TUGAS
TERSTRUKTUR GAYA KEPEMIMPINAN
Topik: Gaya Kepemimpinan dalam
Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat di Kelurahan X
Latar
Belakang Kasus
Kelurahan X merupakan
wilayah dengan potensi sumber daya masyarakat yang beragam. Namun, dalam
pelaksanaan program pemberdayaan (misalnya PHBS, pengelolaan sampah, posyandu,
karang taruna, dan UMKM), sering muncul tantangan terkait koordinasi,
partisipasi warga, dan perbedaan gaya kepemimpinan lurah, ketua RT/RW, serta
tokoh masyarakat.
Gaya
kepemimpinan yang diterapkan (demokratis, otoriter, partisipatif,
transformasional, transaksional, karismatik, dan situasional) sangat
memengaruhi efektivitas pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat. Dari
kasus tersebut diatas, Sebagai seorang Promotor kesehatan tugas anda bentuklah
7 kelompok. Masing masing kelompok mendapat tugas sebagai berikut.
Pembagian Penugasan per Kelompok
Kelompok 1 – Kepemimpinan Demokratis
- Analisis
bagaimana gaya kepemimpinan demokratis dapat meningkatkan partisipasi
masyarakat di Kelurahan X
- Studi kasus: program musyawarah
warga untuk pengelolaan sampah.
- Produk: mind map + contoh
mekanisme musyawarah yang efektif.
Kelompok
2 – Kepemimpinan Otoriter
- Uraikan
kelebihan dan kelemahan kepemimpinan otoriter dalam program masyarakat.
- Studi
kasus: penegakan aturan kebersihan lingkungan oleh RT/RW.
- Produk: tabel analisis SWOT
gaya otoriter di level kelurahan.
Kelompok
3 – Kepemimpinan Partisipatif
- Jelaskan
bagaimana kepemimpinan partisipatif dapat menggerakkan kader posyandu dan
PKK.
- Studi kasus: kegiatan Posyandu
Balita di RW 05.
- Produk: role play/simulasi
rapat kader.
Kelompok
4 – Kepemimpinan Transformasional
- Analisis peran pemimpin transformasional
dalam mengubah pola pikir masyarakat.
- Studi kasus: mengubah perilaku
buang sampah sembarangan menjadi pemilahan sampah rumah tangga.
- Produk: poster edukasi +
rencana kegiatan.
Kelompok
5 – Kepemimpinan Transaksional
- Uraikan bagaimana kepemimpinan
transaksional memengaruhi motivasi masyarakat.
- Studi kasus: pemberian
insentif bagi warga yang aktif kerja bakti.
- Produk: tabel perbandingan
reward–punishment dengan hasil pemberdayaan.
Kelompok
6 – Kepemimpinan Karismatik
- Bahas bagaimana figur pemimpin
yang karismatik dapat menggerakkan masyarakat walaupun dengan minim aturan
tertulis.
- Studi kasus: tokoh
agama/masyarakat dalam kegiatan gotong royong.
- Produk:
video singkat (5 menit) simulasi pengaruh tokoh karismatik.
Kelompok
7 – Kepemimpinan Situasional
- Analisis penerapan
kepemimpinan situasional (menggabungkan beberapa gaya sesuai kebutuhan).
- Studi
kasus: koordinasi antara Lurah, Ketua RW, dan Karang Taruna saat terjadi
banjir.
- Produk: skenario simulasi
tanggap darurat (drama/skenario tertulis).
Output
yang Diharapkan
- Presentasi per kelompok (10 menit).
- Produk Kreatif (poster, video, tabel
analisis, role play, skenario).
- Kesimpulan Bersama: gaya kepemimpinan apa yang
paling efektif untuk pemberdayaan di Kelurahan X
Rubrik Penilaian
Penugasan Kelompok
Mata
Kuliah:
Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat
Topik: Gaya Kepemimpinan di Kelurahan X
|
Aspek Penilaian |
Bobot (%) |
Indikator Penilaian |
Skor 1 |
Skor 2 |
Skor 3 |
Skor 4 |
Skor 5 |
|
1. Analisis Kasus |
25% |
Kemampuan
menganalisis gaya kepemimpinan dan relevansinya dengan pemberdayaan
masyarakat |
Analisis
sangat dangkal, tidak relevan |
Analisis
kurang mendalam |
Analisis cukup, sebagian relevan |
Analisis baik, cukup rinci dan
relevan |
Analisis
sangat mendalam, kritis, dan sangat relevan |
|
2. Kreativitas Produk |
20% |
Kualitas poster, video, role
play, mind map, atau tabel yang dibuat |
Produk tidak ada |
Produk
ada tapi sangat sederhana |
Produk
cukup kreatif namun kurang menarik |
Produk
kreatif, menarik, sesuai topik |
Produk
sangat kreatif, inovatif, dan menarik perhatian |
|
3. Relevansi Studi Kasus |
15% |
Kesesuaian
studi kasus dengan kondisi nyata di Kelurahan X |
Tidak relevan sama sekali |
Relevansi sangat rendah |
Relevansi cukup, tapi masih umum |
Relevan dengan kondisi lapangan |
Sangat
relevan, menggambarkan realita di masyarakat |
|
4. Presentasi Kelompok |
20% |
Kejelasan
penyampaian, alur presentasi, kerjasama, dan penggunaan waktu |
Tidak terstruktur, tidak jelas |
Kurang terstruktur, tidak jelas |
Presentasi cukup jelas, alur
kurang rapi |
Presentasi
jelas, alur rapi, kerja sama baik |
Presentasi
sangat jelas, komunikatif, waktu efektif |
|
5. Kerjasama Tim |
10% |
Partisipasi anggota kelompok |
Tidak
ada kerjasama, hanya 1 orang aktif |
Sebagian besar pasif |
Setengah anggota aktif |
Hampir semua anggota aktif |
Semua anggota aktif, ada
kolaborasi baik |
|
6. Kesimpulan & Rekomendasi |
10% |
Kemampuan
menarik kesimpulan dan memberi rekomendasi |
Tidak ada kesimpulan |
Kesimpulan lemah, tidak terkait
topik |
Kesimpulan cukup relevan |
Kesimpulan baik, ada rekomendasi |
Kesimpulan
sangat kuat, rekomendasi aplikatif |
Skor
Akhir
- Skor diperoleh dari rata-rata
nilai tiap aspek × bobot.
- Konversi Nilai:
- 86–100 = A (Sangat Baik)
- 71–85 = B (Baik)
- 56–70 = C (Cukup)
- 41–55 = D (Kurang)
- ≤40 = E (Sangat Kurang)
LEMBAR
PENILAIAN KELOMPOK
Topik: Gaya Kepemimpinan dalam
Pemberdayaan dan Pengorganisasian Masyarakat di Kelurahan X
Nama
Kelompok : ………………………………………
Anggota Kelompok :
………………………………………
Jenis Kepemimpinan : ………………………………………
|
No |
Aspek Penilaian |
Bobot (%) |
Skor (1–5) |
Nilai (Bobot × Skor) |
Catatan Penilai |
|
1 |
Analisis Kasus |
25% |
|
|
|
|
2 |
Kreativitas Produk |
20% |
|
|
|
|
3 |
Relevansi Studi Kasus |
15% |
|
|
|
|
4 |
Presentasi Kelompok |
20% |
|
|
|
|
5 |
Kerjasama Tim |
10% |
|
|
|
|
6 |
Kesimpulan & Rekomendasi |
10% |
|
|
|
|
Total |
100% |
|
|
…….. |
|
Konversi
Nilai Akhir :
- A = 86–100 (Sangat Baik)
- B = 71–85 (Baik)
- C = 56–70 (Cukup)
- D = 41–55 (Kurang)
- E = ≤40 (Sangat Kurang)
Catatan
Penilai:
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
Nama
Penilai :
………………………………..
Tanggal : ………………………………..
Tanda Tangan : ………………………………..