Kamis, 05 Februari 2026

TUGAS TERSTRUKTUR GAYA KEPEMIMPINAN

 

TUGAS TERSTRUKTUR GAYA KEPEMIMPINAN

Topik: Gaya Kepemimpinan dalam Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat di Kelurahan X

Latar Belakang Kasus

Kelurahan X merupakan wilayah dengan potensi sumber daya masyarakat yang beragam. Namun, dalam pelaksanaan program pemberdayaan (misalnya PHBS, pengelolaan sampah, posyandu, karang taruna, dan UMKM), sering muncul tantangan terkait koordinasi, partisipasi warga, dan perbedaan gaya kepemimpinan lurah, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.

Gaya kepemimpinan yang diterapkan (demokratis, otoriter, partisipatif, transformasional, transaksional, karismatik, dan situasional) sangat memengaruhi efektivitas pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat. Dari kasus tersebut diatas, Sebagai seorang Promotor kesehatan tugas anda bentuklah 7 kelompok. Masing masing kelompok mendapat tugas sebagai berikut.

 

Pembagian Penugasan per Kelompok

Kelompok 1 – Kepemimpinan Demokratis

  1. Analisis bagaimana gaya kepemimpinan demokratis dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di Kelurahan X
  2. Studi kasus: program musyawarah warga untuk pengelolaan sampah.
  3. Produk: mind map + contoh mekanisme musyawarah yang efektif.

 

Kelompok 2 – Kepemimpinan Otoriter

  1. Uraikan kelebihan dan kelemahan kepemimpinan otoriter dalam program masyarakat.
  2. Studi kasus: penegakan aturan kebersihan lingkungan oleh RT/RW.
  3. Produk: tabel analisis SWOT gaya otoriter di level kelurahan.

 

Kelompok 3 – Kepemimpinan Partisipatif

  1. Jelaskan bagaimana kepemimpinan partisipatif dapat menggerakkan kader posyandu dan PKK.
  2. Studi kasus: kegiatan Posyandu Balita di RW 05.
  3. Produk: role play/simulasi rapat kader.

 

Kelompok 4 – Kepemimpinan Transformasional

  1. Analisis peran pemimpin transformasional dalam mengubah pola pikir masyarakat.
  2. Studi kasus: mengubah perilaku buang sampah sembarangan menjadi pemilahan sampah rumah tangga.
  3. Produk: poster edukasi + rencana kegiatan.

 

Kelompok 5 – Kepemimpinan Transaksional

  1. Uraikan bagaimana kepemimpinan transaksional memengaruhi motivasi masyarakat.
  2. Studi kasus: pemberian insentif bagi warga yang aktif kerja bakti.
  3. Produk: tabel perbandingan reward–punishment dengan hasil pemberdayaan.

 

Kelompok 6 – Kepemimpinan Karismatik

  1. Bahas bagaimana figur pemimpin yang karismatik dapat menggerakkan masyarakat walaupun dengan minim aturan tertulis.
  2. Studi kasus: tokoh agama/masyarakat dalam kegiatan gotong royong.
  3. Produk: video singkat (5 menit) simulasi pengaruh tokoh karismatik.

 

Kelompok 7 – Kepemimpinan Situasional

  1. Analisis penerapan kepemimpinan situasional (menggabungkan beberapa gaya sesuai kebutuhan).
  2. Studi kasus: koordinasi antara Lurah, Ketua RW, dan Karang Taruna saat terjadi banjir.
  3. Produk: skenario simulasi tanggap darurat (drama/skenario tertulis).

 

Output yang Diharapkan

  1. Presentasi per kelompok (10 menit).
  2. Produk Kreatif (poster, video, tabel analisis, role play, skenario).
  3. Kesimpulan Bersama: gaya kepemimpinan apa yang paling efektif untuk pemberdayaan di Kelurahan X

 

Rubrik Penilaian Penugasan Kelompok

Mata Kuliah: Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat
Topik: Gaya Kepemimpinan di Kelurahan X

Aspek Penilaian

Bobot (%)

Indikator Penilaian

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Skor 5

1. Analisis Kasus

25%

Kemampuan menganalisis gaya kepemimpinan dan relevansinya dengan pemberdayaan masyarakat

Analisis sangat dangkal, tidak relevan

Analisis kurang mendalam

Analisis cukup, sebagian relevan

Analisis baik, cukup rinci dan relevan

Analisis sangat mendalam, kritis, dan sangat relevan

2. Kreativitas Produk

20%

Kualitas poster, video, role play, mind map, atau tabel yang dibuat

Produk tidak ada

Produk ada tapi sangat sederhana

Produk cukup kreatif namun kurang menarik

Produk kreatif, menarik, sesuai topik

Produk sangat kreatif, inovatif, dan menarik perhatian

3. Relevansi Studi Kasus

15%

Kesesuaian studi kasus dengan kondisi nyata di Kelurahan X

Tidak relevan sama sekali

Relevansi sangat rendah

Relevansi cukup, tapi masih umum

Relevan dengan kondisi lapangan

Sangat relevan, menggambarkan realita di masyarakat

4. Presentasi Kelompok

20%

Kejelasan penyampaian, alur presentasi, kerjasama, dan penggunaan waktu

Tidak terstruktur, tidak jelas

Kurang terstruktur, tidak jelas

Presentasi cukup jelas, alur kurang rapi

Presentasi jelas, alur rapi, kerja sama baik

Presentasi sangat jelas, komunikatif, waktu efektif

5. Kerjasama Tim

10%

Partisipasi anggota kelompok

Tidak ada kerjasama, hanya 1 orang aktif

Sebagian besar pasif

Setengah anggota aktif

Hampir semua anggota aktif

Semua anggota aktif, ada kolaborasi baik

6. Kesimpulan & Rekomendasi

10%

Kemampuan menarik kesimpulan dan memberi rekomendasi

Tidak ada kesimpulan

Kesimpulan lemah, tidak terkait topik

Kesimpulan cukup relevan

Kesimpulan baik, ada rekomendasi

Kesimpulan sangat kuat, rekomendasi aplikatif

 

Skor Akhir

  1. Skor diperoleh dari rata-rata nilai tiap aspek × bobot.
  2. Konversi Nilai:
    1. 86–100 = A (Sangat Baik)
    2. 71–85 = B (Baik)
    3. 56–70 = C (Cukup)
    4. 41–55 = D (Kurang)
    5. ≤40 = E (Sangat Kurang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN KELOMPOK

Topik: Gaya Kepemimpinan dalam Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat di Kelurahan X

Nama Kelompok        : ………………………………………
Anggota Kelompok    : ………………………………………
Jenis Kepemimpinan : ………………………………………

No

Aspek Penilaian

Bobot (%)

Skor (1–5)

Nilai (Bobot × Skor)

Catatan Penilai

1

Analisis Kasus

25%

 

 

 

2

Kreativitas Produk

20%

 

 

 

3

Relevansi Studi Kasus

15%

 

 

 

4

Presentasi Kelompok

20%

 

 

 

5

Kerjasama Tim

10%

 

 

 

6

Kesimpulan & Rekomendasi

10%

 

 

 

Total

100%

 

 

……..

 

 

Konversi Nilai Akhir :

  • A = 86–100 (Sangat Baik)
  • B = 71–85 (Baik)
  • C = 56–70 (Cukup)
  • D = 41–55 (Kurang)
  • E = ≤40 (Sangat Kurang)

Catatan Penilai:
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

Nama Penilai : ………………………………..
Tanggal : ………………………………..
Tanda Tangan : ………………………………..

TEORI KEPEMIMPINAN

 

TEORI KEPEMIMPINAN

Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

1. Berdasarkan Teori Kepribadian (MBTI - Myers-Briggs Type Indicator)

Terdapat 16 tipe kepribadian, berdasarkan 4 dimensi:

  1. Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
  2. Sensing (S) vs Intuition (N)
  3. Thinking (T) vs Feeling (F)
  4. Judging (J) vs Perceiving (P)

Contoh:

  1. ISTJ – Serius, terorganisir, bertanggung jawab
  2. ENFP – Antusias, kreatif, ekspresif
  3. INFJ – Idealistik, pemikir dalam, peduli

 

2. Berdasarkan Teori Temperamen Hippocrates (Klasik)

Dibagi menjadi 4 tipe utama:

  1. Sanguinis – Ceria, ekstrovert, sosial
  2. Koleris – Tegas, dominan, pemimpin
  3. Melankolis – Analitis, perfeksionis, sensitif
  4. Plegmatis – Pendamai, tenang, sabar

 

3. Berdasarkan Gaya Belajar

  1. Visual – Belajar melalui gambar dan penglihatan
  2. Auditori – Belajar melalui suara dan pendengaran
  3. Kinestetik – Belajar melalui gerakan dan praktik langsung

 

4. Berdasarkan Tipe Sosial / Interaksi

  1. Pemimpin – Menyukai peran sebagai pengatur atau pengarah
  2. Pendukung – Suka membantu, mendukung orang lain
  3. Pencari perhatian – Suka menjadi pusat perhatian
  4. Pengamat – Tenang, suka menganalisis tanpa banyak bicara

 

5. Berdasarkan Motivasi Hidup (Enneagram)

Ada 9 tipe utama, misalnya:

  1. Tipe 1: Perfeksionis
  2. Tipe 2: Penolong
  3. Tipe 3: Pengejar Prestasi
  4. Tipe 4: Romantis / Unik
  5. Tipe 5: Pengamat
  6. Tipe 6: Loyalis
  7. Tipe 7: Petualang
  8. Tipe 8: Pemimpin Tegas
  9. Tipe 9: Pendamai

 

6. Berdasarkan Perilaku dalam Tim (DISC)

  1. Dominance (D) – Tegas, langsung
  2. Influence (I) – Ramah, persuasif
  3. Steadiness (S) – Stabil, suportif
  4. Compliance (C) – Teliti, logis

 

Menghadapi bawahan yang beraneka ragam membutuhkan gaya kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif. Setiap individu memiliki latar belakang, kepribadian, kemampuan, serta motivasi yang berbeda, sehingga seorang pemimpin harus menyesuaikan pendekatannya agar bisa memaksimalkan potensi tim secara keseluruhan.

 

1. Gunakan Gaya Kepemimpinan Situasional

Menurut Paul Hersey dan Ken Blanchard, pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan tingkat kematangan (kemampuan dan kemauan) bawahan.

Empat gaya utama:

 

GAYA

PENJELASAN

COCOK UNTUK BAWAHAN...

Telling (Memberi instruksi)

Pemimpin dominan dalam memberi perintah

Yang belum berpengalaman / butuh arahan

Selling (Membujuk dan menjelaskan)

Masih mengarahkan, tapi mulai melibatkan

Yang kurang percaya diri namun ingin belajar

Participating (Melibatkan bawahan)

Fokus pada relasi, bawahan dilibatkan

Yang cukup kompeten, butuh dukungan

Delegating (Mendelegasikan)

Memberi kebebasan dan tanggung jawab

Yang sudah mandiri dan kompeten

 

 

2. Terapkan Gaya Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin ini menginspirasi dan memotivasi, cocok untuk menghadapi tim yang beragam.

Ciri-cirinya:

  1. Memberikan visi besar
  2. Fokus pada pengembangan individu
  3. Menghargai perbedaan keunikan setiap anggota
  4. Membangun komitmen bersama

 

3. Perhatikan Kebutuhan Individual

Pemimpin yang efektif akan:

  1. Mengenal karakter dan latar belakang setiap anggota tim
  2. Menggunakan pendekatan personal saat memberikan arahan atau umpan balik
  3. Menyesuaikan cara komunikasi dengan gaya belajar atau kepribadian bawahan (misalnya: langsung vs tidak langsung, teknis vs emosional)

 

4. Kombinasikan Gaya Kepemimpinan

Dalam praktiknya, pemimpin bisa menggunakan kombinasi dari:

  1. Kepemimpinan demokratis untuk mendorong partisipasi
  2. Kepemimpinan otoriter dalam situasi darurat atau krisis
  3. Kepemimpinan laissez-faire bila tim sudah sangat mandiri

Contoh Praktis:

  1. Seorang staf junior baru lulus → butuh bimbingan dan instruksi jelas
  2. Seorang staf senior yang berpengalaman → cukup dengan delegasi dan kepercayaan

c.      Seorang staf kreatif → beri ruang untuk eksplorasi dan masukan

  1. Seorang staf pemalu tapi kompeten → butuh dorongan dan pengakuan pribadi

 

Kesimpulan:

Gaya kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi bawahan yang beraneka ragam adalah gaya yang fleksibel, berorientasi pada situasi, dan menghargai perbedaan individu. Pemimpin bukan hanya memberi perintah, tapi juga menjadi pembimbing, pendengar, dan motivator.