Senin, 03 Agustus 2026

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

MATERI KULIAH: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Mata Kuliah: Pemberdayaan Masyarakat

Topik Utama: Konsep Partisipasi dalam Konteks Promosi Kesehatan

1. Pengantar: Urgensi Partisipasi dalam Promosi Kesehatan

Dalam paradigma modern, promosi kesehatan tidak lagi dipahami sebatas kegiatan penyuluhan satu arah (top-down), di mana masyarakat diposisikan sebagai objek pasif penerima informasi. Promosi kesehatan yang efektif menuntut pergeseran paradigma menjadi pemberdayaan (empowerment), di mana masyarakat adalah subjek utama atau pelaku pembangunan kesehatan itu sendiri.

Berdasarkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter for Health Promotion, 1986), salah satu strategi utama promosi kesehatan adalah memperkuat aksi komunitas (strengthen community actions). Keberhasilan aksi ini sangat bergantung pada derajat partisipasi masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif, intervensi kesehatan sering kali bersifat sementara dan mangkrak setelah program atau pendanaan eksternal selesai.

2. Prinsip-Prinsip Partisipasi Masyarakat

Agar partisipasi tidak sekadar menjadi retorika atau formalitas administratif program, pelaksanaannya harus dilandasi oleh prinsip-prinsip dasar pemberdayaan, antara lain:

  1. Kesetaraan dan Kemitraan: Tidak ada pihak yang merasa lebih superior. Hubungan antara petugas kesehatan (fasilitator) dan masyarakat adalah mitra sejajar, di mana pengetahuan lokal dihargai setara dengan ilmu medis/ilmiah.
  2. Keterbukaan (Transparency): Seluruh informasi terkait masalah kesehatan, tujuan program, sumber daya yang tersedia, hingga alokasi anggaran harus dikomunikasikan secara transparan kepada masyarakat.
  3. Kemandirian (Self-Reliance): Partisipasi diarahkan untuk membangun kapasitas lokal agar masyarakat mampu mengenali, menganalisis, dan menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri secara mandiri dalam jangka panjang.
  4. Keswadayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal: Mengoptimalkan potensi lokal yang ada—baik berupa sumber daya alam, finansial swadaya, maupun kearifan lokal (local wisdom)—sebelum mengandalkan bantuan dari luar.
  5. Demokratis dan Inklusif: Proses pengambilan keputusan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk kelompok rentan seperti perempuan, masyarakat prasejahtera, lansia, dan kaum marjinal.

3. Tingkat dan Bentuk Partisipasi dalam Promosi Kesehatan

Partisipasi masyarakat bukanlah konsep yang monolitik; ia memiliki gradasi kedalaman keterlibatan. Merujuk pada tipologi partisipasi (seperti kerangka kerja Sherry Arnstein atau Jules Pretty), tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

A. Tingkatan Partisipasi

  1. Partisipasi Pasif (Informative): Masyarakat hanya diberi tahu mengenai rencana atau program kesehatan yang akan/tengah berjalan. Umpan balik dari masyarakat sangat minimal atau tidak ada.
  2. Partisipasi karena Insentif (Inducement): Masyarakat terlibat karena diberikan imbalan tertentu (misalnya, sembako, uang transport, atau pengobatan gratis). Keterlibatan cenderung rapuh begitu insentif dihentikan.
  3. Partisipasi Fungsional (Functional): Masyarakat dilibatkan untuk mencapai tujuan program (misalnya gotong royong membersihkan lingkungan karena disuruh), namun mereka tidak terlibat dalam perancangan atau perencanaan awal.
  4. Partisipasi Interaktif (Interactive): Masyarakat dilibatkan dalam analisis masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Mereka membentuk atau memperkuat kelompok lokal untuk mengambil kontrol atas inisiatif kesehatan.
  5. Kemandirian Penuh (Self-Mobilization): Masyarakat berinisiatif sendiri secara mandiri tanpa dorongan eksternal, sementara pihak luar hanya bertindak sebagai fasilitator atau penyedia dukungan teknis jika diminta.

B. Bentuk Partisipasi Nyata

  1. Bentuk Pikiran/Ide: Sumbangan gagasan dalam musyawarah perencanaan desa (Musrenbangdes) atau forum kesehatan kelurahan untuk memecahkan masalah stunting, DBD, atau kesehatan mental.
  2. Bentuk Tenaga: Gotong royong dalam kegiatan posyandu, kerja bakti perbaikan sanitasi lingkungan, atau kaderisasi kesehatan.
  3. Bentuk Materi/Sumber Daya: Iuran dana kesehatan desa (Dana Sehat), penyediaan tempat untuk kegiatan posyandu, atau penyediaan logistik lokal.
  4. Bentuk Pengambilan Keputusan: Keterlibatan aktif dalam struktur organisasi lokal seperti pengurus Kelompok Siaga Desa (KSD) atau Forum Kabupaten/Kota Sehat.

4. Peran dan Manfaat Partisipasi bagi Keberhasilan Program

Keterlibatan masyarakat memberikan dampak langsung terhadap kualitas dan keberlanjutan program kesehatan melalui berbagai aspek berikut:

  1. Kesesuaian Program dengan Kebutuhan Riil (Needs-Based): Program dirancang berdasarkan masalah nyata yang dirasakan oleh masyarakat, bukan berdasarkan asumsi birokrat atau tenaga kesehatan di atas meja.
  2. Meningkatkan Rasa Memiliki (Sense of Belonging): Ketika masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan, mereka akan merasa bahwa program tersebut adalah milik mereka sendiri, bukan milik instansi kesehatan semata.
  3. Efisiensi dan Efektivitas Sumber Daya: Pemanfaatan tenaga, waktu, dan biaya menjadi jauh lebih efektif karena didukung oleh modal sosial (social capital) yang kuat di masyarakat.
  4. Keberlanjutan Program (Sustainability): Program tidak akan mati suri meskipun proyek atau intervensi dari pemerintah/LSM telah selesai, karena sistem dan kelembagaannya sudah berakar di masyarakat.
  5. Peningkatan Kapasitas Lokal: Proses partisipatif secara otomatis mendidik masyarakat, meningkatkan literasi kesehatan, serta menumbuhkan kepemimpinan lokal (local leadership).

5. Hambatan dan Strategi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Dalam praktiknya, menggerakkan partisipasi masyarakat bukanlah hal yang mudah. Terdapat berbagai hambatan kultural, struktural, maupun psikologis yang kerap ditemui di lapangan.

A. Hambatan Utama

  1. Faktor Kultural dan Kebiasaan: Adanya budaya paternalistik (menunggu instruksi pihak berwenang) atau norma sosial tertentu yang menghambat keterlibatan kelompok tertentu (misalnya perempuan yang tidak diperbolehkan bersuara di ruang publik).
  2. Faktor Ekonomi dan Waktu: Masyarakat prasejahtera seringkali enggan berpartisipasi karena harus memprioritaskan mencari nafkah harian dibanding menghadiri kegiatan rapat atau penyuluhan kesehatan.
  3. Kurangnya Kepercayaan (Distrust): Trauma masa lalu akibat program pemerintah yang gagal, tidak transparan, atau janji-janji manis fasilitator yang tidak pernah terealisasi.
  4. Dominasi Elite Lokal: Program kesehatan sering kali dibajak oleh tokoh-tokoh lokal berpengaruh untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka, sehingga masyarakat bawah tetap terpinggirkan.
  5. Komunikasi yang Buruk: Penggunaan bahasa teknis medis yang sulit dipahami oleh awam oleh tenaga kesehatan.

B. Strategi Meningkatkan Partisipasi

  1. Pendekatan Tokoh Kunci (Key Persons Approach): Melibatkan tokoh agama, tokoh adat, kader posyandu, dan pemuka pendapat lokal yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat sebagai agent of change.
  2. Penerapan Metode Partisipatif (PRA/PLA): Menggunakan pendekatan seperti Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Participatory Learning and Action (PLA) yang menempatkan masyarakat sebagai peneliti bagi masalah mereka sendiri melalui pemetaan sosial, diagram alur, dan diskusi kelompok terarah (FGD).
  3. Fleksibilitas Waktu dan Tempat: Menyelenggarakan kegiatan kesehatan dengan menyesuaikan waktu luang masyarakat (misalnya malam hari atau usai musim panen) dan di lokasi yang mudah diakses.
  4. Transparansi dan Akuntabilitas Publik: Membuka laporan keuangan dan progres kegiatan secara transparan kepada publik untuk membangun kembali dan memelihara kepercayaan masyarakat.
  5. Penguatan Insentif Non-Materiil: Memberikan apresiasi yang layak kepada kader dan masyarakat aktif, seperti piagam penghargaan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan lanjutan, serta pelibatan dalam forum-forum resmi pemerintahan.

 

Catatan Dosen untuk Mahasiswa:

Ingat, keberhasilan seorang promotor kesehatan tidak diukur dari seberapa canggih materi penyuluhan yang Anda miliki, melainkan dari seberapa besar kemampuan Anda dalam memfasilitasi masyarakat untuk berdaya, bersuara, dan memimpin perubahan kesehatannya sendiri.

Question 1

Sebuah Puskesmas merancang program penanggulangan DBD di Desa X sepenuhnya berdasarkan data sekunder tanpa melibatkan warga dalam diskusi awal. Saat implementasi, warga enggan terlibat karena merasa masalah utama mereka sebenarnya adalah air bersih. Prinsip partisipasi apa yang diabaikan dalam kasus ini?

  A.

Kemandirian lokal

  B.

Transparansi anggaran

  C.

Kesetaraan dan kemitraan

  D.

Pemanfaatan aset

  E.

Eksklusivitas program

Pikirkan tentang hubungan posisi antara petugas kesehatan dan masyarakat dalam perencanaan.

 

Question 2

Warga Desa Y bersedia menghadiri pertemuan penyuluhan gizi hanya karena petugas menjanjikan pembagian paket sembako di akhir acara. Berdasarkan tipologi partisipasi, berada pada tingkat manakah keterlibatan warga tersebut?

  A.

Partisipasi karena insentif

  B.

Partisipasi fungsional

  C.

Partisipasi interaktif

  D.

Mobilisasi mandiri

  E.

Partisipasi pasif

Fokus pada alasan utama warga datang ke pertemuan tersebut.

 

Question 3

Dalam forum kesehatan desa, seorang tokoh pemuda mengusulkan penggunaan balai warga sebagai tempat kelas ibu hamil dan menyumbangkan dana kas pemuda untuk membeli vitamin tambahan. Bentuk partisipasi apa yang ditunjukkan oleh tokoh pemuda tersebut?

  A.

Materi dan sumber daya

  B.

Pikiran dan tenaga

  C.

Hanya tenaga fisik

  D.

Hanya pengambilan keputusan

  E.

Kontribusi konsultatif

Identifikasi jenis kontribusi yang diberikan (tempat dan dana).

Question 4

Seorang promotor kesehatan menggunakan teknik pemetaan wilayah bersama warga untuk mengidentifikasi titik rawan jentik nyamuk. Warga menggambar peta desa mereka sendiri di atas kertas besar. Strategi ini merupakan penerapan dari metode?

  A.

Social marketing

  B.

Direct instruction

  C.

Key person approach

  D.

Participatory Rural Appraisal

  E.

Top-down planning

Question 5

Manakah di bawah ini yang merupakan indikator keberhasilan program promosi kesehatan dilihat dari aspek keberlanjutan (sustainability)?

  A.

Selesainya laporan tepat waktu

  B.

Tingginya rasa memiliki warga

  C.

Terserapnya seluruh anggaran program

  D.

Jumlah leaflet yang dibagikan

  E.

Hadirnya pejabat saat peresmian

Cari faktor psikososial yang membuat masyarakat mau menjaga program tersebut.

Question 6

Di Desa Z, perempuan dilarang berbicara dalam rapat desa karena dianggap tidak sopan menurut tradisi setempat. Hambatan partisipasi apa yang paling dominan dalam situasi ini?

  A.

Hambatan ekonomi

  B.

Hambatan kultural

  C.

Kurangnya transparansi

  D.

Hambatan teknis medis

  E.

Faktor geografis

Fokus pada kata 'tradisi setempat' dan 'larangan berbicara'.

Question 7

Kelompok masyarakat di RW 05 berinisiatif mengumpulkan donasi sampah plastik untuk membiayai iuran BPJS warga yang tidak mampu tanpa campur tangan Puskesmas. Kejadian ini menggambarkan tingkat partisipasi?

  A.

Mobilisasi mandiri

  B.

Partisipasi pasif

  C.

Partisipasi instruktif

  D.

Partisipasi fungsional

  E.

Partisipasi interaktif

Perhatikan frasa 'berinisiatif sendiri' dan 'tanpa campur tangan'.

Question 8

Seorang petugas kesehatan ingin memulai program pencegahan stunting di desa yang masyarakatnya sangat patuh pada pimpinan adat. Strategi awal yang paling tepat adalah?

  A.

Langsung membuat rapat besar

  B.

Melakukan sidak ke rumah warga

  C.

Membagikan pamflet di jalan

  D.

Memberikan sanksi denda

  E.

Pendekatan tokoh kunci

Cari strategi yang memanfaatkan struktur sosial yang sudah ada.

Question 9

Mengapa pengoptimalan modal sosial (social capital) dianggap lebih penting daripada sekadar memberikan bantuan dana dalam promosi kesehatan?

  A.

Membangun kemandirian masyarakat

  B.

Mempermudah kerja petugas

  C.

Dana pemerintah selalu kurang

  D.

Menghindari audit keuangan

  E.

Mempercepat laporan kegiatan

Fokus pada dampak jangka panjang terhadap ketergantungan masyarakat.

uestion 10

Seorang fasilitator menjelaskan manfaat imunisasi menggunakan istilah 'herd immunity' dan 'pathogen' kepada warga desa yang mayoritas lulusan SD. Hambatan partisipasi yang terjadi adalah?

  A.

Hambatan ekonomi

  B.

Hambatan politik

  C.

Hambatan geografis

  D.

Hambatan komunikasi

  E.

Hambatan fisik

Fokus pada cara penyampaian pesan oleh fasilitator.

Question 11

Warga sebuah kelurahan sepakat membentuk 'Dana Sehat' dengan iuran sampah setiap minggu. Hasil penjualan sampah digunakan untuk membiayai transportasi warga yang sakit ke RS. Ini merupakan bentuk partisipasi dalam?

  A.

Hanya pemberian ide

  B.

Partisipasi pasif-informatif

  C.

Pengambilan keputusan dan materi

  D.

Hanya pemberian tenaga

  E.

Keterlibatan karena paksaan

Lihat keterlibatan warga mulai dari rencana hingga penyediaan biaya.

Question 12

Dalam prinsip partisipasi, apa maksud dari 'pengetahuan lokal dihargai setara dengan ilmu ilmiah'?

  A.

Hanya menggunakan obat herbal

  B.

Petugas tidak perlu belajar medis

  C.

Penghapusan peran tenaga ahli

  D.

Masyarakat selalu benar

  E.

Kemitraan yang inklusif

Pikirkan tentang prinsip kesetaraan dalam kemitraan.

Question 13

Strategi promosi kesehatan dengan mengadakan pertemuan pada malam hari setelah warga pulang dari sawah bertujuan untuk mengatasi?

  A.

Kurangnya kepercayaan warga

  B.

Dominasi elite lokal

  C.

Hambatan birokrasi

  D.

Hambatan ekonomi dan waktu

  E.

Hambatan kultural

Hubungkan waktu kerja warga dengan ketersediaan mereka mengikuti kegiatan.

Question 14

Sebuah program kesehatan gagal total karena warga merasa dibohongi oleh fasilitator di masa lalu yang menjanjikan bantuan alat kesehatan namun tidak terealisasi. Masalah utama di sini adalah?

  A.

Kurangnya fasilitas jalan

  B.

Program tidak gratis

  C.

Rendahnya tingkat pendidikan

  D.

Masyarakat yang apatis

  E.

Krisis kepercayaan (distrust)

Cari kata yang menggambarkan rusaknya hubungan antara petugas dan warga.

Question 15

Apa peran utama fasilitator dalam tingkat partisipasi interaktif?

  A.

Menyediakan alat bantu analisis

  B.

Membayar warga yang hadir

  C.

Mengambil keputusan akhir

  D.

Menentukan masalah prioritas

  E.

Memberikan instruksi kerja

Fikirkan peran fasilitator sebagai pemungkin (enabler) bagi masyarakat.

 

96 komentar:

  1. Nafiska Ismi_3A_037

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  2. Agita Puspa Maharani_3A_002

    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  3. Arin Laylya Agnasia_3A_006

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  4. Muthia Rahmah 3A 035

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  5. Farsya Yurina Fauziah_3A_017
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  6. Adinda Septriani 3A_01

    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  7. Jihan Emira Rafifa N_3A_021
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  8. Reisha Jocelyn Nugroho Putri_3A_046
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nazwa Salsa Nabila_3A_039
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  11. Fatiha Rajwa _ 3A (019)
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  12. Ninda Flora Rahayu_040
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  13. Nur Amanda_3A_042
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  14. MUHAMAD FAWWAZ QODR R 3A_033
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  15. Dhifa Nadiya_3A_012
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  16. Gina Loviani_3A_020
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  17. Lilis_3A_025
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  18. Meizza Aulia Azzahra_3A_030

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  19. Sabrina Khansa Rifiyan_3A_047
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  20. 1. c
    2. a
    3. a
    4. d
    5. b
    6. b
    7. a
    8. e
    9. a
    10. d
    11. c
    12. e
    13. d
    14. e
    15. a

    BalasHapus
  21. Arnetta Linka 3A_(007)
    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  22. Farhani Afifah 3A_P3.73.24.3.24.016

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  23. Kyla Lovy Ranaya Harahap (P3.73.24.3.24.023)

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  24. Lintang Kamaratih_3A_026

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  25. M RAFFI HARLIANSYAH_3A_027

    1.C Kesetaraan dan kemitraan
    2.A Partisipasi karena insentif
    3.A Materi dan sumber daya
    4.D Participatory Rural Appraisal
    5.B Tingginya rasa memiliki warga
    6.B Hambatan kultural
    7.A Mobilisasi mandiri
    8.E Pendekatan tokoh kunci
    9.A Membangun kemandirian masyarakat
    10.D Hambatan komunikasi
    11.C Pengambilan keputusan dan materi
    12.E Kemitraan yang inklusif
    13.D Hambatan ekonomi dan waktu
    14.E Krisis kepercayaan (distrust)
    15.A Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  26. Chelsi Putri Aulia_3A_08
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA)
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  27. Annisa Husna 3A_(P3.73.24.3.24.005)
    Jawabnya:
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  28. 1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA)
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  29. dheajenk isni zahra_3a_011
    1. C kesetaraan dan kemitraan
    2. A partisipasi karena insentif
    3. A materi dan sumber daya
    4. D participatory rural appraisal
    5. B tingginya rasa memiliki warga
    6. B hambatan kultural
    7. A mobilisasi mandiri
    8. E pendekatan tokoh kunci
    9. A membangun kemandirian masyarakat
    10. D hambatan komunikasi
    11. C pengambilan keputusan dan materi
    12. E kemitraan yang inklusif
    13. D hambatan ekonomi dan waktu
    14. E krisis kepercayaan (distrust)
    15. A menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  30. Enjel Natalia 3A (P3.73.24.3.24.015)

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  31. RAKHA RASIKA RISQULLAH_3A_045

    1.C Kesetaraan dan kemitraan
    2.A Partisipasi karena insentif
    3.A Materi dan sumber daya
    4.D Participatory Rural Appraisal
    5.B Tingginya rasa memiliki warga
    6.B Hambatan kultural
    7.A Mobilisasi mandiri
    8.E Pendekatan tokoh kunci
    9.A Membangun kemandirian masyarakat
    10.D Hambatan komunikasi
    11.C Pengambilan keputusan dan materi
    12.E Kemitraan yang inklusif
    13.D Hambatan ekonomi dan waktu
    14.E Krisis kepercayaan (distrust)
    15.A Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  32. Fatia 3A_(018)
    Jawaban:
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA)
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. C. Penghapusan peran tenaga ahli
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. C. Rendahnya tingkat pendidikan
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  33. Agnes Ika Agustina 3A_(P3.73.24.3.24.003)
    Jawabnya:
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  34. Mohammad Rif’at Ramadhan_3A_032

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  35. Zaskia Aqila Zaakir_3A_050
    1. C (Kesetaraan dan kemitraan)
    2. A (Partisipasi karena insentif)
    3. A (Materi dan sumber daya)
    4. D (Participatory Rural Appraisal)
    5. B (Tingginya rasa memiliki warga)
    6. B (Hambatan kultural)
    7. A (Mobilisasi mandiri)
    8. E (Pendekatan tokoh kunci)
    9. A (Membangun kemandirian masyarakat)
    10. D (Hambatan komunikasi)
    11. C (Pengambilan keputusan dan materi)
    12. E (Kemitraan yang inklusif)
    13. D (Hambatan ekonomi dan waktu)
    14. E Krisis kepercayaan/distrust
    15. A Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  36. Eka Prasetiya P3.73.24.3.24.014
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  37. Marsyah Hidayat_3A_029
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  38. nur alya agisti_3A_041
    Jawabannya:
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  39. Deden Yoga Antamara_3A_010
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  40. Salwa Nurusyifa 3A_048
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  41. Raheza Arsanatha_3A_044

    Jawabannya:
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  42. lathifah siti khazza 3A

    jawaban :
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  43. Nadya Indarwati Putri 3A (36)
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2.A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  44. Mohammad Azka Najhan_P3.73.24.3.24.031_031
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  45. Muhamad Uwais 3A (34)
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan

    2.A. Partisipasi karena insentif

    3. A. Materi dan sumber daya

    4. D. Participatory Rural Appraisal

    5. B. Tingginya rasa memiliki warga

    6. B. Hambatan kultural

    7. A. Mobilisasi mandiri

    8. E. Pendekatan tokoh kunci

    9. A. Membangun kemandirian masyarakat

    10. D. Hambatan komunikasi

    11. C. Pengambilan keputusan dan materi

    12. E. Kemitraan yang inklusif

    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu

    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)

    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  46. Alwi Khaira Xavier_P3.73.24.3.24.004_04
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  48. Sasfihani khairunnisa_3A_049 Promkes
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2.A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  49. Dzakwan Nur Huda_3b_063_promkes
    1.C Kesetaraan dan kemitraan
    2.A Partisipasi karena insentif
    3.A Materi dan sumber daya
    4.D Participatory Rural Appraisal
    5.B Tingginya rasa memiliki warga
    6.B Hambatan kultural
    7.A Mobilisasi mandiri
    8.E Pendekatan tokoh kunci
    9.A Membangun kemandirian masyarakat
    10.D Hambatan komunikasi
    11.C Pengambilan keputusan dan materi
    12.E Kemitraan yang inklusif
    13.D Hambatan ekonomi dan waktu
    14.E Krisis kepercayaan (distrust)
    15.A Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  50. Dinda Kaila Sabrina
    P3.73.24.3.24.062 (KLS B)

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  51. Dewi lestari 3B_061
    Dewi lestari
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA)
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu

    BalasHapus
  52. Siti Zahra Mubakir_3B_44 Promkes

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  53. 1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  54. hafizah Zahra_3B_020 promkes
    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  55. Khansa Khaalida Ghassani_3B_24_Promkes

    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  56. Jyasmine Usi Syahbani
    P3.73.24.3.24.074
    3B

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  57. 1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  58. fathira rajwah 3b_14_promkes
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  59. Gemintang Cahyani Putri
    3B
    P3.73.24.3.24.067

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  60. Rafael obrient simanjuntak TK 3B 38 (092)
    1.C Kesetaraan dan kemitraan
    2.A Partisipasi karena insentif
    3.A Materi dan sumber daya
    4.D Participatory Rural Appraisal
    5.B Tingginya rasa memiliki warga
    6.B Hambatan kultural
    7.A Mobilisasi mandiri
    8.E Pendekatan tokoh kunci
    9.A Membangun kemandirian masyarakat
    10.D Hambatan komunikasi
    11.C Pengambilan keputusan dan materi
    12.E Kemitraan yang inklusif
    13.D Hambatan ekonomi dan waktu
    14.E Krisis kepercayaan (distrust)
    15.A Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  61. Nama : Revalina Cindy Aulia
    Kelas : 3B
    NIM : P3. 73.24.3.24.095

    JAWABAN :
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  62. Devi Rahma Artikasari (8)
    P3.73.24.3.24.059
    3B

    1. c. Kesetaraan dan kemitraan
    2. a. Partisipasi karena insentif
    3. a. Materi dan sumber daya
    4. d. Participatory Rural Appraisal
    5. b. Tingginya rasa memiliki warga
    6. b. Hambatan kultural
    7. a. Mobilisasi mandiri
    8. e. Pendekatan tokoh kunci
    9. a. Membangun kemandirian masyarakat
    10. d. Hambatan komunikasi
    11. c. Pengambilan keputusan dan materi
    12. e. Kemitraan yang inklusif
    13. d. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. e. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. a. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  63. 3B_37 Nur Anisah Safitri 090 1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  64. Maria Bella Aulia Putri_27_079
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  65. Azmil Mujdi - 06 - 056

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. D. Participatory Rural Appraisal
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kememandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  66. Evelyn Utami Dewi _3B_13_064
    P3.73.24.3.24.064

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  67. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  68. Najla Syahirah (3B)
    P3.73.24.3.24.087

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  69. Ghina Kuggy Rimanda
    (3B/P3.73.24.3.24.069)
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA)
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  70. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  71. 43_097_Signori Cannigia Situmorang:

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  72. 3B_26__Love De Bonafena Pangalila
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  73. satrio maulana handoko
    p3.73.24.3.24.096 / 3B
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  74. Asma Naifa Sa'diyyah
    P3.73.24.3.24.055 (KLS B)

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  75. Ahmad Fauzan 3B P3.73.24.3.24.051
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  76. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  77. Laksita Garnis Puspamurti 3B_025

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  78. Muhammad Aditya Irawan
    P3.73.24.3.24.081
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  79. Nafrishya Helva Nadya
    P3.73.24.3.24.086/3B
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  80. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  81. Nesya Ummul Habibah_36_P3.73.24.3.24.089
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus
  82. Kaila Naura Sabillah
    (P3.73.24.3.24.075/3B/23)
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  83. Zaki Ahmad Mirza
    P3.24.3.24.099

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  84. Muhammad Ma'ruf Dinata
    P3.73.24.3.24.083
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  85. ghaniy shefa 3B P3.73.24.3.24.068
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  86. Nadia P3.73.24.3.24.085

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  87. 1. C - Kesetaraan dan kemitraan
    2. ​A - Partisipasi karena insentif
    3. ​A - Materi dan sumber daya
    4. ​D - Participatory Rural Appraisal
    5. ​B - Tingginya rasa memiliki warga
    6. ​B - Hambatan kultural
    7. ​A - Mobilisasi mandiri
    8. ​E - Pendekatan tokoh kunci
    9. ​A - Membangun kemandirian masyarakat
    10. ​D - Hambatan komunikasi
    11. ​C - Pengambilan keputusan dan materi
    12. ​E - Kemitraan yang inklusif
    13. ​D - Hambatan ekonomi dan waktu
    14. ​E - Krisis kepercayaan / distrust
    15. ​A - Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  88. Renata Tazua
    P3.73.24.3.24.094

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  89. 3B_35__Nesya Ananda
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  90. muhammad fikri maulana
    P3.73.24.3.24.082
    3B

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  91. Gladys Parkita Prenanti Rahayu
    P3.73.24.3.24.070/ 3B

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan sumber daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  92. Annisa Zulfa Hidayat_3B_054

    1. C. kesetaraan dan kemitraan
    2. A. partisipasi karena insentif
    3. A. materi dan sumber daya
    4. D. participatory rural appraisal
    5. B. tingginya rasa memiliki warga
    6. B. hambatan kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. pendekatan tokoh kunci
    9. A. membangun kemandirian masyarakat
    10. D. hambatan komunikasi
    11. C. pengambilan keputusan dan materi
    12. E. kemitraan yang inklusif
    13. D. hambatan ekonomi dan waktu
    14. E. krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  93. Razan Ammar Faiq
    3B Promosi Kesehatan
    P3.73.24.3.24.093

    1. C. Kesetaraan dan kemitraan
    2. A. Partisipasi karena insentif
    3. A. Materi dan Sumber Daya
    4. D. Participatory Rural Appraisal
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga
    6. B. Hambatan Kultural
    7. A. Mobilisasi mandiri
    8. E. Pendekatan tokoh kunci
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat
    10. D. Hambatan komunikasi
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi
    12. E. Kemitraan yang inklusif
    13. D. Hambatan Ekonomi dan waktu
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust)
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis

    BalasHapus
  94. Alika Az Zahra P37324324052
    Kelas 3B
    1. C. Kesetaraan dan kemitraan.
    2. A. Partisipasi karena insentif.
    3. A. Materi dan sumber daya.
    4. D. Participatory Rural Appraisal (PRA).
    5. B. Tingginya rasa memiliki warga.
    6. B. Hambatan kultural.
    7. A. Mobilisasi mandiri.
    8. E. Pendekatan tokoh kunci.
    9. A. Membangun kemandirian masyarakat.
    10. D. Hambatan komunikasi.
    11. C. Pengambilan keputusan dan materi.
    12. E. Kemitraan yang inklusif.
    13. D. Hambatan ekonomi dan waktu.
    14. E. Krisis kepercayaan (distrust).
    15. A. Menyediakan alat bantu analisis.

    BalasHapus