Minggu, 13 September 2026

Kedisiplinan, Transparansi Kerja Kelompok, Akuntabilitas, dan Sikap Etis dalam Interaksi Akademik dan Sosial

 

PENUGASAN STUDI KASUS

Mata Kuliah Pendidikan Budaya Antikorupsi

Pokok Bahasan:
Kedisiplinan, Transparansi Kerja Kelompok, Akuntabilitas, dan Sikap Etis dalam Interaksi Akademik dan Sosial

Program Studi: Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Metode: Case-Based Learning (CBL)
Bentuk: Kelompok 4–5 mahasiswa
Alokasi: 1–2 kali pertemuan
Produk akhir: Analisis kasus + solusi + presentasi + komitmen antikorupsi

 

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan studi kasus, mahasiswa mampu:

  1. Mengidentifikasi bentuk perilaku tidak disiplin, tidak transparan, tidak akuntabel, dan tidak etis.
  2. Menganalisis hubungan perilaku tersebut dengan nilai-nilai budaya antikorupsi.
  3. Mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan dampak dari suatu tindakan tidak etis.
  4. Menyusun alternatif solusi yang jujur, adil, transparan, bertanggung jawab, dan dapat diterapkan.
  5. Menunjukkan sikap antikorupsi dalam kegiatan akademik dan kehidupan sosial.
  6. Menerapkan prinsip integritas, disiplin, transparansi, akuntabilitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian dalam kerja kelompok.

 

B. STUDI KASUS

Kasus: "Kelompok Promkes yang Tidak Transparan"

Mahasiswa semester II Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan mendapat tugas kelompok untuk menyusun rancangan kampanye promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

Kelompok terdiri atas lima mahasiswa:

Andi – ketua kelompok

Budi – sekretaris

Citra – anggota

Deni – anggota

Eka – anggota

Waktu pengerjaan selama dua minggu. Setiap mahasiswa telah menyepakati pembagian tugas dan jadwal kerja.

Namun, selama proses pengerjaan terjadi beberapa masalah.

1.      Masalah kedisiplinan

Deni beberapa kali tidak hadir dalam rapat kelompok dengan alasan kesibukan pribadi. Ia tidak memberikan informasi sebelumnya.

Ketika ditanya oleh anggota lain, Deni mengatakan:

”Nanti bagian saya saya kerjakan sendiri.”

Namun sampai mendekati batas pengumpulan, tugas tersebut belum selesai.

 

 

2. Masalah transparansi

Andi sebagai ketua kelompok membuat grup komunikasi khusus dengan Budi dan Citra untuk membahas tugas.

Deni dan Eka tidak mengetahui bahwa sebagian keputusan penting mengenai isi tugas telah dibuat dalam grup tersebut.

Ketika Deni bertanya mengenai perkembangan tugas, Andi menjawab:

"Sudah dibahas, kamu tinggal ikut saja."

Tidak ada notulen atau catatan resmi mengenai keputusan kelompok.

 

3. Masalah akuntabilitas

Sehari sebelum pengumpulan, ternyata data hasil survei PHBS yang digunakan dalam laporan belum lengkap.

Andi kemudian mengusulkan:

"Supaya cepat, kita lengkapi saja beberapa angka yang belum ada. Toh dosen juga tidak akan mengecek satu per satu."

Citra tidak setuju karena data tersebut tidak benar-benar diperoleh dari responden.

Namun, Budi mengatakan:

"Kalau tidak dilengkapi, kita bisa terlambat mengumpulkan."

Akhirnya sebagian data dimasukkan berdasarkan perkiraan.

 

4. Masalah sikap etis

Saat presentasi, dosen bertanya mengenai siapa yang melakukan survei dan bagaimana data diperoleh.

Andi menjawab:

"Kami semua melakukan survei bersama."

Padahal sebenarnya hanya Citra dan Eka yang melakukan pengumpulan data.

Selain itu, Andi memasukkan nama Deni sebagai anggota yang melakukan analisis data meskipun Deni tidak pernah mengerjakan bagian tersebut.

 

5. Konflik dalam kelompok

Setelah mengetahui hal tersebut, Eka merasa keberatan karena kerja kerasnya tidak diakui.

Deni juga merasa tidak nyaman karena namanya dicantumkan pada pekerjaan yang tidak dilakukannya.

Kelompok kemudian terpecah menjadi dua pendapat:

Kelompok pertama:
"Yang penting tugas selesai dan semua mendapat nilai."

Kelompok kedua:
"Kita harus memperbaiki laporan meskipun nilainya mungkin berkurang."

Dosen kemudian meminta seluruh kelompok menjelaskan proses kerja, pembagian tugas, sumber data, dan kontribusi masing-masing anggota.

 

C. TUGAS MAHASISWA

Setiap kelompok diminta menjadi "Tim Investigasi Integritas Akademik".

Tugas kelompok adalah menganalisis kasus secara objektif dan menyusun solusi berdasarkan prinsip budaya antikorupsi.

Tugas 1 – Identifikasi Masalah

Identifikasi minimal 8 masalah yang terdapat dalam kasus.

