Kamis, 09 Agustus 2012

MASTITIS DALAM MASA MENYUSUI


MASTITIS DALAM MASA MENYUSUI

1.      Pendahuluan
Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu. Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi.
2.      MASTITIS atau BENGKAK PAYUDARA
a.       Pengertian
 Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Mastitis ditandai dengan peningkatan jumlah sel di dalam air susu, perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai perubahan patologis atau kelenjarnya sendiri (Subronto, 2003). Di Indonesia, kasus mastitis masih banyak terjadi, terutama pada peternakan kecil yang kurang memperhatikan kondisi kandang maupun tingkat kebersihannya.
Mastitis adalah infeksi peradangan pada mamma atau payudara, terutama pada primipara yang biasanya disebabkan oleh staphylococcus aureus, infeksi terjadi melalui luka pada putting susu, tetapi mungkin juga mungkin juga melalui peredaran darah (Prawirohadjo, 2005 : 701). Mastitis adalah reaksi sistematik seperti demam, terjadi 1-3 minggu setelah melahirkan sebagai komplikasi sumbatan saluran air susu (Masjoer, 2001 : 324). Pada kasus mastitis ini biasanya tidak segera ditangani, jika mastitis tidak segera ditangani menyebabkan abses payudara yang biasa pecah kepermukaan kulit dan akan menimbulkan borok yang besar.
Pada mastitis biasanya yang selalu dikeluhkan adalah payudara membesar, keras, nyeri, kulit murah dan membisul (abses) dan yang pada akhirnya pecah menjadi borok disertai dengan keluarnya nanah bercampur air susu, dapat disertai dengan suhu badan naik, menggigil. Jika sudah ditemukan tanda-tanda seperti ini maka pemberian ASI pada bayi jangan dihentikan, tetapi sesering mungkin diberikan.
b.      Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala yang dirasakan adalah sebagai berikut :
  1. Payudara bengkak, nyeri pada seluruh payudara, terlihat membesar
  2. Kemerahan pada seluruh payudara
  3. Payudara teraba keras dan benjol-benjol
  4. Merasa lesu dan suhu badan meningkat lebih dari 38°C
c.       Penyebab
Penyebab terjadinya mastitis adalah sebagai berikut :
  1. Bayi tidak mau menyusu sehingga ASI tidak diberikan secara adekuat yang akan menyebabkan mastitis jika tidak segera ditangani.
  2. Lecet pada puting susu yang menyebabkan kuman staphylococcus aureus masuk menyebabkan infeksi mastitis
  3. Personal higiene ibu kurang, terutama pada puting susu
  4. Bra yang terlalu ketat.
  5. Asupan gizi kurang, istirahat tidak cukup dan terjadi anemia akan mudah terkena infeksi.

d.      Pencegahan
Tips untuk mencegah dan menangani mastitis atau bengkak payudara
Cara mencegah mastitis atau bengkak payudara :
  1. Keluarkan kelebihan ASI dengan segera. ASI yang tidak dikeluarkan akan menumpuk dan menimbulkan penyumbatan di dalam payudara yang dapat berujung peradangan.
  2. Susui bayi sesering mungkin dan jangan memperpanjang jarak antar tiap waktu menyusui.
  3. Jika payudara sudah terasa penuh ASI, bujuklah bayi untuk menyusui. Anda tidak perlu menunggu sampai si kecil merasa lapar.
Cara mengatasi mastitis atau bengkak payudara:
  1. Istirahat. Istirahat akan menghilangkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda kembali.
  2. Kompres payudara. Secara bergantian, kompres payudara Anda dengan kompres hangat dan dingin. Kompres dingin menghilangkan rasa nyeri, sedangkan kompres panas membantu memerangi peradangan.
  3. Pijat daerah yang sakit. Pemijatan akan meningkatkan sirkulasi, mengurangi penyumbatan payudara serta membantu meningkatkan faktor imunitas di payudara. Pijatlah payudara Anda sambil mandi air hangat atau berendam air hangat.
  4. Jangan berhenti menyusui meskipun payudara meradang. Penghentian ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi kuman penyakit pada payudara yang dapat berlanjut menjadi abses payudara (payudara bernanah).
  5. Susuilah lebih sering di payudara yang meradang .
    • Susuilah payudara yang meradang sampai kosong, karena apabila ada yang tersisa akan lebih mudah terinfeksi lagi.
    • Sebaiknya langsung susui bayi (jangan dipompa), kecuali jika terpaksa karena bayi menolak menyusu, keluarkan ASI dengan tangan atau dipompa.
    • Mulailah menyusui dengan payudara yang sehat, setelah itu baru ganti ke payudara yang sakit. Cara ini akan mengurangi nyeri saat menyusu.
  1. Apabila bayi Anda menolak untuk menyusu pada payudara yang meradang, ini dapat disebabkan karena peradangan kelenjar susu meningkatkan kadar sodium (garam) pada ASI sehingga rasanya jadi asin. Kebanyakan bayi tidak menyadari rasa asin ini, tetapi ada bayi yang menolak untuk meminumnya. Apabila bayi Anda menolak, mulailah menyusui dari payudara yang sehat, baru selanjutnya tukar ke payudara yang meradang.
  2. Apabila peradangan terus berlanjut, segeralah periksa ke dokter.

