PENUGASAN STUDI KASUS
Mata Kuliah Pendidikan Budaya Antikorupsi
Pokok Bahasan:
Kedisiplinan, Transparansi Kerja Kelompok, Akuntabilitas, dan Sikap Etis
dalam Interaksi Akademik dan Sosial
Program
Studi: Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Metode: Case-Based Learning (CBL)
Bentuk: Kelompok 4–5 mahasiswa
Alokasi: 1–2 kali pertemuan
Produk akhir: Analisis kasus + solusi + presentasi + komitmen
antikorupsi
A.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
menyelesaikan studi kasus, mahasiswa mampu:
- Mengidentifikasi bentuk perilaku tidak disiplin,
tidak transparan, tidak akuntabel, dan tidak etis.
- Menganalisis hubungan perilaku tersebut dengan
nilai-nilai budaya antikorupsi.
- Mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan
dampak dari suatu tindakan tidak etis.
- Menyusun
alternatif solusi yang jujur, adil, transparan, bertanggung jawab, dan
dapat diterapkan.
- Menunjukkan sikap antikorupsi dalam kegiatan
akademik dan kehidupan sosial.
- Menerapkan prinsip integritas, disiplin,
transparansi, akuntabilitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian
dalam kerja kelompok.
B. STUDI KASUS
Kasus: "Kelompok Promkes yang
Tidak Transparan"
Mahasiswa semester II Program Studi
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan mendapat tugas kelompok untuk menyusun rancangan
kampanye promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
di lingkungan masyarakat.
Kelompok
terdiri atas lima mahasiswa:
Andi – ketua kelompok
Budi – sekretaris
Citra – anggota
Deni – anggota
Eka – anggota
Waktu
pengerjaan selama dua minggu. Setiap mahasiswa telah menyepakati
pembagian tugas dan jadwal kerja.
Namun, selama
proses pengerjaan terjadi beberapa masalah.
1. Masalah
kedisiplinan
Deni beberapa
kali tidak hadir dalam rapat kelompok dengan alasan kesibukan pribadi. Ia tidak
memberikan informasi sebelumnya.
Ketika ditanya
oleh anggota lain, Deni mengatakan:
”Nanti bagian
saya saya kerjakan sendiri.”
Namun sampai mendekati batas
pengumpulan, tugas tersebut belum selesai.
2. Masalah transparansi
Andi sebagai ketua kelompok membuat
grup komunikasi khusus dengan Budi dan Citra untuk membahas tugas.
Deni dan Eka tidak mengetahui bahwa
sebagian keputusan penting mengenai isi tugas telah dibuat dalam grup tersebut.
Ketika Deni bertanya mengenai
perkembangan tugas, Andi menjawab:
"Sudah
dibahas, kamu tinggal ikut saja."
Tidak ada
notulen atau catatan resmi mengenai keputusan kelompok.
3. Masalah akuntabilitas
Sehari sebelum pengumpulan,
ternyata data hasil survei PHBS yang digunakan dalam laporan belum lengkap.
Andi kemudian mengusulkan:
"Supaya cepat, kita lengkapi
saja beberapa angka yang belum ada. Toh dosen juga tidak akan mengecek satu per
satu."
Citra tidak setuju karena data
tersebut tidak benar-benar diperoleh dari responden.
Namun, Budi mengatakan:
"Kalau tidak dilengkapi, kita
bisa terlambat mengumpulkan."
Akhirnya
sebagian data dimasukkan berdasarkan perkiraan.
4. Masalah sikap etis
Saat presentasi, dosen bertanya
mengenai siapa yang melakukan survei dan bagaimana data diperoleh.
Andi menjawab:
"Kami
semua melakukan survei bersama."
Padahal
sebenarnya hanya Citra dan Eka yang melakukan pengumpulan data.
Selain itu,
Andi memasukkan nama Deni sebagai anggota yang melakukan analisis data meskipun
Deni tidak pernah mengerjakan bagian tersebut.
