MATERI KULIAH BIOSTATISTIK
Program Studi :
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Topik : Jenis Data, Skala Pengukuran, dan Sumber
Data Kesehatan
Dosen Pengajar
: Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.
A. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
Setelah mengikuti perkuliahan ini,
mahasiswa mampu:
- Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis data dalam
biostatistik.
- Mengidentifikasi skala pengukuran data yang
digunakan dalam penelitian kesehatan.
- Menentukan
sumber data kesehatan yang tepat untuk kegiatan promosi kesehatan dan
penelitian terapan.
- Menerapkan pemilihan jenis data, skala pengukuran,
dan sumber data dalam contoh kasus kesehatan masyarakat.
B. Pengantar
Biostatistik
Biostatistik
adalah penerapan ilmu statistika pada bidang kesehatan dan kedokteran, yang
digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan
data kesehatan. Dalam
promosi kesehatan, biostatistik berperan penting sebagai dasar pengambilan
keputusan berbasis bukti (evidence-based practice).
C. Jenis Data dalam Biostatistik
1. Pengertian Data
Data adalah kumpulan fakta atau
nilai yang diperoleh dari hasil pengamatan, pengukuran, atau pencatatan
terhadap suatu variabel.
2. Jenis Data
Berdasarkan Sifatnya
a. Data
Kualitatif (Kategorik)
Data yang
berbentuk kategori atau atribut, tidak dinyatakan dalam angka bermakna
matematis.
Contoh dalam promosi kesehatan:
1) Jenis kelamin (laki-laki,
perempuan)
2) Status merokok (ya, tidak)
3)
Tingkat pengetahuan (baik, cukup, kurang)
b. Data
Kuantitatif (Numerik)
Data yang
berbentuk angka dan dapat dilakukan operasi matematika.
Contoh:
1) Umur (tahun)
2) Berat badan (kg)
3) Jumlah kunjungan posyandu
Data kuantitatif dibedakan menjadi:
- Data
Diskrit: data
hasil hitungan, bernilai bulat
Contoh: jumlah anak, jumlah kader - Data Kontinu: data
hasil pengukuran, dapat bernilai pecahan
Contoh: tinggi badan, kadar Hb, tekanan darah
D. Skala
Pengukuran Data
Skala
pengukuran menunjukkan cara suatu variabel diukur dan menentukan jenis analisis
statistik yang dapat digunakan.
1. Skala Nominal
1) Skala paling sederhana
2) Hanya berfungsi sebagai
label/kategori
3) Tidak memiliki urutan
Contoh:
1) Jenis kelamin
2) Status imunisasi (lengkap, tidak
lengkap)
3) Golongan darah
Analisis yang umum digunakan:
1) Frekuensi, persentase
2. Skala Ordinal
1) Data memiliki kategori dan urutan
2) Jarak antar kategori tidak sama
Contoh:
1)
Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT)
2)
Tingkat pengetahuan (baik, cukup, kurang)
3) Status gizi (kurus, normal, gemuk)
Analisis umum:
1) Median, persentase, uji
non-parametrik
3. Skala Interval
1) Data berbentuk angka
2) Memiliki jarak yang sama
3) Tidak memiliki nol mutlak
Contoh:
1) Skor pengetahuan
2) Suhu tubuh dalam derajat Celcius
Analisis umum:
1) Mean, standar deviasi
4. Skala Rasio
1) Skala tertinggi
2) Memiliki jarak yang sama
3) Memiliki nol mutlak
Contoh:
1) Umur
2) Berat badan
3) Tinggi badan
4) Penghasilan
Analisis umum:
1) Semua analisis statistik (mean, SD,
uji parametrik)
E. Sumber Data
Kesehatan
1. Data Primer
Data yang
dikumpulkan langsung oleh peneliti dari responden atau objek penelitian.
Metode pengumpulan:
1) Wawancara
2) Kuesioner
3) Observasi
4)
Pengukuran langsung (IMT, tekanan darah)
Contoh penggunaan:
1) Survei pengetahuan remaja tentang
anemia
2) Evaluasi program promosi kesehatan
di sekolah
Kelebihan:
1) Data spesifik sesuai tujuan
2) Validitas lebih terkontrol
Kekurangan:
1) Membutuhkan waktu dan biaya
2. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari pihak lain
atau dokumen yang sudah tersedia.
Sumber data sekunder kesehatan:
1) Profil Kesehatan Kabupaten/Kota
2) Data Puskesmas
3) Riskesdas
4) SSGI
5) BPS
Kelebihan:
1) Hemat waktu dan biaya
2) Mudah diakses
Kekurangan:
1) Tidak selalu sesuai kebutuhan
penelitian
F. Contoh Penerapan dalam Promosi
Kesehatan
Contoh kasus:
Program edukasi gizi untuk mencegah anemia remaja putri.
1) Jenis data:
a)
Pengetahuan
(kualitatif/ordinal)
b)
Kadar
Hb (kuantitatif/kontinu)
2) Skala pengukuran:
a)
Pengetahuan:
ordinal
b)
Hb:
rasio
3) Sumber data:
a) Data
primer (pengukuran Hb, kuesioner)
G. Rangkuman
- Data dalam biostatistik dibedakan menjadi kualitatif
dan kuantitatif.
- Skala pengukuran terdiri dari nominal, ordinal,
interval, dan rasio.
- Sumber data kesehatan berasal dari data primer dan
data sekunder.
- Pemahaman jenis data dan skala pengukuran penting
untuk menentukan analisis statistik yang tepat.
H. Tugas Mahasiswa
- Identifikasi
jenis data, skala pengukuran, dan sumber data dari satu judul penelitian
promosi kesehatan.
- Buat tabel yang memuat minimal 5 variabel penelitian
beserta jenis data dan skalanya.
I. Contoh Soal dan Pembahasan
Soal 1
Seorang
peneliti ingin mengetahui jenis kelamin responden pada kegiatan
penyuluhan PHBS di Puskesmas.
Pertanyaan:
- Termasuk
jenis data apakah variabel jenis kelamin?
- Skala pengukuran apa yang digunakan?
Pembahasan:
- Jenis kelamin termasuk data kualitatif
(kategorik) karena berupa kategori dan tidak dapat dihitung secara
matematis.
- Skala pengukurannya adalah skala nominal,
karena hanya berfungsi sebagai label tanpa urutan.
Soal 2
Data umur responden dikumpulkan
dalam satuan tahun pada penelitian perilaku merokok remaja.
Pertanyaan:
- Termasuk
data apa umur responden?
- Apa
skala pengukurannya?
Pembahasan:
- Umur termasuk data kuantitatif kontinu,
karena merupakan hasil pengukuran dan dapat bernilai pecahan.
- Skala pengukuran umur adalah skala rasio,
karena memiliki nol mutlak dan jarak yang sama.
Soal 3
Pengetahuan
ibu tentang gizi seimbang dikategorikan menjadi: baik, cukup, dan kurang.
Pertanyaan:
- Termasuk
jenis data apakah variabel pengetahuan?
- Apa
skala pengukurannya?
Pembahasan:
- Pengetahuan termasuk data kualitatif (kategorik).
- Skala pengukurannya adalah skala ordinal,
karena memiliki urutan tetapi jarak antar kategori tidak sama.
Soal 4
Seorang mahasiswa mengukur berat
badan balita dalam satuan kilogram pada kegiatan posyandu.
Pertanyaan:
- Termasuk
jenis data apa berat badan?
- Skala pengukuran yang digunakan adalah?
Pembahasan:
- Berat badan termasuk data kuantitatif kontinu.
- Skala
pengukurannya adalah skala rasio, karena memiliki nol mutlak dan
jarak yang sama.
Soal 5
Mahasiswa menggunakan data Profil
Kesehatan Kabupaten untuk mengetahui cakupan imunisasi dasar lengkap.
Pertanyaan:
- Termasuk
sumber data apakah data tersebut?
- Jelaskan
alasannya.
Pembahasan:
- Data
tersebut termasuk data sekunder.
- Karena data diperoleh dari dokumen resmi yang sudah
tersedia dan bukan dikumpulkan langsung oleh peneliti.
Soal 6 (Studi Kasus Terapan)
Judul penelitian: Pengaruh
Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Kadar Hb Remaja Putri.
Pertanyaan:
- Tentukan jenis data dan skala pengukuran untuk
variabel pengetahuan.
- Tentukan jenis data dan skala pengukuran untuk
variabel kadar Hb.
- Sebutkan sumber data yang digunakan.
Pembahasan:
- Pengetahuan: data kualitatif dengan skala ordinal.
- Kadar Hb: data kuantitatif kontinu dengan skala rasio.
- Sumber data: data primer, karena diperoleh
dari kuesioner dan pengukuran Hb langsung.
Catatan Dosen:
Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi jenis data, skala pengukuran, dan
sumber data secara tepat sebelum menentukan metode analisis statistik.
Pemahaman konsep ini menjadi dasar penting dalam membaca hasil penelitian dan
menyusun karya ilmiah promosi kesehatan.
J. Bank Soal Pilihan Ganda
Petunjuk
Pilih satu jawaban yang paling
tepat!
1. Data tentang status imunisasi
balita (lengkap/tidak lengkap) termasuk jenis data …
A. Kuantitatif kontinu
B. Kuantitatif diskrit
C. Kualitatif nominal
D. Kualitatif ordinal
Kunci: C
2. Variabel
tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT) menggunakan skala pengukuran …
A. Nominal
B. Ordinal
C. Interval
D. Rasio
Kunci: B
3. Data berat
badan balita yang diukur dalam kilogram termasuk …
A. Data kualitatif ordinal
B. Data kuantitatif diskrit
C. Data kuantitatif kontinu
D. Data nominal
Kunci: C
4. Skala pengukuran yang memiliki
nol mutlak adalah …
A. Nominal
B. Ordinal
C. Interval
D. Rasio
Kunci: D
5. Data jumlah kunjungan ibu hamil
ke Posyandu dalam satu tahun termasuk …
A. Data kualitatif
B. Data kuantitatif diskrit
C. Data kuantitatif kontinu
D. Data ordinal
Kunci: B
K. Soal Studi Kasus (Berbasis
Program Puskesmas/Posyandu)
Studi Kasus 1 – Program Posyandu
Balita
Puskesmas X melakukan evaluasi
program Posyandu untuk menurunkan angka stunting. Data yang dikumpulkan
meliputi:
a) Umur balita (bulan)
b) Tinggi badan (cm)
c) Status gizi (pendek, normal)
d) Kehadiran balita di Posyandu
(hadir/tidak hadir)
Pertanyaan:
- Tentukan jenis data dan skala pengukuran
masing-masing variabel.
- Identifikasi mana data primer dan data sekunder.
Studi Kasus 2 – Program Promosi
Kesehatan Remaja
Puskesmas melakukan edukasi anemia
pada remaja putri. Evaluasi dilakukan dengan:
a)
Skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi
b) Kadar Hb (g/dL)
c) Status anemia (anemia/tidak anemia)
Pertanyaan:
- Tentukan jenis data dan skala pengukuran setiap
variabel.
- Data
mana yang paling tepat untuk menilai keberhasilan program?
L. Lembar
Kerja Mahasiswa (LKM)
Identitas
Nama Mahasiswa : …………………
NIM : …………………
Semester/Kelas : …………………
Tujuan LKM
Mahasiswa mampu mengidentifikasi
jenis data, skala pengukuran, dan sumber data pada program kesehatan
masyarakat.
Petunjuk Pengerjaan
- Kerjakan secara individu atau kelompok kecil.
- Gunakan
contoh program Puskesmas atau Posyandu di wilayah masing-masing.
Tugas 1 –
Identifikasi Variabel
Tuliskan
minimal 5 variabel dari satu program kesehatan (misalnya: Posyandu, PTM,
KIA, Gizi).
|
No |
Variabel |
Jenis Data |
Skala Pengukuran |
Sumber Data |
|
1 |
||||
|
2 |
||||
|
3 |
||||
|
4 |
||||
|
5 |
Tugas 2 – Refleksi
- Mengapa
pemilihan skala pengukuran penting dalam analisis data kesehatan?
- Apa dampaknya jika skala pengukuran ditentukan
secara tidak tepat?
Catatan Dosen:
LKM ini menjadi latihan awal sebelum mahasiswa mempelajari statistik deskriptif
dan uji statistik pada perkuliahan selanjutnya.