Selasa, 27 Januari 2026

Jenis Data, Skala Pengukuran, dan Sumber Data Kesehatan

 

MATERI KULIAH BIOSTATISTIK

Program Studi   : Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

Topik                  : Jenis Data, Skala Pengukuran, dan Sumber Data Kesehatan

Dosen Pengajar : Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

A. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis data dalam biostatistik.
  2. Mengidentifikasi skala pengukuran data yang digunakan dalam penelitian kesehatan.
  3. Menentukan sumber data kesehatan yang tepat untuk kegiatan promosi kesehatan dan penelitian terapan.
  4. Menerapkan pemilihan jenis data, skala pengukuran, dan sumber data dalam contoh kasus kesehatan masyarakat.

 

B. Pengantar Biostatistik

Biostatistik adalah penerapan ilmu statistika pada bidang kesehatan dan kedokteran, yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data kesehatan. Dalam promosi kesehatan, biostatistik berperan penting sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based practice).

 

C. Jenis Data dalam Biostatistik

1. Pengertian Data

Data adalah kumpulan fakta atau nilai yang diperoleh dari hasil pengamatan, pengukuran, atau pencatatan terhadap suatu variabel.

2. Jenis Data Berdasarkan Sifatnya

a. Data Kualitatif (Kategorik)

Data yang berbentuk kategori atau atribut, tidak dinyatakan dalam angka bermakna matematis.

Contoh dalam promosi kesehatan:

1)      Jenis kelamin (laki-laki, perempuan)

2)      Status merokok (ya, tidak)

3)      Tingkat pengetahuan (baik, cukup, kurang)

b. Data Kuantitatif (Numerik)

Data yang berbentuk angka dan dapat dilakukan operasi matematika.

Contoh:

1)      Umur (tahun)

2)      Berat badan (kg)

3)      Jumlah kunjungan posyandu

Data kuantitatif dibedakan menjadi:

  1. Data Diskrit: data hasil hitungan, bernilai bulat
    Contoh: jumlah anak, jumlah kader
  2. Data Kontinu: data hasil pengukuran, dapat bernilai pecahan
    Contoh: tinggi badan, kadar Hb, tekanan darah

 

D. Skala Pengukuran Data

Skala pengukuran menunjukkan cara suatu variabel diukur dan menentukan jenis analisis statistik yang dapat digunakan.

1. Skala Nominal

1)      Skala paling sederhana

2)      Hanya berfungsi sebagai label/kategori

3)      Tidak memiliki urutan

Contoh:

1)      Jenis kelamin

2)      Status imunisasi (lengkap, tidak lengkap)

3)      Golongan darah

Analisis yang umum digunakan:

1)      Frekuensi, persentase

2. Skala Ordinal

1)      Data memiliki kategori dan urutan

2)      Jarak antar kategori tidak sama

Contoh:

1)      Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT)

2)      Tingkat pengetahuan (baik, cukup, kurang)

3)      Status gizi (kurus, normal, gemuk)

Analisis umum:

1)      Median, persentase, uji non-parametrik

3. Skala Interval

1)      Data berbentuk angka

2)      Memiliki jarak yang sama

3)      Tidak memiliki nol mutlak

Contoh:

1)      Skor pengetahuan

2)      Suhu tubuh dalam derajat Celcius

Analisis umum:

1)      Mean, standar deviasi

4. Skala Rasio

1)      Skala tertinggi

2)      Memiliki jarak yang sama

3)      Memiliki nol mutlak

Contoh:

1)      Umur

2)      Berat badan

3)      Tinggi badan

4)      Penghasilan

Analisis umum:

1)      Semua analisis statistik (mean, SD, uji parametrik)

 

E. Sumber Data Kesehatan

1. Data Primer

Data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari responden atau objek penelitian.

Metode pengumpulan:

1)      Wawancara

2)      Kuesioner

3)      Observasi

4)      Pengukuran langsung (IMT, tekanan darah)

Contoh penggunaan:

1)      Survei pengetahuan remaja tentang anemia

2)      Evaluasi program promosi kesehatan di sekolah

Kelebihan:

1)      Data spesifik sesuai tujuan

2)      Validitas lebih terkontrol

Kekurangan:

1)      Membutuhkan waktu dan biaya

2. Data Sekunder

Data yang diperoleh dari pihak lain atau dokumen yang sudah tersedia.

Sumber data sekunder kesehatan:

1)      Profil Kesehatan Kabupaten/Kota

2)      Data Puskesmas

3)      Riskesdas

4)      SSGI

5)      BPS

Kelebihan:

1)      Hemat waktu dan biaya

2)      Mudah diakses

Kekurangan:

1)      Tidak selalu sesuai kebutuhan penelitian

 

F. Contoh Penerapan dalam Promosi Kesehatan

Contoh kasus:
Program edukasi gizi untuk mencegah anemia remaja putri.

1)      Jenis data:

a)     Pengetahuan (kualitatif/ordinal)

b)     Kadar Hb (kuantitatif/kontinu)

2)      Skala pengukuran:

a)     Pengetahuan: ordinal

b)     Hb: rasio

3)      Sumber data:

a)     Data primer (pengukuran Hb, kuesioner)

 

G. Rangkuman

  1. Data dalam biostatistik dibedakan menjadi kualitatif dan kuantitatif.
  2. Skala pengukuran terdiri dari nominal, ordinal, interval, dan rasio.
  3. Sumber data kesehatan berasal dari data primer dan data sekunder.
  4. Pemahaman jenis data dan skala pengukuran penting untuk menentukan analisis statistik yang tepat.

 

H. Tugas Mahasiswa

  1. Identifikasi jenis data, skala pengukuran, dan sumber data dari satu judul penelitian promosi kesehatan.
  2. Buat tabel yang memuat minimal 5 variabel penelitian beserta jenis data dan skalanya.

 

I. Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1

Seorang peneliti ingin mengetahui jenis kelamin responden pada kegiatan penyuluhan PHBS di Puskesmas.

Pertanyaan:

  1. Termasuk jenis data apakah variabel jenis kelamin?
  2. Skala pengukuran apa yang digunakan?

Pembahasan:

  1. Jenis kelamin termasuk data kualitatif (kategorik) karena berupa kategori dan tidak dapat dihitung secara matematis.
  2. Skala pengukurannya adalah skala nominal, karena hanya berfungsi sebagai label tanpa urutan.

 

Soal 2

Data umur responden dikumpulkan dalam satuan tahun pada penelitian perilaku merokok remaja.

Pertanyaan:

  1. Termasuk data apa umur responden?
  2. Apa skala pengukurannya?

Pembahasan:

  1. Umur termasuk data kuantitatif kontinu, karena merupakan hasil pengukuran dan dapat bernilai pecahan.
  2. Skala pengukuran umur adalah skala rasio, karena memiliki nol mutlak dan jarak yang sama.

 

Soal 3

Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dikategorikan menjadi: baik, cukup, dan kurang.

Pertanyaan:

  1. Termasuk jenis data apakah variabel pengetahuan?
  2. Apa skala pengukurannya?

Pembahasan:

  1. Pengetahuan termasuk data kualitatif (kategorik).
  2. Skala pengukurannya adalah skala ordinal, karena memiliki urutan tetapi jarak antar kategori tidak sama.

 

Soal 4

Seorang mahasiswa mengukur berat badan balita dalam satuan kilogram pada kegiatan posyandu.

Pertanyaan:

  1. Termasuk jenis data apa berat badan?
  2. Skala pengukuran yang digunakan adalah?

Pembahasan:

  1. Berat badan termasuk data kuantitatif kontinu.
  2. Skala pengukurannya adalah skala rasio, karena memiliki nol mutlak dan jarak yang sama.

 

Soal 5

Mahasiswa menggunakan data Profil Kesehatan Kabupaten untuk mengetahui cakupan imunisasi dasar lengkap.

Pertanyaan:

  1. Termasuk sumber data apakah data tersebut?
  2. Jelaskan alasannya.

Pembahasan:

  1. Data tersebut termasuk data sekunder.
  2. Karena data diperoleh dari dokumen resmi yang sudah tersedia dan bukan dikumpulkan langsung oleh peneliti.

 

Soal 6 (Studi Kasus Terapan)

Judul penelitian: Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Kadar Hb Remaja Putri.

Pertanyaan:

  1. Tentukan jenis data dan skala pengukuran untuk variabel pengetahuan.
  2. Tentukan jenis data dan skala pengukuran untuk variabel kadar Hb.
  3. Sebutkan sumber data yang digunakan.

Pembahasan:

  1. Pengetahuan: data kualitatif dengan skala ordinal.
  2. Kadar Hb: data kuantitatif kontinu dengan skala rasio.
  3. Sumber data: data primer, karena diperoleh dari kuesioner dan pengukuran Hb langsung.

 

Catatan Dosen:
Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi jenis data, skala pengukuran, dan sumber data secara tepat sebelum menentukan metode analisis statistik. Pemahaman konsep ini menjadi dasar penting dalam membaca hasil penelitian dan menyusun karya ilmiah promosi kesehatan.

 

 

 

 

 

J. Bank Soal Pilihan Ganda

Petunjuk

Pilih satu jawaban yang paling tepat!

 

1. Data tentang status imunisasi balita (lengkap/tidak lengkap) termasuk jenis data …
A. Kuantitatif kontinu
B. Kuantitatif diskrit
C. Kualitatif nominal
D. Kualitatif ordinal

Kunci: C

 

2. Variabel tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT) menggunakan skala pengukuran …
A. Nominal
B. Ordinal
C. Interval
D. Rasio

Kunci: B

 

3. Data berat badan balita yang diukur dalam kilogram termasuk …
A. Data kualitatif ordinal
B. Data kuantitatif diskrit
C. Data kuantitatif kontinu
D. Data nominal

Kunci: C

 

4. Skala pengukuran yang memiliki nol mutlak adalah …
A. Nominal
B. Ordinal
C. Interval
D. Rasio

Kunci: D

5. Data jumlah kunjungan ibu hamil ke Posyandu dalam satu tahun termasuk …
A. Data kualitatif
B. Data kuantitatif diskrit
C. Data kuantitatif kontinu
D. Data ordinal

Kunci: B

 

K. Soal Studi Kasus (Berbasis Program Puskesmas/Posyandu)

 

Studi Kasus 1 – Program Posyandu Balita

Puskesmas X melakukan evaluasi program Posyandu untuk menurunkan angka stunting. Data yang dikumpulkan meliputi:

a)      Umur balita (bulan)

b)      Tinggi badan (cm)

c)      Status gizi (pendek, normal)

d)      Kehadiran balita di Posyandu (hadir/tidak hadir)

Pertanyaan:

  1. Tentukan jenis data dan skala pengukuran masing-masing variabel.
  2. Identifikasi mana data primer dan data sekunder.

 

Studi Kasus 2 – Program Promosi Kesehatan Remaja

Puskesmas melakukan edukasi anemia pada remaja putri. Evaluasi dilakukan dengan:

a)      Skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi

b)      Kadar Hb (g/dL)

c)      Status anemia (anemia/tidak anemia)

Pertanyaan:

  1. Tentukan jenis data dan skala pengukuran setiap variabel.
  2. Data mana yang paling tepat untuk menilai keberhasilan program?

 

 

 

L. Lembar Kerja Mahasiswa (LKM)

Identitas

Nama Mahasiswa : …………………
NIM                      : …………………
Semester/Kelas     : …………………

 

Tujuan LKM

Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis data, skala pengukuran, dan sumber data pada program kesehatan masyarakat.

Petunjuk Pengerjaan

  1. Kerjakan secara individu atau kelompok kecil.
  2. Gunakan contoh program Puskesmas atau Posyandu di wilayah masing-masing.

 

Tugas 1 – Identifikasi Variabel

Tuliskan minimal 5 variabel dari satu program kesehatan (misalnya: Posyandu, PTM, KIA, Gizi).

No

Variabel

Jenis Data

Skala Pengukuran

Sumber Data

1

2

3

4

5

 

Tugas 2 – Refleksi

  1. Mengapa pemilihan skala pengukuran penting dalam analisis data kesehatan?
  2. Apa dampaknya jika skala pengukuran ditentukan secara tidak tepat?

 

Catatan Dosen:
LKM ini menjadi latihan awal sebelum mahasiswa mempelajari statistik deskriptif dan uji statistik pada perkuliahan selanjutnya.

Sabtu, 17 Januari 2026

Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

 

MATERI KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Pokok Bahasan     : Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

Program Studi       : Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

Tingkat/Semester : II/4

Dosen                   : Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.


 

A. Definisi Kesehatan

 

1. Definisi Kesehatan menurut WHO

World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai:

“Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity.”

Makna penting dari definisi WHO:

  1. Kesehatan bersifat holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.
  2. Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi kondisi sejahtera secara menyeluruh.
  3. Menjadi dasar pendekatan promotif dan preventif dalam promosi kesehatan.

d.     2. Definisi Kesehatan menurut Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (pengganti UU No. 36 Tahun 2009):

Kesehatan adalah keadaan sehat seseorang, baik secara fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

2. Ciri khas definisi kesehatan Indonesia:

  1. Menekankan pada produktivitas individu.
  2. Kesehatan dipandang sebagai modal pembangunan nasional.
  3. Relevan dengan peran tenaga promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas SDM.

3. Implikasi Definisi Kesehatan dalam Promosi Kesehatan

  1. Fokus pada perubahan perilaku sehat.
  2. Pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya.
  3. Pendekatan lintas sektor (pendidikan, lingkungan, ekonomi).

 

B. Konsep Penyakit, Gangguan Kesehatan, dan Faktor Risiko

 

1. Konsep Penyakit

Penyakit adalah kondisi abnormal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan gangguan fungsi normal, ditandai dengan tanda dan/atau gejala tertentu.

Klasifikasi penyakit:

  1. Penyakit menular: TB, DBD, HIV/AIDS, ISPA.
  2. Penyakit tidak menular (PTM): hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker.
  3. Penyakit degeneratif: stroke, Alzheimer.
  4. Penyakit akibat lingkungan dan perilaku.

2. Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan mencakup kondisi yang belum tentu dikategorikan sebagai penyakit klinis tetapi memengaruhi fungsi dan kualitas hidup, seperti:

  1. Gangguan kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi)
  2. Gangguan gizi (stunting, wasting, obesitas)
  3. Gangguan kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat

3. Faktor Risiko Kesehatan

Faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit.

Jenis faktor risiko:

  1. Faktor perilaku
    1. Merokok
    2. Kurang aktivitas fisik
    3. Pola makan tidak sehat
    4. Konsumsi alkohol
  1. Faktor lingkungan
    1. Sanitasi buruk
    2. Pencemaran udara dan air
    3. Lingkungan kerja tidak sehat
  1. Faktor biologis

a.  Usia

b.  Jenis kelamin

c.   Faktor genetik

  1. Faktor sosial ekonomi
    1. Pendidikan
    2. Pendapatan
    3. Akses pelayanan kesehatan

Peran promosi kesehatan sangat penting dalam mengendalikan faktor risiko melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

 

C. Indikator Morbiditas dan Mortalitas

 

1. Indikator Morbiditas (Tingkat Kesakitan)

Morbiditas menggambarkan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu populasi.

Jenis indikator morbiditas:

  1. Incidence Rate (Angka Insidens)
    1. Jumlah kasus baru penyakit dalam periode tertentu.
    2. Menggambarkan risiko terkena penyakit.
  1. Prevalence Rate (Angka Prevalensi)
    1. Jumlah seluruh kasus (lama dan baru) pada waktu tertentu.
    2. Menggambarkan beban penyakit di masyarakat.
  1. Attack Rate
    1. Digunakan pada kejadian luar biasa (KLB).

Contoh aplikasi:

  1. Prevalensi hipertensi sebagai dasar intervensi promosi gaya hidup sehat.

 

2. Indikator Mortalitas (Tingkat Kematian)

Mortalitas menunjukkan tingkat kematian dalam suatu populasi.

Jenis indikator mortalitas:

  1. Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar per 1.000 penduduk per tahun.

  1. Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian pada kelompok umur tertentu.

  1. Cause Specific Death Rate

Angka kematian akibat penyebab tertentu.

  1. Infant Mortality Rate (IMR)

Angka kematian bayi (<1 tahun).

  1. Maternal Mortality Ratio (MMR/AKI)

Angka kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan.

Indikator mortalitas sering digunakan untuk menilai keberhasilan program kesehatan masyarakat.

 

D. Indikator Harapan Hidup, Kualitas Hidup, dan Indeks Kesehatan Masyarakat

 

1. Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan umur yang dapat dicapai seseorang sejak lahir.

Makna AHH:

  1. Indikator derajat kesehatan masyarakat.
  2. Berkaitan dengan status gizi, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi.

 

2. Kualitas Hidup (Quality of Life/QoL)

Kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan terkait budaya, nilai, tujuan, dan harapan.

Dimensi kualitas hidup:

  1. Fisik
  2. Psikologis
  3. Sosial
  4. Lingkungan

Instrumen pengukuran QoL:

  1. WHOQOL-BREF
  2. SF-36

Dalam promosi kesehatan, QoL digunakan untuk menilai dampak intervensi non-klinis.

 

3. Indeks Kesehatan Masyarakat

Beberapa indeks kesehatan yang digunakan:

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Komponen kesehatan: Angka Harapan Hidup.

  1. Indeks Keluarga Sehat (IKS)

Digunakan dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

  1. Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM/IKM Kesehatan)

Menggambarkan status kesehatan populasi berdasarkan berbagai indikator.

Indeks kesehatan membantu tenaga promosi kesehatan dalam:

  1. Menentukan prioritas masalah
  2. Menyusun intervensi berbasis data
  3. Melakukan evaluasi program

 

Ringkasan Materi

  1. Kesehatan adalah konsep holistik dan produktif.
  2. Penyakit dan gangguan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor risiko.
  3. Indikator morbiditas dan mortalitas penting untuk analisis masalah kesehatan.
  4. AHH, QoL, dan indeks kesehatan mencerminkan derajat kesehatan masyarakat.

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 Contoh Kasus di Puskesmas dan Penanggulangannya

Kasus 1: Tingginya Prevalensi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas

Deskripsi Kasus: Data Puskesmas X menunjukkan prevalensi hipertensi pada usia >30 tahun sebesar 38%. Hasil wawancara menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam tinggi, dan kebiasaan merokok.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Morbiditas: Prevalensi hipertensi
  2. Faktor risiko perilaku

Penanggulangan (Promosi Kesehatan):

  1. Edukasi PHBS dan GERMAS
  2. Kelas edukasi hipertensi dan diet DASH
  3. Pembentukan kelompok senam rutin di masyarakat
  4. Media promosi (poster, video edukasi)

 

Kasus 2: Angka Kematian Bayi (AKB) Masih Tinggi

Deskripsi Kasus: AKB di wilayah Puskesmas Y masih di atas target kabupaten. Penyebab utama adalah BBLR dan infeksi neonatal.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Mortalitas: IMR
  2. Harapan hidup

Penanggulangan:

  1. Edukasi ibu hamil tentang ANC terpadu
  2. Promosi ASI eksklusif
  3. Kunjungan rumah dan kelas ibu hamil

Kasus 3: Stunting pada Balita

Deskripsi Kasus: Prevalensi stunting balita mencapai 27%. Ditemukan pola asuh gizi kurang dan sanitasi tidak layak.

Indikator Terkait:

  1. Morbiditas gizi
  2. Indeks kesehatan masyarakat

Penanggulangan:

  1. Edukasi gizi seimbang dan PMBA
  2. Pemberdayaan kader posyandu
  3. Kolaborasi lintas sektor (sanitasi)

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 

Soal Kasus untuk Diskusi Kelompok (7 Kelompok)

 

Kelompok 1

Di suatu wilayah Puskesmas ditemukan prevalensi diabetes melitus meningkat dari 8% menjadi 14% dalam 3 tahun terakhir. Sebagian besar penderita memiliki obesitas sentral. Tugas: Identifikasi indikator kesehatan dan rancang intervensi promosi kesehatan.

 

Kelompok 2

Angka kunjungan posyandu lansia rendah meskipun jumlah lansia meningkat.

Tugas: Analisis faktor risiko dan hubungannya dengan kualitas hidup lansia serta solusi promosi kesehatan.

 

Kelompok 3

Kasus ISPA pada balita meningkat saat musim hujan di wilayah padat penduduk.

Tugas: Tentukan indikator morbiditas dan upaya promotif-preventif di tingkat keluarga.

 

Kelompok 4

Tingkat stres dan keluhan kesehatan mental remaja meningkat berdasarkan skrining UKS.

Tugas: Hubungkan dengan konsep gangguan kesehatan dan indikator kualitas hidup.

 

Kelompok 5

AKI di wilayah Puskesmas mengalami satu kasus kematian ibu akibat keterlambatan rujukan.

Tugas: Analisis indikator mortalitas dan rekomendasi promosi kesehatan ibu hamil.

 

Kelompok 6

Cakupan CTPS masih rendah meskipun sarana air bersih tersedia.

Tugas: Identifikasi faktor risiko perilaku dan rancang media promosi kesehatan.

 

Kelompok 7

Nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) di suatu kelurahan masih kategori pra-sehat.

Tugas: Analisis komponen IKS dan susun strategi peningkatan indeks kesehatan masyarakat.

 

Disusun untuk pembelajaran Sarjana Terapan Promosi Kesehatan