Jumat, 27 Juli 2012

Alergi pada Anak


Mendeteksi Alergi pada Anak
1. PENDAHULUAN
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:O-4pGzgoxOvvNM:http://www.whatzups.com/account/content/alergic4dalem.jpgKini semakin banyak anak mengidap alergi . Bagaimana anda tahu apakah anak anda salah satunya? Dan yang lebih penting apa yang bisa anda lakukan saat melihat gejalanya? Satu dari empat anak memiliki alergi . Dan berdasarkan data organisasi alergi di inggris ,angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Pada dokter belum yakin apa penyebab masalah alergi ini. Salah satu teori yang popular adalah kenyataan bahwa dibandingkan dengan anak-anak era sebelumnya , anak-anak masa kini jarang terkena infeksi. Riset menunjukan luka dan infeksi sebenarnya dapat memberi perlindugan terhadap alergi karena hal itu menstimulasi system kekebalan tubuh anak.Jika tidak ada kuman yang cukup banyak untuk dilawan oleh system kekebalan tubuh, maka system ini justru akan bereaksi terhadap hal-hal yang biasanya tidak berbahaya. Program imunisasi dan antibiotik bisa jadi salah satu penyebabnya. Anak-anak yang tinggal dirumah modern berkarpet dengan suhu yang nyaman sangat rentan mengidap alergi terhadap debu. Ahli yang lain percaya, meningkatnya asap rokok dan polusi udara dapat pula menjadi salah satu penyebab
.      Alergi yaitu system kekebalan tubuh anak bereaksi tidak normal terhadap hal yang biasanya tidak berbahaya . Alergi yang kerap ditemukan pada bayi dan balita antara lain adalah alergi pada susu, telur, kacang, kedelai, dan ikan. Alergi lainnya adalah alergi pada debu rumah, serbuk pupuk, kutu atau bulu dari binatang peliharaan, obat, lebah, karet, dan metal. 



2. MATERI PENYULUHAN
*    Gejala-gejala Alergi
§  Sering batuk, batuk lama (>2 minggu), pilek, (terutama pada malam hari dan pagi hari, siang hari hilang) sinusitis,  bersin, mimisan.  tonsilitis (amandel), sesak, suara serak.
§  Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah
§  Sering lebam kebiruan pada kaki/tangan seperti bekas terbentur.
§  Kulit timbul bisul, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Sering menggosok mata, hidung atau telinga. Kotoran telinga berlebihan.
§  Nyeri otot & tulang berulang malam hari. Sering kencing, Bed wetting (Ngompol)
§  Sering muntah, nyeri perut, sulit makan disertai berat badan kurang (biasanya setelah umur 4-6 bulan).
§  Sering sariawan, lidah sering putih/kotor nyeri gusi/gigi, mulut berbau, air liur berlebihan, bibir kering.
§  Sering Buang air besar (> 2 kali/hari), sulit buang air besar (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana.
§  Tidur larut malam/sering terbangun.
§  Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Sering berkeringat (berlebihan)
§  Sering sakit kepala, migrain.

Anak memiliki kecenderungan alergi (atau penyakit yang berhubungan dengan alergi seperti asma, eksim, atau polinosis ) apabila anda dan pasangan juga menderita alergi.
Gejala alergi makanan :
·         Bibir mulut, dan tenggorokan bengkak
·         kesulitan bernafas
·         Muntah atau diare
·         Ruam
·         Menangis terus-menerus
·         Hidung tersumbat atau berair
·         Mata pedih, merah,dan gatal
·         Batuk dan asma
·         Eksim
Jika anda menduga si kecil mengalami reaksi alergi, bawa segera ke dokter. Kalau anak anda tampak sulit bernafas , mulutnya bengkak, atau menunjukan gejala serius lainnya bawa segera ke UGD.

*    Cara Mendiagnosa Alergi
Ada dua jenis tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa alergi :
ü  Tes mencubit kulit
Dokter akan memberikan setetes zat yang dapat menyebabkan alergi pada kulit, lalu mencubit kulit dengan alat bedah. Jika daerah disekitar kulit yang dicubit itu memerah, artinya anak anda alergi terhadap zat tersebut.
ü  Tes Darah
Dokter dapat melakukan tes terhadap sampel darah anak anda untuk mengetahui antibody dan zat yang dapat menyebabkan alergi pada anak anda

*    Merawat Anak yang Alergi
Dokter dapat memberi resep antihistamin untuk mengendalikan gejala alergi pada anak anda dan krim untuk ruam karena alergi, termasuk eksim. Kalau anak anda alergi terhadap susu sapi sedangkan ia minum susu botol,maka dokter akan memberi resep susu khusus bebas alergi. Umumnya focus utama yang harus dilakukan adalah menghindarkan anak dari zat-zat yang memungkinkan timbulnya reaksi alergi. Anak kecil yang alergi terhadap makanan bisa sembuh seiring bertambahnya usia. Untuk itu, sebaiknya memeriksakan anaknya ke dokter setiap kurun waktu tertentu untuk uji makanan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah anak anda masih alergi terhadap satu makanan tertentu atau tidak.

*    Cara Menolong Anak yang Alergi
·         Berikan ASI eksklusif selama setidaknya empat bulan atau idealnya enam bulan
·         Jangan beri anak anda makanan padat sampai dia berusia enam bulan
·         Jangan merokok selama hamil atau merokok di dekat anak anda(untuk sang ayah)
·         Jika anda, pasangan, atau anak-anak pertama anda ada yang memiliki alergi atau penyakit yang terkait dengan alergi, jangan makan kacang selama hamil dan menyusui dan jangan berikan kacang pada anak sampai dia berusia tiga tahun.

*    hal-hal yang harus dilakukan bila anak memiliki alergi
·         Kontrol kadar debu di rumah dengan cara menyedot debu secara menyeluruh dan cuci alas tidur setiap minggu.
·         Periksa semua label makanan dan jangan menyimpan makanan yang jelas menimbulkan alergi anak.
·         Tanyakan ke supermarket langganan, apakah mereka punya produk bebas alergi
·         Jangan memelihara binatang, atau bila anda punya, larang hewan peliharaan anda masuk kedalam rumah.
Informasikan kepada pembantu dan pengasuh anak mengenai alergi yang dimiliki si kecil 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar