Rabu, 25 Februari 2026

PROMOSI KESEHATAN GIZI DI MASYARAKAT

 

PROMOSI KESEHATAN GIZI DI MASYARAKAT

Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

 

1. Pengertian Promosi Kesehatan Gizi

Promosi kesehatan gizi adalah upaya sistematis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat agar mampu menerapkan pola makan bergizi seimbang sehingga tercapai derajat kesehatan optimal.

Menurut World Health Organization, promosi kesehatan merupakan proses yang memungkinkan individu dan masyarakat meningkatkan kontrol terhadap faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka, termasuk status gizi.

Di Indonesia, program promosi gizi banyak dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui pendekatan Gizi Seimbang, Germas, dan percepatan penurunan stunting.

 

2. Tujuan Promosi Kesehatan Gizi

Tujuan Umum

Meningkatkan status gizi masyarakat melalui perubahan perilaku makan yang sehat dan berkelanjutan.

Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang.
  2. Meningkatkan kesadaran pentingnya pola makan sehat.
  3. Mendorong perubahan perilaku konsumsi makanan bergizi.
  4. Mencegah masalah gizi seperti:

1)       Stunting

2)       Gizi kurang

3)       Anemia

4)       Obesitas

  1. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih makanan sehat.

 

3. Masalah Gizi di Masyarakat

Masalah gizi di Indonesia masih menjadi isu penting, antara lain:

a.   Stunting

Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis.

b.   Wasting

Berat badan anak terlalu rendah dibanding tinggi badan.

c.   Underweight

Berat badan kurang menurut umur.

d.         Anemia

Kekurangan zat besi yang banyak terjadi pada:

  1. Remaja putri
  2. Ibu hamil

e.         Obesitas

Masalah gizi lebih yang meningkat pada remaja dan dewasa.

Masalah ini sering disebut double burden of malnutrition.

4. Determinan Masalah Gizi

Masalah gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor:

a.   Faktor Langsung

1)        Asupan makanan tidak adekuat

2)        Penyakit infeksi

b.      Faktor Tidak Langsung

1)        Pola asuh

2)        Ketahanan pangan keluarga

3)        Sanitasi lingkungan

4)        Akses pelayanan kesehatan

5)        Pendidikan ibu

c.       Faktor Sosial Ekonomi

1)        Pendapatan keluarga

2)        Budaya makan

3)        Ketersediaan pangan

 

5. Prinsip Gizi Seimbang

Gizi seimbang merupakan pedoman makan yang dianjurkan dalam promosi kesehatan.

Prinsip utama:

a.          Konsumsi makanan beragam

Tidak hanya satu jenis makanan.

b.         Aktivitas fisik teratur

Minimal 30 menit per hari.

c.          Perilaku hidup bersih

Cuci tangan pakai sabun.

d.      Memantau berat badan secara rutin

 

6. Sasaran Promosi Kesehatan Gizi

Promosi gizi dilakukan pada berbagai kelompok masyarakat:

  1. Ibu hamil
  2. Ibu menyusui
  3. Bayi dan balita
  4. Remaja
  5. Pasangan usia subur
  6. Lansia
  7. Keluarga
  8. Masyarakat umum
  9. Sekolah
  10. Tempat kerja

 

7. Strategi Promosi Kesehatan Gizi

a.   Advokasi

Mempengaruhi pengambil kebijakan agar mendukung program gizi.

Contoh:

1)           Program penurunan stunting

2)           Kebijakan kantin sehat

b.   Bina Suasana

Menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sehat.

Contoh:

1)     Kampanye makan sehat

2)     Media edukasi gizi

c.   Pemberdayaan Masyarakat

Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga gizi keluarga.

Contoh:

1)                              Kelas ibu hamil

2)                              Posyandu

3)                              Kebun gizi keluarga

 

8. Metode Promosi Kesehatan Gizi

a.         Metode Individu

1)     Konseling gizi

2)     Home visit

b.          Metode Kelompok

1)     Penyuluhan

2)     Diskusi kelompok

3)     Demonstrasi memasak

c.          Metode Massa

1)      Media sosial

2)      Poster

3)      Video edukasi

4)      Kampanye kesehatan

 

9. Media Promosi Kesehatan Gizi

a.   Media Cetak

1)     Leaflet

2)     Poster

3)     Booklet

4)     Modul

b.   Media Elektronik

1)     Video edukasi

2)     Animasi

3)     Webinar

c.   Media Sosial

1)     Instagram

2)     TikTok edukasi kesehatan

3)     YouTube

d.   Media Alat Peraga

1)     Piring gizi seimbang

2)     Food model

3)     Poster gizi

 

10. Langkah Pelaksanaan Promosi Kesehatan Gizi

a.         Analisis Situasi

Mengidentifikasi masalah gizi di masyarakat.

Contoh:

1)     Tingginya anemia remaja

2)     Stunting balita

b.         Penentuan Sasaran

Menentukan kelompok target program.

c.         Penyusunan Materi

Materi harus:

1)            Sesuai kebutuhan

2)            Mudah dipahami

3)            Relevan

d.         Pemilihan Metode dan Media

Disesuaikan dengan karakteristik sasaran.

e.         Pelaksanaan

Melakukan penyuluhan atau intervensi.

f.           Monitoring dan Evaluasi

Menilai keberhasilan program.

 

11. Contoh Program Promosi Gizi di Masyarakat

1. Edukasi Isi Piringku

Materi:

1)     Porsi makanan sehat

2)     Sayur dan buah

3)     Protein

2. Program Pencegahan Stunting

Kegiatan:

1)     Edukasi 1000 HPK

2)     PMT balita

3)     Konseling ibu hamil

3. Program Tablet Tambah Darah Remaja

Dilakukan di sekolah.

4. Kelas Gizi Ibu Hamil

Materi:

1)     Nutrisi kehamilan

2)     Pencegahan anemia

 

12. Peran Tenaga Promosi Kesehatan

Tenaga promosi kesehatan memiliki peran penting, yaitu:

a.    Edukator

b.    Fasilitator

c.    Motivator

d.    Konselor

e.    Advokat kesehatan

f.      Penggerak masyarakat

 

13. Indikator Keberhasilan Promosi Gizi

Keberhasilan program dapat dilihat dari:

  1. Peningkatan pengetahuan gizi masyarakat
  2. Perubahan perilaku makan
  3. Penurunan angka stunting
  4. Penurunan anemia
  5. Peningkatan konsumsi sayur dan buah
  6. Status gizi masyarakat membaik

 

14. Isu Terkini Promosi Gizi (Update Materi Kuliah)

Beberapa isu terbaru dalam promosi kesehatan gizi:

a.   Double Burden of Malnutrition

Gizi kurang dan obesitas terjadi bersamaan.

b.      Stunting Nasional

Masih menjadi prioritas pembangunan kesehatan.

c.       Gizi Remaja

Fokus pada:

1)     Anemia

2)     Pola makan tidak sehat

3)     Diet ekstrem

d.      Digital Health Promotion

Promosi kesehatan melalui media digital.

e.       Perubahan Pola Konsumsi

Meningkatnya konsumsi:

1)     Fast food

2)     Minuman tinggi gula

 

15. Contoh Materi Penyuluhan Gizi Singkat

Judul: Gizi Seimbang untuk Keluarga Sehat

Isi materi:

  1. Makan beragam makanan
  2. Konsumsi sayur dan buah
  3. Kurangi gula, garam, lemak
  4. Minum air putih cukup
  5. Aktivitas fisik rutin
  6. Pantau berat badan

 

16. Evaluasi Program Promosi Gizi

Evaluasi dapat dilakukan melalui:

a.       Evaluasi Proses

Menilai pelaksanaan kegiatan.

b.      Evaluasi Hasil

Menilai perubahan:

1)     Pengetahuan

2)     Sikap

3)     Perilaku

c.       Evaluasi Dampak

Melihat perubahan status gizi masyarakat.

Kamis, 05 Februari 2026

INFORMED CONSENT

 

INFORMED CONSENT

Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

Informed consent adalah proses di mana pasien atau klien diberi penjelasan lengkap tentang tindakan medis/intervensi kesehatan yang akan dilakukan, dan diberi kesempatan untuk setuju atau menolak secara sukarela, tanpa tekanan.

 

Tujuan Penggunaan Informed Consent

  1. Melindungi hak pasien
  2. Menjamin bahwa tindakan medis dilakukan atas dasar persetujuan sadar
  3. Melindungi tenaga kesehatan dari masalah hukum
  4. Memenuhi aspek etika profesi kesehatan

 

 Prinsip Pelaksanaan Informed Consent

  1. Informasi yang lengkap dan jujur
    Pasien harus diberi penjelasan tentang:
    1. Diagnosis atau kondisi
    2. Tindakan yang akan dilakukan
    3. Manfaat, risiko, efek samping
    4. Alternatif tindakan
    5. Hak untuk menolak tindakan
  1. Kompetensi pasien Pasien dalam keadaan sadar, mampu memahami, dan bisa mengambil keputusan (atau wali bila tidak mampu)
  2. Sukarela Tanpa paksaan, ancaman, bujukan berlebihan, atau manipulasi.

 

 Jenis Informed Consent

  1. Tertulis
    Biasanya untuk tindakan medis besar atau berisiko tinggi:
    1. Operasi
    2. Pembedahan
    3. Tindakan invasif
    4. Partisipasi dalam penelitian kesehatan
  1. Lisan
    Untuk tindakan ringan atau rutin, misalnya:
    • Pemeriksaan tekanan darah
    • Suntik vitamin
    • Edukasi kesehatan

 

Prosedur Pelaksanaan Informed Consent

  1. Memberikan Penjelasan
    1. Disampaikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten
    2. Menggunakan bahasa sederhana, jelas, dan sesuai budaya pasien
    3. Bisa dibantu media gambar/brosur jika perlu
  1. Kesempatan Bertanya
    1. Pasien/wali diberi waktu untuk bertanya dan berdiskusi
  1. Pemberian Persetujuan
    1. Jika setuju, pasien menandatangani formulir (untuk yang tertulis)
    2. Jika lisan, dicatat di rekam medis
  1. Dokumentasi
    1. Disimpan dalam rekam medis sebagai bukti hukum

 

 Contoh Situasi Pelaksanaan

  1. Di puskesmas → persetujuan imunisasi anak
  2. Di posyandu → persetujuan partisipasi skrining stunting
  3. Di rumah sakit → persetujuan operasi caesar
  4. Di penelitian → persetujuan jadi responden survei kesehatan

 

Dokumen yang Dibutuhkan

  1. Formulir informed consent (format standar)
  2. Keterangan diagnosis dan rencana tindakan
  3. Tanda tangan pasien dan tenaga medis

 

Perbedaan Informed Consent dan Informed Choice

Aspek

Informed Consent

Informed Choice

Definisi

Persetujuan sukarela yang diberikan setelah mendapat informasi lengkap tentang tindakan yang akan dilakukan.

Proses memilih secara sadar di antara beberapa opsi setelah mendapat informasi lengkap.

Fokus

Persetujuan atau penolakan terhadap satu tindakan tertentu.

Pemilihan salah satu dari beberapa pilihan tindakan.

Konteks Penggunaan

Tindakan medis atau program kesehatan yang butuh izin formal, biasanya prosedur tunggal.

Situasi dengan beberapa pilihan tindakan/intervensi yang berbeda.

Tujuan

Mendapatkan izin resmi dan sadar dari pasien/klien.

Membebaskan pasien/klien memilih opsi terbaik sesuai nilai dan preferensinya.

Dokumentasi

Biasanya tertulis untuk tindakan besar, lisan untuk ringan.

Bisa tanpa dokumen formal, tapi sebaiknya dicatat di rekam medis.

Contoh

Persetujuan operasi, persetujuan ikut penelitian.

Memilih metode kontrasepsi, memilih metode persalinan, atau memilih terapi tertentu.

 

Persamaan Keduanya

Sama-sama berbasis prinsip etika medis:

  1. Autonomi (hak pasien memutuskan)
  2. Beneficence (demi kebaikan pasien)
  3. Non-maleficence (tidak merugikan pasien)
  4. Justice (keadilan)

Sama-sama butuh penjelasan yang jelas dan lengkap.

Dilakukan tanpa paksaan, intimidasi, atau tekanan.

Pasien/klien harus cukup kompeten untuk memahami informasi yang diberikan.

 

Contoh Bedanya dalam Praktik

Informed Consent

Seorang pasien menyetujui operasi usus buntu setelah dokter menjelaskan prosedur, risiko, dan manfaatnya.

Informed Choice

Seorang ibu hamil memilih metode persalinan (normal, SC, atau persalinan di rumah sakit) setelah dijelaskan semua risiko dan manfaatnya.

 

Singkatnya:

Informed consent: “Saya setuju atau tidak setuju terhadap tindakan ini.”
Informed choice: “Saya pilih opsi yang ini setelah paham risikonya.”