Gunakan tabel berikut:

No

Peristiwa dalam Kasus

Jenis Masalah

Nilai Antikorupsi yang Dilanggar

1

Deni tidak hadir tanpa pemberitahuan

Ketidakdisiplinan

Tanggung jawab

2

Keputusan dibuat tanpa melibatkan semua anggota

Tidak transparan

Transparansi

3

Data dibuat berdasarkan perkiraan

Ketidakjujuran/manipulasi data

Kejujuran

4

...

...

...

Mahasiswa harus membedakan antara:

  1. ketidakdisiplinan;
  2. ketidakjujuran;
  3. manipulasi data;
  4. ketidaktransparanan;
  5. ketidakadilan;
  6. tidak bertanggung jawab;
  7. konflik kepentingan;
  8. penyalahgunaan kepercayaan;
  9. plagiarisme atau pemalsuan;
  10. perilaku tidak etis.

 

D. TUGAS 2 – ANALISIS AKAR MASALAH

Gunakan pendekatan 5 Why Analysis.

Contoh:

Masalah:
Data survei dimanipulasi.

Why 1: Mengapa data dimanipulasi?
→ Karena data belum lengkap.

Why 2: Mengapa data belum lengkap?
→ Karena pengumpulan data tidak sesuai jadwal.

Why 3: Mengapa tidak sesuai jadwal?
→ Karena pembagian tugas dan monitoring tidak berjalan.

Why 4: Mengapa monitoring tidak berjalan?
→ Karena ketua tidak membuat mekanisme pemantauan yang jelas.

Why 5: Mengapa mekanisme tidak dibuat?
→ Karena kelompok menganggap penyelesaian tugas lebih penting daripada proses yang jujur dan akuntabel.

Pertanyaan mahasiswa:

Apa akar masalah utama kasus tersebut?

Mahasiswa harus menentukan minimal 3 akar masalah.

 

E. TUGAS 3 – ANALISIS PIHAK YANG TERLIBAT

Identifikasi pihak yang terlibat dan tanggung jawabnya.

Pihak

Tindakan

Masalah Etik

Tanggung Jawab Seharusnya

Ketua

Mengambil keputusan tanpa semua anggota

Tidak transparan

Melibatkan semua anggota

Anggota 1

Tidak hadir rapat

Tidak disiplin

Memberi informasi dan menyelesaikan tugas

Anggota 2

Menolak manipulasi data

Sikap integritas

Mempertahankan kejujuran

Dosen

...

...

...

 

F. TUGAS 4 – ANALISIS NILAI ANTIKORUPSI

Analisis kasus menggunakan nilai-nilai budaya antikorupsi.

Nilai

Kondisi dalam Kasus

Perilaku yang Seharusnya

Kejujuran

Data dibuat berdasarkan perkiraan

Menggunakan data yang benar

Disiplin

Tidak hadir tanpa pemberitahuan

Hadir sesuai kesepakatan

Tanggung jawab

Tugas tidak diselesaikan

Menyelesaikan tugas sesuai peran

Transparansi

Keputusan tidak diketahui semua anggota

Semua keputusan dicatat dan diketahui anggota

Akuntabilitas

Kontribusi anggota tidak jelas

Setiap pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan

Keadilan

Nama dicantumkan tanpa kontribusi

Pengakuan diberikan sesuai kontribusi

Kepedulian

...

...

Kesederhanaan

...

...

Kerja keras

...

...

 

G. TUGAS 5 – DILEMA ETIK

Kelompok harus menjawab pertanyaan berikut:

 

Dilema 1

Jika kelompok memilih mengumpulkan laporan dengan data yang tidak lengkap tetapi benar, kemungkinan nilai mereka lebih rendah.

Jika kelompok memilih melengkapi data dengan angka yang dibuat-buat, kemungkinan laporan terlihat lebih baik.

Mana yang harus dipilih? Jelaskan alasannya.

 

Dilema 2

Jika salah satu anggota tidak bekerja tetapi tetap mendapatkan nilai yang sama, apakah hal tersebut adil?

Bagaimana mekanisme pembagian nilai yang seharusnya?

 

Dilema 3

Jika ketua kelompok mengetahui adanya manipulasi data tetapi memilih diam demi menjaga hubungan pertemanan, apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan?

Jelaskan berdasarkan prinsip integritas.

 

H. TUGAS 6 – RANCANG SOLUSI

Mahasiswa harus menyusun Rencana Perbaikan Integritas Kelompok.

Minimal memuat:

1. Perbaikan pembagian tugas

Setiap anggota memiliki:

  1. tugas;
  2. target;
  3. batas waktu;
  4. bukti pekerjaan;
  5. penanggung jawab.

2. Sistem transparansi

Kelompok membuat:

  1. notulen rapat;
  2. daftar hadir;
  3. pembagian tugas;
  4. progres pekerjaan;
  5. dokumentasi kegiatan;
  6. folder dokumen bersama.

3. Sistem akuntabilitas

Setiap anggota harus dapat menunjukkan:

Apa yang dikerjakan → kapan dikerjakan → bagaimana dikerjakan → apa hasilnya.

4. Sistem pengambilan keputusan

Setiap keputusan penting harus:

dibahas → disepakati → dicatat → dilaksanakan → dievaluasi.

5. Mekanisme penyelesaian konflik

Jika terjadi masalah:

klarifikasi → diskusi → kesepakatan → dokumentasi → evaluasi.

 

I. TUGAS 7 – BUAT "PAKTA INTEGRITAS KELOMPOK"

Setiap kelompok membuat satu Pakta Integritas Mahasiswa.

Minimal berisi 7 komitmen:

  1. Kami tidak akan memalsukan data.
  2. Kami tidak akan melakukan plagiarisme.
  3. Kami akan melaksanakan tugas sesuai pembagian.
  4. Kami akan menyampaikan informasi secara transparan.
  5. Kami akan menghargai kontribusi setiap anggota.
  6. Kami akan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
  7. Kami akan menyelesaikan konflik secara etis dan terbuka.

Setiap anggota membubuhkan nama dan tanda tangan.

 

J. TUGAS 8 – SIMULASI / ROLE PLAY

Kelompok melakukan simulasi selama 7–10 menit.

Skenario:

Dosen menemukan adanya data yang tidak sesuai dengan hasil survei.

Peran:

Ketua kelompok

Anggota yang memanipulasi data

Anggota yang menolak manipulasi

Anggota yang tidak bekerja

Dosen

Tujuan simulasi

Mahasiswa menunjukkan bagaimana menyelesaikan konflik dengan:

jujur – terbuka – bertanggung jawab – adil – etis.

 

K. PRODUK AKHIR KELOMPOK

Setiap kelompok menyerahkan:

1. Laporan analisis kasus

5–8 halaman, terdiri atas:

  1. Cover
  2. Identitas kelompok
  3. Deskripsi kasus
  4. Identifikasi masalah
  5. Analisis akar masalah
  6. Analisis nilai antikorupsi
  7. Analisis pihak terkait
  8. Alternatif solusi
  9. Rencana tindakan perbaikan
  10. Pakta integritas
  11. Kesimpulan

2. Presentasi

10–15 menit/kelompok

3. Role play

7–10 menit

4. Pakta Integritas Kelompok

Satu lembar.

 

L. FORMAT ANALISIS PEMECAHAN KASUS

Mahasiswa dapat menggunakan format sederhana berikut:

MASALAH → PENYEBAB → RISIKO → NILAI YANG DILANGGAR → SOLUSI → TINDAKAN → INDIKATOR KEBERHASILAN

Contoh:

Masalah

Penyebab

Risiko

Nilai Dilanggar

Solusi

Indikator

Manipulasi data

Data tidak lengkap

Informasi palsu

Kejujuran

Menggunakan data sebenarnya

100% data memiliki sumber

Anggota tidak bekerja

Tidak ada monitoring

Beban tidak adil

Tanggung jawab

Monitoring mingguan

Tugas selesai sesuai jadwal

Keputusan tidak transparan

Tidak ada notulen

Konflik

Transparansi

Notulen setiap rapat

Semua anggota menerima hasil keputusan

 

M. RUBRIK PENILAIAN

Komponen

Bobot

Identifikasi masalah

15%

Analisis akar masalah

15%

Analisis nilai antikorupsi

15%

Kualitas solusi

20%

Akuntabilitas dan transparansi solusi

10%

Presentasi

10%

Role play

10%

Pakta integritas

5%

Total

100%

Kriteria kualitas

Sangat Baik (86–100)
Analisis mendalam, mampu menghubungkan kasus dengan budaya antikorupsi, solusi realistis, argumentasi kuat, dan menunjukkan integritas.

Baik (76–85)
Analisis cukup lengkap, solusi relevan, tetapi belum mendalam.

Cukup (66–75)
Mampu mengidentifikasi masalah tetapi analisis dan solusi masih umum.

Kurang (≤65)
Tidak mampu mengidentifikasi akar masalah dan solusi tidak relevan.

 

N. REFLEKSI INDIVIDU

Setelah diskusi kelompok, setiap mahasiswa menjawab secara individual:

  1. Perilaku tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
  2. Pernahkah saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran dan hasil yang baik?
  3. Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya memanipulasi data?
  4. Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
  5. Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja kelompok?
  6. Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan sebagai mahasiswa?
  7. Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai dari sekarang?

Kalimat penutup refleksi:

"Integritas bukan hanya tentang menolak korupsi besar, tetapi dimulai dari kejujuran dalam hal kecil ketika tidak ada orang yang mengawasi."

 

O. KAITAN DENGAN PROFESI PROMOSI KESEHATAN

Kasus ini penting bagi mahasiswa Sarjana Terapan Promosi Kesehatan karena budaya antikorupsi tidak berhenti pada kehidupan akademik.

Dalam praktik profesional, promotor kesehatan akan berhadapan dengan:

data kesehatan → masyarakat → program → anggaran → media → mitra → pelaporan → evaluasi.