Senin, 02 Maret 2026

GIZI MASYARAKAT

 

Materi Kuliah

GIZI MASYARAKAT

Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

 

1. Pengertian Gizi Masyarakat

Gizi masyarakat adalah upaya terencana untuk meningkatkan status gizi individu, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut World Health Organization, gizi masyarakat merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui pemenuhan kebutuhan zat gizi yang optimal.

Di Indonesia, program gizi masyarakat menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

2. Ruang Lingkup Gizi Masyarakat

Gizi masyarakat mencakup beberapa aspek utama:

  1. Status gizi masyarakat
  2. Masalah gizi di masyarakat
  3. Intervensi gizi
  4. Edukasi gizi
  5. Kebijakan dan program gizi nasional
  6. Surveilans gizi
  7. Perilaku konsumsi makanan

 

3. Tujuan Gizi Masyarakat

Tujuan utama gizi masyarakat adalah:

  1. Meningkatkan status gizi masyarakat
  2. Menurunkan angka kekurangan gizi
  3. Mencegah penyakit terkait gizi
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
  5. Mendukung pembangunan kesehatan nasional

 

4. Konsep Status Gizi

Status gizi adalah kondisi tubuh seseorang sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh.

Status gizi dibagi menjadi:

  1. Gizi baik
  2. Gizi kurang
  3. Gizi buruk
  4. Gizi lebih (obesitas)

Indikator status gizi yang umum digunakan:

  1. IMT (Indeks Massa Tubuh)
  2. BB/U (Berat Badan menurut Umur)
  3. TB/U (Tinggi Badan menurut Umur)
  4. BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan)
  5. Lingkar Lengan Atas (LILA)

 

5. Masalah Gizi di Indonesia

Masalah gizi di masyarakat terdiri dari double burden of malnutrition yaitu:

a.   Masalah Gizi Kurang

1)     Stunting

2)     Wasting

3)     Underweight

4)     Kekurangan zat gizi mikro

b.  Masalah Gizi Lebih

1)     Overweight

2)     Obesitas

3)     Penyakit tidak menular

c.   Kekurangan Zat Gizi Mikro

Contoh:

1)     Anemia

2)     Kekurangan Vitamin A

3)     Kekurangan yodium

 

6. Faktor Penyebab Masalah Gizi

Masalah gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Penyebab langsung

  1. Asupan makanan tidak adekuat
  2. Penyakit infeksi

Penyebab tidak langsung

  1. Ketahanan pangan keluarga
  2. Pola asuh
  3. Akses pelayanan kesehatan
  4. Sanitasi lingkungan

Penyebab dasar

  1. Kemiskinan
  2. Pendidikan
  3. Budaya
  4. Kebijakan

 

7. Siklus Kehidupan dalam Gizi Masyarakat

Intervensi gizi dilakukan sepanjang siklus kehidupan:

  1. Ibu hamil
  2. Bayi
  3. Balita
  4. Anak sekolah
  5. Remaja
  6. Dewasa
  7. Lansia

Konsep ini disebut life cycle nutrition approach.

 

 

8. Program Gizi Masyarakat di Indonesia

Program gizi masyarakat meliputi:

  1. Perbaikan gizi ibu hamil
  2. Pencegahan stunting
  3. Pemberian makanan tambahan
  4. Tablet tambah darah
  5. Program gizi remaja
  6. Posyandu
  7. Edukasi gizi seimbang

 

9. Pedoman Gizi Seimbang

Pedoman gizi seimbang memiliki empat pilar:

  1. Konsumsi makanan beragam
  2. Perilaku hidup bersih
  3. Aktivitas fisik
  4. Memantau berat badan

Visualisasi pedoman ini dikenal sebagai Tumpeng Gizi Seimbang.

 

10. Peran Promosi Kesehatan dalam Gizi Masyarakat

Tenaga promosi kesehatan memiliki peran penting dalam:

  1. Edukasi gizi
  2. Perubahan perilaku masyarakat
  3. Pemberdayaan keluarga
  4. Kampanye kesehatan
  5. Advokasi kebijakan
  6. Pengembangan media promosi kesehatan

Strategi promosi kesehatan meliputi:

  1. Komunikasi perubahan perilaku
  2. Pemberdayaan masyarakat
  3. Pendekatan keluarga
  4. Pendekatan komunitas

 

11. Metode Intervensi Gizi Masyarakat

Intervensi gizi dapat dilakukan melalui:

Intervensi Spesifik

Langsung berkaitan dengan masalah gizi:

  1. Pemberian suplemen
  2. Fortifikasi makanan
  3. PMT (Pemberian Makanan Tambahan)

Intervensi Sensitif

Mendukung perbaikan gizi:

  1. Sanitasi
  2. Pendidikan
  3. Ketahanan pangan
  4. Air bersih

 

12. Edukasi Gizi di Masyarakat

Metode edukasi yang dapat digunakan:

  1. Penyuluhan kelompok
  2. Konseling gizi
  3. Media edukasi
  4. Kampanye kesehatan
  5. Demonstrasi makanan sehat
  6. Pendekatan peer educator

Media promosi kesehatan:

  1. Poster
  2. Leaflet
  3. Video edukasi
  4. Media sosial
  5. Modul kesehatan

 

13. Indikator Keberhasilan Program Gizi

Indikator yang digunakan:

  1. Penurunan angka stunting
  2. Penurunan anemia
  3. Peningkatan status gizi
  4. Perubahan perilaku makan
  5. Cakupan program gizi
  6. Partisipasi masyarakat

 

14. Peran Mahasiswa Promosi Kesehatan

Mahasiswa promosi kesehatan berperan sebagai:

  1. Edukator kesehatan
  2. Fasilitator masyarakat
  3. Agent of change
  4. Konselor kesehatan
  5. Pengembang media promosi
  6. Penggerak program gizi masyarakat

 

15. Studi Kasus Diskusi Mahasiswa

Kasus:

Di suatu wilayah ditemukan:

  1. Stunting tinggi
  2. Anemia pada remaja putri
  3. Pola makan tidak sehat

Pertanyaan diskusi:

  1. Apa masalah gizi utama di wilayah tersebut?
  2. Apa penyebabnya?
  3. Intervensi promosi kesehatan apa yang dapat dilakukan?
  4. Media edukasi apa yang paling efektif?
  5. Bagaimana melibatkan keluarga dalam program gizi?

 

Penugasan Mahasiswa

Mahasiswa diminta:

  1. Membuat analisis masalah gizi di wilayah kerja puskesmas
  2. Menyusun rencana promosi kesehatan gizi
  3. Membuat media edukasi gizi masyarakat
  4. Melakukan simulasi penyuluhan gizi

Rabu, 25 Februari 2026

PROMOSI KESEHATAN GIZI DI MASYARAKAT

 

PROMOSI KESEHATAN GIZI DI MASYARAKAT

Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

 

1. Pengertian Promosi Kesehatan Gizi

Promosi kesehatan gizi adalah upaya sistematis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat agar mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang sehingga tercapai derajat kesehatan optimal.

Menurut World Health Organization, promosi kesehatan merupakan proses yang memungkinkan individu dan masyarakat meningkatkan kontrol terhadap faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka, termasuk status gizi.

Di Indonesia, program promosi gizi banyak dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui pendekatan Gizi Seimbang, Germas, dan percepatan penurunan stunting.

 

2. Tujuan Promosi Kesehatan Gizi

Tujuan Umum

Meningkatkan status gizi masyarakat melalui perubahan perilaku makan yang sehat dan berkelanjutan.

Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang.
  2. Meningkatkan kesadaran pentingnya pola makan sehat.
  3. Mendorong perubahan perilaku konsumsi makanan bergizi.
  4. Mencegah masalah gizi seperti:

1)       Stunting

2)       Gizi kurang

3)       Anemia

4)       Obesitas

  1. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih makanan sehat.

 

3. Masalah Gizi di Masyarakat

Masalah gizi di Indonesia masih menjadi isu penting, antara lain:

a.   Stunting

Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis.

b.   Wasting

Berat badan anak terlalu rendah dibanding tinggi badan.

c.   Underweight

Berat badan kurang menurut umur.

d.         Anemia

Kekurangan zat besi yang banyak terjadi pada:

  1. Remaja putri
  2. Ibu hamil

e.         Obesitas

Masalah gizi lebih yang meningkat pada remaja dan dewasa.

Masalah ini sering disebut double burden of malnutrition.

4. Determinan Masalah Gizi

Masalah gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor:

a.   Faktor Langsung

1)        Asupan makanan tidak adekuat

2)        Penyakit infeksi

b.      Faktor Tidak Langsung

1)        Pola asuh

2)        Ketahanan pangan keluarga

3)        Sanitasi lingkungan

4)        Akses pelayanan kesehatan

5)        Pendidikan ibu

c.       Faktor Sosial Ekonomi

1)        Pendapatan keluarga

2)        Budaya makan

3)        Ketersediaan pangan

 

5. Prinsip Gizi Seimbang

Gizi seimbang merupakan pedoman makan yang dianjurkan dalam promosi kesehatan.

Prinsip utama:

a.          Konsumsi makanan beragam

Tidak hanya satu jenis makanan.

b.         Aktivitas fisik teratur

Minimal 30 menit per hari.

c.          Perilaku hidup bersih

Cuci tangan pakai sabun.

d.      Memantau berat badan secara rutin

 

6. Sasaran Promosi Kesehatan Gizi

Promosi gizi dilakukan pada berbagai kelompok masyarakat:

  1. Ibu hamil
  2. Ibu menyusui
  3. Bayi dan balita
  4. Remaja
  5. Pasangan usia subur
  6. Lansia
  7. Keluarga
  8. Masyarakat umum
  9. Sekolah
  10. Tempat kerja

 

7. Strategi Promosi Kesehatan Gizi

a.   Advokasi

Mempengaruhi pengambil kebijakan agar mendukung program gizi.

Contoh:

1)           Program penurunan stunting

2)           Kebijakan kantin sehat

b.   Bina Suasana

Menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sehat.

Contoh:

1)     Kampanye makan sehat

2)     Media edukasi gizi

c.   Pemberdayaan Masyarakat

Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga gizi keluarga.

Contoh:

1)                              Kelas ibu hamil

2)                              Posyandu

3)                              Kebun gizi keluarga

 

8. Metode Promosi Kesehatan Gizi

a.         Metode Individu

1)     Konseling gizi

2)     Home visit

b.          Metode Kelompok

1)     Penyuluhan

2)     Diskusi kelompok

3)     Demonstrasi memasak

c.          Metode Massa

1)      Media sosial

2)      Poster

3)      Video edukasi

4)      Kampanye kesehatan

 

9. Media Promosi Kesehatan Gizi

a.   Media Cetak

1)     Leaflet

2)     Poster

3)     Booklet

4)     Modul

b.   Media Elektronik

1)     Video edukasi

2)     Animasi

3)     Webinar

c.   Media Sosial

1)     Instagram

2)     TikTok edukasi kesehatan

3)     YouTube

d.   Media Alat Peraga

1)     Piring gizi seimbang

2)     Food model

3)     Poster gizi

 

10. Langkah Pelaksanaan Promosi Kesehatan Gizi

a.         Analisis Situasi

Mengidentifikasi masalah gizi di masyarakat.

Contoh:

1)     Tingginya anemia remaja

2)     Stunting balita

b.         Penentuan Sasaran

Menentukan kelompok target program.

c.         Penyusunan Materi

Materi harus:

1)            Sesuai kebutuhan

2)            Mudah dipahami

3)            Relevan

d.         Pemilihan Metode dan Media

Disesuaikan dengan karakteristik sasaran.

e.         Pelaksanaan

Melakukan penyuluhan atau intervensi.

f.           Monitoring dan Evaluasi

Menilai keberhasilan program.

 

11. Contoh Program Promosi Gizi di Masyarakat

1. Edukasi Isi Piringku

Materi:

1)     Porsi makanan sehat

2)     Sayur dan buah

3)     Protein

2. Program Pencegahan Stunting

Kegiatan:

1)     Edukasi 1000 HPK

2)     PMT balita

3)     Konseling ibu hamil

3. Program Tablet Tambah Darah Remaja

Dilakukan di sekolah.

4. Kelas Gizi Ibu Hamil

Materi:

1)     Nutrisi kehamilan

2)     Pencegahan anemia

 

12. Peran Tenaga Promosi Kesehatan

Tenaga promosi kesehatan memiliki peran penting, yaitu:

a.    Edukator

b.    Fasilitator

c.    Motivator

d.    Konselor

e.    Advokat kesehatan

f.      Penggerak masyarakat

 

13. Indikator Keberhasilan Promosi Gizi

Keberhasilan program dapat dilihat dari:

  1. Peningkatan pengetahuan gizi masyarakat
  2. Perubahan perilaku makan
  3. Penurunan angka stunting
  4. Penurunan anemia
  5. Peningkatan konsumsi sayur dan buah
  6. Status gizi masyarakat membaik

 

14. Isu Terkini Promosi Gizi (Update Materi Kuliah)

Beberapa isu terbaru dalam promosi kesehatan gizi:

a.   Double Burden of Malnutrition

Gizi kurang dan obesitas terjadi bersamaan.

b.      Stunting Nasional

Masih menjadi prioritas pembangunan kesehatan.

c.       Gizi Remaja

Fokus pada:

1)     Anemia

2)     Pola makan tidak sehat

3)     Diet ekstrem

d.      Digital Health Promotion

Promosi kesehatan melalui media digital.

e.       Perubahan Pola Konsumsi

Meningkatnya konsumsi:

1)     Fast food

2)     Minuman tinggi gula

 

15. Contoh Materi Penyuluhan Gizi Singkat

Judul: Gizi Seimbang untuk Keluarga Sehat

Isi materi:

  1. Makan beragam makanan
  2. Konsumsi sayur dan buah
  3. Kurangi gula, garam, lemak
  4. Minum air putih cukup
  5. Aktivitas fisik rutin
  6. Pantau berat badan

 

16. Evaluasi Program Promosi Gizi

Evaluasi dapat dilakukan melalui:

a.       Evaluasi Proses

Menilai pelaksanaan kegiatan.

b.      Evaluasi Hasil

Menilai perubahan:

1)     Pengetahuan

2)     Sikap

3)     Perilaku

c.       Evaluasi Dampak

Melihat perubahan status gizi masyarakat.