METODE KANGGURU


METODE KANGGURU
I.       PENDAHULUAN
Siapa yang tidak mengenal kangguru? Binatang yang gemar melompat dan selalu melindungi anaknya dalam kantungnya yang besar. Tapi, pernahkah bunda mendengar tentang metode kangguru atau Kangguru Mother Care (KMC)?
KMC adalah sebuah metode perawatan bayi baru lahir dengan cara meletakkan bayi di dada bunda untuk menyalurkan kehangatannya pada si bayi.
“Jadi bayi tidak perlu lagi menggunakan inkubator.” jelas dr. Rosalina Dewi Roeslani, SpA dari Rumah Sakit Mangun Kusumo.
Awalnya metode ini hanya ditujukan untuk bayi-bayi premature dengan berat < 2500 gram (lahir < 37 minggu), namun ternyata metode ini juga bermanfaat bagi bayi-bayi premature.

II.    METODE KANGGURU
Dr. H. Dachrul Aldy, SpA(K) dalam makalahnya menjelaskan bahwa Metode Kanguru (Kangoroo Mother Care/KMC) adalah kontak langsung antara kulit ibu, dan bayi prematur/BBLR (skin to skin contact) yang dilakukan sejak dini dan berkelanjutan baik selama masih di rumah sakit maupun di rumah, disertai pemberian ASI eksklusif dan pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi.
Tujuannya kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi dapat menurunkan hilangnya panas melalui konduksi dan radiasi serta bertujuan untuk mempertahankan neutral thermal environment/NTE, yaitu kisaran suhu lingkungan sehingga bayi dapat mempertahankan suhu tubuhnya tetap normal dengan metabolisme basal minimum dan kebutuhan oksigen terkecil. Metoda ini dapat juga dilakukan untuk bayi sehat. Sehingga dengan kontak langsung kulit ibu bayi ini kebutuhan dasar dari bayi berupa kehangatan, ASI, kasih sayang dan perlindungan bisa dipenuhi. Adapun manfaat yang bisa didapat dari metode ini, antara lain :   
  • Mempercepat kenaikan berat badan bayi
    Umumnya berat bayi naik 30 gram/ hari, dengan KMC bisa naik sampai 50 gram/hari. Karena makanan yang masuk tidak dipakai untuk menghangatkan tubuhnya dan bisa dipakai untuk menaikkan berat badan.
     
  • Menstabilkan denyut jantung dan pernapasan
    Bayi premature suka berhenti bernafas karena otaknya belum matang, dengan KMC ini ia terstimulasi terus untuk bernapas karena mendengar napas ibunya. Begitu juga dengan denyut jantung.
     
  • Memperpanjang waktu tidur
    Karena si bayi merasa tenang dalam dekapan ibunya, otomatis waktu tidurnya akan lebih panjang.
     
Menciptakan suasana nyaman dan mengurangi stress pada bayi
Bayi yang diberikan KMC, kadar kortisol (hormon stress) nya lebih rendah dibanding bayi yang diletakkan di inkubator. Karena di inkubator ia hanya sendiri sedangkan dengan KMC ia nyaman bersama ibunya seperti waktu dalam kandungan.
Dalam metode ini, kontak kulit antara ibu dan bayi yang berlangsung sejak dini secara terus menerus dan berkesinambungan kalau mungkin selama 24 jam. Bayi diletakkan diantara kedua payudara ibu dengan posisi tegak/vertikal saat ibu berdiri dan duduk atau tengkurap/miring saat ibu berbaring/tidur. Bayi mengenakan penutup kepala, baju ibu berfungsi sebagai penutup badan bayi.
Untuk nutrisi Kanguru lebih didasarkan pada pemberian ASI eksklusif. Pemberian susu tambahan dimungkinkan apabila pertambahan berat badanya 20 gram/hari. ASI eksklusif memang menjadi harapan tetapi bukan merupakan keharusan dalam metode Kanguru.
Bayi dipulangkan setelah berhasil melakukan penyesuaian terhadap metode Kanguru (beberapa jam atau beberapa hari) tanpa memandang berat lahir maupun usia kehamilannya. Bayi dan ibu bisa pulang lebih awal dalam posisi ini. Dukungan terhadap ibu yang menggunakan metode Kanguru sangat diperlukan. Paling tidak berasal dari keluarga terdekat seperti ibu, suami dan mertua. Selama dalam perawatan, dukungan dari staf perawatan sangat diperlukan agar ibu dan keluarga mau dan menerima metode ini.
Lamanya bayi dalam posisi Kanguru kalau mungkin 24 jam terus menerus. Kalau ibu tidak sempat bisa fungsinya sementara diganti oleh keluarga lain. Bayi yang dirawat di NICU mengingat keadaan bayi, maka metode Kanguru dilakukan secara bertahap, paling tidak selama 1 jam (agar tidak mengganggu waktu istirahatnya bayi) sebelum terus menerus selama 24 jam.
Metoda ini dihentikan penggunaannya apabila bayi sudah tidak menghendaki lagi yaitu berat badannya 2500 gram. Pada usia tersebut biasanya bayi mulai gelisah, rewel kalau diletakkan pada posisi Kanguru.
Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah kain yang dapat mengikat bayi agar bayi tidak jatuh saat berada di belahan kedua belah payudara dan juga bayi tetap menngunakan topi dan popok bayi.

PERAWATAN PASCA SECTIO CAESAR


PERAWATAN PASCA SECTIO CAESAR

I.        PENDAHULUAN
Melahirkan merupakan puncak peristiwa dari serangkaian proses kehamilan. Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi yang sempurna. Namun, tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan dan harus dilakukan dengan operasi. Setelah melewati masa operasi caesar, biasanya seorang ibu mulai khawatir dengan cara perawatan yang benar dan aman, alasannya karena mereka baru saja melahirkan melalui operasi caesar, yang perawatannya harus lebih spesial dari yang melahirkan normal. Yang sebenarnya, perawatan ibu pasca caesar tidak berbeda jauh dengan ibu yang melahirkan normal atau pervagina.

MASA NIFAS
      Setelah melahirkan membutuhkan waktu cukup lama untuk mengembalikan organ-organ tubuh kembali seperti sebelum hamil. Apalagi, persalinan lewat operasi caesar memerlukan perawatan yang lebih lama lagi dibandingkan dengan persalinan yang dilakukan secara alami. Sekitar 4-6 minggu, kondisi tubuh dapat kembali seperti semula. Namun, keadaan inipun sifatnya sangat individual, tergantung pada kondisi tubuh dan persalinan masing-masing.

PENGERTIAN OPERASI CAESAR
Tindakan pembedahan dengan membuka dinding perut dan dinding rahim yang bertujuan untuk melahirkan bayi. Menurut sejarah operasi Caesar, bayi terpaksa dilahirkan melalui cara ini apabila persalinan alami sudah dianggap tidak efektif.

PERAWATAN DI RUMAH
Kini, saatnya kembali ke rumah. Walaupun merasa lebih baik, tetapi sebenarnya tubuh belum pulih sepenuhnya. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dilakukan setelah di rumah.dan juga, membuat ibu agar terbiasa dengan keadaan dirinya pasca operasi.

1.      Menjaga kebersihan diri
Untuk menjaga kebersihan badan, ibu dapat mandi. Jangan khawatir terhadap luka bekas irisan yang terkena air karena akan aman selama luka ditutup kain kasa lembut yang diatasnya dilapisi plester kedap air. Maka akan mencegah terjadinya infeksi karena terkena air.
Kebersihan vagina juga harus dijaga, mengganti pembalut bila terasa terisi penuh.

2.      Jangan mengangkat benda berat
Usahakan untuk tidak mengangkat benda-benda yang berat karena kegiatan ini bisa mengakibatkan tekanan pada bagian perut maupun pinggang sehingga merasa sakit.

3.      Jangan membungkuk
Dalam melakukan pekerjaan apapun, termasuk mengangkat, mamandikan, serta memakaikan pakaian ke bayi, usahakan untuk tidak membungkuk. Gerakan ini menyebabkan punggung dan pinggang terasa sakit. Kalau harus membungkuk untuk mengambil sesuatu, tekuklah kedua lutut.

4.      Beristirahatlah
Istirahat akan mengembalikan energi yang kurang dan memulihkan tubuh kembali. Namun, apabila merasa sehat, disarankan untuk mengembalikan fungsi tubh seoptimal mungkin. Oleh karena itu, kurangi pekerjaan rumah tangga yang banyak menguras tenaga dan pikiran. Prioritaskan pekerjaan pada perawatan bayi. Coba manfaatkanlah waktu untuk tidur pada saat bayi tidur.

5.      Kenakan baju yang nyaman
Selama minggu-minggu pertama setelah operasi, luka di perut masih nyeri atau terasa seperti tertari. Bahkan, mungkin terasa kebas dan gatal. Oleh karena itu, kenakan pakaian yang nyaman di tubuh, yaiitu yang longgar dan mudah menyerap keringat dan tipis. Dengan demikian, kain tersebut tidak akan menekan bekas sayatan operasi.

6.      Jangan menjadi wanita super
Jangan terlalu bekerja keras dengan mengurus pekerjaan rumah sendiri. Biarkan oeang lain membantu walaupun hasilnya tidak sesuai dengan keinginan.

7.      Makan makanan bergizi
Makanan bergizi yang bergizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan sangat dianjurkan. Misalnya, untuk mencegah sembelit dan memenuhi kebutuhan vitamin C, makanlah banyak buah-buahan dan sayuran segar. Selain itu, agar ASI tetap berproduksi baik, asupan cairan dan gizi seimbang yang sesuai kebutuhan ibu menyusui harus dipenuhi, minum susu akan lebih menyempurnakan gizi. Porsi makan pasca caesar lebih banyak dibandingkan yang melahirkan normal, karena diperlukan untuk 3 macam hal. Pertama untuk kekuatan diri sendiri, kedua untuk penyembuhan luka oprasi, dan ketiga untuk kebutuhan ASI si bayi.

8.      Merawat bekas sayatan
Biasanya, benang operasi terserap secara otomatis. Beberapa cara merawat bekas sayatan operasi sebagai berikut.
·         Bagi ibu yang sudah bisa mandi tanpa diseka, sebaiknya mandi dengan shower atau mandi bersiram. Kalau ingin mandi berendam dalam bath up, bersihkan tempat mandi tersebut sebelum dan setelah digunakan.
·         Setelah mandi, segera keringkan bekas sayatan tersebut dengan handuk yang lembut, kertas tisu, atau kapas.
·         Jangan memakai celan dalam yang pendek (jenis bikini) karena karet celana jenis ini akan menekan bekas sayatan sehinggan akan terasa sakit.
·         Kalau bekas sayatan menjadi bengkak kemerahan dan terasa tanda-tanda ini menunjukkan terjadinya infeksi.
·         Jika merasa gatal, jangan digaruk, bisa meringankan rasa gatal tersebut dengan memberi bedak. 

POSISI PERSALINAN


POSISI PERSALINAN

I.    PENDAHULUAN
           
Posisi dalam persalinan dan kelahiran sangat penting,karena akan membantu menjadi lebih nyaman selama proses persalinan. Beberapa posisi juga akan membantu mempercepat proses persalinan. Banyak dari posisi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa bantuan pasangan, suami, doula atau perawat. Dengan mengenal dan melatihnya sebelum persalinan akan membuat posisi2 ini lebih familier serta lebih nyaman dalam persalinan.
Tidak ada posisi yang sempurna untuk persalinan, tetapi sering perubahan posisi selama persalinan dapat membantu menajdi rileks dan tetap dapat mengendalikan rasa sakit. Cobalah berbagai posisi sampai menemukan satu yang membuat ibu merasa paling nyaman.


1.    Pengertian persalinan
Persalinan merupakan suatu proses yang alamiah tanpa disertai dengan obat apa- apa dimulai dari lahirnya bayi dan plasenta


2.    pengertian posisi dalam bersalin
Merupakan posisi yang digunakan untuk persalinan dapat mengurangi rasa sakit pada saat bersalin dan dapat judga mempercepat proses persalinan ,
            Adapun asuhan saying ibu dalam pemilihan posisi persalinan diantaranya:
Ø  Aman , memberikan ketenangan dan keselamatan jiwa ibu
Ø  Memungkinkan ibu merasa aman, nyaman , secara emosional


3.    Macam-macam posisi persalinan dan manfaatnya
Ada beberapa macam posisi yang dapat digunakan pada saat bersalin diantaranya adalah :

1.      Berdiri
Manfaatnya :
·         Dapat membantu membuat kontraksi/ rasa mules tidak begitu sakit
·         Membantu janin segaris dengan sudut panggul
·         Dapat meningkatkan desakan untuk mengejan pada kala dua

2.      Bejalan – jalan
Manfaatnya :

·     Menyebabkan terjadinya perubah sendi panggul
·           Posisi ini hanya dapat dilakukan bila ketuban belum pecah dan bila ibunya masih mampu untuk melakukannya
·          Dapat mmempercepat turunnya kepala janin
Perhatian : Dengan posisi ini dapat menyebabkan ibu cepat menjadi lelah

3.      Duduk tegak
Manfaatnya:
·         Memperlebr satu sisi panggul ( satu kaki diangkat keatas kursi )
·         Merangsang rotasi ubun – ubun posterior dari janin
·         Dapat juga dilakukan pada posisi berdiri atau berlutut

4.      Setengah duduk
Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman.
Manfaatnya :
·   Posisi yang digunakan untuk pemeriksaan vagina ( alat kemaluan )
·   Dapat meningkatkan rasa nyeri pinggang
·   Merupakan posisi yang mudah dilakukan
·   Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksimal.

5.      Merangkak
Manfaatnya:
·         Membantu meredahkan sakit pinggang
·         Dapat membantu janin kalo ada masalah dengan tali pusat
·         Membantu rotasi bayi dalam osiput posterior
·         Memungkinkan panggul digerakan mengayun
·         Meredakan tekanan pada wasir
·         Mengurangi desakan mengejan yang terlalu dini

6.      Posisi menungging     
Manfaatnya:
·   Mendorong kepala bayi keluar dari panggul dari panggul selama kontraksi
·   Kadang – kadang dianjurkan pada persalinan dini jika kontraksi sering terjadi dan untuk mengurangi nyeri pinggang
·   Mengurangi tekenan pada leher rahim yang bengkak

7.      Berbaring miring
 Ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan dengan salah satu kaki diangkat, sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat.
Manfaatnya:
·   Dapat mengurangi nyeri pinggang
·   Membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi
·   Dapat mempercepat perkembangan persalinan bila dilakukan silih berganti dengan berjalan – jalan
·   Meredakan tekanan pada wasir
·   peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar
·    pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Sehingga proses pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan berlangsung lebih nyaman.

8.      Berjongkok
 Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.

Manfaatnya :
·   Dapat meredakan nyeri pada pinggang
·   Memperlebar rongga panggul
·   Dapat meningkatkan rotasi dan turunnya bayi yang posisinya sulit

 Perhatian : posisi terlentang dalam bersalin menurut penelitian sudah diperbolehkan lagi  karena dapat menyebabkan :
Ø  Hypotesis yang mengakibatkan ibu pingsan dan hilangnya suplai Oksigen bagi bayi
Ø  Tidak dapat menahan rasa sakit
Ø  Bias memperlama proses persalinan
Ø  Membuat buang air besar lebih sulit
Ø  Bias membantu proses meneran menjadi lebih sulit
Ø  Bias menimbulkan kerusakan syaraf pada kaki dan punggung ibu





PERSIAPAN SEBELUM PERSALINAN
Pada umumnya, sejak trimester ketiga, para ibu telah mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran si buah hati. Dengan demikian, penting bagi ibu untuk memelihara kebugaran tubuhnya dengan mencoba latihan ringan, seperti senam hamil.
Secara umum ada 5 posisi utama dalam persalinan yang bisa di pilih:
  1. Posisi berdiri/tegak
  2. Posisi duduk
  3. Posisi Merangkak
  4. Posisi Jongkok
  5. Posisi berbaring miring

1.      Posisi berdiri tegak
http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/T/d/poswalk.jpg
a.    Berjalan
Berjalan dalam persalinan adalah cara yang hebat untuk membantu persalinan berjalan lancar/cepat dan nyaman. Cara ini juga merupakan cara yang bagus untuk menghabiskan waktu pada awal proses persalinan. Tidak peduli di mana tempatnya, bahkan jika itu hanya lorong-lorong rumah sakit/ruangan di klinik, berjalan dapat membantu pinggul bergerak lebih bebas dan membantu gravitasi membantu bayi bergerak turun ke panggul.

http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_swaying.jpg
b. Slow Dance/Swaying
Posisi ini bisa sangat emosional bagi sang ibu. Hal ini biasanya dilakukan, dengan cara goyang berirama bolak-balik, dengan atau tanpa musik, ibu meletakkan tangannya di leher dan bahu suami/pasangan. Pasangan melakukan pijatan tertentu atau hanya merangkulkan lengan di sekitar perut ibu. Ibu juga bisa menyandarkan kepalanya di bahu pasangan.

2. Posisi Duduk
Duduk di kursi merupakan posisi yang bagus untuk persalinan. Hal ini memungkinkan graravitasi untuk membantu dalam penurunan bagian terbawah janin. Juga membantu meningkatkan relaksasi, dan memungkinkan untuk beristirahat. Dapat dipergunakan berbagai jenis kursi, dari kursi dapur sampai kursi goyang ataupun kursi yang tersedia di klinik/RS.

a. Duduk posisi biasa (bisa sambil bergoyang kiri-kanan)

http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/J/d/poschairsit.jpg
b. Duduk membelakangi kursi
http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_leaningforward.jpg


http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_semisitting2.jpg
c. Semi duduk







http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/S/d/postailorsit.jpgd. Duduk bersila di lantai










e. Duduk dengan satu kaki di angkat
http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_sittingwithfootup.jpg

f. Meletakkan Satu kaki di kursi
http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_lunging.jpg

g. Duduk di atas bola (seperti yang ada di video di bawah)



3. POSISI MERANGKAK
Posis Tangan dan lutut (merangkak) juga merupakan posisi netral gravitasi. Posisi ini bagus untuk membantu mendapatkan istirahat dari intensitas kontraksi. JUga befungsi untuk merubah posisi bayi dari posisi belakang menajadi depan. Posisi ini juga bisa dipakai saat persalinan.

http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/L/d/poshandsandknees.jpg

Variasi posisi ini adalah dengan duduk berlutut bagian depan ditahan dengan tempat tidur yang direndahkan atau dengan bola seperti gambar :

http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_kneeling.jpg

4. POSISI JONGKOK
Berjongkok adalah cara yang bagus untuk meningkatkan diameter dasar panggul ibu. Posisi ini tidak boleh digunakan sampai bayi masuk ke dalam panggul. Posisi ini bagus untuk membantu mendorong turunnya bayi lebih lanjut ke panggul. Ini juga merupakan posisi yang sangat bagus untuk melahirkan.

Posisi berjongkok membantu melindungi kerampang perineum agar tidak robek atau untuk menghindarkan tindakan episiotomi selama kelahiran. Secara canda2 posisi ini sering disebut posisi "forsep" karena kemampuannya untuk mempercepat proses persalinan.

http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/P/d/possquat.jpg

Variasi lain dari posisi berjongkok adalah dengan memegang kursi seperti gambar di bawah ini:

http://www.mayoclinic.com/images/slideshow/pr22_squatting.jpg


5. POSISI TIDUR MIRING
Posisi berbaring miring juga posisi gravitasi yang netral, yang berarti bahwa tidak ada keuntungan dari gravitasi di posisi ini. Ini adalah posisi yang bagus untuk memperlambat persalinan atau kelahiran. Juga dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pada kerampang saat kelahiran. Jika mempergunakan anestesia untuk persalinan seperti anestesi epidural atau yang lainnya dipakai posisi ini.

http://z.about.com/d/pregnancy/1/5/N/d/possidelie.jpg

Semua posisi diatas tentunya bisa di support oleh pasangan dengan melakukan pijatan2 pada daerah pinggang/punggung ibu.

SEKS DALAM KEHAMILAN


SEKS DALAM KEHAMILAN
PENDAHULUAN
Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan. Padahal, jika dilakukan secara hati-hati dan dengan posisi yang tepat, hubungan seks dapat dilakukan. Bahkan bisa meletakkan ikatan eosional lho....
Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami istri selama hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk melakukan hubungan seks. Tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan. Padahal jika dilakukan secara hati-hati dan dengan posisi yang tepat, hubungan seks dapat dilakukan.
Menurut andrologi dan seksologi, prof. Dr. Wimpie pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. ” Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya,” ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan  pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.
Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.   
A.    Peningkatan dan penurunan Gairah Seksual saat Hamil.
1.      Hamil muda
Biasanya , saat hamil muda, sebagaian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang sealama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah brlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan  seksual wanita akan terhambat.
Tapi, pada bagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkatkan saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagai wanita hamil lain. Selama kondisi mereka sehat, tak me galami muntah-mutah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanyna akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke vagina semakin banyak,sehingga wanita merasakan kehangatan di vaginanya.

2.      Hamil tua
Saat usia kehamilan mendekati waktu melahirkan,pada umumnya dorongan seksual wanita akan hilang. Pasalnya, saat itu sudah mulai timbul rasa sakit rahim, serta semakin besarnya beban yang dipikul karena kehamilan yang semakin besar. Pada situasi seperti ini, suami seharusnya bisa memperhitungkan antara dorongan seksualnya dan dorongan seksual istri. Termasuk mempertimbangkan kondisi kesehatan istri. Jika gangguan masih terjadi pada istri, suami harus bisa mengendalikan dorongan seksualnya untuk tak melakukan hubungan seksual. Sebagaimana istri tak menuntut melakukan hubungan seksual karena kondisinya, maka suami pun harus juga bisa mengerti masalahnya yang dihadapi istrinya.
Salah satu cara mengurangi resiko yang mungkin timbul ialah mengurangi frekuensi hubungan seksual atau dalam keadaan betul-betul diperlukan, tidak orgasme, meski menyiksa.

B.     Posisi yang aman dalam berhubungan seksual selama hamil
Pada prinsipnya, seperti dikatakan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, wanita hamil boleh melakukan hubungan seks selama perut tak tertindih saat berhubungan dan ia bisa menikmati hubungan. Juga, jangan sampai penis menekan mulut rahim. Karena itu sebaiknya dipilih posisi yang paling tidak menekan. Posisi hubungan seks yang disarankan untuk wanita hamil antara lain:
a.    Pria diatas tapi ia miring kesalah satu sisi atau bertahan dengan lengan, agar berat badannya tak menekan wanita.
b.   Wanita diatas tapi hindari penetrasi yang dalam
c.    Pria duduk di kursi atau tempat tidur dan berada diatasnya. Selain tak membebani kehamilan, posisi ini juga memudahkan wanita mengatur irama hubungan sekaligus mengurangi tekanan di dinding rahim
d.   Pria – wanita berbaring menghadap satu arah dengan posisi wanita didepan pria. Penetrasi dilakukan pria dari belakang
e.    Wanita dalam posisi lutut – siku ( menungging ). Penetrasi dilakukan pria dari belakang.

C.    Kekhawatiran terhadap dampak seks terhadap kehamilan
·      Keguguran
Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran ( erly miscarriage ) biasanya yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang anda lakukan atau tidak lakukan.
·      Menyakiti janin
Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin, yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik, sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan treredam dan tidak mengganggu janin. Ejkulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin kerena selaput ketuban yang melindungi. Penis pasanganpun akan menyentuh bayi. Tapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu ada baiknya anda bicarakan dengan pasangan mengenai posisi pilihan.
·      Orgasme memicu prematur
Orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan normal, orgasme dengan atau tanpa hubungan intim ( yang brarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis. Cukup liannya ). Tidak memicu kelahiran prematur
·      Khawatir saja.
Jika memiliki sindrom Pra-menstruasi, besar kemungkinannya anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebih pada dampaknya.

D.       KAPAN SEBAIKNYA MEMBATASI HUBUNGAN SEKS?
a.       Setiap kali terjadi perdarahan yang tak diketahui sebabnya.
b.      Selama trimester pertama, bila wanita mempunyai riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran
c.       Selama 8-12 minggu terakhir, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran.
d.      Bila membran amnion ( selaput ketuban ) pecah.
e.       Bila terjadi plasenta previa ( plasenta terletak didekat atau diatas leher rahim), sehingga dapat keluar terlalu dini pada hubungan seksual, menyebabkan terjadinya perdarahan dan mengancam ibu serta janinnya.
f.       Selama trimester akhir pada kehamilan kembar.

E.        HATI-HATI KEGUGURAN
Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh.
Disisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual. Kok bisa? Yang terjadi ialah, pria mengalami ejakulasi dan sperma masuk kedalam vagina. Didalam sperma terdapat prostaglandin ini memang bisa menyebabkan kekejangan pada otot rahim, meski kosentatrasinya tidak cukup besar untuk menimbulkan kekejangan. Justru kekejangan lebih seing dan lebih dan lebih kuat karena orgasme, ” paper Wimpie.
Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan padav otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang , wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan, jelas guru Besar pada fakultas kedokteran Universitas Udayana Bali.
Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, Didalam pembuluh darah rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke rahim. Pembuluh darah rahim terdapat pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat, tapi, lanjutnya, selam kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. Bahkan, lalu mungkin dihindari, saran Wimpie.

F.     KEPENTINGAN BERSAMA
Frekuensi hubungan seksual juga sangat tergantung pada kondisi wanita. Banyak sekali wanita yang sedang hamil tua merasa capek karena beban yang lebih berat dibandingkan saat usia kehamilannya masih muda.
Jadi, selama tidak menjadi beban bagi istri, hubungan intim selama hamil tidak jadi masalah. Lain hal jika istri kehilangan dorongan seksual dan hanya melakukan hubungan seksual demi memuaskan suami, bisa-bisa hanya akan menjadi baginya.   Intinya, hubungan seksual yang baik adalah hubungan seksual yang dilakukan untuk kepentingan bersama antara suami dan istri. Karena bagaimanapun, hubungan seksual yang baik merupakan bentuk hubungan komunikasi yang paling dalam antara pasangan suami istri.

G.    Komunikasi yang penting
  Solusinya adalah saling berkomunikasi. Anda perlu terbuka tentang
perasaan, keinginan dan kebutuhan anda. Anda juga perlu memperluas
cakrawala variasi hubungan seksual – terutama pada bulan-bulan
terakhir dari kehamilan, ketika pasangan anda tidak lagi merasa
nyaman dengan posisi misionaris, atau bahkan tidak mungkin lagi
melakukan hubungan dengan posisi seperti ini.
Sebenarnya, anda mempunyai berbagai pilihan variasi hubungan seksual yang dapat memberi kepuasan untuk anda berdua. Hubungan seksual
dengan posisi masuk dari belakang, saling berbaring di sisi
(spooning) atau posisi wanita di atas, merupakan contoh-contoh posisi yang baik.

Kesimpulan
Pada dasarnya, kehamilan merupakan suatu proses yang normal yang terjadi pada wanita sehingga wanita tidak perlu takut untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa, termasuk aktivitas seksual dengan pasangannya.
Wanita tetap dapat melakukan hubungan suami isrtri selama hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter untuk tidak melakukan hubungan seks
Pada prinsipnya, wanita hamil boleh melakukan hubungan seks selama perut tak tertindih saat berhubungan dan ia bisa menikmati hubungan. Juga, jangan sampai penis menekan mulut rahim.

Saran
Bagi wanita yang prnah mengalami keguguran dsarankan utuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil.
Suami seharusnya bisa memperhitungkan antara dorongan seksualnya dan doringan seksual istri. Termasuk mempertimbangkan kondisi kesehatan istri. Jika istri mengalami gangguan pada kehamilannya, suami harus bisa mengendalikan dorongan seksualnya untuk tak melakukan hubungan seksual karena kondisinya, maka suami pun harus juga bisa mengerti masalah yang dihadapi istrinya.