5. Konflik dalam kelompok
Setelah mengetahui hal tersebut,
Eka merasa keberatan karena kerja kerasnya tidak diakui.
Deni juga merasa tidak nyaman
karena namanya dicantumkan pada pekerjaan yang tidak dilakukannya.
Kelompok kemudian terpecah menjadi
dua pendapat:
Kelompok
pertama:
"Yang penting tugas selesai dan semua mendapat nilai."
Kelompok
kedua:
"Kita harus memperbaiki laporan meskipun nilainya mungkin berkurang."
Dosen kemudian
meminta seluruh kelompok menjelaskan proses kerja, pembagian tugas, sumber
data, dan kontribusi masing-masing anggota.
C. TUGAS MAHASISWA
Setiap kelompok diminta menjadi "Tim
Investigasi Integritas Akademik".
Tugas kelompok adalah menganalisis
kasus secara objektif dan menyusun solusi berdasarkan prinsip budaya
antikorupsi.
Tugas 1 – Identifikasi Masalah
Identifikasi minimal 8 masalah
yang terdapat dalam kasus.
Gunakan tabel berikut:
|
No |
Peristiwa
dalam Kasus |
Jenis
Masalah |
Nilai
Antikorupsi yang Dilanggar |
|
1 |
Deni tidak hadir tanpa
pemberitahuan |
Ketidakdisiplinan |
Tanggung jawab |
|
2 |
Keputusan
dibuat tanpa melibatkan semua anggota |
Tidak transparan |
Transparansi |
|
3 |
Data dibuat berdasarkan perkiraan |
Ketidakjujuran/manipulasi data |
Kejujuran |
|
4 |
... |
... |
... |
Mahasiswa harus membedakan antara:
- ketidakdisiplinan;
- ketidakjujuran;
- manipulasi
data;
- ketidaktransparanan;
- ketidakadilan;
- tidak
bertanggung jawab;
- konflik
kepentingan;
- penyalahgunaan
kepercayaan;
- plagiarisme
atau pemalsuan;
- perilaku
tidak etis.
D. TUGAS 2 – ANALISIS AKAR MASALAH
Gunakan pendekatan 5 Why
Analysis.
Contoh:
Masalah:
Data survei dimanipulasi.
Why 1: Mengapa data dimanipulasi?
→ Karena data belum lengkap.
Why 2: Mengapa data belum lengkap?
→ Karena pengumpulan data tidak sesuai jadwal.
Why 3: Mengapa tidak sesuai jadwal?
→ Karena pembagian tugas dan monitoring tidak berjalan.
Why 4: Mengapa monitoring tidak berjalan?
→ Karena ketua tidak membuat mekanisme pemantauan yang jelas.
Why 5:
Mengapa mekanisme tidak dibuat?
→ Karena kelompok menganggap penyelesaian tugas lebih penting daripada proses
yang jujur dan akuntabel.
Pertanyaan
mahasiswa:
Apa
akar masalah utama kasus tersebut?
Mahasiswa harus menentukan minimal 3
akar masalah.
E. TUGAS 3 – ANALISIS PIHAK YANG
TERLIBAT
Identifikasi
pihak yang terlibat dan tanggung jawabnya.
|
Pihak |
Tindakan |
Masalah Etik |
Tanggung Jawab Seharusnya |
|
Ketua |
Mengambil
keputusan tanpa semua anggota |
Tidak transparan |
Melibatkan semua anggota |
|
Anggota 1 |
Tidak hadir rapat |
Tidak disiplin |
Memberi
informasi dan menyelesaikan tugas |
|
Anggota 2 |
Menolak manipulasi data |
Sikap integritas |
Mempertahankan kejujuran |
|
Dosen |
... |
... |
... |
F.
TUGAS 4 – ANALISIS NILAI ANTIKORUPSI
Analisis kasus
menggunakan nilai-nilai budaya antikorupsi.
|
Nilai |
Kondisi
dalam Kasus |
Perilaku
yang Seharusnya |
|
Kejujuran |
Data dibuat berdasarkan perkiraan |
Menggunakan data yang benar |
|
Disiplin |
Tidak hadir tanpa pemberitahuan |
Hadir sesuai kesepakatan |
|
Tanggung jawab |
Tugas tidak diselesaikan |
Menyelesaikan tugas sesuai peran |
|
Transparansi |
Keputusan
tidak diketahui semua anggota |
Semua
keputusan dicatat dan diketahui anggota |
|
Akuntabilitas |
Kontribusi anggota tidak jelas |
Setiap pekerjaan dapat
dipertanggungjawabkan |
|
Keadilan |
Nama dicantumkan tanpa kontribusi |
Pengakuan diberikan sesuai
kontribusi |
|
Kepedulian |
... |
... |
|
Kesederhanaan |
... |
... |
|
Kerja keras |
... |
... |
G. TUGAS 5 – DILEMA ETIK
Kelompok harus menjawab pertanyaan
berikut:
Dilema 1
Jika kelompok memilih mengumpulkan
laporan dengan data yang tidak lengkap tetapi benar, kemungkinan nilai
mereka lebih rendah.
Jika kelompok memilih melengkapi
data dengan angka yang dibuat-buat, kemungkinan laporan terlihat lebih
baik.
Mana
yang harus dipilih? Jelaskan alasannya.
Dilema 2
Jika salah satu anggota tidak
bekerja tetapi tetap mendapatkan nilai yang sama, apakah hal tersebut adil?
Bagaimana
mekanisme pembagian nilai yang seharusnya?
Dilema 3
Jika ketua kelompok mengetahui
adanya manipulasi data tetapi memilih diam demi menjaga hubungan pertemanan,
apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan?
Jelaskan berdasarkan prinsip
integritas.
H.
TUGAS 6 – RANCANG SOLUSI
Mahasiswa
harus menyusun Rencana Perbaikan Integritas Kelompok.
Minimal memuat:
1. Perbaikan pembagian tugas
Setiap anggota memiliki:
- tugas;
- target;
- batas
waktu;
- bukti
pekerjaan;
- penanggung
jawab.
2. Sistem transparansi
Kelompok membuat:
- notulen
rapat;
- daftar
hadir;
- pembagian
tugas;
- progres
pekerjaan;
- dokumentasi
kegiatan;
- folder
dokumen bersama.
3. Sistem akuntabilitas
Setiap anggota harus dapat
menunjukkan:
Apa
yang dikerjakan → kapan dikerjakan → bagaimana dikerjakan → apa hasilnya.
4.
Sistem pengambilan keputusan
Setiap
keputusan penting harus:
dibahas
→ disepakati → dicatat → dilaksanakan → dievaluasi.
5.
Mekanisme penyelesaian konflik
Jika terjadi
masalah:
klarifikasi
→ diskusi → kesepakatan → dokumentasi → evaluasi.
I. TUGAS 7 – BUAT "PAKTA
INTEGRITAS KELOMPOK"
Setiap kelompok membuat satu Pakta
Integritas Mahasiswa.
Minimal berisi 7 komitmen:
- Kami tidak akan memalsukan data.
- Kami
tidak akan melakukan plagiarisme.
- Kami akan melaksanakan tugas sesuai pembagian.
- Kami
akan menyampaikan informasi secara transparan.
- Kami
akan menghargai kontribusi setiap anggota.
- Kami
akan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
- Kami akan menyelesaikan konflik secara etis dan
terbuka.
Setiap anggota membubuhkan nama dan
tanda tangan.
J.
TUGAS 8 – SIMULASI / ROLE PLAY
Kelompok
melakukan simulasi selama 7–10 menit.
Skenario:
Dosen
menemukan adanya data yang tidak sesuai dengan hasil survei.
Peran:
Ketua
kelompok
Anggota
yang memanipulasi data
Anggota
yang menolak manipulasi
Anggota
yang tidak bekerja
Dosen
Tujuan simulasi
Mahasiswa menunjukkan bagaimana
menyelesaikan konflik dengan:
jujur
– terbuka – bertanggung jawab – adil – etis.
K.
PRODUK AKHIR KELOMPOK
Setiap
kelompok menyerahkan:
1.
Laporan analisis kasus
5–8
halaman, terdiri atas:
- Cover
- Identitas
kelompok
- Deskripsi
kasus
- Identifikasi
masalah
- Analisis
akar masalah
- Analisis
nilai antikorupsi
- Analisis
pihak terkait
- Alternatif
solusi
- Rencana
tindakan perbaikan
- Pakta
integritas
- Kesimpulan
2. Presentasi
10–15 menit/kelompok
3. Role play
7–10 menit
4. Pakta Integritas Kelompok
Satu lembar.
L. FORMAT ANALISIS PEMECAHAN KASUS
Mahasiswa dapat menggunakan format
sederhana berikut:
MASALAH → PENYEBAB → RISIKO → NILAI
YANG DILANGGAR → SOLUSI → TINDAKAN → INDIKATOR KEBERHASILAN
Contoh:
|
Masalah |
Penyebab |
Risiko |
Nilai Dilanggar |
Solusi |
Indikator |
|
Manipulasi data |
Data tidak lengkap |
Informasi palsu |
Kejujuran |
Menggunakan data sebenarnya |
100% data memiliki sumber |
|
Anggota tidak bekerja |
Tidak ada monitoring |
Beban tidak adil |
Tanggung jawab |
Monitoring mingguan |
Tugas selesai sesuai jadwal |
|
Keputusan tidak transparan |
Tidak ada notulen |
Konflik |
Transparansi |
Notulen setiap rapat |
Semua
anggota menerima hasil keputusan |
M. RUBRIK PENILAIAN
|
Komponen |
Bobot |
|
Identifikasi masalah |
15% |
|
Analisis akar masalah |
15% |
|
Analisis nilai antikorupsi |
15% |
|
Kualitas solusi |
20% |
|
Akuntabilitas dan transparansi
solusi |
10% |
|
Presentasi |
10% |
|
Role play |
10% |
|
Pakta integritas |
5% |
|
Total |
100% |
Kriteria kualitas
Sangat
Baik (86–100)
Analisis mendalam, mampu menghubungkan kasus dengan budaya antikorupsi, solusi
realistis, argumentasi kuat, dan menunjukkan integritas.
Baik
(76–85)
Analisis cukup lengkap, solusi relevan, tetapi belum mendalam.
Cukup
(66–75)
Mampu mengidentifikasi masalah tetapi analisis dan solusi masih umum.
Kurang (≤65)
Tidak mampu mengidentifikasi akar masalah dan solusi tidak relevan.
N. REFLEKSI INDIVIDU
Setelah diskusi kelompok, setiap
mahasiswa menjawab secara individual:
- Perilaku
tidak etis apa yang paling sering terjadi dalam kerja kelompok mahasiswa?
- Pernahkah
saya berada dalam situasi yang mengharuskan memilih antara kejujuran
dan hasil yang baik?
- Apa yang akan saya lakukan jika teman meminta saya
memanipulasi data?
- Bagaimana cara saya meningkatkan kedisiplinan?
- Bagaimana saya menunjukkan transparansi dalam kerja
kelompok?
- Apa bentuk akuntabilitas yang dapat saya lakukan
sebagai mahasiswa?
- Apa satu perilaku antikorupsi yang akan saya mulai
dari sekarang?
Kalimat
penutup refleksi:
"Integritas
bukan hanya tentang menolak korupsi besar, tetapi dimulai dari kejujuran dalam
hal kecil ketika tidak ada orang yang mengawasi."
O.
KAITAN DENGAN PROFESI PROMOSI KESEHATAN
Kasus ini
penting bagi mahasiswa Sarjana Terapan Promosi Kesehatan karena budaya
antikorupsi tidak berhenti pada kehidupan akademik.
Dalam praktik
profesional, promotor kesehatan akan berhadapan dengan:
data
kesehatan → masyarakat → program → anggaran → media → mitra → pelaporan →
evaluasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar