PRAKTIKUM UKURAN
FREKUENSI PENYAKIT
Tujuan:
- Mahasiswa dapat menghitung dan menginterpretasikan ratio, proporsi, dan rate
- Mahasiswa dapat menghitung dan menginterpretasikan ukuran point prevalens dan period prevalens
- Mahasiswa dapat menghitung dan menginterpretasikan ukuran insidens kumulatif dan insidens rate
Soal:
1. Selama
6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X
terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100
kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglah:
- Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
- Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
- Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
- Proporsi
kasus penyakit TBC pada laki-laki
Jawaban:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap
perempuan
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Rasio =
·
Interpretasi =
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap
laki-laki
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Rasio =
·
Interpretasi =
c. Proporsi
kasus penyakit TBC pada perempuan
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Proporsi =
·
Interpretasi =
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Proporsi =
·
Interpretasi =
- Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara
- Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Prevalence =
·
Interpretasi =
- Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi.
Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang
terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12
minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari
survei pertama.
Hitunglah:
- Prevalence pada survei pertama
- Prevalence pada survei kedua
- Insiden pada survei kedua
- Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban:
a. Prevalence
pada survei pertama
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Prevalence =
·
Interpretasi =
b. Prevalence
pada survei kedua
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Prevalence =
·
Interpretasi =
c. Incidence
selama periode 12 minggu
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Incidence =
·
Interpretasi =
|
Orang
|
|
Bulan Pengamatan
|
|||||||||||
|
1
|
|
|
S
|
S
|
S
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
2
|
|
|
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
4
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
4
|
|
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
M
|
|
|
|
|
3
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
6
|
|
|
|
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
5
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
S
|
S
|
M
|
9
|
|
9
|
|
|
S
|
S
|
S
|
S
|
S
|
|
|
|
|
|
2
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
H
|
|
|
|
|
|
6
|
0 1 2 3
4 5 6
7 8 9
10 11 12
S = Sakit
M =
Mati
H =
Hilang dari pengamatan
- Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
- Point Prevalence pada bulan ke-5
- Point
Prevalence pada bulan ke-11
- Periode Prevalence selama 12 bulan
- Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
- Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Point Prevalence =
·
Interpretasi =
b. Point
Prevalence pada bulan ke-11
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Prevalence =
·
Interpretasi =
c. Periode
Prevalence selama 12 bulan
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Prevalence =
·
Interpretasi =
d. Incidence
cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Incidence cumulative =
·
Interpretasi =
e.
Incidence Rate, apabila pengamatan
dimulai pada bulan ke-0
·
Numerator (X) =
·
Denominator (Y) =
·
Incidence Rate =
Interpretasi =
NOMOR 1
BalasHapusa. X=800 Y=300
X/Y= 800/300= 8:3
Setiap 8 kasus laki-laki terdapat 3 kasus perempuan
b. X=300 Y=800
X/Y=300/800= 3:8
Setiap3 kasus perempuan terdapat 8 kasus laki-laki
c. X= 300 Y=1.100
X/Y= 300/1.100= 0,273 x 100 = 27%
Sebanyak 27% kasus TBC adalah perempuan
d. X=800 Y=1.100
X/Y= 800/1.100= 0,727 x 100= 72,7%
Sebanyak 72,7% kasus TBC adalah laki-laki
NOMOR 2
X= 150 Y=300
X/Y= 150/300 = 0,5 x 100 = 50%
Prevalensi pengguna kondom selama 2 bulan terakhir pada pasien penyakit menular sex adalah 50%, artinya setengah dari pasien yang di wawancara.
NOMOR 3
A. X= 20 Y=5.000
X/Y= 20/5.000 x 1000 = 4/1000
Jadi, setiap 4 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang
B. X= 40 Y=5.000
X/Y= 40/5.000 x 1000 = 8/1000
Jadi, setiap 8 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang.
C. X= 20 Y=4.980
X/Y= 20/4.980= 4,02/1000 penduduk
Terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi.
NOMOR 4
A. X= 4 Y=10
X/Y= 4/10= 0,4 x 100 = 40%
Jadi, 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
B. X= 3 Y=8
X/Y= 3/8= 0,37 x 100 = 37,5%
Jadi, 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-11
C. X= 6 Y= 10
X/Y= 6/10 = 0,6 x 100 = 60%
Jadi, selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% menderita sakit.
D. X= 4 Y= 8
X/Y= 4/8 x 100 = 50%
Jadi, insiden cumulative pada pengamatan jika dimulai pada bulan ke-3 adalah 50%
E. X= 6 Y= 67
X/Y= 6/67 = 0,089 bulan x 12 Bulan = 1,07/Tahun.
Jadi, dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang menderita sakit. Jika dalam hitungan 1 tahun maka aka nada kemungkinan 1,07 orang menderita sakit.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusNama : Khayla Nadhifa
NIM : P3.73.24.3.25.122/Tk. 1C Promosi Kesehatan
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglah:
a) Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Jawaban : X = 800/Y=300
X/Y= 800/300 = 8 : 3
Setiap 8 kasus TBC Pria terdapat 3 kasus wanita
b) Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Jawaban : X = 300/Y=800
X/Y = 300/800 = 3: 8
Setiap 3 kasus TBC Wanita terdapat 8 kasus Pria
c) Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Jawaban : X = 300 X/Y = 300/1.100 x 100 = 27%
Y = 1.100
Sebanyak 27 % penderita TBC adalah perempuan
d) Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Jawaban : X = 800 X/Y = 800/1100 x 100 = 72,7%
Y = 1.100
Sebanyak 72,7% penderita TBC adalah laki laki
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara
a) Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
X = 150/Y = 300
X/Y = 150/300 x 100 = 50 %
Prevalensi pengguna kondom selama 2 bulan terakhir pada pasien dengan penyakit sex menular adalah 50% yaitu setengah dari pasien yang diwawancara.
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama. Hitunglah:
a) Prevalence pada survei pertama
Jawaban : X = 20/Y = 5.000
X/Y = 20/5.000 x 1.000 = 4/1000
Setiap 4 orang memiliki antibodi histoplasmosis dari 1000 orang
b) Prevalence pada survei kedua
Jawaban : X = 40/Y = 5.000
X/Y = 40/5.000 x 1.000 = 8 /1000
Setiap 8 orang memiliki antibodi histoplasmosis dari 1000 orang.
c) Insiden pada survei kedua
Jawaban : 5000 - 20 = (kasus lama) = 4980
X = 20 Y = 4,980 = 20/4,980 = 4,02/1000
Terdapat 4 orang yang memiliki antibofi terhadap histoplasmosis dari 1000 penduduk.
d) Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban : X = 40 Y = 5,000
40/5.000 X 1000 = 8/1000 Penduduk
Terdapat 8 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi.
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
a) Point Prevalence pada bulan ke-5
Jawaban : 4/10 x 100% = 40%
Sebanyak 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
b) Point Prevalence pada bulan ke-11
Jawaban : 3/8 x 100% = 37,5%
Sebanyak 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-11
c) Periode Prevalence selama 12 bulan
Jawaban : 6/10 x 100 = 60 %
Sebanyak 60% penderita dari 100% orang yang diamati, menderita sakit selama
12 bulan.
d) Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Jawaban : 4/(10 – 2 kasus lama)
4/8 x 100 % = 50 %
Sebanyak 50% dari 100% Menderita sakit pada bulan ke-3.
e) Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawaban : 6 dari 10 orang/ 67 bulan = 6/67
= 0,089 bulan
= 0,089 x 12 = 1,07/tahun
Dalam 1 bulan, akan ada 0,089 orang menderita sakit. Jika dalam 1 tahun, kemungkinan sebanyak 1,07 orang menderita sakit.
Nama: Nimas Sekar Nuralifia Noviyanti
BalasHapusNim: P3.73.24.3.25.134
No. 1
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800 kasus TBC laki-laki
• Denominator (Y) = 300 kasus TBC perempuan
• Rasio = 800 : 300 = 8 : 3
• Interpretasi = Setiap 3 kasus TBC pada perempuan terdapat sekitar 8 kasus TBC pada laki-laki
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300 kasus TBC perempuan
• Denominator (Y) = 800 kasus TBC laki-laki
• Rasio = 300 : 800 = 3 : 8 atau 0,375 : 1
• Interpretasi = Setiap 8 kasus TBC pada laki-laki terdapat sekitar 3 kasus TBC pada perempuan
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 300 kasus TBC perempuan
• Denominator (Y) = 1.100 total kasus TBC
• Proporsi = 300 / 1.100 = 0,273 x 100 = 27,3%
• Interpretasi = Sebesar 27,3% dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 800 kasus TBC laki-laki
• Denominator (Y) = 1.100 total kasus TBC
• Proporsi = 800 / 1.100 = 0,727 (72,7%)
• Interpretasi = Sebesar 72,7% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki-laki
No. 2
a. Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
• Numerator (X) = 150 pasien yang menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir
• Denominator (Y) = 300 pasien yang diwawancarai
• Prevalence = 150 / 300 = 0,5 x 100 = 50%
• Interpretasi = Sebanyak 50% pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco menyatakan menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
No. 3
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20 orang memiliki antibodi histoplasmosis
• Denominator (Y) = 5.000 orang
• Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 x 100 = 0,4%
• Interpretasi = Pada survei pertama, 0,4% populasi telah memiliki antibodi histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40 orang memiliki antibodi histoplasmosis
• Denominator (Y) = 5.000 orang
• Prevalence = 40 / 5.000 = 0,008 x 100 = 0,8%
• Interpretasi = Pada survei kedua, 0,8% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
c. Insiden pada survei kedua
• Numerator (X) = 20 kasus baru
• Denominator (Y) = 4.980 orang berisiko
• Incidence = 20 / 4.980 = 0,004 x 100 = 0,4%
• Interpretasi = Pada survei kedua ditemukan 20 kasus baru, dengan insiden sebesar 0,4% pada populasi yang berisiko.
d. Incidence selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20 kasus baru
• Denominator (Y) = 4.980 orang berisiko
• Incidence = 20 / 4.980 = 0,004 x 100 = 0,4%
• Interpretasi = Selama periode 12 minggu, sekitar 0,4% populasi berisiko mengalami infeksi histoplasmosis baru.
No. 4
a. Point prevealensi bulan ke 5
• Numerator (X) = 9 orang sakit
• Denominator (Y) = 10 orang
• Point Prevalensi = 9/10 = 0,9 atau 90%
• Interpretasi = jadi, pada bulan ke 5, populasi pengamatan yang menderita penyakit tersebut sebanyak 90% / 0,9
b. Point Prevalensi bulan ke-11
• Numerator (X) = 3 orang sakit
• Denominator (Y) = 7 orang
• Prevalensi = 3/7 = 0,4286 atau 42,86%
• Interpretasi = Jadi, Pada bulan ke 11 sekitar 42,86% dari populasi yang masih dalam pengamatan sedang menderita penyakit tersebut
c. Periode Prevalensi selama 12 bulan
• Numerator (X) = 10 orang
• Denominator (Y) = 10 orang
• Prevalensi = 10/10 = 1 atau 100%
• Interpretasi = Jadi, Selama 12 bulan pengamatan, seluruh populasi pernah mengalami penyakit tersebut
d. Insidens Kumulatif (dimulai bulan ke-3)
• Numerator (X) = 0 orang
• Denominator (Y) = 10 orang
• Insidens Kumulatif = 0/10 = 0 atau 0%
• Interpretasi = Selama periode mulai bulan ke-3 hingga akhir, tidak ada kasus baru penyakit tersebut
e. Insidens Rate (dimulai bulan ke-0)
• Numerator (X) = 10 kasus baru
• Denominator (Y) = 60 orang bulan
• Insidens Rate = 10 kasus / 60 orang-bulan = 0,1667 kasus/orang bulan atau 16,67 kasus /100 orang-bulan)
• Interpretasi = Jadi, Selama 12 bulan pengamatan, tingkat insidens penyakit tersebut sekitar 0,1667 kasus per orang-bulan.
Nama: Syifa Ramadina
BalasHapusNIM: P3.73.24.3.25.145
Tingkat 1C/D4 Promosi Kesehatan
Nomor 1
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 300
· Rasio = 800/300 = 8:3
· Interpretasi = Setiap 8 kasus penyakit TBC pada laki-laki, terdapat 3 kasus TBC pada perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 300/800 = 3:8
· Interpretasi = Setiap 3 kasus penyakit TBC pada laki-laki, terdapat 8 kasus TBC pada perempuan
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 300/1.100 x 100% = 0,27 x 100% = 27%
· Interpretasi = Terdapat 27% kasus TBC pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 800/1.100 x 100% = 0,72 = 72%
· Interpretasi = Terdapat 72% kasus TBC pada laki-laki
Nomor 2
· Numerator (X) = 150
· Denominator (Y) = 300
· Prevalence = 150/300 = 0,5 x 100 = 50%
· Interpretasi = Prevalensi dari pengguna kondom dalam 2 bulan terakhir pada pasien penyakit menular seksual adalah 50%
Nomor 3
a. Prevalence pada survei pertama
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 5.000
· Prevalence = 20/5.000 = 0,004 x 1000 = 4
· Interpretasi = terdapat 4 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis dari setiap 1.000 orang di populasi tersebut
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X) = 40
· Denominator (Y) = 5.000
· Prevalence = 40/5.000 = 0,008 x 1000 = 8
· Interpretasi = Terdapat 8 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis dari setiap 1.000 orang di populasi tersebut.
c. Insiden pada survei kedua
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 4.980
· Incidence = 20/4.980 x 1000 = 4,016
· Interpretasi = Terdapat 4,016 kasus baru pembentukan antibodi histoplasmosis untuk setiap 1.000 orang dalam populasi yang sebelumnya sehat (tidak memiliki antibodi).
d. Incidence selama periode 12 minggu
· Numerator (X) = 40
· Denominator (Y) = 5000
· Incidence = 40/5000 x 1000 = 8
· Interpretasi = Terdapat 8 kasus baru pembentukan antibodi histoplasmosis untuk setiap 1.000 orang dalam populasi yang sebelumnya sehat (tidak memiliki antibodi).
Nomor 4
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 10
· Point Prevalence = 4/10 = 0,4 x 100 = 40%
· Interpretasi = Sebesar 40% dari populasi tersebut sedang menderita sakit pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 8
· Prevalence = 3/8 = 0,375 x 100 = 37,5%
· Interpretasi = Sebesar 37,5% dari populasi tersebut sedang menderita sakit pada bulan ke-5
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 10
· Prevalence = 6/10 = 0,6 x 100 = 60%
· Interpretasi = Terdapat 60% dari total populasi yang pernah atau sedang menderita sakit selama 12 bulan
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Incidence cumulative = 4/8 = 0,5 x 100% = 50%
· Interpretasi = Terdapat 50% orang yang terkena penyakit jika pengamatan dimulai pada bulan ke-3
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 67
· Incidence Rate = 6/67 = 0,089
· Interpretasi = Dalam 1 bulan akan ada 0,089 orang yang menderita sakit. Serta dalam 1 tahun akan 1,068 orang yang menderita sakit.
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama
BalasHapusyang dilakukan oleh tim surveilens
kabupaten X terhadap laporan yang
diterima didapatkan kasus penyakit
TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari
800 kasus laki-laki dan 300 kasus
perempuan. Hitunglah:
A. Radio kasus penyakit TBC laki-laki
terhadap perempuan :
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800 : 300 = 8 : 3 (2,67 :
1)
• Interpretasi = Setiap 8 kasus
TBC pada laki-laki, terdapat 3
kasus TBC pada perempuan.
B. Rasio kasus penyakit TBC
perempuan terhadap laki-laki :
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300 : 300 = 3 : 8 (0,375 :
1)
• Interpretasi = Setiap 3 kasus
TBC pada perempuan, terdapat
8 kasus TBC pada laki-laki.
C. Proporsi kasus penyakit TBC pada
perempuan :
• Numerator (X) = 300
• Derminator (Y) = 1.100
• Rasio = 300/1.100 = 0,273 x 100
= 27,3%
• Interpretasi = Sebesar 27,3%
kasus TBC terjadi pada
perempuan.
D.Proporsi kasus penyakit TBC pada
laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Derminator (Y) = 1.100
• Rasio = 800/1.100 =0,727
(72,7%)
2. • Interpretasi = Sebesar 72,7%
kasus TBC terjadi pada
perempuan.
Dalam survei terhadap pasien penyakit
menular seksual di Klinik San Fransisco,
terdapat 150 orang dari 300 pasien
yang diwawancarai yang menyatakan
memakai kondom pada sedikitnya 2
bulan terakhir sebelum wawancara
A. Hitunglah Prevalence penggunaan
kondom 2 bulan terakhir :
• Numerator (X) = 150
• Derminator (Y) = 300
• Prevalence = 150/300 =0,5
(50%)
3. • Intepretasi = Sebanyak 50%
pasien PMS menggunakan
kondom dalam 2 bulan terakhir
sebelum wawancara.
Dua buah survei telah dilakukan pada
sebuah populasi. Survei kedua
dilakukan 12 minggu sesudah survei
pertama. Pada survei pertama
tersebut, dari 5000 orang terdapat 20
orang yang memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis. 12 minggu berikutnya
40 orang mempunyai antibodi
termasuk 20 orang dari survei
pertama.
Hitunglah:
A. Prevalence pada survei pertama :
• Numerator (X) = 20
• Derminator (Y) = 5.000
• Rasio = 20/5.000 =0,004 (0,4%)
• Interpretasi = Pada survei
pertama, 0,4% populasi
memiliki antibodi
histoplasmosis.
B. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Derminator (Y) = 5.000
• Rasio : 40/5.000 =0,008 (0,8%)
• Interpretasi = Pada survei
Kedua, 0,8% populasi memiliki
antibodi histoplasmosis.
C. Insiden pada survei keduaIncidence
selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20 (Kasus
baru)
• Derminator (Y) = 5.000 – 20 =
4.980
• Incidence = 20/4.980 = 0,004 (
0,4%)
• Interpretasi = Selama 12
minggu, terdapat 0,4% kasus
baru antibodi histoplasmosis
pada populasi yang berisiko
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
Point Prevalence pada bulan ke-5
Point Prevalence pada bulan ke-11
Periode Prevalence selama 12 bulan
Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-5
Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
A. B. Point Prevalence pada bulan ke-5 :
• Numerator (X) = 4
• Derminator (Y) = 10
• Point prevelance = 4/10 =0,4
(40%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-5,
40 populasi yang diamati
sedang mengalami sakit.
Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Derminator (Y) = 8
• Point prevalance = 3/8 =0,375
(37,5%)
• Intepretasi = Pada bulan ke-11,
37,5% populasi yang diamati
sedang mengalami sakit.
C. Periode Prevalence selama 12
bulan :
• Numerator (X) = 6
• Derminator (Y) = 10
• Point prevalance = 6/10 =0,6
(60%)
• Intepretasi = Selama periode 12
bulan, 60% populasi pernah
mengalami sakit
D. Insidence cumulative, apabila
pengamatan dimulai pada bulan ke-
3
• Numerator (X) = 4
• Derminator (Y) = 8
• Incidance Cumulative = 4/8
=0,5 (50%)
• Interpretasi = Selama periode
pengamatan, 50% populasi
berisiko mengalami kejadian
sakit baru
E. Insidence Rate, apabila
pengamatan dimulai pada bulan ke-
0
• Numerator (X) = 6
• Derminator (Y) = 67
• Incidence Rate = 6/67 =0,0896
bulan x 12 =
• Intepretasi = Selama periode
pengamatan, terjadi 0,0896
kasus baru per orang per bulan
NAMA: Naila Kurnia Ramadhani
BalasHapusNIM: P3.73.24.3.25.130
1.a.Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = 800 : 300 = 8:3
Interpretasi = setiap 8 kasus TBC laki-laki, terdapat 3 kasus perempuan
b.Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = 300 : 800 = 3:8
Interpretasi = setiap 3 kasus TBC perempuan, terdapat 8 kasus laki-laki
c.Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = 300 : 1.100 x 100 = 27,3%
Interpretasi = sebesar 27,3% kasus TBC terjadi pada perempuan
d.Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1.100
Rasio = 800 : 1.100 x 100 = 72,7%
Interpretasi = sebesar 72,7% kasus TBC terjadi pada laki-laki
2.a.Hitunglah prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 150
Prevalence = 150/300x100 = 50%
Interpretasi = sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara
3. a.Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) =5.000
Prevalence = 20/5000x1000 = 4
Interpretasi = pada survei pertama, 4 orang memiliki antibodi terhadap hidtoplasmosis
b.Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) =40
Denominator (Y) =5000
Prevalence = 40/5000x1000 = 8
Interpretasi = pada survei kedua, 8 orang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis
c.Insiden pada survei kedua (kasus baru = 40-20 = 20)
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000-20 = 4.980
Incidence = 20/4.980x1000 = 4
Interpretasi = terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis
d.Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5000
Incidence = 40/5000x1000 = 8
Interpretasi = terdapat 8 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis
4.Berdasarkan tabel diatas, hitunglah :
a.Point prevalence pada bulan ke 5
b.Point prevalence pada bulan ke 11
c.Periode prevalence selama 12 bulan
d.Insidence cummulative, apabila dimulai pada bulan ke 3
e.Insidence rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 0
Jawaban :
a.Point prevalence pada bulan ke 5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 8
Point prevalence = 4/10x100 = 40%
Interpretasi = terdapat 40% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 5
b.Point prevalence pada bulan ke 11
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
Prevalence = 3/8x100 = 37,5%
Interpretasi = terdapat 37,5% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 11
c.Periode prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) =10
Prevalence = 6/10x100 = 60%
Interpretasi = selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% yang menderita sakit
d.Insidence cummulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 8
Insidence cummulative = 4/8x100 = 50%
Interpretasi = insidence kumulatif apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3 adalah 50%
e.Insidence rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 0
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) =67
Insidence rate = 6/67 = 0,089 bulanx12 bulan = 1,07 tahun
Interpretasi = dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang yang menderita sakit. Dalam hitungan 1 tahun maka akan ada kemungkinan 1,07 orang yang menderita sakit.
Soal :
BalasHapus1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglah:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Jawaban :
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800/300 = 8 : 3
• Interpretasi = Dari 8 penderita penyakit TBC laki-laki terdapat 3 orang perempuan penderita penyakit TBC.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300/800 = 3 : 8
• Interpretasi = Dari 3 penderita penyakit TBC perempuan terdapat 8 orang laki-laki penderita penyakit TBC.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 1.100
• Denominator (Y) = 300
• Proporsi = 300/1.100*100% = 27,27%
• Interpretasi = Presentasi penderita TBC berjenis kelamin perempuan adalah 27,27%.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 1.100
• Denominator (Y) = 800
• Proporsi = 800/1.100*100% = 72,72%
• Interpretasi = Presentasi penderita TBC berjenis kelamin laki-laki adalah 72,72%
Soal :
1. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
Jawaban :
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir.
• Numerator (x): 150
• Denominator (y): 300
• Prevelence: × 100% = 50%
• Interpretasi: Terdapat 50% orang yang menggunakan kondom selama 2 bulan terakhir.
Soal :
1. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama
Hitunglah:
a. Prevalence pada survei pertama
b. Prevalence pada survei kedua
c. Insiden pada survei kedua
d. Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban :
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 20/5.000*100 = 0,4%
• Interpretasi = Presentasi pada survey kedua adalah 0,4% memiliki antibody histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 40/5.000*100% = 0,8%
• Interpretasi = Prevalensi pada survey kedua adalah 0,8% memiliki antibody histoplasmosis.
c. Insiden pada survei kedua
• Nurmerator (X) = 20
• Deminator (Y) = 4.980
• Prevalence = 20/4.980*100 = 0,4%
• Interpretasi = Insiden pada survey kedua adalah 0,4%
d. Insiden selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 4.980
• Prevalence =20/4.980*100 = 0,4%
• Interpretasi = Insiden selama periode 12 minggu adalah 0,4%
Soal :
Jawaban :
a. Poin prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence =4/10=0,4 x 100 = 40%
• Interpretasi = jadi, 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
b. Poin prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence =3/8 = 0,37 x 100 = 37,5%
• Interpretasi = jadi, 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke 11
c. Poin prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence =6/10 = 0,6 x100 = 60%
• Interpretasi = jadi, selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% menderita sakit.
d. Insiden cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 4/8 x 100 = 50%
Nama : Nashita Dahayu Putri
BalasHapusKelas : 1C Promkes
P3.73.24.3.25.131
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama
yang dilakukan oleh tim surveilens
kabupaten X terhadap laporan yang
diterima didapatkan kasus penyakit
TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari
800 kasus laki-laki dan 300 kasus
perempuan. Hitunglah:
A. Radio kasus penyakit TBC laki-laki
terhadap perempuan :
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300• Rasio = 800 : 300 = 8 : 3 (2,67 : 1)
• Interpretasi = Setiap 8 kasus TBC pada laki-laki, terdapat 3 kasus TBC pada perempuan.
B. Rasio kasus penyakit TBC
perempuan terhadap laki-laki :
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300 : 300 = 3 : 8 (0,375 : 1)
• Interpretasi = Setiap 3 kasus
TBC pada perempuan, terdapat 8 kasus TBC pada laki-laki
C. Proporsi kasus penyakit TBC pada
perempuan :
• Numerator (X) = 300
• Derminator (Y) = 1.100
• Rasio = 300/1.100 = 0,273 x 100 = 27,3%
• Interpretasi = Sebesar 27,3% kasus TBC terjadi pada perempuan.
D. Proporsi kasus penyakit TBC pada
laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Derminator (Y) = 1.100
• Rasio = 800/1.100 =0,727 (72,7%)2.
• Interpretasi = Sebesar 72,7% kasus TBC terjadi pada perempuan.
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit
menular seksual di Klinik San Fransisco,
terdapat 150 orang dari 300 pasien
yang diwawancarai yang menyatakan
memakai kondom pada sedikitnya 2
bulan terakhir sebelum wawancara
A. Hitunglah Prevalence penggunaan
kondom 2 bulan terakhir :
• Numerator (X) = 150
• Derminator (Y) = 300
• Prevalence = 150/300 =0,5 (50%)3.
• Intepretasi = Sebanyak 50% pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
3. Dua buah survei telah dilakukan pada
sebuah populasi. Survei kedua
dilakukan 12 minggu sesudah survei
pertama. Pada survei pertama
tersebut, dari 5000 orang terdapat 20
orang yang memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis. 12 minggu berikutnya
40 orang mempunyai antibodi
termasuk 20 orang dari survei
pertama.
Hitunglah:
A. Prevalence pada survei pertama :
• Numerator (X) = 20
• Derminator (Y) = 5.000
• Rasio = 20/5.000 =0,004 (0,4%)
• Interpretasi = Pada survei pertama, 0,4% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
B. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Derminator (Y) = 5.000
• Rasio : 40/5.000 =0,008 (0,8%)
• Interpretasi = Pada survei Kedua, 0,8% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
C. Insiden pada survei keduaIncidence
selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20 (Kasus baru)
• Derminator (Y) = 5.000 – 20 = 4.980
• Incidence = 20/4.980 = 0,004 ( 0,4%)
• Interpretasi = Selama 12 minggu, terdapat 0,4% kasus baru antibodi histoplasmosis pada populasi yang berisiko.
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
A. Point Prevalence pada bulan ke-5 :
• Numerator (X) = 4
• Derminator (Y) = 10
• Point prevelance = 4/10 =0,4 (40%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-5, 40 populasi yang diamati sedang mengalami sakit.
B. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Derminator (Y) = 8
• Point prevalance = 3/8 =0,375 (37,5%)
• Intepretasi = Pada bulan ke-11, 37,5% populasi yang diamati sedang mengalami sakit.
C. Periode Prevalence selama 12
bulan :
• Numerator (X) = 6
• Derminator (Y) = 10
• Point prevalance = 6/10 =0,6 (60%)
• Intepretasi = Selama periode 12 bulan, 60% populasi pernah mengalami sakit.
D. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 4
• Derminator (Y) = 8
• Incidance Cumulative = 4/8 =0,5 (50%)
• Interpretasi = Selama periode pengamatan, 50% populasi berisiko mengalami kejadian sakit baru
E. Insidence Rate, apabila
pengamatan dimulai pada bulan ke-0
• Numerator (X) = 6
• Derminator (Y) = 67
• Incidence Rate = 6/67 =0,0896 bulan x 12 = 1,07/tahun
• Intepretasi = Selama periode pengamatan, terjadi 1,07 kasus baru per orang per bulan.
Nama : Luthfiya Fadhiela
BalasHapusNIM : P3.73.24.3.25.123
1a. Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = (800 )/300 = 2,67:1
Interpretasi = dari setiap 1 kasus TBC pada perempuan
terdapat 2,67 kasus TBC pada laki-laki
1b. Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = (300 )/800 = 0,375:1
Interpretasi = dari setiap 1 kasus TBC pada laki-laki
terdapat 0,375 kasus TBC pada perempuan
1c. numeretor (X) = 300
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = (300 )/1.100 × 100% = 27,27%
Interpretasi = dari 1.100 kasus, sebanyak 27,27% kasus
TBC terjadi pada perempuan
1d. Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = (800 )/1.100 × 100% = 72,72%
Interpretasi = dari 1.100 kasus, sebanyak 72,72% kasus
TBC terjadi pada laki-laki
2a. Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = (150 )/300 × 100% = 0,5/50%
Interprensi = terdapat 50% dari 300 pasien di Klinik San
Fransisco menggunakan kondom dalam 2
Bulan terakhir
3a. Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = (20 )/5.000 × 100% = 0,4%
Interpretasi = pada survei pertama terdapat 0,4% dari 5000
orang yang memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis
3b. Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = (40 )/5.000 × 100% = 0,8%
Interpretasi = pada survei kedua terdapat 0,8% dari 5000
orang yang memiliki antibodi terhadap
Histoplasmosis
3c. Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000 – 20 = 4980
Insiden = (20 )/4.980 × 100% = 0,4%
Interpretasi = pada survei kedua terdapat 0,4% insiden
atau kasus baru dari total 5.000 orang
3d. Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 4980
Insiden = (20 )/4.980 × 100% = 0,4%
Interpretasi = terdapat 0,4% insiden atau kasus baru
selama periode 12 minggu
4a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 10
Point Prevalence = (4 )/10 = 0,4
Interpretasi = pada bulan ke-5 terdapat 0,4 dari 10 orang
menderita sakit
4b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
Point Prevalence = (3 )/8 = 0,375
Interpretasi = pada bulan ke-11 terdapat 0,375 dari 8 orang
dalam pengamatan yang menderita sakit
4c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 10
Periode Prevalence = (6 )/10 = 0,6
Interpretasi = sebanyak 0,6 orang pernah sakit
Selama 12 bulan
4d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pd bulan ke-3
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 6
Insidence cumulative = (3 )/6 = 0,5
Interpretasi = sebanyak 0,5 orang beresiko sakit
selama periode pengamatan
4e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 67
Insidence Rate = (6 )/67 = 0,089/tahun
Interpretasi = terdapat 0,089 kasus sakit selama masa
pengamatan
1. Kasus TBC (1.100 kasus)
BalasHapusDiketahui:
Laki-laki = 800
Perempuan = 300
Total = 1.100
a. Rasio kasus TBC laki-laki terhadap perempuan
•Numerator (X) = 800 (laki-laki)
•Denominator (Y) = 300 (perempuan)
•Rasio = 800 : 300 = 8 : 3
•Interpretasi: Setiap 3 kasus TBC pada perempuan, terdapat 8 kasus pada laki-laki.
b. Rasio kasus TBC perempuan terhadap laki-laki
•Numerator (X) = 300
•Denominator (Y) = 800
•Rasio = 300 : 800 = 3 : 8
•Interpretasi: Setiap 8 kasus TBC pada laki-laki, terdapat 3 kasus pada perempuan.
c. Proporsi kasus TBC pada perempuan
Rumus proporsi
•Numerator (X) = 300
•Denominator (Y) = 1.100
•Proporsi = 300 / 1.100 = 0,273 (27,3%)
•Interpretasi: Sebanyak 27,3% kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi kasus TBC pada laki-laki
•Numerator (X) = 800
•Denominator (Y) = 1.100
•Proporsi = 800 / 1.100 = 0,727 (72,7%)
•Interpretasi: Sebanyak 72,7% kasus TBC terjadi pada laki-laki.
