Selasa, 14 April 2026

STUDI KASUS Program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

 

STUDI KASUS

Program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di PAUD

A. URAIAN KASUS

Program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu intervensi utama dalam promosi kesehatan untuk mencegah penyakit infeksi seperti diare dan ISPA pada anak usia dini. Sebuah PAUD di wilayah pedesaan melaksanakan program CTPS sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program ini telah berjalan selama 3 bulan dengan kegiatan utama berupa:

  1. Penyuluhan CTPS kepada anak-anak menggunakan media poster dan lagu
  2. Demonstrasi cuci tangan oleh guru
  3. Penyediaan sarana cuci tangan (ember air dan sabun)

Namun, berdasarkan hasil monitoring awal ditemukan beberapa permasalahan:

  1. Hanya sekitar 40% anak yang melakukan CTPS dengan benar
  2. Anak sering mencuci tangan tanpa sabun
  3. Sarana cuci tangan tidak selalu tersedia (air kadang habis)
  4. Guru tidak secara konsisten mengingatkan anak
  5. Orang tua belum terlibat dalam pembiasaan CTPS di rumah

Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa:

  1. Anak belum memahami pentingnya CTPS
  2. Metode penyuluhan kurang menarik
  3. Tidak ada evaluasi terstruktur terhadap program

Kondisi ini menunjukkan bahwa implementasi program belum optimal dan diperlukan perbaikan berbasis evaluasi.

 

B. RENCANA PEMECAHAN MASALAH

a. Identifikasi Hambatan Implementasi

Berdasarkan kasus di atas, hambatan implementasi dapat dianalisis sebagai berikut:

1. Hambatan Sumber Daya

a)      Ketersediaan air tidak stabil

b)      Fasilitas cuci tangan terbatas

c)      Tidak ada alat bantu visual yang menarik

2. Hambatan SDM (Guru/Kader)

a)      Guru belum terlatih secara optimal dalam promosi kesehatan

b)      Kurangnya komitmen dalam mengingatkan anak

c)      Tidak adanya pembagian tugas yang jelas

3. Hambatan Metode dan Media

a)      Metode penyuluhan kurang interaktif

b)      Media edukasi tidak sesuai dengan usia anak

c)      Tidak ada pengulangan (reinforcement)

4. Hambatan Perilaku Sasaran

a)      Anak belum terbiasa melakukan CTPS

b)      Anak belum memahami manfaat CTPS

5. Hambatan Lingkungan dan Dukungan

a)      Orang tua tidak dilibatkan

b)      Tidak ada dukungan kebijakan dari pihak sekolah

 

b. Rancang Strategi Perbaikan

Strategi perbaikan harus bersifat komprehensif dan berbasis masalah:

1. Penguatan Sumber Daya

a)      Menyediakan sarana CTPS yang memadai (tempat air permanen, sabun cair)

b)      Membuat jadwal pengisian air secara rutin

c)      Menyediakan alat bantu visual seperti poster bergambar langkah CTPS

2. Peningkatan Kapasitas Guru

a)      Pelatihan guru tentang CTPS dan metode edukasi anak usia dini

b)      Pembagian peran guru sebagai pengawas CTPS

c)      Pemberian checklist harian untuk monitoring

3. Perbaikan Metode Edukasi

a)      Menggunakan metode bermain sambil belajar (game, lagu, video animasi)

b)      Demonstrasi langsung dengan praktik berulang

c)      Penguatan melalui reward (misalnya stiker bagi anak yang melakukan CTPS dengan benar)

4. Pendekatan Perilaku Anak

a)      Membiasakan CTPS sebelum makan dan setelah bermain

b)      Membuat rutinitas harian di sekolah

c)      Memberikan contoh langsung oleh guru

5. Pelibatan Orang Tua

a)      Edukasi orang tua melalui leaflet atau grup WhatsApp

b)      Mendorong praktik CTPS di rumah

c)      Monitoring sederhana oleh orang tua

6. Penguatan Kebijakan Sekolah

a)      Membuat aturan wajib CTPS

b)      Memasukkan CTPS dalam kegiatan rutin PAUD

c)      Dukungan dari kepala sekolah

 

c. Susun Evaluasi Proses dan Outcome

Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan program setelah perbaikan.

1. Evaluasi Proses

Tujuan: Menilai apakah program dilaksanakan sesuai rencana

Indikator:

a)      Ketersediaan sarana CTPS setiap hari

b)      Jumlah kegiatan edukasi yang dilakukan

c)      Frekuensi guru mengingatkan anak

d)      Partisipasi anak dalam kegiatan

Metode:

a)      Observasi langsung

b)      Checklist harian

c)      Dokumentasi kegiatan

2. Evaluasi Outcome

Tujuan: Menilai perubahan pada sasaran (anak)

Indikator:

a)      Persentase anak yang melakukan CTPS dengan benar

b)      Peningkatan pengetahuan anak tentang CTPS

c)      Perubahan kebiasaan CTPS

Metode:

a)      Observasi praktik CTPS (6 langkah)

b)      Pre-test dan post-test sederhana (gambar/pertanyaan)

c)      Wawancara guru

 

3. Target Keberhasilan

a)      ≥ 80% anak melakukan CTPS dengan benar

b)      ≥ 70% anak memahami pentingnya CTPS

c)      Sarana CTPS tersedia setiap hari

4. Analisis Evaluasi

a)      Bandingkan data sebelum dan sesudah intervensi

b)      Gunakan analisis deskriptif (persentase)

c)      Interpretasikan perubahan yang terjadi

 

KESIMPULAN

Kasus ini menunjukkan bahwa kegagalan program bukan hanya karena kurangnya kegiatan, tetapi karena:

  1. Implementasi yang tidak optimal
  2. Kurangnya monitoring
  3. Evaluasi yang tidak dilakukan secara sistematis

Dengan pendekatan yang terstruktur (identifikasi masalah – perbaikan – evaluasi), program CTPS dapat ditingkatkan efektivitasnya dan memberikan dampak nyata pada perilaku anak.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar