Selasa, 18 Agustus 2026

STUDI KASUS: ANALISIS SITUASI DAN IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT

 

STUDI KASUS

ANALISIS SITUASI DAN IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT

 

Mata Kuliah

Manajemen Promosi Kesehatan / Analisis Situasi Kesehatan Masyarakat

Program Studi

Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

Bentuk Penugasan

Case-Based Learning / Project-Based Learning


A. DESKRIPSI KASUS

Desa Sukamaju merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Harapan Jaya, Kecamatan Sejahtera, Kabupaten Mandiri. Desa ini berjarak sekitar 8 km dari ibu kota kecamatan dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jumlah penduduk Desa Sukamaju pada tahun 2026 sebanyak 6.842 jiwa, yang terdiri atas 3.401 laki-laki dan 3.441 perempuan. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pedagang, buruh, pekerja informal, petani, dan karyawan swasta.

Dalam tiga tahun terakhir, petugas Puskesmas mengamati adanya peningkatan kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus. Di sisi lain, hasil pengamatan kader menunjukkan bahwa aktivitas fisik masyarakat relatif rendah, konsumsi makanan tinggi garam dan gula cukup tinggi, serta kebiasaan merokok masih banyak ditemukan pada laki-laki dewasa.

Puskesmas sebenarnya telah melaksanakan berbagai kegiatan promosi kesehatan, antara lain Posbindu PTM, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, senam bersama, dan edukasi mengenai pola makan sehat.

Namun demikian, partisipasi masyarakat masih rendah.

Kepala Puskesmas kemudian meminta mahasiswa Sarjana Terapan Promosi Kesehatan yang sedang melaksanakan praktik lapangan untuk melakukan:

  1. analisis situasi kesehatan masyarakat;
  2. identifikasi masalah kesehatan;
  3. analisis faktor penyebab;
  4. penentuan prioritas masalah;
  5. identifikasi kelompok sasaran;
  6. merumuskan masalah promosi kesehatan;
  7. menyusun rekomendasi intervensi awal.

Mahasiswa tidak diperbolehkan langsung menentukan program/intervensi sebelum melakukan analisis situasi dan penentuan prioritas masalah.


B. DATA UMUM WILAYAH

1. Data Demografi

Indikator

Data

Jumlah penduduk

6.842 jiwa

Laki-laki

3.401 jiwa

Perempuan

3.441 jiwa

Jumlah KK

1.987 KK

Jumlah RT

42 RT

Jumlah RW

8 RW

Balita

486

Anak usia sekolah

1.021

Remaja 10–19 tahun

1.146

Dewasa 20–59 tahun

3.421

Lansia ≥60 tahun

768

Kepadatan penduduk

1.245 jiwa/km²

2. Karakteristik Pendidikan

Pendidikan terakhir

Persentase

Tidak tamat SD

4,8%

SD/sederajat

27,6%

SMP/sederajat

25,4%

SMA/sederajat

32,1%

Diploma/Sarjana

10,1%

3. Mata Pencaharian

Mata pencaharian

Persentase

Pedagang

25,8%

Buruh/pekerja informal

21,4%

Karyawan swasta

18,2%

Petani

14,5%

Ibu rumah tangga

11,7%

ASN/TNI/Polri

3,4%

Lainnya

5,0%

Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang dan pekerja informal bekerja antara 9–12 jam per hari.


C. DATA STATUS KESEHATAN

1. Tren Hipertensi

Data Puskesmas menunjukkan:

Tahun

Jumlah penduduk diperiksa

Ditemukan hipertensi

Persentase

2023

1.032

224

21,7%

2024

1.245

302

24,3%

2025

1.487

398

26,8%

2026*

1.126

323

28,7%

*Data Januari–Juni 2026.

Petugas Puskesmas menyampaikan bahwa angka tersebut kemungkinan belum menggambarkan seluruh kondisi masyarakat karena sebagian besar masyarakat tidak melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Sebagai konteks nasional, SKI 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah sebesar 29,2% pada penduduk ≥15 tahun, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter hanya sekitar 8%. Kesenjangan tersebut menunjukkan adanya masalah deteksi dan kesadaran status hipertensi di masyarakat.

 

D. DATA DIABETES MELITUS

Tahun

Kasus terdaftar

2023

87

2024

102

2025

129

2026*

143

*Januari–Juni 2026.

Dari wawancara dengan petugas, peningkatan kasus antara lain dikaitkan dengan:

  1. pola makan tinggi gula;
  2. konsumsi minuman manis;
  3. aktivitas fisik rendah;
  4. kelebihan berat badan;
  5. keterlambatan pemeriksaan;
  6. rendahnya kepatuhan kontrol pada sebagian pasien.

 

E. DATA FAKTOR RISIKO MASYARAKAT

Survei cepat dilakukan terhadap 400 penduduk usia ≥18 tahun.

Hasil survei:

Faktor risiko

n

%

Merokok

148

37,0%

Kurang aktivitas fisik

214

53,5%

Konsumsi makanan asin ≥3 kali/minggu

231

57,8%

Konsumsi minuman manis ≥4 kali/minggu

196

49,0%

Konsumsi sayur kurang

177

44,3%

Konsumsi buah kurang

202

50,5%

IMT overweight

102

25,5%

IMT obesitas

76

19,0%

Obesitas sentral

134

33,5%

Tidak memeriksa tekanan darah >1 tahun

188

47,0%

Tidak mengetahui tekanan darah terakhir

157

39,3%

Faktor-faktor tersebut relevan dengan pengendalian hipertensi karena Kementerian Kesehatan mengidentifikasi merokok, kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, serta konsumsi makanan asin sebagai perilaku yang meningkatkan risiko hipertensi.

 

F. DATA PENGETAHUAN MASYARAKAT

Dari 400 responden:

Pernyataan

Menjawab benar

Hipertensi dapat terjadi tanpa gejala

48,5%

Tekanan darah perlu diperiksa secara berkala

61,0%

Garam berlebihan meningkatkan risiko hipertensi

64,5%

Merokok meningkatkan risiko PTM

72,0%

Aktivitas fisik penting untuk mencegah PTM

68,5%

Orang dengan hipertensi harus kontrol rutin

58,3%

Obat hipertensi harus diminum sesuai anjuran tenaga kesehatan

71,5%

Mengetahui batas konsumsi garam harian

21,8%

Mengetahui cara membaca label kandungan natrium

13,5%

Mengetahui contoh aktivitas fisik intensitas sedang

34,0%

Nilai rata-rata pengetahuan: 62,4%.

 

G. DATA PERILAKU

Hasil wawancara menunjukkan:

Pola makan

Sebagian besar masyarakat mengonsumsi:

  1. makanan gorengan;
  2. makanan siap saji;
  3. makanan instan;
  4. makanan dengan tambahan kecap/saus;
  5. makanan asin;
  6. minuman berpemanis.

Sebanyak 57,8% responden menyatakan mengonsumsi makanan asin sedikitnya tiga kali dalam seminggu.

Sebagian pedagang makanan mengaku bahwa makanan dengan rasa lebih asin dan gurih lebih mudah diterima konsumen.

 

Aktivitas fisik

Sebanyak 53,5% responden masuk kategori kurang aktivitas fisik.

Alasan yang paling banyak disampaikan:

Alasan

%

Tidak mempunyai waktu

42,5%

Bekerja sepanjang hari

28,0%

Tidak ada tempat olahraga dekat rumah

15,5%

Tidak memiliki teman olahraga

8,5%

Tidak terbiasa

5,5%

 

H. DATA MEROKOK

Dari 400 responden:

  1. 148 orang merupakan perokok aktif;
  2. 97 orang merokok setiap hari;
  3. 51 orang merokok tidak setiap hari;
  4. 126 responden menyatakan terdapat anggota keluarga yang merokok di rumah.

Sebanyak 41,5% perokok mengatakan belum pernah mengikuti konseling berhenti merokok.

Alasan belum berhenti:

Alasan

%

Sudah menjadi kebiasaan

46,2%

Sulit berhenti

31,1%

Tidak merasa sakit

14,5%

Pengaruh teman/lingkungan

8,2%

 

I. DATA POSBINDU PTM

Desa memiliki 4 Posbindu PTM.

Namun, berdasarkan data enam bulan terakhir:

Indikator

Target

Capaian

Kehadiran sasaran

70%

38,5%

Pemeriksaan tekanan darah

70%

44,2%

Pemeriksaan gula darah

60%

32,8%

Konseling faktor risiko

60%

29,5%

Rujukan kasus berisiko

80%

61,0%

Kunjungan ulang

70%

41,6%

Kader menyampaikan bahwa kegiatan Posbindu biasanya dilakukan pada pagi hari.

Hal tersebut menjadi masalah karena sebagian besar sasaran bekerja pada pagi hingga sore hari.

 

J. DATA PELAYANAN KESEHATAN

Puskesmas memiliki:

  1. 1 dokter;
  2. 3 perawat;
  3. 2 bidan;
  4. 1 tenaga promosi kesehatan;
  5. 1 tenaga gizi;
  6. 1 tenaga kesehatan lingkungan;
  7. 1 analis laboratorium;
  8. 15 kader Posbindu aktif.

Puskesmas telah melaksanakan:

  1. penyuluhan hipertensi;
  2. pemeriksaan tekanan darah;
  3. pemeriksaan gula darah;
  4. Posbindu PTM;
  5. senam bersama;
  6. konseling pasien;
  7. kunjungan rumah terbatas.

Namun, petugas mengakui bahwa sebagian besar kegiatan masih berorientasi pada penyuluhan dan pemeriksaan, sementara kegiatan perubahan lingkungan dan penguatan dukungan sosial belum optimal.

 

K. DATA LINGKUNGAN

Hasil observasi mahasiswa menunjukkan:

Lingkungan fisik

  1. hanya terdapat satu lapangan desa;
  2. lapangan sering digunakan untuk parkir kendaraan;
  3. tidak tersedia jalur khusus pejalan kaki;
  4. fasilitas olahraga masyarakat terbatas;
  5. beberapa jalan tidak memiliki penerangan yang memadai;
  6. terdapat banyak warung makanan dan minuman;
  7. makanan tinggi garam/gula mudah ditemukan.

Lingkungan sosial

Sebagian tokoh masyarakat mendukung program kesehatan, tetapi belum terdapat forum rutin yang mempertemukan:

  1. pemerintah desa;
  2. Puskesmas;
  3. kader;
  4. pedagang;
  5. sekolah;
  6. kelompok pemuda;
  7. kelompok perempuan;
  8. tokoh agama.

 

L. DATA SOSIAL DAN PERSEPSI MASYARAKAT

Hasil wawancara mendalam dengan 20 masyarakat menunjukkan beberapa persepsi:

“Kalau belum merasa pusing atau sakit, saya merasa tidak perlu periksa.”

“Kalau pagi ada Posbindu, saya sedang jualan.”

“Olahraga sebenarnya mau, tetapi tidak ada tempat.”

“Makanan yang tidak asin rasanya kurang enak.”

“Kalau berhenti merokok susah, sudah bertahun-tahun.”

“Penyuluhan sudah sering, tetapi setelah itu biasanya kembali lagi seperti biasa.”

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga dengan faktor perilaku, kesempatan, lingkungan, dukungan sosial, dan sistem pelayanan.

 

M. DATA PROGRAM YANG TELAH DILAKUKAN

Dalam dua tahun terakhir, Puskesmas telah melakukan:

Program

Pelaksanaan

Hasil

Penyuluhan hipertensi

6 kali/tahun

Kehadiran rata-rata 35%

Senam bersama

2 kali/bulan

Peserta rata-rata 25 orang

Posbindu

4 titik

Kehadiran 38,5%

Pemeriksaan tekanan darah

Rutin

Belum menjangkau pekerja

Konseling

Ada

Belum terdokumentasi optimal

Media edukasi

Poster/leaflet

Sebagian sudah tidak diperbarui

Kunjungan rumah

Terbatas

Prioritas pasien risiko tinggi

 

N. HASIL WAWANCARA DENGAN STAKEHOLDER

1. Kepala Desa

“Kami sebenarnya siap mendukung kegiatan kesehatan, tetapi perlu program yang jelas dan tidak terlalu membebani anggaran desa.”

2. Kepala Puskesmas

“Masalahnya bukan hanya masyarakat tidak tahu. Banyak yang sudah tahu hipertensi berbahaya, tetapi perilakunya belum berubah.”

3. Kader

“Kami kesulitan mengajak warga karena waktunya bersamaan dengan jam kerja.”

4. Pedagang makanan

“Kalau makanan dikurangi garam dan penyedap, pelanggan kadang komplain.”

5. Kelompok pemuda

“Anak muda lebih tertarik kegiatan yang praktis dan menggunakan media sosial.”

 

O. TUGAS MAHASISWA

Berdasarkan seluruh data tersebut, mahasiswa diminta melakukan analisis situasi kesehatan masyarakat secara sistematis.

Tugas 1. Analisis Situasi

Analisis kondisi Desa Sukamaju berdasarkan:

  1. demografi;
  2. sosial-ekonomi;
  3. status kesehatan;
  4. faktor risiko;
  5. perilaku kesehatan;
  6. lingkungan fisik;
  7. lingkungan sosial;
  8. pelayanan kesehatan;
  9. sumber daya masyarakat;
  10. program kesehatan yang telah berjalan.

 

Output:

Buat tabel:

Domain

Temuan utama

Data pendukung

Interpretasi

Demografi

Epidemiologi

Perilaku

Lingkungan

Pelayanan

Sosial

Program

 

TUGAS 2. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN

Identifikasi minimal 5 masalah kesehatan atau masalah promosi kesehatan berdasarkan data.

Contoh format:

No

Masalah

Data pendukung

Besarnya masalah

Kelompok terdampak

1

2

3

4

5

Mahasiswa tidak boleh hanya menuliskan “hipertensi” sebagai masalah.

Masalah harus dirumuskan secara lebih operasional, misalnya:

“Rendahnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko hipertensi pada masyarakat usia produktif.”

 

TUGAS 3. ANALISIS KESENJANGAN

Identifikasi kesenjangan antara:

kondisi ideal → kondisi aktual → gap

Contoh:

Indikator

Kondisi ideal

Kondisi aktual

Gap

Kehadiran Posbindu

70%

38,5%

31,5%

Pemeriksaan tekanan darah

70%

44,2%

25,8%

Konseling faktor risiko

60%

29,5%

30,5%

Kunjungan ulang

70%

41,6%

28,4%

Mahasiswa diminta menemukan minimal 5 gap.

 

TUGAS 4. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH

Gunakan salah satu metode berikut:

Alternatif A — Metode USG

  • U = Urgency
  • S = Seriousness
  • G = Growth

Skor 1–5.

Masalah

U

S

G

Total

Prioritas

Masalah 1

Masalah 2

Masalah 3

Masalah 4

Masalah 5

Alternatif B — Hanlon

Mahasiswa dapat menggunakan:

PEARL + Magnitude + Seriousness + Effectiveness

Jika menggunakan Hanlon, mahasiswa harus menjelaskan alasan setiap skor.

 

TUGAS 5. ANALISIS AKAR MASALAH

Untuk masalah prioritas, gunakan:

Fishbone Analysis

Analisis minimal berdasarkan:

  1. Man
  2. Method
  3. Material
  4. Money
  5. Environment
  6. Management

Contoh:

Masalah utama:

Rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif dalam Posbindu PTM.

Kemungkinan akar masalah:

Man

  • masyarakat sibuk bekerja;
  • persepsi risiko rendah;
  • belum merasa membutuhkan pemeriksaan.

Method

  • kegiatan dilakukan pagi hari;
  • metode edukasi kurang sesuai sasaran;
  • belum ada pendekatan jemput bola.

Material

  • media edukasi kurang menarik;
  • informasi belum disesuaikan dengan kebutuhan pekerja.

Environment

  • tidak tersedia ruang aktivitas fisik yang memadai;
  • lingkungan pangan kurang mendukung.

Management

  • jadwal belum fleksibel;
  • koordinasi lintas sektor belum optimal.

 

TUGAS 6. ANALISIS DETERMINAN PERILAKU

Gunakan salah satu teori/model:

Pilihan 1

PRECEDE–PROCEED

Pilihan 2

Health Belief Model

Pilihan 3

Social Cognitive Theory

Pilihan 4

Lawrence Green

Mahasiswa harus menjelaskan:

  1. faktor predisposisi;
  2. faktor pemungkin;
  3. faktor penguat;
  4. perilaku yang menjadi masalah;
  5. faktor lingkungan;
  6. faktor pelayanan.

 

TUGAS 7. IDENTIFIKASI SASARAN

Tentukan:

Sasaran primer

Siapa yang perilakunya perlu berubah?

Sasaran sekunder

Siapa yang dapat memengaruhi sasaran primer?

Sasaran tersier

Siapa yang mempunyai kewenangan membuat kebijakan atau menyediakan dukungan?

Gunakan format:

Sasaran

Karakteristik

Masalah

Kebutuhan

Strategi pendekatan

Primer

Sekunder

Tersier

 

TUGAS 8. RUMUSAN MASALAH PROMOSI KESEHATAN

Buat rumusan masalah menggunakan formula:

WHO + WHAT + WHERE + WHEN + EVIDENCE

Contoh:

“Pada tahun 2026, masyarakat usia produktif di Desa Sukamaju menunjukkan rendahnya pemanfaatan Posbindu PTM dan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular, yang ditunjukkan oleh tingkat kehadiran Posbindu hanya 38,5% serta 47% responden tidak melakukan pemeriksaan tekanan darah lebih dari satu tahun.”

Mahasiswa harus membuat minimal 3 alternatif rumusan masalah kemudian memilih satu yang paling prioritas.

 

TUGAS 9. ANALISIS MASALAH PROMOSI KESEHATAN

Mahasiswa harus membedakan:

Masalah kesehatan

Contoh:

  • hipertensi meningkat;
  • diabetes meningkat;
  • obesitas;
  • merokok.

Masalah perilaku

Contoh:

  • kurang aktivitas fisik;
  • konsumsi makanan asin;
  • konsumsi minuman manis;
  • tidak melakukan pemeriksaan rutin.

Masalah lingkungan

Contoh:

  • keterbatasan fasilitas aktivitas fisik;
  • lingkungan pangan kurang sehat;
  • belum ada dukungan kebijakan.

Masalah pelayanan

Contoh:

  • Posbindu belum menjangkau pekerja;
  • jadwal tidak sesuai karakteristik sasaran;
  • tindak lanjut belum optimal.

 

TUGAS 10. MEMBUAT POHON MASALAH

Mahasiswa menyusun:

Dampak

Masalah utama

Penyebab langsung

Penyebab tidak langsung

Akar masalah

Pohon masalah harus didukung oleh data, bukan hanya asumsi.

 

TUGAS 11. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DATA TAMBAHAN

Mahasiswa harus menentukan data apa yang masih kurang.

Contoh:

  • data kepatuhan minum obat;
  • data tekanan darah berdasarkan kelompok umur;
  • data konsumsi natrium;
  • data akses terhadap fasilitas olahraga;
  • data dukungan keluarga;
  • data persepsi masyarakat;
  • data kualitas pelaksanaan Posbindu;
  • data dukungan pemerintah desa;
  • data karakteristik pedagang makanan.

Buat tabel:

Data yang diperlukan

Alasan

Sumber data

Metode pengumpulan

 

TUGAS 12. MENYUSUN REKOMENDASI AWAL

Setelah seluruh analisis selesai, mahasiswa menyusun rekomendasi.

Rekomendasi minimal mencakup:

  1. perubahan perilaku;
  2. komunikasi kesehatan;
  3. pemberdayaan masyarakat;
  4. penguatan Posbindu;
  5. dukungan keluarga;
  6. lingkungan sehat;
  7. kemitraan;
  8. advokasi kebijakan.

Catatan penting: rekomendasi harus sesuai dengan masalah yang ditemukan dan tidak boleh berupa kegiatan yang tidak mempunyai hubungan dengan hasil analisis.

 

P. PERTANYAAN ANALISIS TINGKAT LANJUT

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, jawab pertanyaan berikut.

1.

Apakah hipertensi merupakan masalah utama atau hanya salah satu dampak dari masalah yang lebih mendasar?

2.

Apakah rendahnya pengetahuan merupakan penyebab utama rendahnya perilaku sehat? Jelaskan berdasarkan data.

3.

Mengapa masyarakat yang sudah mengetahui bahaya hipertensi masih melakukan perilaku berisiko?

4.

Apakah penyuluhan tambahan merupakan intervensi yang paling tepat? Berikan argumentasi.

5.

Mengapa jadwal Posbindu dapat menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan?

6.

Apa hubungan antara lingkungan pangan dengan hipertensi?

7.

Siapa stakeholder paling strategis untuk dilibatkan?

8.

Apa masalah yang dapat diselesaikan melalui promosi kesehatan dan apa yang membutuhkan intervensi sektor lain?

9.

Jika hanya tersedia anggaran terbatas, masalah mana yang harus diprioritaskan?

10.

Apakah mahasiswa memiliki cukup data untuk langsung merancang intervensi? Jika belum, data apa yang masih diperlukan?

 

Q. PRODUK AKHIR PENUGASAN

Mahasiswa menghasilkan satu laporan analisis situasi dengan sistematika:

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar belakang
  2. Tujuan
  3. Manfaat

BAB II GAMBARAN WILAYAH

  1. Demografi
  2. Sosial ekonomi
  3. Kondisi lingkungan
  4. Sumber daya kesehatan
  5. Situasi pelayanan kesehatan

BAB III ANALISIS SITUASI

  1. Status kesehatan
  2. Faktor risiko
  3. Perilaku
  4. Lingkungan
  5. Pelayanan kesehatan
  6. Program yang telah berjalan

BAB IV IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH

  1. Identifikasi masalah
  2. Analisis kesenjangan
  3. Prioritas masalah
  4. Analisis akar masalah
  5. Analisis determinan perilaku
  6. Sasaran

BAB V REKOMENDASI

  1. Masalah prioritas
  2. Sasaran prioritas
  3. Rekomendasi strategi
  4. Stakeholder
  5. Kebutuhan data tambahan

BAB VI KESIMPULAN

 

R. RUBRIK PENILAIAN

Komponen

Bobot

Analisis situasi

20%

Ketepatan identifikasi masalah

15%

Penggunaan data

15%

Analisis prioritas masalah

15%

Analisis akar masalah

15%

Analisis determinan/perilaku

10%

Ketepatan sasaran

5%

Rekomendasi

5%

Total

100%

Kriteria unggul

Mahasiswa memperoleh nilai tinggi apabila:

  1. menggunakan data secara tepat;
  2. mampu membedakan masalah kesehatan, perilaku, lingkungan, dan pelayanan;
  3. tidak menyamakan gejala dengan akar masalah;
  4. mampu menunjukkan hubungan antarvariabel;
  5. menggunakan teori promosi kesehatan;
  6. mampu menentukan prioritas berdasarkan kriteria objektif;
  7. memberikan argumentasi berbasis data;
  8. tidak langsung melompat pada solusi;
  9. mampu mengidentifikasi data yang masih kurang;
  10. mampu merumuskan masalah secara spesifik dan terukur.