2. Prevalensi penggunaan kondom
Diketahui:
Menggunakan kondom = 150
Total responden = 300
Rumus prevalensi
•Numerator (X) = 150
•Denominator (Y) = 300
•Prevalensi = 150 / 300 = 0,5 (50%)
•Interpretasi: Sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
3. Diketahui:
Populasi = 5.000 orang
Survei pertama = 20 orang memiliki antibodi
Survei kedua = 40 orang memiliki antibodi (termasuk 20 orang lama)
Kasus baru = 40 – 20 = 20 orang
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5.000
X/Y = 20/5.000 x 1.000 = 4/1.000
Jadi, terdapat 4 orang per 1.000 penduduk yang memiliki antibodi histoplasmosis pada survei pertama.
b. Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5.000
X/Y = 40/5.000 x 1.000 = 8/1.000
Jadi, terdapat 8 orang per 1.000 penduduk yang memiliki antibodi histoplasmosis pada survei kedua.
c. Insiden selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 20 (kasus baru)
Denominator (Y) = 5.000 – 20 = 4.980
X/Y = 20/4.980 x 1.000 = 4/1.000
Jadi, selama 12 minggu terdapat 4 kasus baru per 1.000 penduduk berisiko.
4.
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 10
X/Y = 4/10 x 100 = 40%
Jadi, 40% populasi mengalami sakit pada bulan ke-5.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
X/Y = 3/8 x 100 = 37,5%
Jadi, 37,5% populasi mengalami sakit pada bulan ke-11.
c. Period Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 10
X/Y = 6/10 x 100 = 60%
Jadi, selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% populasi yang pernah mengalami sakit.
d. Incidence Cumulative (pengamatan dimulai bulan ke-3)
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 8
X/Y = 4/8 x 100 = 50%
Jadi, incidence cumulative sebesar 50% bila pengamatan dimulai pada bulan ke-3.
E. Incidence Rate (pengamatan dimulai bulan ke-0)
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 67 orang-bulan
X/Y = 6/67 x 100 = 0,089 per orang-bulan
Jadi, incidence rate sebesar 0,089 kasus per orang-bulan, atau setara dengan 1,07 kasus per orang-tahun.
Nama: Nawfal Sinatria Afriawan
BalasHapusKelas: 1C
Nim: P3.73.24.3.25.132
Soal 1
Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap
laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1,100 kasus terdiri dari 800
kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan.
a. Rasio kasus TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = 800 : 300 = 8 : 3
Interpretasi: Proporsi kasus TBC pada laki-laki mencapai sekitar 2,67 kali jumlah kasus pada
perempuan
b. Rasio kasus TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = 300 : 800 = 3 : 8
Interpretasi: Proporsi kasus TBC pada perempuan mencapai 0,38 kali jumlah kasus pada laki-laki
c. Proporsi kasus TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = 300 / 1.100 = 0,2727 (27,27%)
Interpretasi: 27,27% kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi kasus TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = 800 / 1.100 = 0,7272 (72,72%)
Interpretasi: 72,72% kasus TBC terjadi pada laki-laki
Soal 2
Dalam survei terhadap penyakit menular seksual di Klinik San Francisco, terdapat 150 orang dari
300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir
sebelum wawancara.
Prevalence penggunaan kondom
Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = 150 / 300 = 0,5 (50%)
Interpretasi: 50% responden menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
Soal 3
Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah
survei pertama. Pada survei pertama tersebut,dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki
antibodi terhadap histoplasmosis, 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20
orang dari survei pertama.
a. Prevalence survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5.000
Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 (0,4%)
Interpretasi: Sekitar 0,4% individu dalam populasi terdeteksi memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis pada survei pertama
b. Prevalence survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5.000
Prevalence = 40 / 5.000 = 0,008 (0,8%)
Interpretasi: Sekitar 0,8% individu dalam populasi
terdeteksi memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis pada survei kedua
c. Incidence selama 12 minggu
Kasus baru = 40 20 = 20
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 4.980
Incidence = 20 / 4.980 = 0,004 (0,4%)
Interpretasi: Insidens antibodi terhadap histoplasmosis selama periode 12 minggu tecatat sebesar
0,4% dari populasi
Soal 4
Berdasarkan tabel pengamatan berikut:
Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Keterangan: S = Sakit, M = Mati, H = Hilang dari pengamatan
a. Point Prevalence bulan ke-5
Numerator = 4
Denominator = 10
PP = 4 / 10 = 0,4 (40%)
Interpretasi: 40% dari populasi
pengamatan sedang menderita
penyakit tersebut
b. Point Prevalence bulan ke-11
Numerator = 3
Denominator = 8
PP = 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
Interpretasi: 37,5 % dari populasi
pengamatan sedang menderita
penyakit tersebut
c. Period Prevalence 12 bulan
Numerator = 6
Denominator = 10
PP = 6 / 10 = 1 (60%)
Interpretasi : 60% populasi pernah
mengalami penyakit tersebut
d. Incidence Cumulative
Numerator = 5
Denominator = 9
IC = 5 / 9 = 0,556 (55,6%)
Interpretasi: Sejak bulan ke-3,
55,6% individu berisiko
mengalami kejadian penyakit
baru
e. Incidence Rate
Numerator = 6
Denominator = 67 orang-bulan
IR = 6 / 67 = 0,089 kasus/orang-bulan
Interpretasi: Tingkat insidens penyakit tersebut
sekitar 0,089 kasus/orang-bulan
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan.
BalasHapusa. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800/300 = 2,67 atau 8:3
• Interpretasi = Jumlah kasus TBC pada laki-laki mencapai sekitar 2,67 kali jumlah kasus pada perempuan.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300/800 = 0,375 : 1
• Interpretasi = Jumlah kasus TBC pada perempuan mencapai sekitar 0,38 kali jumlah kasus pada laki-laki.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 300/1.100 = 0,273 atau 27,27%
• Interpretasi = Jumlah kasus TBC pada seluruh perempuan mencapai sekitar 27,3%
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 800/1.100 = 0,727 atau 72,73%
• Interpretasi = Jumlah kasus TBC pada seluruh laki-laki mencapai sekitar 72,7%
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual diklinik san fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memekai kondom pada sedikitnya 2 bualan terakhir sebelum wawancara
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
• Numerator (X) = 150
• Denominator (Y)= 300
• Rasio = 0,5
• Interpretasi = 50%
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi, survei kedua ilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis, 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama:
Hitunglah:
a. Prevalence pada sirvei pertama
b. Prevalence pada survei kedua
c. Insiden pada survei kedua
d. Insiden selama priode 12 minggu
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (x) = 20
• Denominator (y) = 100
• Prevalence = 0,20
• Interpretasi = 20%
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (x) = 40
• Denominator (y) = 100
• Prevalence = 0,40%
• Interpretasi = 40%
c. Insiden pada survei kedua
• Numerator (x) = 20
• Denominator (y) =100
• Prevalence =0,20%
• Interpretasi = 20%
4. a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 7
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 0,7
• Interpretasi = 70%
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 8
• Denominator(Y) = 8
• Prevalence = 1
• Interpretasi = 100%
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 10
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 1
• Interpretasi = 100% pernah mengalami sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 5
• Denominator (Y) = 5
• Incidence cumulative = 1
• Interpretasi = 100% seluruh orang yang beresiko pada bulan ke 3 menjadi kasus baru
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
• Numerator (X) = 10
• Denominator (Y) = 35
• Incidence Rate = 0,286
• Interpretasi = 0,286 kasus baru per orang per bulan
Nama : Nada Nur'Aisyah Rachman
BalasHapusNIM : P3.73.24.3.25.129
NO. 1
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 300
· Rasio = 8 : 3
· Interpretasi = terdapat 8 kasus TBC pada laki-laki setiap 3 kasus TBC pada perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 3 : 8
· Interpretasi = terdapat 3 kasus TBC pada perempuan setiap 8 kasus TBC pada laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 1100
· Proporsi = 0,2727…. (27%)
· Interpretasi = terdapat 27% kasus TBC perempuan terhadap total 1100 kasus TBC
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 1100
· Proporsi = 0,7272…. (73%)
· Interpretasi = terdapat 73% kasus TBC pada laki-laki terhadap total 1100 kasus TBC
NO. 2
· Numerator (X) = 150
· Denominator (Y) = 300
· Prevalence = 0,50 (50%)
· Interpretasi = sebanyak 50% pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco yang diwawancarai mengaku menggunakan kondom dalam 2 bulan sebelum wawancara
N0. 3
a. Prevalence pada survei pertama
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 5000
· Prevalence = 20/5000 = 0,004 (0,4%)
· Interpretasi = pada survei pertama, Sebanyak 0,4% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X) = 40
· Denominator (Y) = 5000
· Prevalence = 40/5000 = 0,008 (0,8%)
· Interpretasi = pada survei kedua, Sebanyak 0,8% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
c. Incidence pada survei kedua
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 5000-20 = 4980
· Incidence = 20/4980 = 0,004 (0,4%)
· Interpretasi = 0,4% populasi yang awalnya bebas antibodi menjadi memiliki antibodi histoplasmosis
d. Incidence selama periode 12 minggu
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 5000-20 = 4980
· Incidence = 20/4980 = 0,004 (0,4%)
· Interpretasi = Dalam 12 minggu 0,4% populasi mengalami infeksi baru
NO. 4
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 10
· Point Prevalence = 4/10 = 0,4 (40%)
· Interpretasi = pada bulan ke 5, ada 40% yang sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 8
· Prevalence = 3/8 = 0,375 (37,5%)
· Interpretasi = pada bulan ke 11, ada 37,5% yang sakit
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 10
· Prevalence = 6/10 = 0,6 (60%)
· Interpretasi = pada bulan ke 12 pengamatan, terdapat 60% yang sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Incidence cumulative = 4/8 = 0,5 (50%)
· Interpretasi = pada bulan 3, sebnayak 50% mengalami sakit baru
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 67
· Incidence Rate = 6/67 = 0,089 bulan x 12 bln = 1,07 tahun
. Interpretasi = Terdapat 0,089 kasus baru per orang-bulan, dan dalam 1 tahun ada 1,07 orang yang sakit
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDOROTEA LUNA W (P3.73.24.3.25.110)
BalasHapus1.Jawaban:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap Perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800/300 = 8:3
• Interpretasi = setiap 8 kasus laki-laki terdapat 3 kasus perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300/800 = 3:8
• Interpretasi = setiap 3 kasus Perempuan terdapat 8 kasus laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada Perempuan
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 300/1.100 = 0,27 x 100 = 27,2%
• Interpretasi = sebanyak 27,2% kasus TBC adalah perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 800/1.100 = 0,72 x 100 = 72,7 %
• Interpretasi = sebanyak 72,7% kasus TBC adalah laki-laki
2. a. Jawaban:
• Numerator (X) = 150
• Denominator (Y) = 300
• Prevalence = 150/300 = 0,5 x 100 = 50%
• Interpretasi = Prevalensi penggunaan kondom dalam 2 bulan terakhir pada pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco adalah sebesar 50%.
3. Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 20/5.000 x 1000 = 4/1000
• Interpretasi = jadi, setiap 4 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 40/5.000 X 1000 = 8/1000
• Interpretasi = jadi, setiap 8 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang
c. Incidence pada survey kedua
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 4.980
• Incidence = 20/4.980 = 4,02/1000 pendududk
• Interpretasi = terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi
d. Incidence selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Incidence = 40/5000 x 1000 = 8/1000 penduduk
• Interpretasi = Terdapat 8 orang yang memiliki antibody terhadap hiptoplasmosis dari 1000 populasi.
4. Jawaban:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 4/10 = 0,4 x 100 = 40%
• Interpretasi = jadi 40% dari 100% orang mengalami sakit pada bulan ke 5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 3/8 = 0,37 x 100 = 37,5%
• Interpretasi = jadi 37,5% dari 100% orang mengalami sakit pada bulan ke 11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 6/10 = 0,6 x 100 = 60%
• Interpretasi = jadi selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% orang menderita sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 8
• Incidence cumulative = 4/8 = 0,5 x 100 = 50%
• Interpretasi = jadi insiden cumulative pada pengamatan dari bullan ke 3 adalah 50%
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 67
• Incidence Rate = 6/67 = 0,089 bulan x 12 bulan = 1,07 tahun
• Interpretasi = jadi dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang menderita sakit. Jika dalam 1 tahun maka akan ada kemungkinan 1,07 orang menderita sakit
1).
BalasHapusa. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800/300 = 8 : 3
• Interpretasi = Dari 8 penderita penyakit TBC laki-laki adalah 3 orang perempuan penderita penyakit TBC.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300/800 = 3 : 8
• Interpretasi = Dari 3 penderita penyakit TBC perempuan adalah 8 orang laki-laki penderita penyakit TBC.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 1.100
• Denominator (Y) = 300
• Proporsi = 300/1.100×100% = 27,27%
• Interpretasi = Presentasi penderita TBC berjenis kelamin perempuan adalah 27,27%.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 1.100
• Denominator (Y) = 800
• Proporsi = 800/1.100×100% = 72,72%
• Interpretasi = Presentasi penderita TBC berjenis kelamin laki-laki adalah 72,72%
2). Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir.
• Numerator (x): 150
• Denominator (y): 300
• Prevelence: × 100% = 50%
• Interpretasi: Terdapat 50% orang yang menggunakan kondom selama 2 bulan terakhir.
3).
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 20/5.000×100 = 0,4%
• Interpretasi = Presentasi pada survey kedua adalah 0,4% memiliki antibody histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 40/5.000×100% = 0,8%
• Interpretasi = Prevalensi pada survey kedua adalah 0,8% memiliki antibody histoplasmosis.
c. Insiden pada survei kedua
• Nurmerator (X) = 20
• Deminator (Y) = 4.980
• Prevalence = 20/4.980×100 = 0,4%
• Interpretasi = Insiden pada survey kedua adalah 0,4%
d. Insiden selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 4.980
• Prevalence =20/4.980×100 = 0,4%
• Interpretasi = Insiden selama periode 12 minggu adalah 0,4%
4).
a. Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence =4/10=0,4 x 100 = 40%
• Interpretasi = jadi, 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
b. Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence =3/8 = 0,37 x 100 = 37,5%
• Interpretasi = jadi, 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke 11
c. Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence =6/10 = 0,6 x 100 = 60%
• Interpretasi = jadi, selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% menderita sakit.
d. Insiden cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 4/8 x 100 = 50%
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 67
· Incidence Rate = 6/67 = 0.089 x 12 bulan = 1,07 tahun
Interpretasi = Terdapat 0,089 kasus baru per orang-bulan,
jika dalam 1 tahun ada 1,07 orang mengalami sakit
Nama : Alfian Bayu Permana ( P3.73.24.3.25.101)
BalasHapusKelas : 1c
1. a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = 800 : 300 = 2.67 : 1
Interpretasi = setiap 2.67 kasus TBC laki – laki, terdapat 1 kasus TBC perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = 300 : 800 = 0.375 : 1
Interpretasi = setiap 0.375 kasus TBC perempuan terdapat 1 kasus TBC laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 300/1100 × 100 = 27.27%
Interpretasi = Dari seluruh jumlah kasus TBC, 27.27% adalah kasus perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 800/1100 × 100 = 72.72%
Interpretasi = Dari seluruh jumlah kasus TBC, 72.72% adalah kasus laki – laki
2.
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = 150/300 × 100 = 50
Interpretasi = Prevalence penggunaan kondom selama 2 bulan terakhir adalah 50%
3.
Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 20/5000 × 100 = 0.4 Interpretasi = Prevalence survei pertama orang yang mempunyai antobodi histoplasmosis 0.4%
b. Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 40/5000 × 100 = 0.8%
Interpretasi =Prevalence survei kedua orang yang mempunyai antibodi histoplasmosis 0.8%
c. Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000
Incidence = 20/5000 × 1000 = 4
Interpretasi = Dari 1000 orang 4 diantaranya memiliki antibodi histoplasmosis
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 10
Point Prevalence = 4/10 × 100 = 40
Interpretasi = 40% orang terkena penyakit pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11 Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
Prevalence = 3/8 × 100 = 37.5
Interpretasi = 37.5% orang terkena penyakit pada bulan ke-11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 10
Prevalence = 6/10 × 100 = 60
Interpretasi = selama 12 bulan, 60% orang terkena penyakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Numerator (X) = 5
Denominator (Y) = 9
Incidence cumulative = 5/9 × 100 = 55.6%
Interpretasi = pada bupan ke-3 55.6% terlena penyakit
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X) = 6 orang
Denominator (Y) = 67 orang bulan
Incidence Rate = 6/67 =0.895
Interpretasi = rata rata terkena penyakit selama pengamatan adalah 0.895 bulan
Huzaifaiq Gusnaya
BalasHapusP3.73.24.3.25.116
NOMOR 1
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800 : 300 = 8 : 3 atau 2,67 : 1
• Interpretasi = Setiap 1 kasus TBC pada perempuan, terdapat sekitar 2,67 kasus TBC pada laki-laki.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300 : 800 = 3 : 8 atau 0,375 : 1
• Interpretasi = Setiap 1 kasus TBC pada laki-laki, terdapat sekitar 0,38 kasus TBC pada perempuan.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 300 / 1.100 = 0,2727 atau 27,27%
• Interpretasi = Sebesar 27,27% dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 800 / 1.100 = 0,7272 atau 72,72%
• Interpretasi = Sebesar 72,72% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki-laki.
NOMOR 2
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
• Numerator (X) = 150
• Denominator (Y) = 300
• Prevalence = 150 / 300 = 0,5 atau 50%
• Interpretasi = Sebanyak 50% pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
NOMOR 3
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi = Pada survei pertama, 0,4% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 0,008 atau 0,8%
• Interpretasi = Pada survei kedua, 0,8% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
c. Incidence selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20 (kasus baru)
• Denominator (Y) = 5.000 − 20 = 4.980 (populasi berisiko)
• Incidence = 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi = Selama periode 12 minggu, terdapat 0,4% kasus baru antibodi histoplasmosis pada populasi yang berisiko.
NOMOR 4
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 4 / 10 = 0,4 (40%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-5, 40% populasi sedang menderita penyakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-11, 37,5% populasi yang masih diamati sedang sakit.
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 6 / 10 = 0,6 (60%)
• Interpretasi = Selama 12 bulan pengamatan, 60% individu pernah mengalami penyakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 5
• Denominator (Y) = 9
• Incidence cumulative = 5 / 9 = 0,556 (55,6%)
• Interpretasi = Sejak bulan ke-3, sekitar 55,6% individu berisiko mengalami kejadian penyakit baru.
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
• Numerator (X) = 6 kasus baru
• Denominator (Y) = 67 orang-bulan
• Incidence Rate = 6 / 67 = 0,089 kasus per orang-bulan
• Interpretasi = Laju kejadian penyakit adalah sekitar 0,089 kasus per orang-bulan selama periode pengamatan.
Nama : Nabila tri faniasih
BalasHapusKelas : 1C
NIM : P3.73.24.3.25.128
nomor 1
(X) = 800
·(Y) = 300
· (X/Y) = 800/300 = 2,66 : 1
= dari 2,66 orang, terdapat 1 orang yang terkena penyakit TBC
b. (X) = 300 (Y) = 800
· (X/Y) = 300/800 = 0,37:1
= dari 0,37 orang, terdapat 1 orang yang terkena penyakit TBC
·C. (X) = 300 (Y)= 1.100
· (X/Y)= 300/1.100 x 100% = 27,2% dari 1.100 kasus, terdapat 27,2% Perempuan yang terkena penyakit TBC
d. (X) = 800 (Y) = 1.100
·(X/Y) = 800/1.100 x 1000% = 72.7% dari 1.100 kasus, terdapat 72,7 % yang terkena penyakit TBC
soal no 2
(X)= 150 (Y) = 300
(X/Y) = 150/300 x100%= 50%
= dari 100 orang, terdapat 50% orang yang menggunakan kondom 2 bulan
soal 3
(X) = 20 (Y) = 5000
(X/Y) = 20/5000 x 1000 = 4
= dari 1000 orang yang survey, terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis
b. (X) = 40 (Y) = 5000
(X/Y) = 40/5000 x 1000 = 8
= dari 1000 orang yang survey, terdapat 8 orang yang survey kedua
c. (X) = 40 – 20 = 20
·(Y) = 5000
(X/Y) = 20/5000x1000% = 4
= dari 1000 orang yang survey selama periode 12 minggu, terdapat 4 orang yang baru memiliki antibody
NOMOR 4
a. (X) = 4 (Y) = 10
Point Prevalence = 4/10x 100% = 40%
dari 100% , terdapat 40% pada bulan ke 5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
(X) = 3 (Y) = 8
Prevalence = 3/8x 100% = 37,5%
= dari 100%, terdapat 37,5% pada bulan ke 11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
(X) = 6 (Y) = 10
= 6/10 x 100% = 60%
= dari 100% orang, terdapat 60% periode prevalence sellama 12 bulan
d. (X) = 3 (Y) = 10-3 = 7 Incidence cumulative = 3/7x100% = 42,8 % dari 100%, terdapat 42,8% pada bulan ke 3
e. (X) = 6 orang (Y) = 67 orang - bulan
Incidence Rate = 6 orang /67 orang bulan = 0,89 /bulan Interpretasi = 1,068 tahun
Felisa Isna Tiftazanni (1C) / P3.73.24.3.25.113
BalasHapus1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan.
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X)= 800 ( kasus laki-laki )
Denominator (Y)= 300 ( kasus Perempuan )
Rasio= 800:300 = 8:3 atau 2,67 : 1
Interpretasi= Terdapat sekitar 2,67 kasus TBC pada laki-laki untuk setiap 1 kasus pada perempuan.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X)= 300 ( kasus Perempuan )
Denominator (Y)= 800 ( kasus laki-laki )
Rasio= 300:800 = 3:8 = 0,375 : 1
Interpretasi= Terdapat sekitar 0,38 kasus TBC pada perempuan untuk setiap 1 kasus pada laki-laki.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X)= 300 ( kasus Perempuan )
Denominator (Y)= 1.100 (total kasus TBC )
Proporsi= 300 / 1.100= 0,273 atau 27,27%
Interpretasi= Sekitar 27,3% dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X)=800 ( kasus laki-laki )
Denominator (Y)=1.100 ( total kasus TBC )
Proporsi= 800 / 1.100 =0,727 atau 72,73%
Interpretasi=Sekitar 72,7% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki2
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir!
Jawaban =
Numerator (X)= 150
Denominator (Y)= 300
Prevalence= 150/300=0,50 atau 50%
Interpretasi= Sebanyak 50% pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama.
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X)=20
Denominator (Y)=5.000
Prevalence=20/5.000=0,004 atau 0,4%
Interpretasi= Selama periode 12 minggu, sekitar 0,4% dari populasi yang awalnya tidak memiliki antibodi mengalami infeksi baru histoplasmosis.
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
Point Prevalence pada bulan ke-5
Point Prevalence pada bulan ke-11
Periode Prevalence selama 12 bulan
Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X)= 4 orang
Denominator (Y)= 10 orang
Point Prevalence= 4/10 = 0,40 ( 40% )
Interpretasi= Pada bulan ke-5, 40% dari populasi yang diamati sedang menderita penyakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X)= 3 org
Denominator (Y)= 8 org
Prevalence= 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
Interpretasi= Pada bulan ke-11, 37,5% dari populasi yang masih dalam pengamatan sedang sakit.
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X)= 6 org
Denominator (Y)= 10 org
Prevalence= 6/10 = 0,60 ( 60% )
Interpretasi= Selama periode 12 bulan, 60% populasi pernah mengalami penyakit.
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Numerator (X)= 5 kasus
Denominator (Y)= 9 org
Incidence cumulative= 5 / 9 = 0,556 (55,6%)
Interpretasi= Sejak bulan ke-3, 55,6% populasi berisiko mengalami kejadian sakit baru.
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X)= 6 kasus
Denominator (Y)=67 org-bulan
Incidence Rate=6/67 = 0,089 kasus perbulan
Interpretasi= Selama periode pengamatan terjadi 0,089 kasus baru perbulan.
Azizah Sri Mulyawati
BalasHapusP3.73.24.3.25.104
Jawaban
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh timsurveilens kabupaten terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglsh:
a) Rasio kasus penyakit TBC laki-lak terhadap perempuan
b) Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
c) Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
d) Proporsi kasus penyakit TBC pada laki
a). Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• numerator (X) = 800
• Denominator(Y)= 300
• Rasio =800; 300= 8;3 atau 2,67; 1
• Interpretasi= setiap 1 kasus perempuan, sekitar 2,67 TBc pada laki-laki
b). Rasio kasus penyaki TBCperempuan terhadap laki-laki
• numerator (X) =300
• Denominator(Y)= 800
• Rasio =300:800=3;4 atau 0,375;1
• Interpretasi 1 kasus pada laki-laki, terdapat sekitar 0,38
c) Proposi kasus penyakit TBC pada perempuan
• numerator (X) = 300
• Denominator(Y)=1.100
• Rasio = 300/1.100= 0,27,27%
• Interpretasi = sebesar 27,27% seluruh kasus TBC
d)proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• numerator (X) = 800
• Denominator(Y)=1.100
• Rasio = 0,7272 / 72,72 %
• Interpretasi= sebesar 72,72 % TBc pada laki-laki
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual diklinik san fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memekai kondom pada sedikitnya 2 bualan terakhir sebelum wawancara
a. Hitunglah prevalence kondom 2 blan terakhir
• Numerator (X)= 150
• Denominator (Y)= 300
• Prevalence= 150/200=0,5= 50%
• Interpretasi= sebanyak 50% pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terkhir
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi, survei kedua ilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis, 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama:
Hitunglah:
a. Prevalence pada survei pertaa
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)=5.000
• Prevalence= 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi= pada survei pertma 0,4 %
b. Prvalance pada survei kedua
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)= 5.000
• Prevalence= 0,008 atau 0,8%
• Interpretasi= pada urvei kedua 0,8%
c. Insiden pada survei kedua
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)= 5.00-20=4.980
• Prevalence=0,004 atau 0,4%
• Interpretasi= selama 12 minggu teradapa 0,4% kasus baru
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah: a. Point Prevalence pada bulan ke-5 b. Point Prevalence pada bulan ke-11 c. Periode Prevalence selama 12 bulan d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3 e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0 Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X)
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 4 / 10 = 0,4 (40%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-5, 40% populasi sedang menderita penyakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-11, 37,5% populasi yang masih diamati sedang sakit.
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 6 / 10 = 0,6 (60%)
• Interpretasi = Selama 12 bulan pengamatan, 60% individu pernah mengalami penyakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 10
• Denominator (Y) = 35
• Incidence cumulative = 0,286 atau 0,28 %
• Interpretasi = Sejak bulan ke-3, sekitar 0,28 % individu berisiko mengalami kejadian penyakit baru.
Sarah Salwa Alviyanti
BalasHapusP3.73.24.3.25.142
Jawaban
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh timsurveilens kabupaten terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglsh:
a) Rasio kasus penyakit TBC laki-lak terhadap perempuan
b) Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
c) Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
d) Proporsi kasus penyakit TBC pada laki
a). Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• numerator (X) = 800
• Denominator(Y)= 300
• Rasio =800; 300= 8;3 atau 2,67; 1
• Interpretasi= setiap 1 kasus perempuan, sekitar 2,67 TBc pada laki-laki
b). Rasio kasus penyaki TBCperempuan terhadap laki-laki
• numerator (X) =300
• Denominator(Y)= 800
• Rasio =300:800=3;4 atau 0,375;1
• Interpretasi 1 kasus pada laki-laki, terdapat sekitar 0,38
c) Proposi kasus penyakit TBC pada perempuan
• numerator (X) = 300
• Denominator(Y)=1.100
• Rasio = 300/1.100= 0,27,27%
• Interpretasi = sebesar 27,27% seluruh kasus TBC
d)proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• numerator (X) = 800
• Denominator(Y)=1.100
• Rasio = 0,7272 / 72,72 %
• Interpretasi= sebesar 72,72 % TBc pada laki-laki
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual diklinik san fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memekai kondom pada sedikitnya 2 bualan terakhir sebelum wawancara
a. Hitunglah prevalence kondom 2 blan terakhir
• Numerator (X)= 150
• Denominator (Y)= 300
• Prevalence= 150/200=0,5= 50%
• Interpretasi= sebanyak 50% pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terkhir
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi, survei kedua ilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis, 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama:
Hitunglah:
a. Prevalence pada survei pertaa
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)=5.000
• Prevalence= 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi= pada survei pertma 0,4 %
b. Prvalance pada survei kedua
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)= 5.000
• Prevalence= 0,008 atau 0,8%
• Interpretasi= pada urvei kedua 0,8%
c. Insiden pada survei kedua
• Numerator (X)= 20
• Denominator (Y)= 5.00-20=4.980
• Prevalence=0,004 atau 0,4%
• Interpretasi= selama 12 minggu teradapa 0,4% kasus baru
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah: a. Point Prevalence pada bulan ke-5 b. Point Prevalence pada bulan ke-11 c. Periode Prevalence selama 12 bulan d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3 e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0 Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X)
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 4 / 10 = 0,4 (40%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-5, 40% populasi sedang menderita penyakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
• Interpretasi = Pada bulan ke-11, 37,5% populasi yang masih diamati sedang sakit.
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 6 / 10 = 0,6 (60%)
• Interpretasi = Selama 12 bulan pengamatan, 60% individu pernah mengalami penyakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 5
• Denominator (Y) = 9
• Incidence cumulative = 5 / 9 = 0,556 (55,6%)
• Interpretasi = Sejak bulan ke-3, sekitar 55,6% individu berisiko mengalami kejadian penyakit baru. e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan
1. Hitunglah
BalasHapusa. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X)= 800
· Denominator (Y)= 300
· Rasio= X/Y= 800/3000= 8:3
· Interpretasi= Setiap 8 kasus laki-laki terdapat 3 kasus perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X)= 300
· Denominator (Y)= 800
· Rasio = X/Y= 300/800= 3:8
· Interpretasi= Setiap3 kasus perempuan terdapat 8 kasus laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X)= 300
· Denominator (Y)= 1100
· Proporsi= X/Y= 300/1100= 0,273×100= 27%
· Interpretasi= Sebanyak 27% kasus TBC adalah perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X)= 800
· Denominator (Y)= 1100
· Proporsi= X/Y= 800/1100= 0,727×100= 72,7%
· Interpretasi= Sebanyak 72,7% kasus TBC adalah laki-laki
2. Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
· Numerator (X)= 150
· Denominator (Y)= 300
· Prevalence= X/Y= 150/300= 0,5×100= 50%
· Interpretasi= Prevalensi pengguna kondom selama 2 bulan terakhir pada pasien penyakit menular sex adalah 50%
3. Hitunglah:
a. Prevalence pada survei pertama
· Numerator (X)= 20
· Denominator (Y)= 5000
· Rasio= X/Y= 20/5000×1000= 4:1000
· Interpretasi= Jadi, setiap 4 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang pada survei pertama
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X)= 40
· Denominator (Y)= 5000
· Rasio= X/Y= 40/5000×1000= 8:1000
· Interpretasi= Jadi, setiap 8 orang memiliki antibody histoplasmosis dari 1000 orang pada survei kedua
c. Incidence selama periode 12 minggu
· Numerator (X)= 20
· Denominator (Y)= 4980
· Rasio= X/Y= 20/4980×1000= 4,02:1000
· Interpretasi= Tterdapat 4,02 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi.
