STUDI KASUS
ANALISIS
SITUASI DAN IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT
Mata Kuliah
Manajemen Promosi Kesehatan
/ Analisis Situasi Kesehatan Masyarakat
Program Studi
Sarjana Terapan Promosi
Kesehatan
Bentuk Penugasan
Case-Based Learning / Project-Based Learning
A. DESKRIPSI KASUS
Desa Sukamaju merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Harapan Jaya, Kecamatan Sejahtera, Kabupaten Mandiri. Desa ini
berjarak sekitar 8 km dari ibu kota kecamatan dan dapat ditempuh dengan
kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jumlah penduduk Desa Sukamaju pada tahun 2026 sebanyak 6.842 jiwa,
yang terdiri atas 3.401 laki-laki dan 3.441 perempuan. Sebagian besar
masyarakat bekerja sebagai pedagang, buruh, pekerja informal, petani, dan
karyawan swasta.
Dalam tiga tahun terakhir, petugas Puskesmas mengamati adanya
peningkatan kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes
melitus. Di sisi lain, hasil pengamatan kader menunjukkan bahwa aktivitas fisik
masyarakat relatif rendah, konsumsi makanan tinggi garam dan gula cukup tinggi,
serta kebiasaan merokok masih banyak ditemukan pada laki-laki dewasa.
Puskesmas sebenarnya telah melaksanakan berbagai kegiatan promosi
kesehatan, antara lain Posbindu PTM, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan
darah, pemeriksaan gula darah, senam bersama, dan edukasi mengenai pola makan
sehat.
Namun demikian, partisipasi
masyarakat masih rendah.
Kepala Puskesmas kemudian
meminta mahasiswa Sarjana Terapan Promosi Kesehatan yang sedang melaksanakan
praktik lapangan untuk melakukan:
- analisis situasi
kesehatan masyarakat;
- identifikasi
masalah kesehatan;
- analisis faktor
penyebab;
- penentuan prioritas
masalah;
- identifikasi
kelompok sasaran;
- merumuskan masalah
promosi kesehatan;
- menyusun
rekomendasi intervensi awal.
Mahasiswa tidak diperbolehkan langsung menentukan program/intervensi
sebelum melakukan analisis situasi dan penentuan prioritas masalah.
B. DATA UMUM WILAYAH
1. Data Demografi
|
Indikator |
Data |
|
Jumlah penduduk |
6.842 jiwa |
|
Laki-laki |
3.401 jiwa |
|
Perempuan |
3.441 jiwa |
|
Jumlah KK |
1.987 KK |
|
Jumlah RT |
42 RT |
|
Jumlah RW |
8 RW |
|
Balita |
486 |
|
Anak usia sekolah |
1.021 |
|
Remaja 10–19 tahun |
1.146 |
|
Dewasa 20–59 tahun |
3.421 |
|
Lansia ≥60 tahun |
768 |
|
Kepadatan penduduk |
1.245 jiwa/km² |
2. Karakteristik Pendidikan
|
Pendidikan terakhir |
Persentase |
|
Tidak tamat SD |
4,8% |
|
SD/sederajat |
27,6% |
|
SMP/sederajat |
25,4% |
|
SMA/sederajat |
32,1% |
|
Diploma/Sarjana |
10,1% |
3. Mata Pencaharian
|
Mata pencaharian |
Persentase |
|
Pedagang |
25,8% |
|
Buruh/pekerja informal |
21,4% |
|
Karyawan swasta |
18,2% |
|
Petani |
14,5% |
|
Ibu rumah tangga |
11,7% |
|
ASN/TNI/Polri |
3,4% |
|
Lainnya |
5,0% |
Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang dan pekerja
informal bekerja antara 9–12 jam per hari.
C. DATA STATUS KESEHATAN
1. Tren Hipertensi
Data Puskesmas menunjukkan:
|
Tahun |
Jumlah penduduk diperiksa |
Ditemukan hipertensi |
Persentase |
|
2023 |
1.032 |
224 |
21,7% |
|
2024 |
1.245 |
302 |
24,3% |
|
2025 |
1.487 |
398 |
26,8% |
|
2026* |
1.126 |
323 |
28,7% |
*Data Januari–Juni 2026.
Petugas Puskesmas menyampaikan bahwa angka tersebut kemungkinan belum
menggambarkan seluruh kondisi masyarakat karena sebagian besar masyarakat tidak
melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Sebagai konteks nasional, SKI 2023 mencatat prevalensi hipertensi
berdasarkan pengukuran tekanan darah sebesar 29,2% pada penduduk ≥15 tahun,
sedangkan berdasarkan diagnosis dokter hanya sekitar 8%. Kesenjangan tersebut menunjukkan adanya masalah
deteksi dan kesadaran status hipertensi di masyarakat.
D. DATA DIABETES MELITUS
|
Tahun |
Kasus terdaftar |
|
2023 |
87 |
|
2024 |
102 |
|
2025 |
129 |
|
2026* |
143 |
*Januari–Juni 2026.
Dari wawancara dengan
petugas, peningkatan kasus antara lain dikaitkan dengan:
- pola makan tinggi
gula;
- konsumsi minuman
manis;
- aktivitas fisik
rendah;
- kelebihan berat
badan;
- keterlambatan
pemeriksaan;
- rendahnya kepatuhan kontrol pada sebagian
pasien.
E. DATA FAKTOR RISIKO
MASYARAKAT
Survei cepat dilakukan terhadap 400 penduduk usia ≥18 tahun.
Hasil survei:
|
Faktor risiko |
n |
% |
|
Merokok |
148 |
37,0% |
|
Kurang aktivitas fisik |
214 |
53,5% |
|
Konsumsi makanan asin ≥3
kali/minggu |
231 |
57,8% |
|
Konsumsi minuman manis ≥4
kali/minggu |
196 |
49,0% |
|
Konsumsi sayur kurang |
177 |
44,3% |
|
Konsumsi buah kurang |
202 |
50,5% |
|
IMT overweight |
102 |
25,5% |
|
IMT obesitas |
76 |
19,0% |
|
Obesitas sentral |
134 |
33,5% |
|
Tidak memeriksa tekanan darah >1 tahun |
188 |
47,0% |
|
Tidak mengetahui tekanan darah terakhir |
157 |
39,3% |
Faktor-faktor tersebut relevan dengan pengendalian hipertensi karena
Kementerian Kesehatan mengidentifikasi merokok, kurang aktivitas fisik, kurang
konsumsi sayur dan buah, serta konsumsi makanan asin sebagai perilaku yang
meningkatkan risiko hipertensi.
F. DATA PENGETAHUAN
MASYARAKAT
Dari 400 responden:
|
Pernyataan |
Menjawab benar |
|
Hipertensi dapat terjadi
tanpa gejala |
48,5% |
|
Tekanan darah perlu
diperiksa secara berkala |
61,0% |
|
Garam berlebihan meningkatkan risiko hipertensi |
64,5% |
|
Merokok meningkatkan risiko PTM |
72,0% |
|
Aktivitas fisik penting
untuk mencegah PTM |
68,5% |
|
Orang dengan hipertensi harus kontrol rutin |
58,3% |
|
Obat hipertensi harus
diminum sesuai anjuran tenaga kesehatan |
71,5% |
|
Mengetahui batas konsumsi
garam harian |
21,8% |
|
Mengetahui cara membaca
label kandungan natrium |
13,5% |
|
Mengetahui contoh
aktivitas fisik intensitas sedang |
34,0% |
Nilai rata-rata pengetahuan: 62,4%.
G. DATA PERILAKU
Hasil wawancara menunjukkan:
Pola makan
Sebagian besar masyarakat mengonsumsi:
- makanan gorengan;
- makanan siap saji;
- makanan instan;
- makanan dengan tambahan kecap/saus;
- makanan asin;
- minuman
berpemanis.
Sebanyak 57,8% responden
menyatakan mengonsumsi makanan asin sedikitnya tiga kali dalam seminggu.
Sebagian pedagang makanan
mengaku bahwa makanan dengan rasa lebih asin dan gurih lebih mudah diterima
konsumen.
Aktivitas fisik
Sebanyak 53,5% responden
masuk kategori kurang aktivitas fisik.
Alasan yang paling banyak disampaikan:
|
Alasan |
% |
|
Tidak mempunyai waktu |
42,5% |
|
Bekerja sepanjang hari |
28,0% |
|
Tidak ada tempat olahraga dekat rumah |
15,5% |
|
Tidak memiliki teman olahraga |
8,5% |
|
Tidak terbiasa |
5,5% |
H. DATA MEROKOK
Dari 400 responden:
- 148 orang
merupakan perokok aktif;
- 97 orang merokok
setiap hari;
- 51 orang merokok tidak setiap hari;
- 126 responden menyatakan terdapat anggota
keluarga yang merokok di rumah.
Sebanyak 41,5% perokok
mengatakan belum pernah mengikuti konseling berhenti merokok.
Alasan belum berhenti:
|
Alasan |
% |
|
Sudah menjadi kebiasaan |
46,2% |
|
Sulit berhenti |
31,1% |
|
Tidak merasa sakit |
14,5% |
|
Pengaruh teman/lingkungan |
8,2% |
I. DATA POSBINDU PTM
Desa memiliki 4 Posbindu
PTM.
Namun, berdasarkan data enam bulan terakhir:
|
Indikator |
Target |
Capaian |
|
Kehadiran sasaran |
70% |
38,5% |
|
Pemeriksaan tekanan darah |
70% |
44,2% |
|
Pemeriksaan gula darah |
60% |
32,8% |
|
Konseling faktor risiko |
60% |
29,5% |
|
Rujukan kasus berisiko |
80% |
61,0% |
|
Kunjungan ulang |
70% |
41,6% |
Kader menyampaikan bahwa kegiatan Posbindu biasanya dilakukan pada pagi
hari.
Hal tersebut menjadi masalah karena sebagian besar sasaran bekerja pada
pagi hingga sore hari.
J. DATA PELAYANAN
KESEHATAN
Puskesmas memiliki:
- 1 dokter;
- 3 perawat;
- 2 bidan;
- 1 tenaga promosi
kesehatan;
- 1 tenaga gizi;
- 1 tenaga kesehatan
lingkungan;
- 1 analis
laboratorium;
- 15 kader Posbindu
aktif.
Puskesmas telah melaksanakan:
- penyuluhan
hipertensi;
- pemeriksaan tekanan
darah;
- pemeriksaan gula
darah;
- Posbindu PTM;
- senam bersama;
- konseling pasien;
- kunjungan rumah
terbatas.
Namun, petugas mengakui bahwa sebagian besar kegiatan masih
berorientasi pada penyuluhan dan pemeriksaan, sementara kegiatan
perubahan lingkungan dan penguatan dukungan sosial belum optimal.
K. DATA LINGKUNGAN
Hasil observasi mahasiswa menunjukkan:
Lingkungan fisik
- hanya terdapat satu lapangan desa;
- lapangan sering
digunakan untuk parkir kendaraan;
- tidak tersedia jalur khusus pejalan kaki;
- fasilitas olahraga
masyarakat terbatas;
- beberapa jalan
tidak memiliki penerangan yang memadai;
- terdapat banyak
warung makanan dan minuman;
- makanan tinggi garam/gula mudah ditemukan.
Lingkungan sosial
Sebagian tokoh masyarakat
mendukung program kesehatan, tetapi belum terdapat forum rutin yang
mempertemukan:
- pemerintah desa;
- Puskesmas;
- kader;
- pedagang;
- sekolah;
- kelompok pemuda;
- kelompok perempuan;
- tokoh agama.
L. DATA SOSIAL DAN
PERSEPSI MASYARAKAT
Hasil wawancara mendalam
dengan 20 masyarakat menunjukkan beberapa persepsi:
“Kalau belum merasa pusing
atau sakit, saya merasa tidak perlu periksa.”
“Kalau pagi ada Posbindu,
saya sedang jualan.”
“Olahraga sebenarnya mau,
tetapi tidak ada tempat.”
“Makanan yang tidak asin
rasanya kurang enak.”
“Kalau berhenti merokok
susah, sudah bertahun-tahun.”
“Penyuluhan sudah sering,
tetapi setelah itu biasanya kembali lagi seperti biasa.”
Temuan tersebut menunjukkan
bahwa masalah kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi
juga dengan faktor perilaku, kesempatan, lingkungan, dukungan sosial, dan
sistem pelayanan.
M. DATA PROGRAM YANG TELAH DILAKUKAN
Dalam dua tahun terakhir, Puskesmas telah melakukan:
|
Program |
Pelaksanaan |
Hasil |
|
Penyuluhan hipertensi |
6 kali/tahun |
Kehadiran rata-rata 35% |
|
Senam bersama |
2 kali/bulan |
Peserta rata-rata 25 orang |
|
Posbindu |
4 titik |
Kehadiran 38,5% |
|
Pemeriksaan tekanan darah |
Rutin |
Belum menjangkau pekerja |
|
Konseling |
Ada |
Belum terdokumentasi optimal |
|
Media edukasi |
Poster/leaflet |
Sebagian sudah tidak diperbarui |
|
Kunjungan rumah |
Terbatas |
Prioritas pasien risiko tinggi |
N. HASIL WAWANCARA DENGAN STAKEHOLDER
1. Kepala Desa
“Kami sebenarnya siap mendukung kegiatan kesehatan, tetapi perlu
program yang jelas dan tidak terlalu membebani anggaran desa.”
2. Kepala Puskesmas
“Masalahnya bukan hanya
masyarakat tidak tahu. Banyak yang sudah tahu hipertensi berbahaya, tetapi
perilakunya belum berubah.”
3. Kader
“Kami kesulitan mengajak
warga karena waktunya bersamaan dengan jam kerja.”
4. Pedagang makanan
“Kalau makanan dikurangi
garam dan penyedap, pelanggan kadang komplain.”
5. Kelompok pemuda
“Anak muda lebih tertarik kegiatan yang praktis dan menggunakan media
sosial.”
O. TUGAS MAHASISWA
Berdasarkan seluruh data
tersebut, mahasiswa diminta melakukan analisis situasi kesehatan masyarakat
secara sistematis.
Tugas 1. Analisis Situasi
Analisis kondisi Desa
Sukamaju berdasarkan:
- demografi;
- sosial-ekonomi;
- status kesehatan;
- faktor risiko;
- perilaku kesehatan;
- lingkungan fisik;
- lingkungan sosial;
- pelayanan kesehatan;
- sumber daya
masyarakat;
- program kesehatan
yang telah berjalan.
Output:
Buat tabel:
|
Domain |
Temuan utama |
Data pendukung |
Interpretasi |
|
Demografi |
|||
|
Epidemiologi |
|||
|
Perilaku |
|||
|
Lingkungan |
|||
|
Pelayanan |
|||
|
Sosial |
|||
|
Program |
TUGAS 2. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN
Identifikasi minimal 5 masalah kesehatan atau masalah promosi
kesehatan berdasarkan data.
Contoh format:
|
No |
Masalah |
Data pendukung |
Besarnya masalah |
Kelompok terdampak |
|
1 |
||||
|
2 |
||||
|
3 |
||||
|
4 |
||||
|
5 |
Mahasiswa tidak boleh
hanya menuliskan “hipertensi” sebagai masalah.
Masalah harus dirumuskan
secara lebih operasional, misalnya:
“Rendahnya deteksi dini dan
pengendalian faktor risiko hipertensi pada masyarakat usia produktif.”
TUGAS 3. ANALISIS
KESENJANGAN
Identifikasi kesenjangan
antara:
kondisi ideal → kondisi
aktual → gap
Contoh:
|
Indikator |
Kondisi ideal |
Kondisi aktual |
Gap |
|
Kehadiran Posbindu |
70% |
38,5% |
31,5% |
|
Pemeriksaan tekanan darah |
70% |
44,2% |
25,8% |
|
Konseling faktor risiko |
60% |
29,5% |
30,5% |
|
Kunjungan ulang |
70% |
41,6% |
28,4% |
Mahasiswa diminta menemukan minimal
5 gap.
TUGAS 4. PENENTUAN
PRIORITAS MASALAH
Gunakan salah satu metode
berikut:
Alternatif A — Metode USG
- U = Urgency
- S = Seriousness
- G = Growth
Skor 1–5.
|
Masalah |
U |
S |
G |
Total |
Prioritas |
|
Masalah 1 |
|||||
|
Masalah 2 |
|||||
|
Masalah 3 |
|||||
|
Masalah 4 |
|||||
|
Masalah 5 |
Alternatif B — Hanlon
Mahasiswa dapat menggunakan:
PEARL + Magnitude + Seriousness + Effectiveness
Jika menggunakan Hanlon,
mahasiswa harus menjelaskan alasan setiap skor.
TUGAS 5. ANALISIS AKAR MASALAH
Untuk masalah prioritas, gunakan:
Fishbone Analysis
Analisis minimal berdasarkan:
- Man
- Method
- Material
- Money
- Environment
- Management
Contoh:
Masalah utama:
Rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif dalam Posbindu PTM.
Kemungkinan akar masalah:
Man
- masyarakat sibuk
bekerja;
- persepsi risiko
rendah;
- belum merasa
membutuhkan pemeriksaan.
Method
- kegiatan dilakukan
pagi hari;
- metode edukasi kurang sesuai sasaran;
- belum ada pendekatan jemput bola.
Material
- media edukasi
kurang menarik;
- informasi belum disesuaikan dengan kebutuhan
pekerja.
Environment
- tidak tersedia ruang aktivitas fisik yang
memadai;
- lingkungan pangan
kurang mendukung.
Management
- jadwal belum
fleksibel;
- koordinasi lintas sektor belum optimal.
TUGAS 6. ANALISIS
DETERMINAN PERILAKU
Gunakan salah satu
teori/model:
Pilihan 1
PRECEDE–PROCEED
Pilihan 2
Health Belief Model
Pilihan 3
Social Cognitive Theory
Pilihan 4
Lawrence Green
Mahasiswa harus menjelaskan:
- faktor
predisposisi;
- faktor pemungkin;
- faktor penguat;
- perilaku yang
menjadi masalah;
- faktor lingkungan;
- faktor pelayanan.
TUGAS 7. IDENTIFIKASI
SASARAN
Tentukan:
Sasaran primer
Siapa yang perilakunya perlu
berubah?
Sasaran sekunder
Siapa yang dapat memengaruhi
sasaran primer?
Sasaran tersier
Siapa yang mempunyai
kewenangan membuat kebijakan atau menyediakan dukungan?
Gunakan format:
|
Sasaran |
Karakteristik |
Masalah |
Kebutuhan |
Strategi pendekatan |
|
Primer |
||||
|
Sekunder |
||||
|
Tersier |
TUGAS 8. RUMUSAN MASALAH
PROMOSI KESEHATAN
Buat rumusan masalah
menggunakan formula:
WHO + WHAT + WHERE + WHEN + EVIDENCE
Contoh:
“Pada tahun 2026, masyarakat usia produktif di Desa Sukamaju
menunjukkan rendahnya pemanfaatan Posbindu PTM dan pemeriksaan faktor risiko
penyakit tidak menular, yang ditunjukkan oleh tingkat kehadiran Posbindu hanya
38,5% serta 47% responden tidak melakukan pemeriksaan tekanan darah lebih dari
satu tahun.”
Mahasiswa harus membuat minimal 3 alternatif rumusan masalah
kemudian memilih satu yang paling prioritas.
TUGAS 9. ANALISIS MASALAH
PROMOSI KESEHATAN
Mahasiswa harus membedakan:
Masalah kesehatan
Contoh:
- hipertensi
meningkat;
- diabetes meningkat;
- obesitas;
- merokok.
Masalah perilaku
Contoh:
- kurang aktivitas
fisik;
- konsumsi makanan
asin;
- konsumsi minuman
manis;
- tidak melakukan
pemeriksaan rutin.
Masalah lingkungan
Contoh:
- keterbatasan
fasilitas aktivitas fisik;
- lingkungan pangan
kurang sehat;
- belum ada dukungan
kebijakan.
Masalah pelayanan
Contoh:
- Posbindu belum
menjangkau pekerja;
- jadwal tidak sesuai karakteristik sasaran;
- tindak lanjut
belum optimal.
TUGAS 10. MEMBUAT POHON
MASALAH
Mahasiswa menyusun:
Dampak
⬆
Masalah utama
⬆
Penyebab langsung
⬆
Penyebab tidak langsung
⬆
Akar masalah
Pohon masalah harus didukung
oleh data, bukan hanya asumsi.
TUGAS 11. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DATA TAMBAHAN
Mahasiswa harus menentukan data apa yang masih kurang.
Contoh:
- data kepatuhan
minum obat;
- data tekanan darah berdasarkan kelompok umur;
- data konsumsi
natrium;
- data akses
terhadap fasilitas olahraga;
- data dukungan
keluarga;
- data persepsi
masyarakat;
- data kualitas
pelaksanaan Posbindu;
- data dukungan
pemerintah desa;
- data karakteristik
pedagang makanan.
Buat tabel:
|
Data yang diperlukan |
Alasan |
Sumber data |
Metode pengumpulan |
TUGAS 12. MENYUSUN REKOMENDASI AWAL
Setelah seluruh analisis selesai, mahasiswa menyusun rekomendasi.
Rekomendasi minimal mencakup:
- perubahan
perilaku;
- komunikasi
kesehatan;
- pemberdayaan
masyarakat;
- penguatan
Posbindu;
- dukungan keluarga;
- lingkungan sehat;
- kemitraan;
- advokasi
kebijakan.
Catatan penting: rekomendasi harus sesuai dengan masalah yang
ditemukan dan tidak boleh berupa kegiatan yang tidak mempunyai hubungan dengan
hasil analisis.
P. PERTANYAAN ANALISIS TINGKAT LANJUT
Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, jawab
pertanyaan berikut.
1.
Apakah hipertensi merupakan masalah utama atau hanya salah satu dampak
dari masalah yang lebih mendasar?
2.
Apakah rendahnya pengetahuan
merupakan penyebab utama rendahnya perilaku sehat? Jelaskan berdasarkan data.
3.
Mengapa masyarakat yang
sudah mengetahui bahaya hipertensi masih melakukan perilaku berisiko?
4.
Apakah penyuluhan tambahan
merupakan intervensi yang paling tepat? Berikan argumentasi.
5.
Mengapa jadwal Posbindu
dapat menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan?
6.
Apa hubungan antara
lingkungan pangan dengan hipertensi?
7.
Siapa stakeholder paling
strategis untuk dilibatkan?
8.
Apa masalah yang dapat
diselesaikan melalui promosi kesehatan dan apa yang membutuhkan intervensi
sektor lain?
9.
Jika hanya tersedia anggaran
terbatas, masalah mana yang harus diprioritaskan?
10.
Apakah mahasiswa memiliki
cukup data untuk langsung merancang intervensi? Jika belum, data apa
yang masih diperlukan?
Q. PRODUK AKHIR PENUGASAN
Mahasiswa menghasilkan satu
laporan analisis situasi dengan sistematika:
BAB I PENDAHULUAN
- Latar belakang
- Tujuan
- Manfaat
BAB II GAMBARAN WILAYAH
- Demografi
- Sosial ekonomi
- Kondisi lingkungan
- Sumber daya
kesehatan
- Situasi pelayanan
kesehatan
BAB III ANALISIS SITUASI
- Status kesehatan
- Faktor risiko
- Perilaku
- Lingkungan
- Pelayanan kesehatan
- Program yang telah
berjalan
BAB IV IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH
- Identifikasi
masalah
- Analisis
kesenjangan
- Prioritas masalah
- Analisis akar
masalah
- Analisis
determinan perilaku
- Sasaran
BAB V REKOMENDASI
- Masalah prioritas
- Sasaran prioritas
- Rekomendasi
strategi
- Stakeholder
- Kebutuhan data
tambahan
BAB VI KESIMPULAN
R. RUBRIK PENILAIAN
|
Komponen |
Bobot |
|
Analisis situasi |
20% |
|
Ketepatan identifikasi masalah |
15% |
|
Penggunaan data |
15% |
|
Analisis prioritas masalah |
15% |
|
Analisis akar masalah |
15% |
|
Analisis determinan/perilaku |
10% |
|
Ketepatan sasaran |
5% |
|
Rekomendasi |
5% |
|
Total |
100% |
Kriteria unggul
Mahasiswa memperoleh nilai tinggi apabila:
- menggunakan data
secara tepat;
- mampu membedakan masalah kesehatan, perilaku,
lingkungan, dan pelayanan;
- tidak menyamakan gejala dengan akar masalah;
- mampu menunjukkan
hubungan antarvariabel;
- menggunakan teori
promosi kesehatan;
- mampu menentukan
prioritas berdasarkan kriteria objektif;
- memberikan
argumentasi berbasis data;
- tidak langsung melompat pada solusi;
- mampu
mengidentifikasi data yang masih kurang;
- mampu merumuskan
masalah secara spesifik dan terukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar