PENUGASAN STUDI KASUS
Mata Kuliah Pendidikan Budaya Antikorupsi
Pokok Bahasan:
Kedisiplinan, Transparansi Kerja Kelompok, Akuntabilitas, dan Sikap Etis
dalam Interaksi Akademik dan Sosial
Program
Studi: Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Metode: Case-Based Learning (CBL)
Bentuk: Kelompok 4–5 mahasiswa
Alokasi: 1–2 kali pertemuan
Produk akhir: Analisis kasus + solusi + presentasi + komitmen
antikorupsi
A.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
menyelesaikan studi kasus, mahasiswa mampu:
- Mengidentifikasi bentuk perilaku tidak disiplin,
tidak transparan, tidak akuntabel, dan tidak etis.
- Menganalisis hubungan perilaku tersebut dengan
nilai-nilai budaya antikorupsi.
- Mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan
dampak dari suatu tindakan tidak etis.
- Menyusun
alternatif solusi yang jujur, adil, transparan, bertanggung jawab, dan
dapat diterapkan.
- Menunjukkan sikap antikorupsi dalam kegiatan
akademik dan kehidupan sosial.
- Menerapkan prinsip integritas, disiplin,
transparansi, akuntabilitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian
dalam kerja kelompok.
B. STUDI KASUS
Kasus: "Kelompok Promkes yang
Tidak Transparan"
Mahasiswa semester II Program Studi
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan mendapat tugas kelompok untuk menyusun rancangan
kampanye promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
di lingkungan masyarakat.
Kelompok
terdiri atas lima mahasiswa:
Andi – ketua kelompok
Budi – sekretaris
Citra – anggota
Deni – anggota
Eka – anggota
Waktu
pengerjaan selama dua minggu. Setiap mahasiswa telah menyepakati
pembagian tugas dan jadwal kerja.
Namun, selama
proses pengerjaan terjadi beberapa masalah.
1. Masalah
kedisiplinan
Deni beberapa
kali tidak hadir dalam rapat kelompok dengan alasan kesibukan pribadi. Ia tidak
memberikan informasi sebelumnya.
Ketika ditanya
oleh anggota lain, Deni mengatakan:
”Nanti bagian
saya saya kerjakan sendiri.”
Namun sampai mendekati batas
pengumpulan, tugas tersebut belum selesai.
2. Masalah transparansi
Andi sebagai ketua kelompok membuat
grup komunikasi khusus dengan Budi dan Citra untuk membahas tugas.
Deni dan Eka tidak mengetahui bahwa
sebagian keputusan penting mengenai isi tugas telah dibuat dalam grup tersebut.
Ketika Deni bertanya mengenai
perkembangan tugas, Andi menjawab:
"Sudah
dibahas, kamu tinggal ikut saja."
Tidak ada
notulen atau catatan resmi mengenai keputusan kelompok.
3. Masalah akuntabilitas
Sehari sebelum pengumpulan,
ternyata data hasil survei PHBS yang digunakan dalam laporan belum lengkap.
Andi kemudian mengusulkan:
"Supaya cepat, kita lengkapi
saja beberapa angka yang belum ada. Toh dosen juga tidak akan mengecek satu per
satu."
Citra tidak setuju karena data
tersebut tidak benar-benar diperoleh dari responden.
Namun, Budi mengatakan:
"Kalau tidak dilengkapi, kita
bisa terlambat mengumpulkan."
Akhirnya
sebagian data dimasukkan berdasarkan perkiraan.
4. Masalah sikap etis
Saat presentasi, dosen bertanya
mengenai siapa yang melakukan survei dan bagaimana data diperoleh.
Andi menjawab:
"Kami
semua melakukan survei bersama."
Padahal
sebenarnya hanya Citra dan Eka yang melakukan pengumpulan data.
Selain itu,
Andi memasukkan nama Deni sebagai anggota yang melakukan analisis data meskipun
Deni tidak pernah mengerjakan bagian tersebut.
5. Konflik dalam kelompok
Setelah mengetahui hal tersebut,
Eka merasa keberatan karena kerja kerasnya tidak diakui.
Deni juga merasa tidak nyaman
karena namanya dicantumkan pada pekerjaan yang tidak dilakukannya.
Kelompok kemudian terpecah menjadi
dua pendapat:
Kelompok
pertama:
"Yang penting tugas selesai dan semua mendapat nilai."
Kelompok
kedua:
"Kita harus memperbaiki laporan meskipun nilainya mungkin berkurang."
Dosen kemudian
meminta seluruh kelompok menjelaskan proses kerja, pembagian tugas, sumber
data, dan kontribusi masing-masing anggota.
C. TUGAS MAHASISWA
Setiap kelompok diminta menjadi "Tim
Investigasi Integritas Akademik".
Tugas kelompok adalah menganalisis
kasus secara objektif dan menyusun solusi berdasarkan prinsip budaya
antikorupsi.
Tugas 1 – Identifikasi Masalah
Identifikasi minimal 8 masalah
yang terdapat dalam kasus.
Gunakan tabel berikut:
|
No |
Peristiwa
dalam Kasus |
Jenis
Masalah |
Nilai
Antikorupsi yang Dilanggar |
|
1 |
Deni tidak hadir tanpa
pemberitahuan |
Ketidakdisiplinan |
Tanggung jawab |
|
2 |
Keputusan
dibuat tanpa melibatkan semua anggota |
Tidak transparan |
Transparansi |
|
3 |
Data dibuat berdasarkan perkiraan |
Ketidakjujuran/manipulasi data |
Kejujuran |
|
4 |
... |
... |
... |
Mahasiswa harus membedakan antara:
- ketidakdisiplinan;
- ketidakjujuran;
- manipulasi
data;
- ketidaktransparanan;
- ketidakadilan;
- tidak
bertanggung jawab;
- konflik
kepentingan;
- penyalahgunaan
kepercayaan;
- plagiarisme
atau pemalsuan;
- perilaku
tidak etis.
D. TUGAS 2 – ANALISIS AKAR MASALAH
Gunakan pendekatan 5 Why
Analysis.
Contoh:
Masalah:
Data survei dimanipulasi.
Why 1: Mengapa data dimanipulasi?
→ Karena data belum lengkap.
Why 2: Mengapa data belum lengkap?
→ Karena pengumpulan data tidak sesuai jadwal.
Why 3: Mengapa tidak sesuai jadwal?
→ Karena pembagian tugas dan monitoring tidak berjalan.
Why 4: Mengapa monitoring tidak berjalan?
→ Karena ketua tidak membuat mekanisme pemantauan yang jelas.
Why 5:
Mengapa mekanisme tidak dibuat?
→ Karena kelompok menganggap penyelesaian tugas lebih penting daripada proses
yang jujur dan akuntabel.
Pertanyaan
mahasiswa:
Apa
akar masalah utama kasus tersebut?
Mahasiswa harus menentukan minimal 3
akar masalah.
E. TUGAS 3 – ANALISIS PIHAK YANG
TERLIBAT
Identifikasi
pihak yang terlibat dan tanggung jawabnya.
|
Pihak |
Tindakan |
Masalah Etik |
Tanggung Jawab Seharusnya |
|
Ketua |
Mengambil
keputusan tanpa semua anggota |
Tidak transparan |
Melibatkan semua anggota |
|
Anggota 1 |
Tidak hadir rapat |
Tidak disiplin |
Memberi
informasi dan menyelesaikan tugas |
|
Anggota 2 |
Menolak manipulasi data |
Sikap integritas |
Mempertahankan kejujuran |
|
Dosen |
... |
... |
... |
F.
TUGAS 4 – ANALISIS NILAI ANTIKORUPSI
Analisis kasus
menggunakan nilai-nilai budaya antikorupsi.
|
Nilai |
Kondisi
dalam Kasus |
Perilaku
yang Seharusnya |
|
Kejujuran |
Data dibuat berdasarkan perkiraan |
Menggunakan data yang benar |
|
Disiplin |
Tidak hadir tanpa pemberitahuan |
Hadir sesuai kesepakatan |
|
Tanggung jawab |
Tugas tidak diselesaikan |
Menyelesaikan tugas sesuai peran |
|
Transparansi |
Keputusan
tidak diketahui semua anggota |
Semua
keputusan dicatat dan diketahui anggota |
|
Akuntabilitas |
Kontribusi anggota tidak jelas |
Setiap pekerjaan dapat
dipertanggungjawabkan |
|
Keadilan |
Nama dicantumkan tanpa kontribusi |
Pengakuan diberikan sesuai
kontribusi |
|
Kepedulian |
... |
... |
|
Kesederhanaan |
... |
... |
|
Kerja keras |
... |
... |
G. TUGAS 5 – DILEMA ETIK
Kelompok harus menjawab pertanyaan
berikut:
Dilema 1
Jika kelompok memilih mengumpulkan
laporan dengan data yang tidak lengkap tetapi benar, kemungkinan nilai
mereka lebih rendah.
Jika kelompok memilih melengkapi
data dengan angka yang dibuat-buat, kemungkinan laporan terlihat lebih
baik.
Mana
yang harus dipilih? Jelaskan alasannya.
Dilema 2
Jika salah satu anggota tidak
bekerja tetapi tetap mendapatkan nilai yang sama, apakah hal tersebut adil?
Bagaimana
mekanisme pembagian nilai yang seharusnya?
Dilema 3
Jika ketua kelompok mengetahui
adanya manipulasi data tetapi memilih diam demi menjaga hubungan pertemanan,
apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan?
Jelaskan berdasarkan prinsip
integritas.
H.
TUGAS 6 – RANCANG SOLUSI
Mahasiswa
harus menyusun Rencana Perbaikan Integritas Kelompok.
Minimal memuat:
1. Perbaikan pembagian tugas
Setiap anggota memiliki:
- tugas;
- target;
- batas
waktu;
- bukti
pekerjaan;
- penanggung
jawab.
2. Sistem transparansi
Kelompok membuat:
- notulen
rapat;
- daftar
hadir;
- pembagian
tugas;
- progres
pekerjaan;
- dokumentasi
kegiatan;
- folder
dokumen bersama.
3. Sistem akuntabilitas
Setiap anggota harus dapat
menunjukkan:
Apa
yang dikerjakan → kapan dikerjakan → bagaimana dikerjakan → apa hasilnya.
4.
Sistem pengambilan keputusan
Setiap
keputusan penting harus:
dibahas
→ disepakati → dicatat → dilaksanakan → dievaluasi.
5.
Mekanisme penyelesaian konflik
Jika terjadi
masalah:
klarifikasi
→ diskusi → kesepakatan → dokumentasi → evaluasi.
I. TUGAS 7 – BUAT "PAKTA
INTEGRITAS KELOMPOK"
Setiap kelompok membuat satu Pakta
Integritas Mahasiswa.
Minimal berisi 7 komitmen:
- Kami tidak akan memalsukan data.
- Kami
tidak akan melakukan plagiarisme.
- Kami akan melaksanakan tugas sesuai pembagian.
- Kami
akan menyampaikan informasi secara transparan.
- Kami
akan menghargai kontribusi setiap anggota.
- Kami
akan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
- Kami akan menyelesaikan konflik secara etis dan
terbuka.
Setiap anggota membubuhkan nama dan
tanda tangan.
J.
TUGAS 8 – SIMULASI / ROLE PLAY
Kelompok
melakukan simulasi selama 7–10 menit.
Skenario:
Dosen
menemukan adanya data yang tidak sesuai dengan hasil survei.
Peran:
Ketua
kelompok
Anggota
yang memanipulasi data
Anggota
yang menolak manipulasi
Anggota
yang tidak bekerja
Dosen
Tujuan simulasi
Mahasiswa menunjukkan bagaimana
menyelesaikan konflik dengan:
jujur
– terbuka – bertanggung jawab – adil – etis.
K.
PRODUK AKHIR KELOMPOK
Setiap
kelompok menyerahkan:
1.
Laporan analisis kasus
5–8
halaman, terdiri atas:
- Cover
- Identitas
kelompok
- Deskripsi
kasus
- Identifikasi
masalah
- Analisis
akar masalah
- Analisis
nilai antikorupsi
- Analisis
pihak terkait
- Alternatif
solusi
- Rencana
tindakan perbaikan
- Pakta
integritas
- Kesimpulan
2. Presentasi
10–15 menit/kelompok
3. Role play
7–10 menit
4. Pakta Integritas Kelompok
Satu lembar.
L. FORMAT ANALISIS PEMECAHAN KASUS
Mahasiswa dapat menggunakan format
sederhana berikut:
MASALAH → PENYEBAB → RISIKO → NILAI
YANG DILANGGAR → SOLUSI → TINDAKAN → INDIKATOR KEBERHASILAN
Contoh:
|
Masalah |
Penyebab |
Risiko |
Nilai Dilanggar |
Solusi |
Indikator |
|
Manipulasi data |
Data tidak lengkap |
Informasi palsu |
Kejujuran |
Menggunakan data sebenarnya |
100% data memiliki sumber |
|
Anggota tidak bekerja |
Tidak ada monitoring |
Beban tidak adil |
Tanggung jawab |
Monitoring mingguan |
Tugas selesai sesuai jadwal |
|
Keputusan tidak transparan |
Tidak ada notulen |
Konflik |
Transparansi |
Notulen setiap rapat |
Semua
anggota menerima hasil keputusan |
M. RUBRIK PENILAIAN
|
Komponen |
Bobot |
|
Identifikasi masalah |
15% |
|
Analisis akar masalah |
15% |
|
Analisis nilai antikorupsi |
15% |
|
Kualitas solusi |
20% |
|
Akuntabilitas dan transparansi
solusi |
10% |
|
Presentasi |
10% |
|
Role play |
10% |
|
Pakta integritas |
5% |
|
Total |
100% |
Kriteria kualitas
Sangat
Baik (86–100)
Analisis mendalam, mampu menghubungkan kasus dengan budaya antikorupsi, solusi
realistis, argumentasi kuat, dan menunjukkan integritas.
Baik
(76–85)
Analisis cukup lengkap, solusi relevan, tetapi belum mendalam.
Cukup
(66–75)
Mampu mengidentifikasi masalah tetapi analisis dan solusi masih umum.
Kurang (≤65)
Tidak mampu mengidentifikasi akar masalah dan solusi tidak relevan.
N. REFLEKSI INDIVIDU
Setelah diskusi kelompok, setiap
mahasiswa menjawab secara individual:
- Perilaku
tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
- Pernahkah
saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran
dan hasil yang baik?
- Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya
memanipulasi data?
- Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
- Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja
kelompok?
- Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan
sebagai mahasiswa?
- Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai
dari sekarang?
Kalimat
penutup refleksi:
"Integritas
bukan hanya tentang menolak korupsi besar, tetapi dimulai dari kejujuran dalam
hal kecil ketika tidak ada orang yang mengawasi."
O.
KAITAN DENGAN PROFESI PROMOSI KESEHATAN
Kasus ini
penting bagi mahasiswa Sarjana Terapan Promosi Kesehatan karena budaya
antikorupsi tidak berhenti pada kehidupan akademik.
Dalam praktik
profesional, promotor kesehatan akan berhadapan dengan:
data
kesehatan → masyarakat → program → anggaran → media → mitra → pelaporan →
evaluasi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: Cahaya Putri Salsabila
BalasHapusNIM: P3.73.26.1.36.059
Kelas: 1B Promosi Kesehatan
1. Perilaku tidak etis yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok menurut saya adalah adanya keinginan untuk membuat hasil tugas terlihat lebih baik, salah satunya dengan mengubah atau menyesuaikan data. Hal tersebut tidak sesuai dengan nilai kejujuran dan integritas, karena data seharusnya disampaikan sesuai dengan hasil yang sebenarnya.
2. Saya pernah berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik. Ketika hasil data kelompok kami berbeda dengan kelompok lain dan ada keinginan untuk menyamakan hasilnya, saya memilih tetap menggunakan data yang kami peroleh. Bagi saya, hasil yang sebenarnya lebih penting daripada mendapatkan nilai yang terlihat bagus.
3. Jika ada teman dari kelompok lain yang meminta saya memanipulasi data, saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan bahwa data tidak seharusnya diubah hanya agar hasilnya sesuai dengan kelompok lain. Saya akan mengajak teman untuk membandingkan dan membahas perbedaan data tersebut secara jujur.
4. Untuk meningkatkan kedisiplinan, saya akan lebih teliti dalam mencatat, mengolah, dan menyimpan data sejak awal. Saya juga akan menyelesaikan bagian tugas sesuai waktu yang sudah disepakati agar tidak terburu-buru dan akhirnya mengambil jalan yang tidak benar.
5. Saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok dengan menyampaikan data yang kami dapatkan apa adanya kepada anggota kelompok. Jika terdapat perbedaan data dengan kelompok lain, saya akan terbuka mengenai proses pengumpulan data dan alasan terjadinya perbedaan tersebut.
6. Bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa adalah berani bertanggung jawab terhadap data yang saya kumpulkan dan hasil yang saya kerjakan. Jika terdapat kesalahan dalam data, saya akan mengakuinya dan memperbaikinya tanpa mengubah data secara sembarangan.
7. Perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang adalah membiasakan diri untuk jujur dalam mengumpulkan dan mengolah data, tidak memanipulasi hasil hanya untuk mendapatkan nilai yang baik, serta berani mempertahankan kebenaran meskipun hasilnya berbeda dengan kelompok lain. Saya menyadari bahwa integritas dimulai dari hal kecil, termasuk kejujuran dalam mengolah data meskipun tidak ada yang mengawasi.
Nama : Novelita Azara
BalasHapusNIM : P3.73.36.1.26.088
Kelas : 1B - Promosi Kesehatan
1. Menurut saya, yang sering terjadi itu seperti ada anggota yang tidak ikut berkontribusi tapi tetap ingin mendapat nilai, menyalin pekerjaan dari internet tanpa mencantumkan sumber, dan kadang ada yang memanipulasi data supaya hasil terlihat bagus.
2. Pernah. Saat itu saya ingin hasil tugas terlihat bagus, tapi caranya harus tidak jujur. Jadi saya memilih tetap jujur, walaupun hasilnya tidak terlalu bagus, karena saya merasa lebih tenang dan tidak kepikiran.
3. Saya akan menolak dengan cara yang baik dan menjelaskan bahwa itu tidak benar. Saya juga akan mengajak teman untuk tetap jujur dan mencari solusi lain agar hasil tetap baik tanpa harus memanipulasi data.
4. Saya bisa mulai dengan mengatur waktu, membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas tepat waktu, dan tidak menunda pekerjaan. Disiplin juga bisa dilatih dengan komitmen pada tanggung jawab sendiri.
5. Dengan terbuka dalam pembagian tugas, tidak menyembunyikan informasi, melaporkan hasil sesuai kenyataan, dan mau berdiskusi jika ada masalah. Jadi semua anggota tahu proses yang dilakukan.
6. Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, menyelesaikan pekerjaan dengan jujur, dan siap menerima konsekuensi dari hasil yang saya kerjakan. Selain itu, saya juga harus bisa mempertanggungjawabkan hasil kerja saya.
7. Saya akan mulai dari hal sederhana, yaitu selalu jujur dalam mengerjakan tugas, tidak menyontek, dan tidak mengambil hak orang lain.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: Farah Azizah Khairunniswah
BalasHapusNIM: P3.73.36.1.26.064
Kelas: 1B Promosi Kesehatan
1. Perilaku tidak etis yang paling sering terjadi adalah menunda-nunda bagian tugas hingga mendekati tenggat waktu.
2. Pernah. Situasi tersebut terjadi ketika waktu pengumpulan tugas sudah sangat mendesak, tetapi data atau hasil analisis belum sempurna. Saat itu timbul godaan untuk merekayasa jawaban demi nilai yang tinggi, namun saya menyadari bahwa kejujuran dan integritas akademik jauh lebih bernilai dibanding hasil akhir yang manipulatif.
3. Saya akan menolaknya secara tegas namun sopan, kemudian menjelaskan risiko akademik dan moral dari manipulasi data. Saya juga akan menawarkan bantuan untuk bersama-sama mencari solusi jujur, seperti mengolah ulang data atau menyajikan hasil apa adanya sesuai kenyataan.
4. Saya akan membuat skala prioritas kerja, menetapkan tenggat waktu pribadi (self-deadline) jauh sebelum batas pengumpulan resmi, serta membiasakan diri untuk segera memulai tugas tanpa menunda-nunda.
5. Saya akan bersikap terbuka mengenai proses pengerjaan bagian tugas saya, rajin memberikan pembaharuan status (update) kemajuan tugas di grup komunikasi kelompok, serta membagikan semua dokumen atau referensi yang digunakan secara jujur.
6. Bentuk akuntabilitas saya adalah bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang diamanahkan, siap menerima kritik atau koreksi dari anggota kelompok lain, serta berani mengakui dan memperbaiki kesalahan jika terdapat kekeliruan dalam pekerjaan saya.
7. Saya akan mulai mempraktikkan kedisiplinan waktu (tidak korupsi waktu), baik dalam menghadiri pertemuan kelompok tepat waktu maupun mengumpulkan tugas sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama.
Nama : Jihan Leisanny
BalasHapusNIM : P3.73.36.1.26.073
Kelas : 1B Promosi Kesehatan
Kelompok : 1
refleksi individu
1. Menurut saya, salah satu yang sering terjadi adalah mencari ide tanpa mencantumkan sumbernya. Selain itu, bisa juga terjadi kurang terbuka dalam menyampaikan informasi dengan anggota lain.
2. Pernah, misalnya saat hasil tugas yang kami kerjakan ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam situasi seperti itu, saya memilih tetap menggunakan hasil yang sebenarnya daripada mengubahnya hanya supaya hasil akhirnya terlihat lebih bagus.
3. Saya akan menolak dan mengajak teman untuk menggunakan data sesuai hasil yang diperoleh. Kalau hasilnya kurang sesuai, lebih baik kami mencari tahu penyebabnya dan menjelaskan hasil tersebut dengan jujur.
4. Saya akan berusaha lebih konsisten dengan waktu, terutama dalam mengerjakan tugas dan mengikuti kesepakatan kelompok.
5. Karena semua anggota kelompok ikut bekerja, saya bisa menunjukkan transparansi dengan selalu menyampaikan perkembangan bagian yang saya kerjakan, terbuka terhadap pendapat teman, dan berdiskusi sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan tugas kelompok.
6. Saya bisa bertanggung jawab terhadap bagian tugas. Misalnya, menyelesaikannya tepat waktu, memastikan informasi yang digunakan benar, dan berani memperbaiki bagian saya jika ternyata masih terdapat kesalahan.
7. Saya ingin mulai membiasakan jujur, terutama dalam mengerjakan tugas. Misalnya, menggunakan sumber yang jelas dan tidak mengubah data hanya karena hasilnya tidak sesuai harapan.
Nama : Hasna Naura Afifah
BalasHapusKelas : 1B Promosi Kesehatan
NIM : P3.73.36.1.26.070
1. Menurut saya, yang paling sering terjadi adalah ada anggota yang kurang berkontribusi, tetapi tetap ingin mendapat bagian nilai yang sama. Kadang juga ada yang mengambil pekerjaan teman atau menggunakan data yang belum tentu benar.
2. Pernah, terutama saat mengerjakan tugas dengan waktu yang terbatas. Kadang ada pilihan untuk mengambil cara yang lebih mudah, tetapi saya lebih memilih tetap jujur walaupun hasilnya mungkin tidak sesuai harapan.
3. Saya akan menolak dan menjelaskan bahwa data harus sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kalau datanya kurang, lebih baik mencari data tambahan atau menyampaikan apa adanya daripada mengubahnya.
4. Saya akan berusaha membuat jadwal pengerjaan sendiri dan tidak menunda tugas sampai mendekati deadline. Selain itu, saya akan lebih konsisten mengerjakan bagian yang sudah menjadi tanggung jawab saya.
5. Saya akan terbuka dalam menyampaikan perkembangan tugas, mengajak semua anggota berdiskusi, dan memastikan setiap keputusan diketahui oleh seluruh anggota.
6. Saya bisa menunjukkan akuntabilitas dengan mengerjakan tugas sesuai tanggung jawab, menggunakan sumber yang jelas, dan berani mengakui kalau ada kesalahan dalam pekerjaan saya.
7. Saya akan mulai membiasakan diri untuk jujur dalam mengerjakan tugas, terutama dalam penggunaan data dan pembagian kontribusi anggota.
Nama: Cristina Indah Putri Handoko
BalasHapusNIM: P3.73.36.1.26.060
Kelas: 1B Promosi Kesehatan
1. Menurut saya, perilaku tidak etis yang terjadi dalam kasus ini adalah memanipulasi data agar tugas terlihat lebih baik dan cepat selesai.
2. Saya akan memilih tetap jujur meskipun hasilnya mungkin tidak sesuai harapan, karena data harus berdasarkan fakta yang sebenarnya.
3. Saya akan menolak dan mengingatkan teman bahwa data harus sesuai dengan hasil yang diperoleh. Jika diperlukan, saya akan mengajak kelompok mencari solusi bersama.
4. Saya akan lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, membuat jadwal, dan menyelesaikannya sesuai waktu yang sudah disepakati.
5. Saya akan menyampaikan data, perkembangan tugas, dan kendala kepada seluruh anggota agar tidak ada informasi yang ditutupi.
6. Saya akan bertanggung jawab atas tugas yang saya kerjakan dan dapat menjelaskan proses serta sumber data yang digunakan.
7. Saya akan mulai membiasakan diri untuk selalu jujur dan tidak memanipulasi data, meskipun hasilnya kurang baik.
Nama : Farah Fuad
BalasHapusNim : P3.73.36.1.26.065
Kelas : 1B Promosi Kesehatan
1. Tidak mengerjakan tugas sesuai pembagian, menyalin pekerjaan teman, dan kurang berkontribusi dalam kelompok.
2. Pernah. Saya akan memilih tetap jujur meskipun hasilnya tidak sempurna, karena proses yang benar lebih penting.
3. Saya akan menolak dan meminta teman menggunakan data yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.
4. Membuat jadwal, mencatat deadline, dan menyelesaikan tugas lebih awal agar tidak terburu-buru.
5. Saya akan terbuka mengenai tugas yang saya kerjakan dan selalu melaporkan perkembangan kepada anggota kelompok.
6. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan berani mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.
7. Membiasakan diri untuk selalu jujur dalam mengerjakan tugas dan menyampaikan hasil pekerjaan.
Nama: Arimbi Asyifa Kinanti
BalasHapusKelas: 1B
1. menunda nunda tugas
2. pernah
3. mengingatkan teman dengan baik bahwa kejujuran itu penting dalam mengerjakan tugas dari pada dapat hasil yg bagus tetapi dengan cara memanipulasi data
4. mengerjakan tugas sesuai yg telah disepakati oleh kelompok, tidak menunda nunda pekerjaan dan menyelesaikan tugas sesuai deadline
5. dengan cara terbuka, menyampaikan perkembangan tugas kepada teman teman sekelompok
6. misal dalam kerja kelompok berarti sebagai mahasiswa dan anggota harus bertanggung jawab dengan tugas yg sudah diberikan
7. jujur, bertanggung jawab atas tugas yg sudah disepakati dan disiplin
Nama:M Salman Alfarisi
BalasHapusKelas:1B
Jurusan:promosi kesehatan
1.menurut saya perilaku yg tidak etis yg sering di lakukan oleh mahasiswa adalah Mengandalkan beberapa orang saja (free-riding), menyerahkan tugas awal tapi tidak ikut presentasi.
2.iya, Pernah diminta menambah data supaya hasil lebih ‘baik
3. Tolak secara tegas dan sopan dan menjelaskan alasan etis dan konsekuensi akademik.
4.menurut saya dengan cara Buat jadwal tugas dengan deadline internal dan bagi tugas kecil dan Gunakan list harian sebagai pengingat.
5.dengan cara Catat kontribusi tiap anggota bersama dan waktu kerja dan juga Laporkan perkembangan dan masalah secara berkala di grup.
6.menurut saya bisa dengan Mengakui kesalahan dan memperbaikinya, bukan menutup-nutupi dan Menyerahkan bukti kontribusi bila diminta.
7.saya akan mulai dengan kebiasaan laporkan dan dokumentasikan selalu catat semua keputusan, kontribusi, dan sumber agar menghindari manipulasi, memudahkan audit internal, dan mengurangi peluang praktik curang.
Nama:Muhammad Ilham Arifin
BalasHapusKelas:1B
Jurusan:Promosi Kesehatan
1.Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
jawab:Menitip nama tanpa ikut mengerjakan tugas (free riding), menyalin pekerjaan orang lain (plagiarisme), serta tidak menepati kesepakatan tenggat waktu kelompok.
2.Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
jawab:Pernah, pas lagi keburu deadline terus hasil praktikum atau datanya nggak sesuai harapan. Di situ bingung mau jujur tulis apa adanya (tapi takut nilai jelek) atau diubah biar dapat nilai bagus.
3.Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
jawab:Bakal saya tolak secara halus. Saya bakal bilang kalau manipulasi data itu bahaya dan berisiko, mending kita pakai data asli aja terus bahas bareng-bareng solusinya.
4.Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
jawab:Bikin jadwal harian, masang reminder, dan ngebiasain ngerjain tugas dari jauh-jauh hari biar nggak terbiasa nunda-nunda pekerjaan.
5.Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
jawab:Rajin ngasih tahu perkembangan tugas di grup kelompok, bukak-bukaan kalau ada kendala, dan share semua file atau sumber yang dipakai biar bisa dilihat bareng.
6.Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
jawab:Tanggung jawab sama porsi tugas yang udah dikasih, ngerjain dengan benar, dan siap nerima masukan atau ngebenerin kalau misal ada yang salah.
7.Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?
jawab:Menghargai waktu dengan selalu hadir dan mengumpulkan tugas tepat waktu (disiplin waktu) serta tidak pernah melakukan plagiarisme.
Nama :Fiqry Airlangga
BalasHapusKelas :1B
Jurusan :Promosi Kesehatan
1. Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
Jawaban:
Menurut saya, yang paling sering terjadi adalah ada anggota yang kurang bertanggung jawab, misalnya tidak ikut mengerjakan tugas tetapi tetap mendapatkan nama dan nilai. Selain itu, kadang ada juga yang menyalin pekerjaan orang lain atau tidak jujur dalam memberikan informasi.
2. Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
Jawaban:
Pernah. Misalnya ketika hasil tugas yang dikerjakan ternyata kurang bagus dan ada keinginan untuk mengubah sedikit data supaya hasilnya terlihat lebih baik. Menurut saya, lebih baik tetap jujur dengan hasil yang ada karena dari kesalahan tersebut kita bisa belajar dan memperbaikinya.
3. Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
Jawaban:
Saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan bahwa memanipulasi data itu tidak benar. Saya akan mengajak teman untuk menggunakan data yang sebenarnya dan mencari cara lain untuk memperbaiki hasilnya tanpa mengubah data.
4. Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
Jawaban:
Saya akan berusaha lebih teratur dalam mengatur waktu, mencatat tugas dan deadline, serta tidak menunda-nunda pekerjaan. Saya juga akan berusaha datang tepat waktu dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai kesepakatan.
5. Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
Jawaban:
Saya bisa menunjukkan transparansi dengan terbuka mengenai tugas yang saya kerjakan, menyampaikan jika ada kendala, dan tidak menyembunyikan informasi dari anggota kelompok. Semua anggota juga sebaiknya mengetahui pembagian tugas dan perkembangan pekerjaan kelompok.
6. Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
Jawaban:
Menurut saya, akuntabilitas bisa dilakukan dengan bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diberikan. Kalau saya mendapat bagian tugas, saya harus menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh. Jika melakukan kesalahan, saya juga harus berani mengakuinya dan memperbaikinya.
7. Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?
Jawaban:
Saya akan mulai membiasakan diri untuk jujur dalam hal kecil, seperti tidak mencontek, tidak memalsukan data, tidak mengaku pekerjaan orang lain sebagai pekerjaan sendiri, dan menggunakan sesuatu sesuai dengan haknya. Menurut saya, kebiasaan kecil seperti ini penting untuk membentuk sikap yang lebih berintegritas.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusN. REFLEKSI INDIVIDU [Jawaban]
BalasHapusNama: Chusnul Khotimah
Kelas: 1B Promkes (PBAK)
NIM: P3.73.36.1.26.061
1. Yang paling sering itu fenomena "Free Rider" alias cuma nempelin nama tanpa ada kontribusi yang jelas. Selain itu, kebiasaan menunda-nunda tugas yang akhirnya bikin panik mendekati deadline, sampai pasrah ke aksi asal jiplak/salin-tempel tanpa dibaca dulu .
2. Pernah banget. Rata-rata pas kepikiran buat ambil jalan pintas demi dapet nilai bagus atau kerjaan cepat selesai, padahal tahu prosesnya kurang jujur. Di momen itu ada dilema antara gengsi nilai jelek sama rasa bersalah kalau hasilnya gak pure dari usaha sendiri.
3. Saya bakal tolak dengan halus tapi tegas. Biasanya aku tawarin jalan keluar lain, misalnya bantu olah ulang datanya bareng-bareng atau cari referensi baru biar datanya tetep valid tanpa perlu diakali. Lebih baik jujur walau nilainya pas-pasan daripada dapet nilai bagus tapi dari hasil "fiktif".
4. Mulai dari komitmen ke hal-hal kecil, kayak bikin to-do list harian, pasang pengingat deadline, dan kurangi scrolling medsos kalau belum selesai tugas. Saya juga belajar buat gak menunda tugas dengan prinsip "kerjain dikit-dikit daripada langsung numpuk di akhir".
5. Selalu terbuka soal progress tugas. Kalau ada kendala atau belum selesai, langsung omongin di grup tanpa ditutup-tutupi biar bisa dicari solusinya bareng. Semua materi dan pembagian tugas juga bisa diakses bersama (misal pakai Google Drive bersama) biar semuanya clear.
6. Berani bertanggung jawab penuh atas tugas yang udah diamanahkan ke saya. Kalau ada kesalahan atau revisi dari dosen/kelompok, saya mau ngakuin tanpa melempar kesalahan ke orang lain dan langsung memperbaikinya.
7. Menghargai waktu dan orisinalitas. Yaitu selalu datang tepat waktu dan tidak membiasakan diri melakukan plagiarisme atau titip absen .
Hilya Nabilah
BalasHapusP3.73.36.1.26.071
1. Perilaku tidak etis yang sering terjadi dalam kelompok saya adalah tidak mengerjakan tugas tetapi tetap mencantumkan nama, dan tidak jujur mengenai kontribusi anggota.
2. Saya pernah menghadapi pilihan antara kejujuran dan hasil yang baik. Saya akan tetap memilih kejujuran karena lebih bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain.
3. Jika teman meminta saya memanipulasi data, saya akan menolak dengan baik dan mengajak mencari solusi tanpa memalsukan data.
4. Saya meningkatkan kedisiplinan dengan membuat jadwal, menentukan prioritas, mengerjakan tugas tepat waktu, dan menghindari kebiasaan menunda.
5. Saya menunjukkan transparansi dengan membagi tugas, menyampaikan perkembangan, dan terbuka mengenai kendala. Namun, hal ini terkadang menimbulkan perdebatan antar anggota.
6. Bentuk akuntabilitas saya sebagai mahasiswa adalah menyelesaikan tugas, menaati aturan akademik, mengakui kesalahan, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
7. Perilaku antikorupsi yang akan saya mulai adalah membiasakan diri jujur dalam mengerjakan tugas, mengolah data, serta menghargai hasil kerja orang lain.
Nama: Syifana Zahroh Romadloni
BalasHapusNIM: P3.73.36.1.26.096
Kelas: 1B Promosi Kesehatan
REFLEKSI INDIVIDU
1. Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
Menurut saya, yang paling sering adalah kurangnya tanggung jawab bersama dan kurangnya komunikasi dalam kelompok. Contohnya, ada anggota yang hanya mengerjakan bagiannya sendiri tanpa ikut memastikan hasil akhirnya rapi dan lengkap. Ada juga yang tidak menyampaikan kalau sedang kesulitan, sehingga pekerjaan kelompok jadi terhambat. Hal ini sering terjadi bukan karena niat buruk, tapi karena komunikasi yang kurang terbuka.
2. Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
Pernah. Saya memilih tetap jujur walaupun hasilnya kurang bagus. Kalau memakai joki tugas, uang saya terbuang dan hasilnya bukan dari kemampuan saya sendiri.
3. Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
Saya akan menolak dan mengajak teman untuk memastikan sumber datanya dulu dengan benar. Dengan begitu, hasil kelompok bisa dipertanggungjawabkan.
4. Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
Selama ini saya kadang kurang berkomunikasi di kelompok. Kalau masih bingung dengan tugasnya, saya cenderung menunggu anggota lain bergerak lebih dulu. Ke depan, kalau belum paham, saya akan langsung bertanya di grup. Saya juga akan menyelesaikan bagian saya lebih awal supaya tidak bergantung pada orang lain.
5. Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
Saya akan bekerja sama dengan terbuka. Pembagian tugas disepakati bersama dan diketahui semua anggota, progres saya sampaikan di grup, dan kalau ada kesulitan saya langsung bilang, tidak dipendam sendiri.
6. Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
Saya akan mengerjakan bagian saya dulu sesuai kemampuan. Setelah itu saya minta anggota kelompok mengeceknya bersama. Kalau ada yang salah, saya terima dan langsung perbaiki, bukan mengelak.
7. Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?
Saya akan mulai bersikap jujur dan aktif berkomunikasi. Saya akan mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri tanpa joki atau menyalin tanpa menyebut sumber. Kalau bingung, saya tidak diam, tapi langsung bertanya atau menyampaikannya di grup.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Niswah Naaifah Hasan
BalasHapusKelas :1B
NIM :P3.73.36.1.26.087
1.menurut saya perilaku yang tidak etis dalam tugas kelompok yaitu seseorang hanya menumpang nama saja
2.ya, menurut saya untuk melaporkan pengerjaan saya dalam tugas di kelompok agar hasil diskusi terjalan dengan baik dan terarah dalam tugas kelompok
3.saya menolak secara halus dan menawarkan solusi yang benar dengan cara berdiskusi
4.untuk di penugasan kelompok saya akan mengerjakan tugas pada bagian yg telah di tentukan oleh kelompok sebagai rasa tanggung jawab saya sendiri
5.saya memperlihatkan hasil pencarian/jawaban untuk tugas kepada kelompok bahwa saya telah mengerjakan bagian saya tersebut
6.saya akan mengerjakan tugas yang telah di berikan dosen kepada mahasiswa dan bertanggung jawab atas tugasnya dalam tindakan dan kinerja
7.saya akan mulai membiasakan diri untuk mengerjakan tugas dengan jujur, disiplin jika ada tugas langsung dikerjakan sesuai waktu yang telah di tentukan oleh dosen
Hana Naurah Talitha
BalasHapus1B Promosi Kesehatan
P3.73.36.1.26.068
1. Pada diskusi kelompok kemarin, seluruh anggota tergolong aktif. Namun, dalam pengalaman perkuliahan secara umum, saya masih sering menemui fenomena menumpang nama, yaitu anggota yang pasif dan mengandalkan kerja keras anggota lain yang aktif tanpa memberikan kontribusi sepadan.
2. Pernah, hal itu terjadi saat deadline sudah dekat. Namun sebisa mungkin, saya mengajak anggota kelompok berusaha untuk memenuhi data tersebut. Jika memang tidak lengkap kami memilih mengumpulkan dengan sejujur-jujurnya
3. Saya akan menolak dengan tegas dan membujuknya untuk tetap menyajikan data secara jujur. Bagi saya, kejujuran adalah landasan utama dalam menjaga integritas akademik.
4. Dalam konteks kelompok, saya meningkatkan kedisiplinan dengan mengambil inisiatif mengoordinasikan pembagian tugas sejak awal, serta menetapkan tenggat waktu (deadline) yang jelas dan terstruktur untuk setiap bagian pekerjaan.
5. Di dalam kelompok, saya akan memastikan setiap pembahasan, keputusan, dan progres diketahui serta disetujui oleh seluruh anggota (semua anggota mendapatkan informasi yang sama, bukan hanya sebagian). Untuk transparansi kepada dosen, menyampaikan pembagian tugas dan tupoksi secara jujur dan terbuka saat pengumpulan laporan, sehingga tidak ada anggota yang hanya sekadar menumpang nama.
6. Bentuk akuntabilitas saya adalah menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan secara tuntas. Selain itu, saya menerapkan kedisiplinan waktu dengan menyicil pengerjaan tugas sejak hari pertama diberikan, sehingga dapat mengumpulkannya secara tepat waktu.
7. Saya berkomitmen untuk konsisten bersikap transparan dalam pembagian tugas kelompok serta selalu menyajikan data dan informasi sejujur-jujurnya dalam setiap pengerjaan tugas akademis.
Nama: Aisyah Haditha Fatiya
BalasHapusNIM: P3.73.36.1.26.053
Kelas: 1B Promosi kesehatan
1. Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
Menurut saya, yang sering terjadi itu ada anggota yang tidak ikut mengerjakan tugas, dan yang paljng lambat untuk merespons tapi tetap ikut mendapat nilai. Selain itu, kadang ada juga yang mencontek atau mengambil hasil kerja orang lain.
2. Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
Pernah. Menurut saya, lebih baik jujur walaupun hasilnya kurang maksimal daripada mendapatkan hasil bagus dengan cara yang tidak benar.
3. Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
Saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan kalau data seharusnya sesuai dengan hasil yang sebenarnya. Saya juga akan mengajak teman mencari cara lain yang tetap jujur.
4. Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
Saya akan mencoba membuat jadwal dan mencatat tugas-tugas yang harus dikerjakan supaya tidak lupa dan tidak mengerjakan tugas mepet deadline.
5. Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
Saya akan terbuka dengan anggota kelompok tentang tugas yang saya kerjakan, hasilnya, dan kalau ada kendala saya akan langsung mengatakannya.
6. Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
Saya bisa bertanggung jawab dengan mengerjakan bagian tugas saya dengan baik, mengumpulkannya tepat waktu, dan mengakui kalau saya melakukan kesalahan.
7. Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?
Saya akan mulai membiasakan diri untuk jujur, terutama dalam mengerjakan tugas dan tidak mencontek atau memanipulasi hasil pekerjaan
Aulia Nur Fitriyani
BalasHapusP3.73.36.1.26.057
Promosi Kesehatan 1B
N. Refleksi Individu
1. Kurang berpartisipasi dan nggak inisiatif. Banyak yang cuma nunggu dikasih tugas, jarang ngasih ide, dan diem aja pas diskusi. Ujung-ujungnya beban kerja cuma ditanggung beberapa orang.
2. Pernah. Pas tugas lagi susah dan deadline mepet, sempet tergoda minta ai yang ngerjain semuanya biar hasilnya keliatan bagus. Tapi tetep milih ngerjain sendiri dulu dan pakai ai cuma buat bantu, karena nilai bagus dari hasil yang bukan usaha sendiri tuh nggak worth it.
3. Tolak, terus bilang "Jangan deh, bahaya." Terus saya saranin buat jujur aja soal kendalanya.
4. Bikin to-do list, pasang reminder, dan kurangin scroll medsos pas lagi ngerjain tugas. Kerjain dikit-dikit biar nggak numpuk di menit terakhir.
5. Terbuka soal progres. Kasih tau apa yang udah dan belum saya kerjain, dan kalau ada kendala langsung bilang di grup.
6. Tanggung jawab sama tugas saya sendiri. Kalau salah, saya ngaku dan benerin, bukan nyalahin orang lain.
7. Selalu jujur soal kontribusi saya di kerja kelompok. Ngga ngaku-ngaku kerjaan orang lain dan ngga nyembunyiin kalau ada bagian yang belum saya selesein. Kecil sih, tapi jadi kebiasaan jujur yang kebawa sampai kerja nanti.
Nama : Naura Nur Ramadhani
BalasHapusKelas : 1B Promosi Kesehatan
1. Paling sering itu free rider, anggota yang nggak ikut kerja tapi namanya tetap masuk.
2. Pernah, saya sadar hasil yang bagus nggak ada artinya kalau didapat dengan cara yang nggak jujur, jadi lebih baik ngumpulin hasil sendiri walau belum sempurna.
3. Saya bakal nolak dengan cara baik-baik, misalnya Kayaknya jangan deh, kalau ketahuan kita semua kena. Terus saya ajak cari solusi lain, kayak jelasin apa adanya ke dosen kalau datanya belum sesuai harapan.
4. Meningkatkan kedisiplinan, bikin jadwal dan pengingat tugas, mulai kerjain dari jauh-jauh hari, dan datang tepat waktu ke kelas maupun diskusi kelompok.
5. Menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok. Terbuka soal bagian yang saya kerjain, jujur kalau ada kesulitan atau telat, dan nyebutin sumber yang saya pakai supaya semua anggota tahu prosesnya.
6. Bentuk akuntabilitas sebagai mahasiswa. Bertanggung jawab atas tugas yang udah saya ambil, ngerjain sendiri bukan nitip, dan siap nerima konsekuensinya kalau ada kesalahan, tanpa nyalahin orang lain.
7. Salah satu perilaku antikorupsi yang mulai dari sekarang nggak titip absen. Kelihatannya sepele, tapi ini latihan biar nanti pas kerja aku terbiasa jujur walau nggak ada yang ngawasin.
Nama : Bunga Putri Dahlia
BalasHapusKelas : 1b Promosi Kesehatan
N. REFLEKSI INDIVIDU
1. Perilaku tidak etis yang sering terjadi adalah anggota kelompok tidak ikut mengerjakan tugas, tetapi tetap ingin mendapatkan nilai yang sama.
2. Pernah. Saya memilih untuk tetap jujur meskipun hasilnya kurang memuaskan, karena menurut saya kejujuran lebih penting daripada hasil yang bagus dengan cara yang salah.
3. Saya akan menolak dengan baik dan mengajak teman menggunakan data yang sesuai dengan kenyataan.
4. Saya akan membuat jadwal kegiatan, mengerjakan tugas tepat waktu, dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan.
5. Saya akan terbuka mengenai pembagian tugas, perkembangan pekerjaan, dan kendala yang dihadapi kelompok.
6. Saya akan bertanggung jawab menyelesaikan tugas, mengakui kesalahan, dan memperbaikinya
7. Saya akan membiasakan diri untuk selalu jujur, terutama saat mengerjakan tugas dan ujian.
Nama: Adelia zahir baiti
BalasHapusKelas: 1B
1. Perilaku tidak etis: Perilaku tidak etis yang paling sering saya lihat adalah free-riding (menumpang nama tanpa kerja), plagiarisme, korupsi waktu, dan manipulasi data tugas.
2. Kejujuran vs Hasil: Saya pernah berada di situasi dilematis saat mengejar tenggat waktu tugas; saya harus memilih antara tetap jujur dengan hasil apa adanya atau berkompromi demi nilai bagus.
3. Jika diminta manipulasi data: Saya akan menolak dengan tegas namun tetap sopan, menjelaskan risiko sanksinya, dan mengajak teman tersebut mencari solusi yang jujur bersama-sama.
4. Meningkatkan kedisiplinan: Saya meningkatkan kedisiplinan dengan membuat skala prioritas tugas harian, mematuhi jadwal yang sudah saya susun, dan membatasi gangguan gawai saat belajar.
5. Menunjukkan transparansi: Saya menunjukkan transparansi dengan terbuka membagikan sumber data, melaporkan progres kerja saya apa adanya, dan berterus terang jika menghadapi kendala.
6. Bentuk akuntabilitas: Saya mempraktikkan akuntabilitas dengan menyelesaikan bagian tugas saya tepat waktu, menghindari plagiarisme, dan bertanggung jawab penuh atas hasil kerja saya.
7. Perilaku antikorupsi: Saya berkomitmen mulai sekarang untuk selalu jujur dalam akademik, tidak menyontek, tidak memanipulasi data, dan disiplin menghargai waktu orang lain.
Nama : Rezyta Deranova
BalasHapusKelas : 1B
NIM : P3.73.36.1.26.092
Jurusan : Promosi Kesehatan
1. Menurut saya, perilaku yang paling sering terjadi adalah tidak bertanggung jawab terhadap tugas, seperti tidak mengerjakan bagian yang sudah diberikan dan terlalu mengandalkan anggota lain.
2. Pernah. Dalam mengerjakan tugas, terkadang ada pilihan untuk menggunakan cara yang lebih cepat agar hasil terlihat bagus atau tetap jujur meskipun hasilnya mungkin tidak maksimal. Saya memilih untuk tetap jujur karena hasil yang baik seharusnya diperoleh melalui proses yang benar.
3. Saya akan menolak dan menjelaskan bahwa data harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jika data masih kurang, saya akan mengusulkan untuk melakukan pengumpulan data kembali atau menyampaikan keterbatasan data tersebut kepada dosen.
4. Saya akan membuat jadwal pengerjaan tugas, menentukan target pribadi, mencatat deadline, dan berusaha menyelesaikan tugas sebelum batas waktu agar tidak menunda-nunda pekerjaan.
5. Saya akan menyampaikan perkembangan tugas kepada anggota lain, ikut dalam diskusi dan pengambilan keputusan, serta memastikan pembagian tugas dan hasil pekerjaan diketahui oleh seluruh anggota.
6. Saya dapat mempertanggungjawabkan tugas yang saya kerjakan dengan menyelesaikannya sesuai kesepakatan, mencantumkan sumber yang digunakan, menyimpan bukti pekerjaan, dan tidak mengakui pekerjaan orang lain sebagai pekerjaan sendiri.
7. Saya akan mulai membiasakan diri untuk jujur dalam mengerjakan tugas, termasuk tidak menyalin pekerjaan orang lain, tidak memanipulasi data, dan mencantumkan sumber dengan benar.
Nazwa azka syarifah (P3.73.36.1.26.086) 1B
BalasHapus1.Biasanya berupa anggota yang tidak aktif, terlambat mengerjakan bagian tugas, atau hanya ikut nama.
2.Pernah. Saya memilih tetap jujur walaupun hasilnya mungkin tidak sesuai harapan.
3.Saya akan menolak dan menyarankan agar data ditulis sesuai hasil yang sebenarnya.
4.Saya akan lebih konsisten membuat jadwal dan mengatur waktu untuk setiap tugas.
5.Saya menyampaikan apa yang sudah saya kerjakan dan memberi tahu kelompok jika ada kendala.
6.Menyelesaikan bagian tugas saya dengan baik dan siap bertanggung jawab atas hasilnya.
7.Mulai membiasakan diri tidak mengambil hak atau hasil kerja orang lain.
Danthi Solehati
BalasHapus1B
Promosi Kesehatan
1.Tidak mengerjakan tugas dengan adil atau menyalin pekerjaan teman.
2.Pernah, tetapi saya memilih tetap jujur dan mengerjakan sesuai kemampuan.
3.Saya akan menolak dan menjelaskan bahwa data harus sesuai fakta.
4.Membuat jadwal dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
5.Menyampaikan pembagian tugas dan hasil kerja secara terbuka.
6.Mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab saya dan menerima hasilnya.
7.Mulai membiasakan diri jujur dalam setiap tugas dan kegiatan.1.Tidak mengerjakan tugas dengan adil atau menyalin pekerjaan teman.
2.Pernah, tetapi saya memilih tetap jujur dan mengerjakan sesuai kemampuan.
3.Saya akan menolak dan menjelaskan bahwa data harus sesuai fakta.
4.Membuat jadwal dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
5.Menyampaikan pembagian tugas dan hasil kerja secara terbuka.
6.Mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab saya dan menerima hasilnya.
7.Mulai membiasakan diri jujur dalam setiap tugas dan kegiatan.
Fatihatussaa’dah(P3.73.36.1.26.066)
BalasHapus1B Promkes
1. Tidak mengerjakan tugas dan tidak bertanggung jawab
2. Pernah, dan saya memilih untuk tetap jujur walau hasilnya tidak memuaskan
3. Saya akan menolak dan menjelaskan bahwa itu tidak baik
4. Mengatur waktu dan mengerjakan tugas tepat waktu
5. Terbuka dengan anggota kelompok
6. Bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan
7. Selalu jujur, termasuk dalam hal kecil
Ratu Noerfika Aulia Jamilah (P3.73.36.1.26.091)
BalasHapusKelas 1b promkes
1. Menurut saya, perilaku tidak etis yang sering terjadi saat kerja kelompok itu seperti ada anggota yang tidak ikut mengerjakan tugas, tetapi tetap ingin mendapatkan nilai yang sama dengan anggota lain.
2. Pernah. Kadang kita ingin mendapatkan hasil yang bagus, tetapi ada cara yang kurang jujur untuk mendapatkannya. Menurut saya, lebih baik mendapatkan hasil sesuai kemampuan sendiri daripada harus berbohong atau curang.
3. Kalau teman meminta saya memanipulasi data, saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan kalau data harus sesuai kenyataan. Saya juga akan mengajak teman mencari cara lain tanpa harus berbuat curang.
4. Saya akan mencoba lebih disiplin dengan membuat jadwal kegiatan, mencatat deadline tugas, dan mengurangi kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
5. Saya menunjukkan transparansi dengan selalu terbuka kepada anggota kelompok tentang tugas yang sudah dikerjakan, kendala yang dialami, dan perkembangan pekerjaan saya.
6. Sebagai mahasiswa, saya bisa bertanggung jawab dengan mengerjakan tugas yang diberikan, mengumpulkannya tepat waktu, mengikuti aturan kampus, dan berani mengakui kesalahan jika memang saya salah.
7. Perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang adalah membiasakan diri untuk jujur, tidak menyontek, tidak melakukan plagiarisme, dan mengerjakan tugas dengan usaha sendiri.
Nama : dini nur Azizah
BalasHapuskelas : 1b
Jurusan : d4 promosi kesehatan
1. Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
Titip nama, copy-paste tugas tanpa baca sumber, dan manipulasi absensi. Paling sering adalah tidak jujur dalam pembagian tugas - ada yang tidak mengerjakan tapi tetap dapat nilai sama. Ini bentuk korupsi waktu dan tanggung jawab dalam skala kecil.
2. Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
Pernah. Saat pengolahan data penyuluhan, hasil pre-test dan post-test hampir tidak ada peningkatan. Ada dorongan untuk "mempercantik" data agar program terlihat berhasil dan dapat nilai bagus. Disitu saya belajar, nilai bagus tapi data bohong tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.
3. Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
Saya akan menolak dengan tegas tapi tetap empatik. Saya akan jelaskan bahwa sebagai calon promotor kesehatan, data adalah dasar advokasi. Jika data dimanipulasi, intervensi selanjutnya akan salah sasaran. Saya akan ajak teman untuk analisis ulang apa penyebab program tidak berhasil, bukan mengubah angkanya.
4. Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
Dengan 3 cara kecil: membuat to-do list harian, datang 15 menit lebih awal sebelum kegiatan kelompok, dan tidak menunda laporan. Disiplin bukan bakat, tapi kebiasaan yang dilatih dari hal kecil seperti tepat waktu mengumpulkan tugas.
5. Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
Dengan terbuka soal sumber data, progres kerja, dan kendala. Misalnya share file di Google Drive yang bisa dilihat semua anggota, jujur jika belum selesai mengerjakan, dan terbuka soal pembagian anggaran kelompok (fotokopi, transport).
6. Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
Bertanggung jawab atas bagian yang sudah dipercayakan, mau mengakui kesalahan jika salah, dan siap diaudit. Jika saya sebagai penyuluh, saya akuntabel terhadap data yang saya sampaikan ke masyarakat - tidak memberi hoax kesehatan.
7. Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?
Tidak melakukan plagiarisme dan tidak titip absen. Karena itu adalah bentuk korupsi akademik yang paling dekat dengan mahasiswa.
Kalimat penutup refleksi:
"Integritas bukan hanya tentang menolak korupsi besar, tetapi dimulai dari kejujuran dalam hal kecil ketika tidak ada orang yang mengawasi. Sebagai mahasiswa kesehatan, saya belajar bahwa satu data palsu bisa merugikan banyak orang, maka kejujuran adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat."
1. Perilaku tidak etis yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa adalah tidak mengerjakan tugas sesuai tanggung jawab, menyalin pekerjaan teman, atau mencantumkan nama anggota yang tidak berkontribusi.
BalasHapus2. Ya, saya pernah berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik. Saya akan tetap memilih kejujuran karena hasil yang baik seharusnya diperoleh dengan cara yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Jika teman meminta saya memanipulasi data, saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan bahwa data harus disajikan sesuai keadaan sebenarnya. Saya akan mengajak teman mencari solusi lain tanpa mengubah data.
4. Cara saya meningkatkan kedisiplinan adalah membuat jadwal, menentukan batas waktu pengerjaan tugas, tidak menunda pekerjaan, dan berusaha mengumpulkan tugas tepat waktu.
5. Saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok dengan menyampaikan perkembangan tugas kepada anggota kelompok, membagikan informasi yang saya dapatkan, dan mengakui jika ada kesalahan atau kendala dalam mengerjakan tugas.
6. Bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa adalah menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab, menerima hasil dari pekerjaan yang saya lakukan, serta berani mengakui dan memperbaiki kesalahan.
7. Satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang adalah membiasakan diri untuk jujur dalam setiap tugas, terutama tidak mencontek, tidak memalsukan data, dan tidak mengambil hasil kerja orang lain.
Nama : Rizka Almaghvira Yulianti
BalasHapusKelas : 1B PROMKES
Nim : P3.73.36.1.26.094
1. Perilaku tidak etis yang sering terjadi dalam kerja kelompok adalah ada anggota yang tidak ikut mengerjakan tugas, tetapi tetap ingin mendapatkan nilai yang sama dengan anggota lainnya.
2. Pernah. Saya akan tetap memilih kejujuran walaupun hasilnya mungkin tidak sesuai harapan, karena hasil yang baik harus diperoleh dengan cara yang benar.
3. Jika teman meminta saya memanipulasi data, saya akan menolaknya dengan baik dan menjelaskan bahwa data harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
4. Saya akan meningkatkan kedisiplinan dengan membuat jadwal, mengatur waktu dengan baik, datang tepat waktu, dan menyelesaikan tugas sebelum batas waktu.
5. Saya menunjukkan transparansi dengan terbuka dalam pembagian tugas, menyampaikan perkembangan pekerjaan, dan jujur jika ada masalah atau kesulitan dalam mengerjakan tugas.
6. Sebagai mahasiswa, saya bisa bertanggung jawab dengan mengerjakan tugas sendiri, mengikuti aturan, tidak mencontek, serta berani mengakui kesalahan jika melakukan sesuatu yang kurang tepat.
7. Perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang adalah membiasakan diri untuk jujur, tidak mencontek, tidak memanipulasi data, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan hak saya.
Nama: Achmad Alau Al Saddad
BalasHapusKelas: 1B Promosi Kesehatan
JAWABAN SOAL REFLEKSI
1. Perilaku tidak etis yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok adalah tidak mengerjakan tugas tetapi tetap mendapat nama atau nilai yang sama, mencontek pekerjaan kelompok lain, serta tidak jujur dalam pembagian tugas.
2. Pernahkah saya berada dalam situasi antara kejujuran dan hasil yang baik?
Pernah, misalnya ketika hasil tugas tidak sesuai harapan. Saya harus memilih antara memperbaiki atau mengubah data agar hasil terlihat lebih baik. Menurut saya, lebih baik tetap jujur karena hasil yang diperoleh harus sesuai dengan kenyataan.
3. Jika teman meminta saya memanipulasi data, saya akan menolak dengan baik dan menjelaskan bahwa data harus sesuai dengan hasil sebenarnya. Jika ada kesalahan, saya lebih memilih memperbaikinya berdasarkan proses yang benar.
4. Cara meningkatkan kedisiplinan adalah membuat jadwal, menentukan target, mengerjakan tugas sebelum batas waktu, dan membiasakan diri bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diberikan.
5. Menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok dapat dilakukan dengan membagi tugas secara jelas, melaporkan perkembangan pekerjaan, menyampaikan kendala, dan terbuka mengenai penggunaan data maupun hasil kerja.
6. Bentuk akuntabilitas sebagai mahasiswa adalah menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab saya, mengakui kesalahan jika terjadi, tidak melakukan kecurangan, serta siap menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.
7. Satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang adalah membiasakan diri untuk jujur dalam setiap tugas dan tidak melakukan kecurangan, meskipun hal tersebut dapat membuat hasil saya tidak sempurna.
Nama : Monica Nanette
BalasHapusNim : P3.73.36.1.26.077
Kelas : 1B Promosi Kesehatan
1. Tidak mengerjakan tugas sesuai pembagian, menyalin pekerjaan teman, dan kurang berkontribusi dalam kelompok.
2. Pernah. Saya akan memilih tetap jujur meskipun hasilnya tidak sempurna, karena proses yang benar lebih penting.
3. Saya akan menolak dan meminta teman menggunakan data yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.
4. Membuat jadwal, mencatat deadline, dan menyelesaikan tugas lebih awal agar tidak terburu-buru.
5. Saya akan terbuka mengenai tugas yang saya kerjakan dan selalu melaporkan perkembangan kepada anggota kelompok.
6. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan berani mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.
7. Membiasakan diri untuk selalu jujur dalam mengerjakan tugas dan menyampaikan hasil pekerjaan.