4. Hitunglah:
a. Point prevealensi bulan ke 5
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalensi = X/Y= 40/10 = 0,4×100= 40%
• Interpretasi = Jadi, pada bulan ke 5, populasi pengamatan yang menderita penyakit tersebut sebanyak 40%
b. Point Prevalensi bulan ke 11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalensi = X/Y= 3/8= 0,37×100= 37,5%
• Interpretasi = Jadi, Pada bulan ke 11 sekitar 37,5% dari populasi yang masih dalam pengamatan sedang menderita penyakit tersebut
c. Periode Prevalensi selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalensi = X/Y= 6/10 = 0,6×100= 60%
• Interpretasi = Jadi, Selama 12 bulan pengamatan, sebanyak 60% dari populasi pernah mengalami penyakit tersebut
d. Insidens Kumulatif (dimulai bulan ke-3)
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 8
• Insidens Kumulatif = X/Y= 4/8= 0,5×100= 50%
• Interpretasi = Selama periode mulai bulan ke-3 hingga akhir, terdapat 50% ditemukan kasus baru penyakit tersebut
e. Insidens Rate (dimulai bulan ke-0)
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 67
• Insidens Rate = X/Y= 6/67= 0,089 bulan×12 bulan= 1,07/tahun
• Interpretasi = Jadi, dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,088 orang menderita sakit. Sedangkan, dalam hitungan 1 tahun maka akan ada kemungkinan 1,07 menderita sakit.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMutia Fathiyah Huwaidah 1C
BalasHapus1.a.) rasio kasus penyakit tbc laki2 terhadap perempuan
-numerator (x) : 800
-deminator (y) : 300
-rasio : 800÷300=2,66:1
-interpretasi: dari 2,66 laki2 yang terkena penyakit tbc terdapat 1 perempuan menderita tbc
b.) rasio kasus penyakit tbc perempuan terhadap laki2
-numerator (x) : 300
-deminator (y): 800
-rasio :300÷800=0,375:1
-interpretasi: dari 0,375 perempuan yang terkena penyakit tbc,terdapat 1 laki2 yang menderita tbc
C.) Proporsi kasus penyakit tbc pada perempuan
-numerator (x) : 300
-deminator (y) :1.100
-proporsi : 300÷1.100=0,27×100
=27%
-interpretasi: dari 1.100 kasus tbc terdapat 27% perempuan yang menderita tbc
d.)proporsi tbc terhadap laki²
-numerator (x): 800
-deminator (y): 1.100
-proporsi : 800÷1.100
=0,727×100
=72,7 %
-interpretasi: dari 1.100 kasus tbc terdapat 72,7% laki2 menderita tbc
2.-numerator (x) : 150 orang
-deminator (y) : 300 pasien
-prevalence : 150÷300
=0,5×100%=50%
-interpretasi : dari 300 pasien yang diwawancarai terdapat 50 orang yang menggunakan kondom 2 bulan terahir
3. a.) Prevalance pada survei pertama
-numerator (x):20
-deminator (y): 5.000
=0,004×1.000
=4/1.000
-interpretasi : terdapat 4 orang yang memiliki antibodi hitoplasmosis dari 1.000 orang pada survei pertama
b.) Prevalence pada survei kedua
-numerator (x): 40
-deminator (y): 5.000
-prevalemce: 40÷5.000
=0,008×1.000=8/1.000
-imterpretasi: terdapat 8 orang yang memiliki antibodi hitoplasmosis dari 1.000 orang pada survei kedua
C.) prevalence pada survei periode 12 minggu
-numerator (x):40
-deminator (y): 5.000
-prevalence: 40÷5.000=0,008×1.000=8/1.000
-interpretasi: terdapat 8 orang yang memiliki antibodi hitoplasmosis dari 1.000 orang pada survei periode 12 minggu
3.a.) point prevalence bulan ke 5
-numerator (x):4
-deminator (y):10
-point prevalence: 4÷10=0,4×100%=40%
-interpretasi:40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke 5
b.) Point prevalence bulan ke 11
-numerator (x): 3
-deminator (y): 8
-point prevalence = 3÷8=0,375×100%=37,5%
-interpretasi:dari 100% ada 37,5% menderita sakit pada bulan ke 11
c.) Periode prevalence 12 bulan
-numerator (x): 6
-deminator (y): 10
-prevalence: 6÷10=0,6×100%=60%
-interpretasi: dari 100% ada 60% yang terkena sakit pada selama periode 12 bulan
d.) incident cumulative bulan ke 3
-numerator (x): 4
-deminator (y): 8
-inciden cumulative: 4÷8=0,8×100%=80%
-interpretasi: terdapat 80% orang yang sakit pada bulan ke 3
e.) incident comulative bulan ke 0
-numerator (x) : 6
-deminator (y): 67
-incident comulative : 6÷67=0,089
0,089×12=1.068/tahun
-interpretasi: dalam 1 bulan ada 0,089 orang menderita sakit,lalu jika di hitung dalam hitungan tahunan ada sekitar 1.068 orang yang sakit
Tiara Khaifanur Azizah
BalasHapusP3.73.24.3.25.146
NO. 1
Jawaban
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 300
• Rasio = 800 : 300 = 8 : 3 (2,67 : 1)
• Interpretasi = setiap t kasus TBC pada perempuan terdapat sekitar 8 kasus pada laki-laki.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 800
• Rasio = 300 : 800 = 3 : 8 (0,375 : 1)
• Interpretasi = setiap 8 kasus TBC pada laki-laki terdapat sekitar 3 kasus pada perempuan.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
• Numerator (X) = 300
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 300/1.100 = 0,273 atau 27,3%
• Interpretasi = sekitar 27,3% dari seluruh kasus TBC adalah perempuan.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
• Numerator (X) = 800
• Denominator (Y) = 1.100
• Proporsi = 800/1.100 = 0,727 atau 72,7%
• Interpretasi = sekitar 72,7% dari seluruh kasus TBC adalah laki-laki.
NO. 2
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
• Numerator (X) = 150
• Denominator (Y) = 300
• Prevalence = 150/300 = 0,5 atau 50%
• Interpretasi = sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
NO. 3
Jawaban
a. Prevalence pada survei pertama
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 20/5.000 = 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi = sebanyak 0,4% populasi memiliki antibody histoplasmosis pada survei pertama.
b. Prevalence pada survei kedua
• Numerator (X) = 40
• Denominator (Y) = 5.000
• Prevalence = 40/5.000 = 0,008 atau 0,8%
• Interpretasi = sebanyak 0,8% populasi memiliki antibody histoplasmisis pada survei kedua.
c. Insiden pada survei kedua
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 4.980
• Prevalence = 20/4.980 = 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi = selama survei pertama hingga kedua, terdapat 0,4% kasus baru antibody histoplasmosis pada populasi yang sebelumnya negatif.
d. Incidence selama periode 12 minggu
• Numerator (X) = 20
• Denominator (Y) = 4.980
• Incidence = 20/4.980 = 0,004 atau 0,4%
• Interpretasi = sekitar 0,4% populasi mengalami kasus baru selama 12 minggu.
NO. 4
Jawaban
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
• Numerator (X) = 4
• Denominator (Y) = 10
• Point Prevalence = 4/10 = 0,4
• Interpretasi = pada bulan ke-5 terdapat 0,4 orang menderita sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 8
• Prevalence = 3/8 = 37,5
• Interpretasi = pada bulan ke-11 terdapat 37,5 orang menderita
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 10
• Prevalence = 6/10 = 0,6 atau 60%
• Interpretasi = selama 12 bulan terdapat 60% orang pernah mengalami sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
• Numerator (X) = 3
• Denominator (Y) = 7
• Incidence cumulative = 3/7 = 0,43 atau 43%
• Interpretasi = sejak bulan ke-3, sekitar 43% dari populasi yang awalnya sehat mengalami sakit selama periode pengamatan.
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
• Numerator (X) = 6
• Denominator (Y) = 42 orang-bulan
• Incidence Rate = 6/42 = 0,134
• Interpretasi = selama pengamatan, terjadi sekitar 0,143 kasus baru per orang per bulan dalam populasi yang diamati.
Nama : Celsea Asia
BalasHapusKelas : 1C
NIM : P3.73.24.3.25.106
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan.
JAWABAN:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800 (laki laki)
· Denominator (Y) = 300 ( Perempuan)
· Rasio = 800:300 = 8:3 atau 2,67
· Interpretasi = Terdapat 2,67 kasus TBC pada laki laki setiap 1 kasus pada perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300 ( Perempuan)
· Denominator (Y) = 800 ( laki laki)
· Rasio = 300:800 = 0,375
· Interpretasi = Terdapat 0,37 kauaus TBC pada perempuan untuk setiap kasus pada laki laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300 (Perempuan)
· Denominator (Y) = 1.100 ( total kasus laki laki + Perempuan)
· Proporsi = 300/1.100 = 0,27 x 100% = 27%
· Interpretasi = Sebesar 27% dan total kasus TBC di kabupaten X Adalah Perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800 (laki laki)
· Denominator (Y) = 1.100 (Perempuan)
· Proporsi = 800/1.100 = 0,727 x 100% = 72,73
· Interpretasi = Sebesar 72,73% dari total kasus TBC di kabupaten X Adalah laki laki
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara ,Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
· Numerator (X) = 150 ( jumlah orang yang menggunakan kondom)
· Denominator (Y) = 300 ( Total jumlah orang yang di survey)
· Prevalence = 150/300 = 0,5 x 100% = 50%
· Interpretasi = Pengguna kondom dalam klinik san fransisco dalam 2 bulan terakhir Adalah 50%
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama.
Hitunglah:
a. Prevalence pada survei pertama
b. Prevalence pada survey kedua
c. Insiden pada survei kedua
d. Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
· Numerator (X) = 20 ( orang yang memiliki anti bodi)
· Denominator (Y) = 5.000 (Total populasi orang)
· Prevalence = 20/5.000 = 0,004 atau 0,4%
· Interpretasi = Pada saat survey pertama, terdapat 4 kasus per 1.000 penduduk (0,4%) yang memiliki antibody histoplasmosis
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X) = 40 ( total semua kasus yang ada saat itu)
· Denominator (Y) = 5.000
· Prevalence = 40/5.000 = 0,008 atau 0,8%
· Interpretasi = Pada saat survey kedua, pravelensi meningkat menjadi 8 kasus per 1.000 penduduk
c. Incidence selama periode 12 minggu
· Numerator (X) = 20 ( hanaya kasus yang baru muncul : 40-20 = 20)
· Denominator (Y) = 4.980 (populasi berisiko, yaitu total populasi yang dikurangi yang sudah positif di awal 5.000 – 20)
· Incidence = 20/4.980 = 0,00401 atau 0,4%
· Interpretasi = Selama periode 12 minggu, terdapat 4 kasus baru per 1000 penduduk yang sebelumnya sehat
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
Hapusa. Point Prevalence pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
JAWABAN :
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
· Numerator (X) = 4 (Jumlah orang sakit pada bulan ke-4)
· Denominator (Y) = 10 (total populasi yang di amati)
· Point Prevalence = 4/10 = 0,4 atau 40%
· Interpretasi = Pada bulan ke 5 terdapat 40% dari populasi yang sedang menderita sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Numerator (X) = 3 Orang
· Denominator (Y) = 8 orang
· Prevalence = 3/8 = 0,37 atau 37,5%
· Interpretasi = Pada bulan ke 11 prevalensi penyakit menurun menjadi 37,5%
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 10
· Prevalence = 6/10 = 0,6 atau 60%
· Interpretasi = Selama 12 bulan pengamatan 60% dari populasi tersebut pernah mengalami sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Incidence cumulative = 4/8 = 0,5 atau 50%
· Interpretasi =Risiko seseorang terkena penyakit baru sejak bulan ke 3 adalah 50%
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 67
· Incidence Rate = 6/67 = 0,089 kasus perbulan
Interpretasi = selama periode pengamatan terjadi 0,089 kasus baru perbulan
1. A.)X=800. Y=300
BalasHapusX/Y= 800/300=8:3
Jadi setiap 8 kasus TBC pada laki-laki terdapat 3 kasus TBC pada perempuan.
B.) X=300 Y=800
X/Y= 300/800 = 3:8
Setiap 3 kasus TBC pada perempuan terdapat 8 kasus TBC pada laki-laki.
C.) X= 300 Y = 1.100
X/Y = 300 / 1.100 = 27%
Interpretasi = Sekitar 27% kasus TBC terjadi pada perempuan.
D.) X= 800 Y= 1.100
X/Y = 800 / 1.100 = 0,73 (73%)
Interpretasi = Sekitar 73% kasus TBC terjadi pada laki-laki.
2. Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = 150 / 300 = 0,5 (50%)
Interpretasi = Sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
3. A.) X=20 Y=5.000
X/Y= 40/5.000x1.000=4/1000
Setiap 4 orang memiliki antibiotik histoplasmosis dari 1000 orang
B.) X = 40 Y = 5.000
X/Y = 40 / 5.000= 0,008x100 = 0,8%
Pada survei kedua, 0,8% penduduk memiliki antibodi histoplasmosis.
C.) X=20 Y= 4,980
X/Y= 20/4.980=4,02/1000
Jadi setiap 4 orang yang memiliki antibiotik terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi
4. A.) X= 4 Y= 10
4/10=0,4 (40%)
Pada bulan ke 5, 40% populasi yang sakit
B.) X=3 Y=8
3/8=0,37 (37,5%)
Pada bulan ke 11, 37,5% populasi yang diamati masih mengalami sakit
C.) X=6 Y=10
6/10=0,6 (60%)
Pada bulan ke 12, 60% populasi mengalami sakit
D.) X=3 Y=6
3/6=0,5 (50%)
Pada bulan ke 3, 50% mengalami penyakit baru pada akhir pengamatan
E.) X=6 Y=67
6/67=0,089 x 12 bulan= 1.07 tahun
Terdapat 0,089 kasus baru per orang-bulan, jika dalam 1 tahun ada 1,07 orang mengalami sakit.
Erina Fatmmawati / P3.73.24.3.25.111
BalasHapus1.a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
·Numerator (X)=800
·Denominator (Y)=300
·Rasio=800/300=2,67 atau 8:3
·Interpretasi=Terdapat 2,67 kasus TBC laki laki dari setiap 1 kasus TBC perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
·Numerator (X)=300
·Denominator (Y)= 800
·Rasio=300/800=3/8=0,375:1 atau 3:8
·Interpretasi=Terdapat 0,375 kasus TBC perempuan dari setiap
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
·Numerator (X)= 300
·Denominator (Y)= 1100
·Proporsi= 300/1100x100= 27%
·Interpretasi=Terdapat 27% kasus TBC perempuan dari seluruh jumlah kasus
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
·Numerator (X) = 800
·Denominator (Y)= 1100
·Proporsi= 800/1100x100=73%
·Interpretasi = Terdapat 73% kasus TBC laki laki dari seluruh jumlah kasus
2.a.Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
· Numerator (X)=150
· Denominator (Y)= 300
· Prevalence=150/300x100=50%
· Interpretasi = Prevalensi penggunaan kondom 2 bulan terakhir adalah 50%
3.Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
·Numerator (X)= 20
·Denominator (Y)= 5000
·Prevalence= 20/5000= 0,004 atau 0,4%
·Interpretasi =Terdapat 0,4% dari populasi memiliki antibody terhadap histoplasmosis
b. Prevalence pada survei kedua
·Numerator (X)= 40
·Denominator (Y)= 5000
·Prevalence= 40/5000=0,008 atau 0,8%
·Interpretasi=Terdapat 0,8% dari populasi memiliki antibody terhadap histoplasmosis
c. Incidence pada survei kedua
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y)= 4980
· Incidence = 20/4980=0,004 atau 0,4%
· Interpretasi= Terdapat 0,4% populasi kasus baru pada survei kedua
d. Incidence selama periode 12 minggu
·Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 4980
· Incidence= 20/4980=0,004 atau 0,4%
· Interpretasi=Terdapat 0,4% populasi kasus baru selama periode 12 minggu
4.a. Point Prevalence pada bulan ke-5
·Numerator (X)= 4
·Denominator (Y) = 10
·Point Prevalence= 4/10=0,4 atau 40%
·Interpretasi=Terdapat 40% populasi yang mengalami sakit pada bulan ke 5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Numerator (X)= 3
·Denominator (Y)= 8
·Prevalence= 3/8=0,375 atau 37,5%
· Interpretasi=Terdapat 37,5% populasi yang mengalami sakit pada bulan ke 11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
·Numerator (X)= 6
·Denominator (Y)= 10
·Prevalence= 6/10=0,60 atau 60%
·Interpretasi=Terdapat 60% populasi mengalami sakit pada periode selama 12 bulan
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
·Numerator (X)= 3
·Denominator (Y)= 7
· Incidence cumulative = 3/7=0,42 atau 42,8%
· Interpretasi= Selama periode pengamatan yang dimulai pada bulan ke-3, sebesar 42,8% dari populasi mengalami sakit
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X)= 6 orang
·Denominator (Y)= 67 orang bulan
·Incidence Rate= 6/67= 0,089x12 bulan= 1,07 tahun
· Interpretasi= Terdapat 1,07 kasus baru per tahun
Roro Giok Sri Haryanti Ria Nita
BalasHapusP3.73.24.3.25.141.
1. a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = kasus laki laki = 800
Denominator (Y) = kasus Perempuan = 300
Rasio = 800 : 300 = 8 : 3
Interpretasi = jadi, setiap 3 kasus TBC pada perempuan, terdapat sekitar 8 kasus pada laki lai (kasus TBC paling banyak laki laki)
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = kasus perempuan = 300
Denominator (Y) = kasus laki-laki = 800
Rasio = 300 : 800 = 3 : 8
Interpretasi = jadi, 8 kasus TBC pada laki laki, lalu 3 kasus pada perempun
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) = kasus perempuan = 300
Denominator (Y) = total kasus = 1.100
Proporsi = 300 / 1.100 = 0,273 atau 27,3%
Interpretasi = jadi, 27,3% dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) = kasus laki-laki = 800
Denominator (Y) = total kasus = 1.100
Proporsi = 800 / 1.100 = 0,727 atau 72,7%
Interpretasi = jadi, 72,7% kasus TBC terjadi pada laki laki
2. a.Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
Numerator (X) = jumlah pasien yg memakai kondom = 150
Denominator (Y) = Total pasien yg diwawancarai = 300
Prevalence = 150 / 300 = 0,5 atau 50%
Interpretasi = jadi, penggunaan kondom 2 bulan terakhir sebanyak 50% sebelum diwawancarai
3. a.Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = orang dengan antibodi = 20
Denominator (Y) = total populasi = 5.000
Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 atau 0,4%
Interpretasi = jadi, pada survei pertama sebanyak 0,4% penduduk yg sudah memiliki antibodi.
b. revalence pada survei kedua
Numerator (X) = orang dengan antibodi = 40
Denominator (Y) = total populasi = 5.000
Prevalence = 40 / 5.000 = 0,008 atau 0,8%
Interpretasi = Jadi, Pada survei kedua sebanyak 0,8% penduduk memiliki antibodi terhadap histoplasmosis.
c.Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) = jumlah kasus baru = 20
Denominator (Y) = populasi berisiko = 4.980
Incidence = 20 / 4.980 = 0,00402 atau ≈ 0,4%
Interpretasi = Jadi, Selama 12 minggu, sekitar 0,4% dari penduduk yang belum memiliki antibodi menjadi kasus baru histoplasmosis.
4. a.Point prevealensi bulan ke 5
Numerator (X) = 9 orang sakit
Denominator (Y) = 10 orang
Point Prevalensi = 9/10 = 0,9 atau 90%
Interpretasi = jadi, pada bulan ke 5, populasi pengamatan yang menderita penyakit tersebut sebanyak 90% / 0,9
b. Point Prevalensi bulan ke-11
Numerator (X) = 3 orang sakit
Denominator (Y) = 7 orang
Prevalensi = 3/7 = 0,4286 atau 42,86%
Interpretasi: Jadi, Pada bulan ke-11 sekitar 42,86% dari populasi yang masih dalam pengamatan sedang menderita penyakit tersebut.
c. Periode Prevalensi selama 12 bulan
Numerator (X) = 10 orang
Denominator (Y) = 10 orang
Prevalensi = 10/10 = 1 atau 100%
Interpretasi: Jadi, Selama 12 bulan pengamatan, seluruh populasi pernah mengalami penyakit tersebut.
d. insidens Kumulatif (dimulai bulan ke-3)
Numerator (X) = 0 orang (semua kasus sudah ada sebelum bulan ke-3)
Denominator (Y) = 10 orang (populasi rentan pada bulan ke-3)
Insidens Kumulatif = 0/10 = 0 atau 0%
Interpretasi: Selama periode mulai bulan ke-3 hingga akhir, tidak ada kasus baru
penyakit tersebut.
e. Insidens Rate (dimulai bulan ke-0)
Numerator (X) = 10 kasus baru
Denominator (Y) = Total waktu pengamatan orang sehat + sakit =
6+9+12+3+7+5+12+8+2+6 = 60 orang-bulan
Insidens Rate = 10 kasus / 60 orang-bulan = 0,1667 kasus per orang-bulan (atau
16,67 kasus per 100 orang-bulan)
Interpretasi: Jadi, Selama 12 bulan pengamatan, tingkat insidens penyakit tersebut
sekitar 0,1667 kasus per orang-bulan.
Nama: Jonatahan Waja Deron Bangun
BalasHapusKelas: 1C
Nim: P3.73.24.3.25.118
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap laporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak 1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglah:
A. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Jawab:
X = 800 / Y = 300
X / Y = 800/300 = 8/3
Jadi, setiap 8 kasus TBC Pria terdapat 3 kasus wanita
B. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Jawab:
X = 300 / Y = 800
X / Y = 300/800 = 3/8
Jadi, setiap 3 kasus TBC Wanita terdapat 8 kasus Pria
C. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Jawab:
X = 300
Y=1.100
X / Y = 300/1.100 = 27%
Jadi, sebanyak 27% penderita TBC adalah perempuan
D. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Jawab:
X = 800
Y=1.100
X / Y = 800/1100×100= 72,7%
Jadi, Sebanyak 72,7% penderita TBC adalah laki laki
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150 orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2 bulan terakhir sebelum wawancara
A. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawab:
X = 150 / Y = 300 X / Y = 150/300 × 100 = 50%
Jadi, Prevalensi pengguna kondom selama 2 bulan terakhir pada pasien dengan penyakit sex menular adalah 50% yaitu setengah dari pasien yang diwawancara.
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20 orang dari survei pertama. Hitunglah:
A. Prevalence pada survei pertama
Jawab:
X = 20 / Y = 5.000
X / Y = 20/5 × 1 = 4/1000
Jadi, setiap 4 orang memiliki histoplasmosis dari 1000 orang
B. Prevalence pada survei kedua
Jawab:
X = 40 / Y = 5.000
X / Y = 40/5.000 × 1.000 = 8/1000
Jadi, setiap 8 orang memiliki antibodi histoplasmosis dari 1000 orang
C. Insiden pada survei kedua
Jawab:
5000 - 20 = 4980 (kasus lama)
X =20Y=4980=20/4,980=4,02/1000
Jadi, terdapat 4 orang yang memiliki antibofi terhadap histoplasmosis dari 1000 penduduk
D. Incidence selama periode 12 minggu
Jawab:
X = 40 Y = 5,000
40/5.000 X 1000 = 8/1000
Jadi, Terdapat 8 orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi.
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
A. Point Prevalence pada bulan ke-5
Jawab:
4/10 x 100% = 40%
Jadi, sebanyak 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
B. Point Prevalence pada bulan ke-11
Jawab:
3/8 x 100% = 37,5%
Jadi, sebanyak 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-11
C. Periode Prevalence selama 12 bulan
Jawab:
6/10 x 100 = 60 %
Jadi, sebanyak 60% penderita dari 100% orang yang diamati, menderita sakit selama 12 bulan.
D. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Jawab:
4/(10 - 2)
4/8 × 100%= 50%
Jadi, sebanyak 50% dari 100% Menderita sakit pada bulan ke-3.
E. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
6 dari 10 orang/67 bulan = 6/67 = 0,089 bulan
0,089 bulan x 12 = 1,07/tahun
Jadi, dalam 1 bulan, akan ada 0,089 orang menderita sakit. Jika dalam 1 tahun, kemungkinan sebanyak 1,07 orang menderita sakit.
Kayla Putri
BalasHapusP3.73.24.3.25.119
Nomor 1
a) Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
(X) = 800 (Y) = 300
X/Y = 800/300 = 8:3
Jadi, setiap 8 kasus TBC laki-laki, terdapat 3 kasus perempuan.
b) Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
(X) = 300 (Y) = 800
X/Y = 300/800 = 3:8
Jadi, dari setiap 3 kasus TBC pada perempuan, terdapat 8 kasus TBC pada laki-laki
c) Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
(X) = 300 (Y) = 1.100
X/Y = 300/1.100 = 0,27 x 100 = 27%
Jadi, kasus TBC yang terjadi pada perempuan sebanyak 27%
d) Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
(X) = 800 (Y) = 1.100
X/Y = 800/1.100 = 0,727 x 100 = 72,7%
Jadi, kasus TBC yang terjadi pada laki-laki sebanyak 72,7%
Nomor 2
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
(X) = 150 (Y) = 300
X/Y = 150/300 = 0,5 x 100 = 50%
Sebanyak 50% pasien penyakit menular seksual menyatakan telah menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sblm wawancara
Nomor 3
a. Prevalence pada survei pertama
(X) = 20 (Y) = 5.000
X/Y = 20/5.000 x 1000 = 4/1000
Terdapat 4 dari tiap 1000 penduduk yang memiliki antibodi histoplasmosis
b. Prevalence pada survei kedua
(X) = 40 (Y) = 5.000
X/Y = 40/5.000 x 1000 = 8/1000
Jumlah penduduk yang memiliki antibody histoplasmosis meningkat menjadi 8 dari tiap 1000 penduduk
c. Insiden pada survei kedua
(X) = 20 (Y) = 4.980
X/Y = 20/4.980 = 4,02/1000
Terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis dari 1000 populasi
d. Incidence selama periode 12 minggu
(X) = 40 (Y) = 5.000
X/Y = 40/5000 x 1000 = 8/1000
Terdapat 8 orang yang memiliki antibody terhadap hiptoplasmosis dari 1000 populasi
Nomor 4
Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
(X) = 4 (Y) = 10
X/Y = 4/10 = 0,4 x 100 = 40%
Jadi, 40% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-5
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
(X) = 3 (Y) = 8
X/Y = 3/8 = 0,37 x 100 = 37,5%
Jadi, 37,5% dari 100% mengalami sakit pada bulan ke-11
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
(X) = 6 (Y) = 10
X/Y = 6/10 = 0,6 x 100 = 60%
Jadi, selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% menderita sakit
d. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
(X) = 4 (Y) = 8
X/Y = 4/8 x 100 = 50%
Jika dimulai pada bulan ke-3, maka insiden kumulatif pada pengamatan adalah sebesar 50%
e. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-o
(X) = 6 (Y) = 67
X/Y = 6/67 = 0,089 x 12 = 1,07/tahun
Jadi, dalam 1 bulan kemungkinan akan ada 0,089 orang menderita sakit, dan kemungkinan dalam 1 tahun sebanyak 1,07 orang menderita sakit
Marwah Namira Isnaeni Ghaida
BalasHapusP3.73.24.3.25.124
Jawaban 1
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Rasio = 800/300 = 8/3 =2,67 : 1
· Interpretasi = Untuk setiap 1 kasus TBC pada perempuan, terdapat sekitar 2,67 kasus TBC pada lak laki
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Rasio = 300/800 =3/8 =0,375
· Interpretasi = Untuk setiap 1 kasus TBC pada laki laki, terdapat sekitar 0,375 kasus TBC pada perempuan
c. roporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Proporsi = 300/1100 = 0,273 x 100% = 27,3%
· Interpretasi = Sekitar 23,7 % dari seluruh kasus TBC pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Proporsi = 800/1.100 = 0.727 x 100% = 72,7%
· Interpretasi = Sekitar 72,7% dari seluruh kasus TBC pada laki laki
Jawaban 2
· Prevalence = 150/300 = 0,5 x 100% = 50%
· Interpretasi = Sekitar 50% dari pasien penyakit menukar seksual di klinik tersebut melaporkan penggunaan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawanacara.
Jawaban 3
a. Prevalence pada survei pertama
· Prevalence = 20/5000 = 0, 004 x 100% = 0,4%
· Interpretasi = Pada awal periode, 0,4% populasi memiliki antibodii terhadap histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
· Prevalence = 40/5000 =0,008 x 100% =0,8%
· Interpretasi = Pada akhir periode, kemudian 0,8% populasi memiliki antibodi terhadap histoplasmosis
c. Incidence selama periode 12 minggu
· Incidence = 20/4980 = 0,004016 x 100% = 0,4016%
· Interpretasi = Selama 12 minggu, sekitar 0,4% dari populasi yang seblumnya tidak memiiki antibodi, mengembangkan antibodi terhadap histoplasmosis
Jawab 4
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
· Point Prevalence = 5/10 = 0,5 x 100% = 50%
· Interpretasi = Pada bulan ke 5 , terdapat 50% dari populasi yang sedang menderita sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Prevalence = 2/8 = 0,25 x 100% = 25%
· Interpretasi = Pada bulan ke 11, prevalensi penyakitnya di populasi yang tersisa adalah 25%
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
· Prevalence = 6/10 = 0,6 x 100% = 60%
· Interpretasi = Selama periode 12 bulan, 60% dari total populasi pernah mengalami sakit.
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
· Incidence cumulative = 3/7 = 0,42x 100% = 42%
· Interpretasi = Terdapat risiko sebesar 42% bagi populasi yang sehat di bulan ke 3 untuk terkena penyakit hingga akhir pengamatan.
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Incidence Rate = 6/67 = 0,089
· Interpretasi = Terdapat sekitar 0,089 kasus baru per orang-bulan pengamatan.
Soal 1:
BalasHapusData: Total kasus TBC = 1.100; Laki-laki = 800; Perempuan = 300
a. Rasio laki-laki terhadap perempuan
- Numerator (X) = 800
- Denominator (Y) = 300
- Rasio = 800/300 ≈ 2,67 (atau 8:3)
- Interpretasi: Jumlah kasus TBC pada laki-laki sekitar 2,67 kali jumlah kasus pada perempuan.
b. Rasio perempuan terhadap laki-laki
- Numerator (X) = 300
- Denominator (Y) = 800
- Rasio = 300/800 = 0,375 (atau 3:8)
- Interpretasi: Jumlah kasus TBC pada perempuan adalah 0,375 kali jumlah kasus pada laki-laki.
c. Proporsi kasus perempuan
- Numerator (X) = 300
- Denominator (Y) = 1.100
- Proporsi = 300/1.100 ≈ 0,2727 atau 27,27%
- Interpretasi: Sekitar 27,27% dari total kasus TBC selama pengamatan adalah perempuan.
d. Proporsi kasus laki-laki
- Numerator (X) = 800
- Denominator (Y) = 1.100
- Proporsi = 800/1.100 ≈ 0,7273 atau 72,73%
- Interpretasi: Sekitar 72,73% dari total kasus TBC selama pengamatan adalah laki-laki.
Soal 2:
Data: Total pasien diwawancarai = 300; Memakai kondom ≥2 bulan terakhir = 150
- Numerator (X) = 150
- Denominator (Y) = 300
- Prevalensi = 150/300 = 0,5 atau 50%
- Interpretasi: Sebanyak 50% dari pasien penyakit menular seksual yang diwawancarai telah menggunakan kondom pada minimal 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
Soal 3:
Data: Populasi = 5.000 orang; Survei 1 (antibodi positif) = 20 orang; Survei 2 (12 minggu kemudian, antibodi positif) = 40 orang (termasuk 20 dari survei 1)
a. Prevalensi survei pertama
- Numerator (X) = 20
- Denominator (Y) = 5.000
- Prevalensi = 20/5.000 = 0,004 atau 0,4%
- Interpretasi: Pada saat survei pertama, sekitar 0,4% dari populasi memiliki antibodi terhadap histoplasmosis.
b. Prevalensi survei kedua
- Numerator (X) = 40
- Denominator (Y) = 5.000
- Prevalensi = 40/5.000 = 0,008 atau 0,8%
- Interpretasi: Pada saat survei kedua (12 minggu kemudian), sekitar 0,8% dari populasi memiliki antibodi terhadap histoplasmosis.
c. Insiden selama 12 minggu
- Numerator (X) = 40 - 20 = 20 orang (kasus baru)
- Denominator (Y) = 5.000 - 20 = 4.980 orang (populasi rentan pada awal periode)
- Insiden = 20/4.980 ≈ 0,00402 atau 0,402%
- Interpretasi: Selama 12 minggu pengamatan, sekitar 0,402% dari populasi rentan baru saja memiliki antibodi terhadap histoplasmosis.
Soal 4:
a. Point Prevalensi bulan ke-5
- Numerator (X) = 9 orang sakit (kecuali orang ke-9 yang sudah sembuh pada bulan 2)
- Denominator (Y) = 10 orang (belum ada yang mati/hilang pada bulan 5)
- Point Prevalensi = 9/10 = 0,9 atau 90%
- Interpretasi: Pada bulan ke-5, 90% dari populasi pengamatan sedang menderita penyakit tersebut.
b. Point Prevalensi bulan ke-11
- Numerator (X) = 3 orang sakit (orang ke-2, 3, 7)
- Denominator (Y) = 7 orang (orang ke-4,8 mati; ke-10 hilang; sisanya 7)
- Prevalensi = 3/7 ≈ 0,4286 atau 42,86%
- Interpretasi: Pada bulan ke-11, sekitar 42,86% dari populasi yang masih dalam pengamatan sedang menderita penyakit tersebut.
c. Periode Prevalensi selama 12 bulan
- Numerator (X) = 10 orang (semua pernah sakit selama periode)
- Denominator (Y) = 10 orang (total populasi awal)
- Prevalensi = 10/10 = 1 atau 100%
- Interpretasi: Selama 12 bulan pengamatan, seluruh populasi pernah mengalami penyakit tersebut.
d. Insidens Kumulatif (dimulai bulan ke-3)
- Numerator (X) = 0 orang (semua kasus sudah ada sebelum bulan ke-3)
- Denominator (Y) = 10 orang (populasi rentan pada bulan ke-3)
- Insidens Kumulatif = 0/10 = 0 atau 0%
- Interpretasi: Selama periode mulai bulan ke-3 hingga akhir, tidak ada kasus baru penyakit tersebut.
e. Insidens Rate (dimulai bulan ke-0)
- Numerator (X) = 10 kasus baru
- Denominator (Y) = Total waktu pengamatan orang sehat + sakit = 6+9+12+3+7+5+12+8+2+6 = 60 orang-bulan
- Insidens Rate = 10 kasus / 60 orang-bulan ≈ 0,1667 kasus per orang-bulan (atau 16,67 kasus per 100 orang-bulan)
- Interpretasi: Selama 12 bulan pengamatan, tingkat insidens penyakit tersebut sekitar 0,1667 kasus per orang-bulan.
1. Selama 6 bulan pengamatan pertama yang dilakukan oleh tim surveilens kabupaten X terhadap
BalasHapuslaporan yang diterima didapatkan kasus penyakit TBC sebanyak
1.100 kasus terdiri dari 800 kasus laki-laki dan 300 kasus perempuan. Hitunglah:
Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Jawaban:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800 Denominator (Y)
= 300
Rasio = 800/300 = 2,67:1
Interpretasi = jika 2,67 orang laki-laki menderita TBC, terdapat 1 orang perempuan
yang menderita TBC
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300 Denominator (Y)
= 800
Rasio = 3/8 = 0,375:1
Interpretasi = jika 0,375 orang perempuan menderita TBC,
terdapat 1 orang laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 300/1100 X 1000 = 273 perseribu
Interpretasi
wanita
= Dari 1000 kasus TBC terdapat 273 penderita
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 800/1100*1000‰= 727 perseribu
Interpretasi
pria
= Dari 1000 kasus TBC terdapat 727 penderita
2. Dalam survei terhadap pasien penyakit menular seksual di Klinik San Fransisco, terdapat 150
orang dari 300 pasien yang diwawancarai yang menyatakan memakai kondom pada sedikitnya 2
bulan terakhir sebelum wawancara
Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = 150/300 X 100%=50 per 100
Interpretasi = dari 100 pasien yg diwawancarai terdapat 50 orang yg
menggunakan kondom 2 bl terakhir
3. Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah
survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 5000 orang terdapat 20 orang yang memiliki
antibodi terhadap histoplasmosis. 12 minggu berikutnya 40 orang mempunyai antibodi termasuk 20
orang dari survei pertama.
Hitunglah:
Prevalence pada survei pertama
Prevalence pada survei kedua
Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 20/5000 x 1000‰= 4 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd survey pertama terdapat 4 orang yg
memiliki antibody terhadap histoplasmosis
b. Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 40/5000X1000‰= 8 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd survey kedua terdapat 8 orang yg memiliki
antibody terhadap histoplasmosis
c. Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 40-20=20
Denominator (Y) = 5000
Incidence = 20/5000X1000‰=4 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd periode 12 mg terdapat 4 orang yg baru
memiliki antibody terhadap histoplasmosis
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
Point Prevalence pada bulan ke-5
Point Prevalence pada bulan ke-11
Periode Prevalence selama 12 bulan
Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-5
Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 10
Point Prevalence = 4/10 x 100%= 40%
Interpretasi =
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
Prevalence = 3/8 x 100% = 37,5%
Interpretasi =
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 10
Prevalence = 6/10 x 100%=60%
Interpretasi =
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-5
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 10-3=7
Incidence cumulative = 3/7*100%=42,8%
Interpretasi =
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X) = 6 orang
Denominator (Y) = 67 orang-bulan
Incidence Rate = 6 orang/67 orang-bulan=0,089/bulan
Interpretasi = 1,068/th
Nama : Keysa Shabrina
Kelas : 1C
Nim : P3.73.24.3.25.121
Nama : Wildana Azka Aulya
BalasHapusKelas : 1C
Nim : P3.7324.3.25.147
SOAL 1: Kasus TBC 1.100 orang
Total = 1.100
Laki-laki = 800
Perempuan = 300
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
-Numerator (X) = 800
-Denominator (Y) = 300
-Rasio = 800/300 = 8:3
-Interpretasi = Setiap 8 kasus penyakit TBC pada laki-laki, terdapat 3 kasus TBC pada perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 300/800 = 3:8
· Interpretasi = Setiap 3 kasus penyakit TBC pada laki-laki, terdapat 8 kasus TBC pada perempuan
c.Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
-Numerator (X) = 300
-Denominator (Y) = 1.100
-Proporsi = 300 : 1.100 x 100 = 27,3%
-Interpretasi = sebesar 27,3% kasus TBC terjadi pada perempuan
d.Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
-Numerator (X) = 800
-Denominator (Y) = 1.100
-Rasio = 800 : 1.100 x 100 = 72,7%
-Interpretasi = sebesar 72,7% kasus TBC terjadi pada laki-laki
Soal 2 : Prevalence penggunaan kondom
Yang memakai kondom = 150
Total responden = 300
-Numerator (X) = 150
-Denominator (Y) = 300
-Prevalence = 150 / 300 = 0,5 (50%)
-Interpretasi = Sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
3. A. Prevalence pada survei pertama
-Numerator (X) = 20 (jumlah orang yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis)
-Denominator (Y) = 5.000 (jumlah total populasi yang disurvei)
-Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 atau 0,4%
-Interpretasi = Pada survei pertama, 0,4% dari populasi memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
-Numerator (X) = 40 (jumlah orang yang memiliki antibodi pada survei kedua, termasuk
20 orang lama)
-Denominator (Y) = 5.000 (jumlah total populasi yang disurvei
-Prevalence = 40 / 5.000 = 0,008 atau 0,8%
-Interpretasi = Pada survei kedua, 0,8% dari populasi memiliki antibodi terhadap
histoplasmosis.
c. Incidence selama periode 12 minggu
-Numerator (X) = 20 (kasus baru antibodi: 40 − 20 kasus lama)
-Denominator (Y) = 4.980
-Incidence = 20 / 4.980 = 0,00402 atau 0,40%
-Interpretasi = Selama periode 12 minggu, sekitar 0,4% dari populasi yang awalnya
tidak memiliki antibodi mengalami infeksi baru histoplasmosis.
4. Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
1. Point Prevalence pada bulan ke-5
2. Point Prevalence pada bulan ke-11
3. Periode Prevalence selama 12 bulan
4. Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
5. Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
-Numerator (X) = 4
-Denominator (Y) = 10
-Point Prevalence = 4/10 = 0,4 (40%)
-Interpretasi = Pada bulan ke 5 ad 40% populasi yang sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
-Numerator (X) = 3
-Denominator (Y) = 8
- Prevalence = 3/8 = 0,37 (37,5%)
- Interpretasi =Pada bulan ke 11, 37.5% populasi yang
diamati masih mengalami sakit
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
- Numerator (X) = 6
- Denominator (Y) = 10
- Prevalence = 6/10 = 0,6 (60%)
- Interpretasi = Pada bulan ke 12, 60% populasi mengalami
sakit
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNAMA: AISYAH KEYSHA HOEDIEANI
BalasHapusKELAS: 1C
NIM: P3.73.24.3.25.100
Soal 1
Jawaban:
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = 800/300 = 2,67:1
Interpretasi = jika 2,67 orang laki-laki menderita TBC, terdapat 1 orang perempuan yang menderita TBC
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = 3/8 = 0,375:1
Interpretasi = jika 0,375 orang perempuan menderita TBC,
terdapat 1 orang laki-laki
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 300/1100 X 1000 = 273 perseribu
Interpretasi = Dari 1000 kasus TBC terdapat 273 penderita
wanita
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1100
Proporsi = 800/1100*1000‰= 727 perseribu
Interpretasi = Dari 1000 kasus TBC terdapat 727 penderita
pria
Soal 2:
Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Jawaban:
Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = 150/300 X 100%=50 per 100
Interpretasi = dari 100 pasien yg diwawancarai terdapat 50 orang yg menggunakan kondom 2 bl terakhir
Soal 3:
Hitunglah:
Prevalence pada survei pertama
Prevalence pada survei kedua
Incidence selama periode 12 minggu
Jawaban:
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 20/5000 x 1000‰= 4 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd survey pertama terdapat 4 orang yg memiliki antibody terhadap histoplasmosis
b. Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5000
Prevalence = 40/5000X1000‰= 8 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd survey kedua terdapat 8 orang yg memiliki antibody terhadap histoplasmosis
c. Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 40-20=20
Denominator (Y) = 5000
Incidence = 20/5000X1000‰=4 per 1000
Interpretasi = Dari 1000 orang yang di survey pd periode 12 mg terdapat 4 orang yg baru memiliki antibody terhadap histoplasmosis
Soal 4: Berdasarkan tabel diatas, Hitunglah:
Point Prevalence pada bulan ke-5
Point Prevalence pada bulan ke-11
Periode Prevalence selama 12 bulan
Insidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-5
Insidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Jawab:
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4
Denominator (Y) = 10
Point Prevalence = 4/10 x 100%= 40%
Interpretasi =
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 8
Prevalence = 3/8 x 100% = 37,5%
Interpretasi =
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 6
Denominator (Y) = 10
Prevalence = 6/10 x 100%=60%
Interpretasi =
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-5
Numerator (X) = 3
Denominator (Y) = 10-3=7
Incidence cumulative = 3/7*100%=42,8%
Interpretasi =
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X) = 6 orang
Denominator (Y) = 67 orang-bulan
Incidence Rate = 6 orang/67 orang-bulan=0,089/bulan
Interpretasi = 1,068/th
ANNIZA DESTIANTI 1C
BalasHapusNim P3.73.24.3.25.102
a. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 300
· Rasio = 800/300
· Interpretasi = 8:3
Setiap 8 kasus tbc pada laki2, terdapat 3 kasus tbc pada perempuan
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 300/800
· Interpretasi = 3:8
Setiap 3 kasus tbc pada perempuan, terdapat 8 kasus tbc pada laki2
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 300/1.100
· Interpretasi = 0,27x100 = 27%
Kasus TBC selama periode pengamatan terjadi pada perempuan sebesar 27%
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 800/1.100
· Interpretasi = 0,73x100=73%
Kasus TBC selama periode pengama terjadi pada laki2 sebesar 73%
Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir, Jawaban:
·Numerator (X) = 150
·Denominator (Y) = 300
·Prevalence = 150/300 = 0,5 x100 =50%
·Interpretasi = 50%
Sebanyak 50% pasien menggunakan kondom dalan 2 bulan terakhir sebelum wawancara
a. Prevalence pada survei pertama
·Numerator (X) = 20
·Denominator (Y) = 5000
·Prevalence = 20/5000
·Interpretasi = 0,004x100=0,4%
0,4% populasi memiliki antibodi histoplasmosis pasa survei pertama
b. Prevalence pada survei kedua
·Numerator (X) = 40
·Denominator (Y) = 5000
·Prevalence = 40/5000
·Interpretasi =0,008(0,8%)
0,8% populasi memiliki antibody pada survey kedua
c. Incidence pada survei kedua
·Numerator (X) = 20
·Denominator (Y) = 5000-20 = 4.980/20
·Incidence = 0,004(0,4%)
Interpretasi = 0,4 populasi menjadi kasus baru pada survei kedua.
d. Incidence selama periode 12 minggu
·Numerator (X) = 20
·Denominator (Y) = 5000
·Incidence = 5000-20 = 4980/2
·Interpretasi = 0,004 (0,4%)
Dalam 12 Minggu 0,4% populasi mengalami infeksi baru
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 10
· Point Prevalence = 4/10 = 0,4 (40%)
· Interpretasi = Pada bulan ke 5 ad 40% populasi yang sakit
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 8
· Prevalence = 3/8 = 0,37 (37,5%)
· Interpretasi =Pada bulan ke 11, 37.5% populasi yang diamati masih mengalami sakit
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 10
· Prevalence = 6/10 = 0,6 (60%)
· Interpretasi = Pada bulan ke 12, 60% populasi mengalami sakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 6
· Incidence cumulative = 3/6 = 0,5 (50%)
· Interpretasi = pada bulan ke 3, 50% mengalami penyakit baru pada akhir pengamatan
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) = 67
· Incidence Rate = 6/67 = 0.089 x 12 bulan = 1,07 tahun
Interpretasi = Terdapat 0,089 kasus baru per orang-bulan, jika dalam 1 tahun ada 1,07 orang mengalami sakit
1. Jawaban:
BalasHapusa. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 300
· Rasio = 800 : 300
· Interpretasi = setiap *3* kasus TBC pada perempuan terdapat *8* kasus TBC pada laki-laki.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 300 : 800
· Interpretasi = setiap *8* kasus TBC pada laki-laki, dan terdapat *3* kasus TBC pada perempuan.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 1.000
· Proporsi = 300 : 1.100 x 100 = 27,3%
· Interpretasi = sebesar *27%* dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 800 : 1.100 x 100 = 72,7%
· Interpretasi = sebesar 73% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki-laki.
2. Jawaban:
· Numerator (X) = 150
· Denominator (Y) = 300
· Prevalence = 150 : 300 = 0,5 x 100 = 50%
· Interpretasi =
3. Jawaban:
a. Prevalence pada survei
· Numerator (X) = 20 orang
· Denominator (Y) = 5.000 orang
· Prevalence = 20 : 5.000 = 0,004 = 0,004 x 1.000 = 4
· Interpretasi = setiap 4 orang penduduk memiliki antibodi histoplasmosis dari 1.000 orang
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X) = 40
· Denominator (Y) = 5.000
· Prevalence = 20 : 5.000 x 1.000 = 8 x 1.000
· Interpretasi = setiap 8 orang memiliki histoplasmosis dari 1000 orang di populasi tersebut.
c. Incidence selama periode 12.
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 4.980
· incidence = 20 : 4.980 x 1.000 = 4
· Interpretasi = terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis
4. Jawaban :
a.Point prevalence pada bulan ke 5
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Point prevalence = 4 : 10x100 = 40%
· Interpretasi = terdapat 40% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 5
b.Point prevalence pada bulan ke 11
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 8
· Prevalence = 3/8x100 = 37,5%
· Interpretasi = terdapat 37,5% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 11
c.Periode prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) =10
· Prevalence = 6/10x100 = 60%
· Interpretasi = selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% yang menderita sakit
d.Insidence cummulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Insidence cummulative = 4/8x100 = 50%
· Interpretasi = insidence kumulatif apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3 adalah 50%
e.Insidence rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) =67
· Insidence rate = 6/67 = 0,089 bulanx12 bulan = 1,07 tahun
· Interpretasi = dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang yang menderita sakit. Dalam hitungan 1 tahun maka akan ada kemungkinan 1,07 orang yang menderita sakit.
Izin Bapak Akun google saya tidak bisa di Komentar jadi Pakai akun teman🙏
BalasHapusNama : Rizalu Samba Khikmawan
Kelas : 1C
Nim : P3.73.24.3.25.140
1. Kasus TBC Kabupaten X
a. Rasio TBC laki-laki terhadap perempuan
X = 800
Y = 300
Rasio = 800 : 300 = 2,67 : 1
Interpretasi = Kasus TBC pada laki-laki lebih banyak, sekitar 2–3 kali dibanding perempuan.
b. Rasio TBC perempuan terhadap laki-laki
X = 300
Y = 800
Rasio = 0,375 : 1
Interpretasi = Kasus TBC pada perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki.
c. Proporsi TBC pada perempuan
X = 300
Y = 1.100
Proporsi = 27,3%
Interpretasi = Sekitar 27% kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi TBC pada laki-laki
X = 800
Y = 1.100
Proporsi = 72,7%
Interpretasi = Sekitar 73% kasus TBC terjadi pada laki-laki.
2. Prevalensi Penggunaan Kondom
X = 150
Y = 300
Prevalensi = 50%
Interpretasi = Setengah dari pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir.
3. Antibodi Histoplasmosis
a. Prevalensi survei pertama
X = 20
Y = 5.000
Prevalensi = 0,4%
Interpretasi = Sebagian kecil penduduk sudah memiliki antibodi.
b. Prevalensi survei kedua
X = 40
Y = 5.000
Prevalensi = 0,8%
Interpretasi = Jumlah orang yang memiliki antibodi meningkat.
c. Insidens selama 12 minggu
X = 20 (kasus baru)
Y = 4.980
Insidens = 0,4%
Interpretasi = Ada kasus baru antibodi selama 12 minggu.
4. Data Pengamatan 12 Bulan
a. Point prevalence bulan ke-5
X = 5
Y = 10
Prevalensi = 50%
Interpretasi = Setengah responden sedang sakit pada bulan ke-5.
b. Point prevalence bulan ke-11
X = 3
Y = 9
Prevalensi = 33,3%
Interpretasi = Sekitar sepertiga responden yang masih diamati sedang sakit.
c. Periode prevalence 12 bulan
X = 8
Y = 10
Prevalensi = 80%
Interpretasi = Sebagian besar responden pernah sakit selama 12 bulan.
d. Insidens kumulatif (mulai bulan ke-3)
X = 5
Y = 7
Insidens kumulatif = 71%
Interpretasi = Banyak responden mengalami sakit setelah bulan ke-3.
e. Insidens rate (mulai bulan ke-0)
X = 8
Y = 96 orang-bulan
Insidens rate = 0,083/orang-bulan
Interpretasi = Laju kejadian penyakit tergolong cukup tinggi.
Soal 1. Data Penyakit TBC
BalasHapusData Dasar:
Total kasus TBC = 1.100
Kasus laki-laki = 800
Kasus perempuan = 300
a. Rasio kasus TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 300
Rasio = 800 / 300 = 2,67
Interpretasi:
Terdapat 2,67 kasus TBC pada laki-laki untuk setiap 1 kasus pada perempuan.
b. Rasio kasus TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 800
Rasio = 300 / 800 = 0,375
Interpretasi:
Terdapat 0,375 kasus TBC pada perempuan untuk setiap 1 kasus pada laki-laki.
c. Proporsi kasus TBC pada perempuan
Numerator (X) = 300
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = (300 / 1.100) × 100% = 27,27%
Interpretasi:
Sebesar 27,27% dari seluruh kasus TBC adalah perempuan.
d. Proporsi kasus TBC pada laki-laki
Numerator (X) = 800
Denominator (Y) = 1.100
Proporsi = (800 / 1.100) × 100% = 72,73%
Interpretasi:
Sebesar 72,73% dari seluruh kasus TBC adalah laki-laki.
Soal 2. Prevalensi Penggunaan Kondom
Data Dasar:
Jumlah pasien yang diwawancarai = 300
Pasien yang menggunakan kondom ≥2 bulan terakhir = 150
Numerator (X) = 150
Denominator (Y) = 300
Prevalence = (150 / 300) × 100% = 50%
Interpretasi:
Prevalensi penggunaan kondom pada pasien yang diwawancarai di Klinik San Francisco adalah 50%.
Soal 3. Survei Histoplasmosis
Data Dasar:
Total populasi = 5.000
Survei pertama: 20 orang positif antibodi
Survei kedua (12 minggu kemudian): 40 orang positif (termasuk 20 orang dari survei pertama)
Kasus baru = 40 − 20 = 20 orang
a. Prevalensi pada survei pertama
Numerator (X) = 20
Denominator (Y) = 5.000
Prevalence = 20 / 5.000 = 0,004 (4 per 1.000)
Interpretasi:
Prevalensi histoplasmosis pada survei pertama adalah 4 per 1.000 penduduk.
b. Prevalensi pada survei kedua
Numerator (X) = 40
Denominator (Y) = 5.000
Prevalence = 40 / 5.000 = 0,008 (8 per 1.000)
Interpretasi:
Prevalensi histoplasmosis pada survei kedua adalah 8 per 1.000 penduduk.
c. Insidens selama periode 12 minggu
Numerator (X) = 20 (kasus baru)
Denominator (Y) = 4.980 (5.000 − 20 kasus awal)
Incidence = 20 / 4.980 = 0,004 (≈4 per 1.000 berisiko)
Interpretasi:
Selama 12 minggu terdapat 20 kasus baru histoplasmosis.
Soal 4. Berdasarkan Tabel Pengamatan
Keterangan:
S = Sakit | M = Mati | H = Hilang dari pengamatan
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) = 4 orang sakit
Denominator (Y) = 10 orang
Point Prevalence = 4 / 10 = 40%
Interpretasi:
Pada bulan ke-5, 40% populasi sedang sakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) = 2 orang sakit
Denominator (Y) = 8 orang masih dalam pengamatan
Point Prevalence = 2 / 8 = 25%
Interpretasi:
Pada bulan ke-11, 25% populasi yang masih diamati sedang sakit.
c. Period Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) = 7 orang pernah sakit
Denominator (Y) = 10 orang
Period Prevalence = 7 / 10 = 70%
Interpretasi:
Selama 12 bulan pengamatan, 70% populasi pernah mengalami sakit.
d. Incidence Cumulative (pengamatan mulai bulan ke-3)
Numerator (X) = 4 kasus baru
Denominator (Y) = 8 orang berisiko
Incidence Cumulative = 4 / 8 = 50%
Interpretasi:
Sebesar 50% populasi berisiko mengalami kasus baru sejak bulan ke-3.
e. Incidence Rate (pengamatan mulai bulan ke-0)
Numerator (X) = 7 kasus baru
Denominator (Y) = 78 orang-bulan
Incidence Rate = 7 / 78 = 0,0897 kasus per orang-bulan
Interpretasi:
Laju kejadian penyakit adalah 0,0897 kasus per orang-bulan.
1. Jawaban:
BalasHapusa. Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 300
· Rasio = 800 : 300
· Interpretasi = setiap *3* kasus TBC pada perempuan terdapat *8* kasus TBC pada laki-laki.
b. Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 800
· Rasio = 300 : 800
· Interpretasi = setiap *8* kasus TBC pada laki-laki, dan terdapat *3* kasus TBC pada perempuan.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
· Numerator (X) = 300
· Denominator (Y) = 1.000
· Proporsi = 300 : 1.100 x 100 = 27,3%
· Interpretasi = sebesar *27%* dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan.
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
· Numerator (X) = 800
· Denominator (Y) = 1.100
· Proporsi = 800 : 1.100 x 100 = 72,7%
· Interpretasi = sebesar 73% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki-laki.
2. Jawaban:
· Numerator (X) = 150
· Denominator (Y) = 300
· Prevalence = 150 : 300 = 0,5 x 100 = 50%
· Interpretasi = pengguna kondom selama 2 bulan terakhir pada pasien penyakit menular sex adalah 50%, artinya setengah dari pasien yang di wawancara.
3. Jawaban:
a. Prevalence pada survei
· Numerator (X) = 20 orang
· Denominator (Y) = 5.000 orang
· Prevalence = 20 : 5.000 = 0,004 = 0,004 x 1.000 = 4
· Interpretasi = setiap 4 orang penduduk memiliki antibodi histoplasmosis dari 1.000 orang
b. Prevalence pada survei kedua
· Numerator (X) = 40
· Denominator (Y) = 5.000
· Prevalence = 20 : 5.000 x 1.000 = 8 x 1.000
· Interpretasi = setiap 8 orang memiliki histoplasmosis dari 1000 orang di populasi tersebut.
c. Incidence selama periode 12.
· Numerator (X) = 20
· Denominator (Y) = 4.980
· incidence = 20 : 4.980 x 1.000 = 4
· Interpretasi = terdapat 4 orang yang memiliki antibody terhadap histoplasmosis
4. Jawaban :
a.Point prevalence pada bulan ke 5
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Point prevalence = 4 : 10x100 = 40%
· Interpretasi = terdapat 40% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 5
b.Point prevalence pada bulan ke 11
· Numerator (X) = 3
· Denominator (Y) = 8
· Prevalence = 3 : 8x100 = 37,5%
· Interpretasi = terdapat 37,5% dari 100 % mengalami sakit pada bulan ke 11
c.Periode prevalence selama 12 bulan
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) =10
· Prevalence = 6 : 10x100 = 60%
· Interpretasi = selama 12 bulan pengamatan terdapat 60% yang menderita sakit
d.Insidence cummulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3
· Numerator (X) = 4
· Denominator (Y) = 8
· Insidence cummulative = 4 : 8x100 = 50%
· Interpretasi = insidence kumulatif apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 3 adalah 50%
e.Insidence rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke 0
· Numerator (X) = 6
· Denominator (Y) =67
· Insidence rate = 6 : 67 = 0,089 bulanx12 bulan = 1,07 tahun
· Interpretasi = dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang yang menderita sakit. Dalam hitungan 1 tahun maka akan ada kemungkinan 1,07 orang yang menderita sakit.
Nama : Ike Mey Septya Herti
BalasHapusNIM : P7.73.24.2.25.117
Kelas : 1 C
No. 1
a.Rasio kasus penyakit TBC laki-laki terhadap perempuan
Numerator (X) : 800 kasus TBC laki laki
Denominator (Y): 300 kasus TBC Perempuan
Rasio : 800 : 300 = 8 : 3
Interpretasi : Setiap 3 kasus TBC pada perempuan terdapat sekitar 8 kasus TBC pada laki-laki
b.Rasio kasus penyakit TBC perempuan terhadap laki-laki
Numerator (X) : 300
Denominator (Y) : 800
Rasio : 300:1
Interpretasi : Dari 3 penderita penyakit TBC perempuan adalah 8 orang laki-laki penderita penyakit TBC.
c. Proporsi kasus penyakit TBC pada perempuan
Numerator (X) : 300
Denominator (Y) : 1.100
Proporsi = 300 / 1.100 : 0,2727 = 27,27%
Interpretasi : Sebesar 27,27% dari seluruh kasus TBC terjadi pada perempuan
d. Proporsi kasus penyakit TBC pada laki-laki
Numerator (X) : 800
Denominator (Y) : 1.100
Proporsi = 800 / 1.100 : 0,7272 atau 72,72%
Interpretasi = Sebesar 72,72% dari seluruh kasus TBC terjadi pada laki-laki
No. 2
a. Hitunglah Prevalence penggunaan kondom 2 bulan terakhir
Numerator (X) : 150
Denominator (Y) : 300
Prevalence : 150 / 300 = 0,5 = 50%
Interpretasi : Sebanyak 50% pasien PMS menggunakan kondom dalam 2 bulan terakhir sebelum wawancara.
No.3
a. Prevalence pada survei pertama
Numerator (X) : 20
Denominator (Y) : 5.000
Prevalence : 20 / 5.000 = 0,004 = 0,4%
Interpretasi : Pada survei pertama, 0,4% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
b. Prevalence pada survei kedua
Numerator (X) : 40
Denominator (Y) : 5.000
Prevalence : 0,008 = 0,8%
Interpretasi : Pada survei kedua, 0,8% populasi memiliki antibodi histoplasmosis.
c. Incidence selama periode 12 minggu
Numerator (X) : 20 (kasus baru)
Denominator (Y) : 5.000 − 20 = 4.980
Incidence : 0,004 atau 0,4%
Interpretasi : Selama periode 12 minggu, terdapat 0,4% kasus baru antibodi histoplasmosis pada populasi yang berisiko .
No.4
a. Point Prevalence pada bulan ke-5
Numerator (X) : 4
Denominator (Y) : 10
Point Prevalence : 4 / 10 = 0,4 (40%)
Interpretasi : Pada bulan ke-5, 40% populasi sedang menderita penyakit.
b. Point Prevalence pada bulan ke-11
Numerator (X) : 3
Denominator (Y) : 8
Prevalence : 3 / 8 = 0,375 (37,5%)
Interpretasi : Pada bulan ke-11, 37,5% populasi yang masih diamati sedang sakit.
c. Periode Prevalence selama 12 bulan
Numerator (X) : 6
Denominator (Y) : 10
Prevalence : 6 / 10 = 0,6 (60%)
Interpretasi : Selama 12 bulan pengamatan, 60% individu pernah mengalami penyakit
d. Incidence cumulative, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-3
Numerator (X) : 5
Denominator (Y) : 9
Incidence cumulative : 5 / 9 = 0,556 (55,6%)
Interpretasi : Sejak bulan ke-3, sekitar 55,6% individu berisiko mengalami kejadian penyakit baru.
e. Incidence Rate, apabila pengamatan dimulai pada bulan ke-0
Numerator (X) : 6 kasus baru
Denominator (Y) : 67 orang-bulan
Incidence Rate : 6 / 67 = 0,089 kasus per orang-bulan
Interpretasi : Laju kejadian penyakit adalah sekitar 0,089 kasus per orang-bulan selama periode pengamatan
citra sukma nurramadhani/P3.73.24.3.25.107
BalasHapusNomer 1
a. diketahui:
- Numerator (X) = 800
- Denominator (Y) = 300
- rasio= X/Y=800/300 = 8/3
- Interpretasi: setiap 8 kasus TBC laki laki, terdapat 3 kasus TBC perempuan
b. diketahui:
- Numerator (X) = 300
- Denominator (Y) = 800
- rasio= X/Y = 300/800 = 3/8
- Interpretasi: setiap 3 kasus TBC perempuan, terdapat 8 kasus TBC laki laki
c. diketahui:
- Numerator (X) = 300
- Denominator (Y) = 1.100
- proporsi= X/Y = 300/1.100 = 0.2727 X 100% = 27.27%
- Interpretasi: dari sebanyak 1.100 kasus yang terjadi, sebanyak 27.2% adalah perempuan
d. diketahui:
- Numerator (X) = 800
- Denominator (Y) = 1.100
- proporsi = X/Y =800/1.100= 0.7272 x 100% = 72.72%
- Interpretasi: dari 1.100 kasus yang terjadi, sebanyak 72.7% kasus nya adalah laki laki
Nomer 2
diketahui:
- Numerator (X) = 150
- Denominator (Y) = 300
- Prevalence: X/Y = 150/300 = 0.5 X 100% = 50%
- Interpretasi: prevalensi dari 300 pasien penyakit seksual menular yang di wawancarai dalam survei mengenai pengunaan kondom sebesar 50% yang memakai kondom 2bln terakhir
Nomer 3
a. diketahui
- Numerator (X) = 20
- Denominator ( Y ) = 5000
- Prevalence = X/Y = 20/5000 = 0.004 X 100% = 0.4%
- Interpretasi: dari 5000 orang orang pada survei pertama terdapat 0.4% yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis
b. diketahui
- Numerator (X) = 40
- Denominator ( Y ) = 5000
- Prevalence = X/Y = 40/5000 = 0.008 X 100% = 0.8%
- Interpretasi: dari 5000 orang orang pada survei kedua terdapat 0.8% yang memiliki antibodi terhadap histoplasmosis
c. diketahui
- Numerator (X) = 40-20 = 20
- Denominator ( Y ) = 5000-20 = 4.980
- insiden= X/Y = 20/4.980 = 0.004 X 1000 = 4
- Interpretasi: setiap 4.980 kasus terdapat 4 orang yang memiliki antibodi histoplasmosis
d. diketahui
- Numerator (X) = 40
- Denominator ( Y ) = 5000
- insiden= X/Y = 40/5000 = 0.008 X 1000 = 8
- Interpretasi: setiap 5000 kasus terdapat 8 orang yang memiliki antibodi histoplasmosis
Nomer 4
a. a. prevalence pada bulan ke 5
- Numerator (X) = 4
- Denominator (Y) = 10
- Point prevalence = 4/10 = 0.4 x 100% = 40%
Interpretasi: dari 12 bln, terdapat 40% orang yang terjangkit penyakit pada bulan ke 5
b. prevalence pada bulan ke 11
- Numerator (X) = 3
- Denominator (Y) = 8
- Prevalence = 3/8 = 0.375 x 100% = 37,5%
- interpretasi = dari 12bln, terdapat 37,5% yang terjangkit penyakit pada bulan ke 11
c. prevalence selama 12 bulan
- Numerator (X) = 6
- Denominator (Y) =10
- Prevalence = 6/10 = 0.6 x100% = 60%
- interpretasi: dari 12bln, terdapat 60% yang terjangkit penyakit pada bulan ke 12
d. Insidence cummulative, bulan ke 3
- Numerator (X) = 4
- Denominator (Y) = 8
- insidence cummulative = 4/8 = 0.5 x 100% = 50%
- interpretasi = insidence kumulatif yang terjadi jika pengamatan dimulai pada bulan ke 3 sebesar 50%
e. Insidence rate, bulan ke 0
- Numerator (X) = 6
- Denominator (Y) =67
- Insidence rate = 6/67 = 0,089 bulan x 12 bulan = 1,07 tahun
- interpretasi = dalam 1 bulan akan ada kemungkinan 0,089 orang yang akan terjangkit sedangkan dalam 1 tahun akan ada kemungkinan 1,07 orang yang terjangkit penyakit