan ibu yaitu dengan melakukan berbagai pendekatan sisi kehidupan.
              5.   Berikan asuhan yang berkelanjutan.

        Pelayanan kebidanan komunitas memberikan pelayanan dimana bidan melakukan kunjungan ke pasien yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Rumah sakit bukan merupakan kebidanan komunitas karena pelayanan klinis (pasien mengunjungi/meminta pelayanan, pelayanan berorientasi pada pelayanan kuratif).
        Bidan di masyarakat bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain antara lain dengan dokter perawat maternal.
        Peran nyata bidan di komunitas adalah home visite dalam memberikan pelayanan ANC, INC, dan PNC. Peran bidan sebagai pelayanan, pendidik, pengelola dan peneliti dimana bidan harus mampu menggerakkan masyarakat agar mau menjaga kesehatan dan bidan harus mampu mengelola upaya-upaya masyarakat untuk meningkatkan kesehatan.

        Menggunakan dan memanfaatkan fasilitas dan  potensi yang ada di masyarakat.
        Fasilitas dan potensi yang ada di masyarakat yaitu sumber daya alam / potensi desa, dan sumber daya manusia/kader kesehatan. Bidan dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak di komuniti perlu memperhatikan factor lingkungan antara lain:

        1.   Lingkungan Sosial
              Masyarakat yang berada di dalam komuniti memiliki ikatan social, budaya. Dukun penolong persalinan sangat dekat dengan masyarakat terutama di kalangan keluarga di desa oleh karena menggunakan pendekatan social budaya sewaktu memberi pelayanan. Bidan dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan bersalin diupayakan tidak bertentangan dengan kebiasaan, adapt istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Oleh karena itu peran serta masyarakat memegang peranan penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak balita, keluarga serta keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini selalu digerakkan dan ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.
              Kondisi tingkat pendidikan dan ekonomi menentukan tingkat partispasinya di dalam turut serta berperan meningkatkan kesehatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat semakin meningkat perhatian tersebut, menimbulkan peningkatan tuntutan masyarakat.
              Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah bersama masyarakat menentukan arah upaya kesehatan yang dilakukan kepada masyarakat. Pelayanan kebidanan komuniti perlu mendapat dukungan politik dari organisasi swasta ataupun pemerintah terutama mendukung adanya undang-undang dan pelaksanaanya.


        2.   Lingkungan flora fauna
              Kebutuhan gizi manusia tergantung kepada keberadaan flora dan fauna. Masyarakat dianjurkan melakukan penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman bergizi dan berkhasiat akan mendukung terwujudnya kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung kondisi gizi manusia. Bidan yang bekerja di komuniti memperhatikan pengaruh flora dan fauna ini. Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak disampaikan melalui penyuluhan kesehatan merupakan bantuan bidan kepada masyarakat terutama pada kaum ibu. Kerjasama dengan petugas gizi dan pertanian diperlukan di dalam peningkatan gizi masyarakat.

              Tugas dan Tanggungjawab Bidan di Comunitas
              Tugas bidan meliputi :
              1.   Melaksanakan pelayanan kesehatan keluarga.
              2.   Memotivasi dan membina peran serta masyarakat
              3.   Mengelola program KIA.

              Tanggungjawab bidan, bidan bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan dan tindakan :
              1.   Mengintegrasikan komponen proses pemecahan masalah.
              2.   Melakukan asuhan kebidanan pada individu.
              3.   Mendemonstrasikan dan mengabsahkan praktek.
              4.   Berkomunikasi dan bekerjasama dengan anggota teknis.
              5.   Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
              Melaksanakan investigasi tentang masalah kesehatan dan kebutuhan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

1.     Depkes RI. Modul Pendekatan Edukatif, Pusdiklat Pegawai.Jakarta.1992
2.     Depkes RI. Undang-Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan. Depkes.Jakarta. 1992
3.     WHO Regional Office for South East Asia New Delhi, India March 1973, Report of the workshop on field training in Health Education, New Delhi, 1992.
4.     Linda Ewles dan Ina Simneff. Promosi Kesehatan Petunjuk Praktis.Gajah Mada University Press.1994.
5.     Maustra IB. Pendekatan Edukatif.Planning a Diagnostic Approach.May Field Publishing Co.USA.1980.
6.         August,A Burns et all.Pemberdayaan Wanita Dalam Bidang Kesehatan.Yayasan Essentia Medika.Yogyakarta.2000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar