TEORI
KEPEMIMPINAN
Dr.
Safrudin, SKM, M.Kes.
1. Berdasarkan Teori Kepribadian
(MBTI - Myers-Briggs Type Indicator)
Terdapat 16 tipe kepribadian,
berdasarkan 4 dimensi:
- Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
- Sensing
(S) vs Intuition (N)
- Thinking
(T) vs Feeling (F)
- Judging
(J) vs Perceiving (P)
Contoh:
- ISTJ
– Serius, terorganisir, bertanggung jawab
- ENFP
– Antusias, kreatif, ekspresif
- INFJ
– Idealistik, pemikir dalam, peduli
2.
Berdasarkan Teori Temperamen Hippocrates (Klasik)
Dibagi menjadi 4 tipe utama:
- Sanguinis
– Ceria, ekstrovert, sosial
- Koleris
– Tegas, dominan, pemimpin
- Melankolis
– Analitis, perfeksionis, sensitif
- Plegmatis
– Pendamai, tenang, sabar
3. Berdasarkan Gaya Belajar
- Visual
– Belajar melalui gambar dan penglihatan
- Auditori – Belajar melalui suara dan pendengaran
- Kinestetik – Belajar melalui gerakan dan praktik
langsung
4. Berdasarkan Tipe Sosial /
Interaksi
- Pemimpin – Menyukai peran sebagai pengatur atau
pengarah
- Pendukung
– Suka membantu, mendukung orang lain
- Pencari
perhatian – Suka menjadi pusat perhatian
- Pengamat
– Tenang, suka menganalisis tanpa banyak bicara
5.
Berdasarkan Motivasi Hidup (Enneagram)
Ada 9 tipe
utama, misalnya:
- Tipe
1: Perfeksionis
- Tipe
2: Penolong
- Tipe
3: Pengejar Prestasi
- Tipe
4: Romantis / Unik
- Tipe
5: Pengamat
- Tipe
6: Loyalis
- Tipe
7: Petualang
- Tipe
8: Pemimpin Tegas
- Tipe
9: Pendamai
6.
Berdasarkan Perilaku dalam Tim (DISC)
- Dominance
(D) – Tegas, langsung
- Influence
(I) – Ramah, persuasif
- Steadiness
(S) – Stabil, suportif
- Compliance
(C) – Teliti, logis
Menghadapi bawahan yang beraneka
ragam membutuhkan gaya kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif. Setiap individu
memiliki latar belakang, kepribadian, kemampuan, serta motivasi yang berbeda,
sehingga seorang pemimpin harus menyesuaikan pendekatannya agar bisa
memaksimalkan potensi tim secara keseluruhan.
1. Gunakan Gaya Kepemimpinan
Situasional
Menurut Paul Hersey dan Ken
Blanchard, pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan
tingkat kematangan (kemampuan dan kemauan) bawahan.
Empat gaya utama:
|
GAYA |
PENJELASAN |
COCOK UNTUK BAWAHAN... |
|
Telling (Memberi instruksi) |
Pemimpin dominan dalam memberi
perintah |
Yang belum berpengalaman / butuh
arahan |
|
Selling (Membujuk dan
menjelaskan) |
Masih
mengarahkan, tapi mulai melibatkan |
Yang
kurang percaya diri namun ingin belajar |
|
Participating (Melibatkan
bawahan) |
Fokus
pada relasi, bawahan dilibatkan |
Yang cukup kompeten, butuh
dukungan |
|
Delegating (Mendelegasikan) |
Memberi
kebebasan dan tanggung jawab |
Yang
sudah mandiri dan kompeten |
2.
Terapkan Gaya Kepemimpinan Transformasional
Pemimpin ini menginspirasi
dan memotivasi, cocok untuk menghadapi tim yang beragam.
Ciri-cirinya:
- Memberikan
visi besar
- Fokus
pada pengembangan individu
- Menghargai
perbedaan keunikan setiap anggota
- Membangun
komitmen bersama
3.
Perhatikan Kebutuhan Individual
Pemimpin yang
efektif akan:
- Mengenal karakter dan latar belakang setiap anggota
tim
- Menggunakan pendekatan personal saat memberikan
arahan atau umpan balik
- Menyesuaikan cara komunikasi dengan gaya belajar
atau kepribadian bawahan (misalnya: langsung vs tidak langsung, teknis vs
emosional)
4.
Kombinasikan Gaya Kepemimpinan
Dalam
praktiknya, pemimpin bisa menggunakan kombinasi dari:
- Kepemimpinan
demokratis untuk mendorong partisipasi
- Kepemimpinan otoriter dalam situasi darurat atau
krisis
- Kepemimpinan
laissez-faire bila tim sudah sangat mandiri
Contoh Praktis:
- Seorang staf junior baru lulus → butuh bimbingan dan
instruksi jelas
- Seorang
staf senior yang berpengalaman → cukup dengan delegasi dan kepercayaan
c.
Seorang staf kreatif → beri ruang untuk eksplorasi dan
masukan
- Seorang
staf pemalu tapi kompeten → butuh dorongan dan pengakuan pribadi
Kesimpulan:
Gaya kepemimpinan
yang efektif dalam menghadapi bawahan yang beraneka ragam adalah gaya yang
fleksibel, berorientasi pada situasi, dan menghargai perbedaan individu. Pemimpin
bukan hanya memberi perintah, tapi juga menjadi pembimbing, pendengar, dan
motivator.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar