Kamis, 05 Februari 2026

TEORI KEPEMIMPINAN

 

TEORI KEPEMIMPINAN

Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.

 

1. Berdasarkan Teori Kepribadian (MBTI - Myers-Briggs Type Indicator)

Terdapat 16 tipe kepribadian, berdasarkan 4 dimensi:

  1. Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
  2. Sensing (S) vs Intuition (N)
  3. Thinking (T) vs Feeling (F)
  4. Judging (J) vs Perceiving (P)

Contoh:

  1. ISTJ – Serius, terorganisir, bertanggung jawab
  2. ENFP – Antusias, kreatif, ekspresif
  3. INFJ – Idealistik, pemikir dalam, peduli

 

2. Berdasarkan Teori Temperamen Hippocrates (Klasik)

Dibagi menjadi 4 tipe utama:

  1. Sanguinis – Ceria, ekstrovert, sosial
  2. Koleris – Tegas, dominan, pemimpin
  3. Melankolis – Analitis, perfeksionis, sensitif
  4. Plegmatis – Pendamai, tenang, sabar

 

3. Berdasarkan Gaya Belajar

  1. Visual – Belajar melalui gambar dan penglihatan
  2. Auditori – Belajar melalui suara dan pendengaran
  3. Kinestetik – Belajar melalui gerakan dan praktik langsung

 

4. Berdasarkan Tipe Sosial / Interaksi

  1. Pemimpin – Menyukai peran sebagai pengatur atau pengarah
  2. Pendukung – Suka membantu, mendukung orang lain
  3. Pencari perhatian – Suka menjadi pusat perhatian
  4. Pengamat – Tenang, suka menganalisis tanpa banyak bicara

 

5. Berdasarkan Motivasi Hidup (Enneagram)

Ada 9 tipe utama, misalnya:

  1. Tipe 1: Perfeksionis
  2. Tipe 2: Penolong
  3. Tipe 3: Pengejar Prestasi
  4. Tipe 4: Romantis / Unik
  5. Tipe 5: Pengamat
  6. Tipe 6: Loyalis
  7. Tipe 7: Petualang
  8. Tipe 8: Pemimpin Tegas
  9. Tipe 9: Pendamai

 

6. Berdasarkan Perilaku dalam Tim (DISC)

  1. Dominance (D) – Tegas, langsung
  2. Influence (I) – Ramah, persuasif
  3. Steadiness (S) – Stabil, suportif
  4. Compliance (C) – Teliti, logis

 

Menghadapi bawahan yang beraneka ragam membutuhkan gaya kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif. Setiap individu memiliki latar belakang, kepribadian, kemampuan, serta motivasi yang berbeda, sehingga seorang pemimpin harus menyesuaikan pendekatannya agar bisa memaksimalkan potensi tim secara keseluruhan.

 

1. Gunakan Gaya Kepemimpinan Situasional

Menurut Paul Hersey dan Ken Blanchard, pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan tingkat kematangan (kemampuan dan kemauan) bawahan.

Empat gaya utama:

 

GAYA

PENJELASAN

COCOK UNTUK BAWAHAN...

Telling (Memberi instruksi)

Pemimpin dominan dalam memberi perintah

Yang belum berpengalaman / butuh arahan

Selling (Membujuk dan menjelaskan)

Masih mengarahkan, tapi mulai melibatkan

Yang kurang percaya diri namun ingin belajar

Participating (Melibatkan bawahan)

Fokus pada relasi, bawahan dilibatkan

Yang cukup kompeten, butuh dukungan

Delegating (Mendelegasikan)

Memberi kebebasan dan tanggung jawab

Yang sudah mandiri dan kompeten

 

 

2. Terapkan Gaya Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin ini menginspirasi dan memotivasi, cocok untuk menghadapi tim yang beragam.

Ciri-cirinya:

  1. Memberikan visi besar
  2. Fokus pada pengembangan individu
  3. Menghargai perbedaan keunikan setiap anggota
  4. Membangun komitmen bersama

 

3. Perhatikan Kebutuhan Individual

Pemimpin yang efektif akan:

  1. Mengenal karakter dan latar belakang setiap anggota tim
  2. Menggunakan pendekatan personal saat memberikan arahan atau umpan balik
  3. Menyesuaikan cara komunikasi dengan gaya belajar atau kepribadian bawahan (misalnya: langsung vs tidak langsung, teknis vs emosional)

 

4. Kombinasikan Gaya Kepemimpinan

Dalam praktiknya, pemimpin bisa menggunakan kombinasi dari:

  1. Kepemimpinan demokratis untuk mendorong partisipasi
  2. Kepemimpinan otoriter dalam situasi darurat atau krisis
  3. Kepemimpinan laissez-faire bila tim sudah sangat mandiri

Contoh Praktis:

  1. Seorang staf junior baru lulus → butuh bimbingan dan instruksi jelas
  2. Seorang staf senior yang berpengalaman → cukup dengan delegasi dan kepercayaan

c.      Seorang staf kreatif → beri ruang untuk eksplorasi dan masukan

  1. Seorang staf pemalu tapi kompeten → butuh dorongan dan pengakuan pribadi

 

Kesimpulan:

Gaya kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi bawahan yang beraneka ragam adalah gaya yang fleksibel, berorientasi pada situasi, dan menghargai perbedaan individu. Pemimpin bukan hanya memberi perintah, tapi juga menjadi pembimbing, pendengar, dan motivator.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar