MATERI KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Pokok Bahasan : Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator
Kesehatan
Program Studi :
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Tingkat/Semester : II/4
Dosen : Dr.
Safrudin, SKM, M.Kes.
A. Definisi Kesehatan
1. Definisi Kesehatan menurut WHO
World Health Organization (WHO)
mendefinisikan kesehatan sebagai:
“Health is a state of complete physical,
mental and social well-being and not merely the absence of disease or
infirmity.”
Makna penting dari definisi WHO:
- Kesehatan bersifat holistik, mencakup aspek fisik,
mental, dan sosial.
- Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi
kondisi sejahtera secara menyeluruh.
- Menjadi
dasar pendekatan promotif dan preventif dalam promosi kesehatan.
d.
2.
Definisi Kesehatan menurut Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2023 tentang Kesehatan (pengganti UU No. 36 Tahun 2009):
Kesehatan adalah keadaan sehat
seseorang, baik secara fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
2. Ciri khas definisi kesehatan
Indonesia:
- Menekankan pada produktivitas
individu.
- Kesehatan dipandang sebagai modal
pembangunan nasional.
- Relevan dengan
peran tenaga promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas SDM.
3. Implikasi Definisi Kesehatan dalam
Promosi Kesehatan
- Fokus pada perubahan
perilaku sehat.
- Pemberdayaan masyarakat agar mampu
menjaga kesehatannya.
- Pendekatan
lintas sektor (pendidikan, lingkungan, ekonomi).
B. Konsep Penyakit, Gangguan Kesehatan, dan Faktor Risiko
1. Konsep Penyakit
Penyakit adalah kondisi abnormal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan
gangguan fungsi normal, ditandai dengan tanda dan/atau gejala tertentu.
Klasifikasi penyakit:
- Penyakit menular: TB, DBD,
HIV/AIDS, ISPA.
- Penyakit tidak
menular (PTM): hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker.
- Penyakit degeneratif: stroke,
Alzheimer.
- Penyakit
akibat lingkungan dan perilaku.
2. Gangguan Kesehatan
Gangguan kesehatan mencakup kondisi yang belum tentu dikategorikan sebagai
penyakit klinis tetapi memengaruhi fungsi dan kualitas hidup, seperti:
- Gangguan
kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi)
- Gangguan gizi (stunting, wasting,
obesitas)
- Gangguan
kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat
3. Faktor Risiko Kesehatan
Faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang meningkatkan kemungkinan
terjadinya penyakit.
Jenis faktor risiko:
- Faktor perilaku
- Merokok
- Kurang
aktivitas fisik
- Pola
makan tidak sehat
- Konsumsi
alkohol
- Faktor lingkungan
- Sanitasi
buruk
- Pencemaran
udara dan air
- Lingkungan
kerja tidak sehat
- Faktor biologis
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Faktor genetik
- Faktor sosial ekonomi
- Pendidikan
- Pendapatan
- Akses
pelayanan kesehatan
Peran promosi kesehatan sangat penting dalam mengendalikan faktor risiko
melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
C. Indikator Morbiditas dan Mortalitas
1. Indikator Morbiditas (Tingkat Kesakitan)
Morbiditas menggambarkan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu
populasi.
Jenis indikator morbiditas:
- Incidence Rate (Angka Insidens)
- Jumlah
kasus baru penyakit dalam periode tertentu.
- Menggambarkan
risiko terkena penyakit.
- Prevalence Rate (Angka Prevalensi)
- Jumlah
seluruh kasus (lama dan baru) pada waktu tertentu.
- Menggambarkan beban penyakit di masyarakat.
- Attack Rate
- Digunakan pada kejadian luar biasa (KLB).
Contoh aplikasi:
- Prevalensi
hipertensi sebagai dasar intervensi promosi gaya hidup sehat.
2. Indikator Mortalitas (Tingkat Kematian)
Mortalitas menunjukkan tingkat kematian dalam suatu populasi.
Jenis indikator
mortalitas:
- Crude Death Rate (CDR)
Angka kematian kasar per 1.000 penduduk
per tahun.
- Age Specific Death Rate (ASDR)
Angka
kematian pada kelompok umur tertentu.
- Cause Specific Death Rate
Angka
kematian akibat penyebab tertentu.
- Infant Mortality Rate (IMR)
Angka kematian bayi (<1 tahun).
- Maternal Mortality Ratio (MMR/AKI)
Angka
kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan.
Indikator mortalitas sering digunakan untuk menilai keberhasilan program
kesehatan masyarakat.
D. Indikator Harapan Hidup, Kualitas Hidup, dan Indeks Kesehatan Masyarakat
1. Angka Harapan Hidup (AHH)
Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan umur yang dapat dicapai
seseorang sejak lahir.
Makna AHH:
- Indikator derajat kesehatan
masyarakat.
- Berkaitan
dengan status gizi, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi.
2. Kualitas Hidup
(Quality of Life/QoL)
Kualitas hidup adalah
persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan terkait budaya, nilai,
tujuan, dan harapan.
Dimensi kualitas hidup:
- Fisik
- Psikologis
- Sosial
- Lingkungan
Instrumen pengukuran QoL:
- WHOQOL-BREF
- SF-36
Dalam promosi kesehatan, QoL digunakan untuk menilai dampak intervensi
non-klinis.
3. Indeks Kesehatan Masyarakat
Beberapa indeks kesehatan yang digunakan:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Komponen kesehatan:
Angka Harapan Hidup.
- Indeks Keluarga Sehat (IKS)
Digunakan dalam Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
- Indeks
Kesehatan Masyarakat (IKM/IKM Kesehatan)
Menggambarkan
status kesehatan populasi berdasarkan berbagai indikator.
Indeks kesehatan membantu
tenaga promosi kesehatan dalam:
- Menentukan prioritas masalah
- Menyusun intervensi berbasis data
- Melakukan evaluasi program
Ringkasan Materi
- Kesehatan
adalah konsep holistik dan produktif.
- Penyakit dan
gangguan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor risiko.
- Indikator morbiditas dan mortalitas
penting untuk analisis masalah kesehatan.
- AHH, QoL, dan
indeks kesehatan mencerminkan derajat kesehatan masyarakat.
Tugas Mahasiswa (Kelompok)
- Identifikasi indikator kesehatan
yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
- Analisis
hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
- Buat ringkasan
sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi
kesehatan.
Kasus 1: Tingginya Prevalensi Hipertensi di
Wilayah Kerja Puskesmas
Deskripsi Kasus: Data
Puskesmas X menunjukkan prevalensi hipertensi pada usia >30 tahun sebesar
38%. Hasil wawancara menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam
tinggi, dan kebiasaan merokok.
Indikator Kesehatan
Terkait:
- Morbiditas: Prevalensi hipertensi
- Faktor risiko perilaku
Penanggulangan (Promosi
Kesehatan):
- Edukasi PHBS dan GERMAS
- Kelas edukasi
hipertensi dan diet DASH
- Pembentukan kelompok senam rutin di
masyarakat
- Media promosi (poster, video
edukasi)
Kasus 2: Angka Kematian Bayi (AKB) Masih Tinggi
Deskripsi Kasus: AKB di
wilayah Puskesmas Y masih di atas target kabupaten. Penyebab utama adalah BBLR
dan infeksi neonatal.
Indikator Kesehatan
Terkait:
- Mortalitas: IMR
- Harapan hidup
Penanggulangan:
- Edukasi ibu hamil tentang ANC
terpadu
- Promosi ASI eksklusif
- Kunjungan
rumah dan kelas ibu hamil
Kasus 3: Stunting pada Balita
Deskripsi Kasus: Prevalensi stunting balita mencapai 27%. Ditemukan pola
asuh gizi kurang dan sanitasi tidak layak.
Indikator Terkait:
- Morbiditas gizi
- Indeks kesehatan masyarakat
Penanggulangan:
- Edukasi gizi seimbang dan PMBA
- Pemberdayaan kader posyandu
- Kolaborasi lintas sektor (sanitasi)
Tugas Mahasiswa (Kelompok)
- Identifikasi indikator kesehatan
yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
- Analisis
hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
- Buat ringkasan
sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi
kesehatan.
Soal Kasus untuk Diskusi Kelompok (7 Kelompok)
Kelompok 1
Di suatu wilayah Puskesmas ditemukan prevalensi diabetes melitus meningkat
dari 8% menjadi 14% dalam 3 tahun terakhir. Sebagian besar penderita memiliki
obesitas sentral. Tugas: Identifikasi indikator kesehatan dan rancang
intervensi promosi kesehatan.
Kelompok 2
Angka kunjungan posyandu lansia rendah meskipun jumlah lansia meningkat.
Tugas: Analisis faktor risiko dan hubungannya dengan kualitas
hidup lansia serta solusi promosi kesehatan.
Kelompok 3
Kasus ISPA pada balita meningkat saat musim hujan di wilayah padat
penduduk.
Tugas: Tentukan indikator morbiditas dan upaya
promotif-preventif di tingkat keluarga.
Kelompok 4
Tingkat stres dan keluhan kesehatan mental remaja meningkat berdasarkan
skrining UKS.
Tugas: Hubungkan dengan konsep gangguan kesehatan dan indikator
kualitas hidup.
Kelompok 5
AKI di wilayah Puskesmas mengalami satu kasus kematian ibu akibat
keterlambatan rujukan.
Tugas: Analisis indikator mortalitas dan rekomendasi promosi
kesehatan ibu hamil.
Kelompok 6
Cakupan CTPS masih rendah meskipun sarana air bersih tersedia.
Tugas: Identifikasi faktor risiko perilaku dan rancang media
promosi kesehatan.
Kelompok 7
Nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) di suatu kelurahan masih kategori
pra-sehat.
Tugas: Analisis komponen IKS dan susun strategi peningkatan
indeks kesehatan masyarakat.
Disusun untuk pembelajaran
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
ANALISIS KASUS DIARE - PERHITUNGAN RASIO, PROPORSI, DAN RATE
BalasHapusJAWABAN:
a. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-4
Kasus baru mulai bulan 4:
- Bulan 4: Anisha (S), Keysa (S), Nadva (S), Waldan (S), Nabila (S), Talitha (S), Rafael (S), Jansen (S), Rheina (S)
- Bulan 5 dan seterusnya: yang belum sakit sebelumnya
Total kasus baru mulai bulan 4 = 14 orang (semua kecuali Kazva yang tidak punya data sakit)
Insiden Kumulatif = 14/15 × 100% = 93,3%
b. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-6
Kasus baru mulai bulan ke-6 hingga bulan 12.
Sudah sakit sebelum bulan 6: Anisha, Shyfa, Keysa, Nadva, Waldan, Nabila, Talitha, Rafael, Rheina
Kasus baru ≥ bulan 6: Fathi (bulan 8), Syakila (bulan 6), Lily (bulan 8), Nayla (bulan 5 sudah sakit)
Total kasus baru mulai bulan 6 = 6 orang
Insiden Kumulatif = 6/15 × 100% = 40%
c. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-8
Kasus baru mulai bulan ke-8 hingga bulan 12.
Kasus baru ≥ bulan 8: Fathi (8), Lily (8), dan yang lainnya sudah sakit sebelumnya
Total kasus baru mulai bulan 8 = 2 orang
Insiden Kumulatif = 2/15 × 100% = 13,3%
d. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke-0
Insiden Rate = Jumlah kasus baru / Total person-time at risk
Menghitung person-months untuk setiap orang sampai sakit pertama kali atau sampai akhir pengamatan:
- Total person-months = sekitar 60-70 person-months (perlu dihitung detail per orang)
- Kasus baru = 14 orang
Insiden Rate ≈ 14/60 = 0,23 per person-month atau 23 per 100 person-months
e. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
Kasus baru mulai bulan ke-5 hingga bulan 12.
Kasus baru ≥ bulan 5: Fathi, Syakila, Lily, Nayla, dan beberapa yang mulai sakit bulan 5
Total kasus baru mulai bulan 5 = 8 orang
Insiden Kumulatif = 8/15 × 100% = 53,3%
f. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
Kasus baru mulai bulan ke-7 hingga bulan 12.
Total kasus baru mulai bulan 7 = 3-4 orang
Insiden Kumulatif = 4/15 × 100% = 26,7%
g. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
Kasus baru mulai bulan ke-9 hingga bulan 12.
Total kasus baru mulai bulan 9 = 1-2 orang
Insiden Kumulatif = 1/15 × 100% = 6,7%
h. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
Menghitung person-time dari bulan 4-12 (9 bulan periode pengamatan).
Insiden Rate ≈ 0,20-0,25 per person-month
i. Point Prevalence pada bulan ke-9
Point Prevalence = Jumlah orang yang sakit pada bulan 9 / Total populasi
Pada bulan 9 yang sakit (S): Keysa, Nadva, Fathi, Nabila, Talitha, Jansen, Syakila, Lily, Nayla = 9 orang sakit
Point Prevalence = 9/15 × 100% = 60%
j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
Period Prevalence = Jumlah orang yang pernah sakit selama 12 bulan / Total populasi
Yang pernah sakit: Semua kecuali Kazva = 14 orang
Period Prevalence = 14/15 × 100% = 93,3%
k. Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
Period Prevalence bulan 1-6 = Jumlah yang pernah sakit di 6 bulan pertama / Total populasi
Yang pernah sakit bulan 1-6: Anisha, Shyfa, Keysa, Nadva, Waldan, Nabila, Talitha, Rafael, Jansen, Rheina, Nayla, Syakila = 12 orang
Period Prevalence = 12/15 × 100% = 80%
a. Populasi berisiko bulan ke-4
BalasHapusInsiden kumulatif = 9 / 15 = 0,6 (60%)
b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)
c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)
d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
Insiden rate = 12 / 78 = 0,154 kasus per orang-bulan
e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)
f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
Insiden kumulatif = 6 / 12 = 0,5 (50%)
g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
Insiden kumulatif = 4 / 10 = 0,4 (40%)
h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
Insiden rate = 9 / 60 = 0,15 kasus per orang-bulan
i. Point prevalence bulan ke-9
Point prevalence = 7 / 15 = 0,47 (47%)
j. Period prevalence selama 12 bulan
Period prevalence = 12 / 15 = 0,8 (80%)
k. Period prevalence selama 6 bulan
Period prevalence = 9 / 15 = 0,6 (60%)
S = Sakit (Sick)
BalasHapusM = Meninggal (Death)
Kolom 1-12 = Bulan pengamatan
Mari saya analisis setiap pertanyaan:
Analisis Data:
a. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
Jumlah kasus baru dari bulan 4-12
Total kasus baru = 28 orang
Populasi awal (bulan 4) = 35 orang
IK = 28/35 = 0.8 atau 80%
b. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
Jumlah kasus baru dari bulan 6-12
Total kasus baru = 22 orang
Populasi awal (bulan 6) = 35 orang
IK = 22/35 = 0.63 atau 63%
c. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
Jumlah kasus baru dari bulan 8-12
Total kasus baru = 15 orang
Populasi awal (bulan 8)=35 orang ,IK = 15/35 = 0.43 atau 43%
d. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
Total kasus = 35 orang
Person-time = perlu dihitung per individu
IR = 35/person-months
e. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
Jumlah kasus baru dari bulan 5-12
Total kasus baru = 25 orang
IK = 25/35 = 0.71 atau 71%
f. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
Jumlah kasus baru dari bulan 7-12
Total kasus baru = 18 orang
IK = 18/35 = 0.51 atau 51%
g. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
Jumlah kasus baru dari bulan 9-12
Total kasus baru = 11 orang
IK = 11/35 = 0.31 atau 31%
h. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
Perlu menghitung person-time dari bulan 4-12
i. Point Prevalence pada bulan ke-9
Jumlah kasus yang sakit pada bulan 9 = 11 orang
Prevalence = 11/35 = 0.31 atau 31%
j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
Total yang pernah sakit =35 orang
Prevalence= 35/35 = 1.0 atau 100%
k. Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
Total yang sakit bulan 1-6 = 20 orang
Prevalence = 20/35 = 0.57 atau 57%
a.) 9/13 - 12 × 100% = 0,75%
BalasHapusb.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
11 / 15 × 100% = 73%
f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
9 / 14 × 100% = 64%
g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
6 / 13 × 100% = 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan
12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
(artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.) point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Nama: Octatia Masyitoh
BalasHapusNim: P3.73.24.3.25.086
1B
Soal :
a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
b.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
i.Point Prevalence pada bulan ke-9
j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
Jawaban :
A. 10/13 =0,769 x 100% = 76%
B. 4/13 =0,308 x 100% = 30%
C. 2/13 =0,154 x 100% = 15%
D. 13/71 =0,183 x 12= 2,196
E. 5/13 =0,385 x 100% = 38%
F. 2/13=0,154 x 100% = 15%
G. 0/13 x 100% =0 %
H. 10/ 31 x 8=2,581
I. 9/11 x 100% =81,8%
J. 13/15 x 100% =86,6%
K. 11/15 x 100% =73,3%
a.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
BalasHapus10/13 = 0,76 = 76%
b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
4/13 =0,30 = 30%
c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
2/13 =0,15 = 15%
d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
13/71 x 12 =2,19
e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100% = 38%
f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 × 100% = 15%
g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
h. Insiden rate bulan ke 4
10/31 × 8 = 2,58
i. Point prevelance bulan ke 9
9/11 × 81,8%
j. Periode prevalance selama 12 bulan
13/15 × 100% = 86,6%
k. Periode prevalance selama 6 bulan
11/15 × 100% = 73,3%
Kazya Jocelyn Simatupang
BalasHapusP3.73.24.3.25
A. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
10/13 × 100% = 76%
B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
4/13 × 100% = 30%
C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
2/13 × 100% = 15%
D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
13/71 × 12 = 2,19
E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100% = 38%
F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 × 100% = 15%
G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
H. Insiden rate bulan ke 4
10/31 × 8 = 2,58
I. Point prevelance bulan ke 9
9/11 × 81,8%
J. Periode prevalance selama 12 bulan
13/15 × 100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan
11/15 × 100% = 73,3%
Shyfa Ramadaniansyah
BalasHapusP3.73.24.3.25.092
1B
D4 Promoai kesehatan
A. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4 :
10/13 = 0,76 x 100 = 76%
B. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6 :
4/13 = 0,30x100 = 30%
C. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8 :
2/13= 0,15 x 100 = 15%
D. Insiden rate, oengamatan dimulai bulan ke 0 :
13/71 x 12 bulan = 2,19
E. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5 :
5/13 = 0,38 x 100 = 38%
F. Insiden kumulatif, oengamatan dimulai bulan ke 7 :
2/13= 0,15 x100 = 15%
G. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9 :
0/13 = 0 x 100 = 0
H. Insiden rate, oengataman dimulai bulan ke 4 :
10/31x 8 bulan = 2,58
I. Point prevalance pada bulan ke 9 :
9/11 x 100 = 81,8 %
J. Periode prevalance selama 12 bulan pengamatan :
13/15x100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan pengamatan:
11/15 x 100% = 73,3%
chavya adistira rahma
BalasHapusA. Insider kumulatif dimulai bulan ke 4
10/13 × 100% = 76%
B. insiden kumulatif dimulai bulan ke 6
4/13 ×100% : 30%
C. Insiden kumulatif dimulai bulan ke 8
2/13 × 100% = 15%
D. Insiden rate dimulai dimulai bulan 0
13/71 x 12 bln = 2,19
E. Insiden kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100%= 38%
F. insiden kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 ×100%=15%
G. insiden kumulatif dimulai bulan ke 9
0/13 × 100% = 0%
H. insiden rate dimulai bulan ke 4
10/31 × 8 bln = 2,58
I. Point Prevalence bulan ke 9
9/11 x 100% = 81,8%
J. periode prevalence selama 12 bulan
13/15 x 100% = 86,6%
K. periode prevalence selama 6 bulan
11/13 x 100% = 73,3 %
Salsabila Nesanda (P3.73.24.3.25.091)
BalasHapusA. 10/13= 76% insiden kumulatif dimulai bulan ke 4
B. 4/13= 30% insiden kumulatif dimulai bulan ke 6
C. 2/13= 15% insiden kumulatif di mulai bulan ke 8
D. 13/71×12bln = 2,19 insiden rate dimulai dari 0
E. 5/13=38% insiden kumulatif bulan ke 5
F. 2/13=15% insiden kumulatif bulan ke 7
G. 0/13=0% insiden kumulatif bulan ke 9
H. 10/31 x 8 bln= 2,58% insiden rate bulan ke 4
I. 9/11×100%= 81,8% point prevalence bulan ke 9
J. 13/15 x 100% = 86,6% periode prevalence selama 12 bln
K. 11/15 x 100%= 73,3% periode prevalence selama 6 bln
1B_Hiya Fildzah Zahira_D4 Promkes
BalasHapusa. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
9/12x100%= 0,75
b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
2/4x100%=0,5
c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
4/6x100%= 0,66
d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
71/13=0,183 bulan
e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
4/7x100%=0,57
f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
2/4x100%=0,5
g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
11/35x100%=0,31
h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
9/60x100%= 0,15
i. Point prevalen e pada bulan ke-9
7/15=0,47
j. Periode Prevalence slm 12 bln
12/15=0,8
k. Periode Prevalence slm 6 bln
9/15=0,6
Nama : Maria Florensia Christine Thouselak
BalasHapusKelas : 1B Promosi Kesehatan
a.) 9/13 - 12 × 100% = 0,75%
b.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
11 / 15 × 100% = 73%
f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
9 / 14 × 100% = 64%
g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
6 / 13 × 100% = 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan
12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
(artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.) point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusNayla Aulia Bunga Frisca
a.) 9/13-12x 100% = 0,75%
b.) 4/15-94/6×100% 0,66%
с.) 2/15-11-2/4×100% 0,5
d.) 13+710,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 x 12 bln = 2,19 orang)
e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5 jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang 11/15 x 100% = 73%
f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7 jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang 9/14x100% = 64%
g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9 jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang 6/13x100%= 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4 jumlah kasus baru bulan 4-12 = 12 orang total person-time 96 orang-bulan 12/960,125 kasus per orang-bulan (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.) point prevalence pada bulan ke-9 jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-97 orang total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang 7/14×100% = 50%
j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan jumlah orang yang pernah sakit bulan 1-12 12 orang total populasi = 15 orang 12/15×100% = 80%
k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan jumlah orang yang pernah sakit bulan 1-6 = 9 orang total populasi 15 orang 9/15x100% = 60%
a. Populasi berisiko di awal bulan ke-4
BalasHapusInsiden kumulatif = 9/12 ×100% = 0,75%
b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
Insiden kumulatif = 4/6 × 100 = 0,66%
c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
Insiden kumulatif = 2/4 × 100 % = 0,5%
d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
Insiden rate = 13/71 × 100 = 0,183 kasus per orang-bulan
e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
Insiden kumulatif = 15/8 × 100%= 0,714%
f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
Insiden kumulatif = 2/ 15- 11 = 4×100%= 0,5%
g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
Insiden kumulatif = 4 / 10 = 0,4 (40%)
h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
Insiden rate = 4 - 12/ 54= 0,185 kasus per orang-bulan
i. Point prevalence bulan ke-9
Point prevalence = 7 / 15 = 0,47 (47%)
j. Period prevalence selama 12 bulan
Period prevalence = 12 / 15 = 0,8 (80%)
k. Period prevalence selama 6 bulan
Period prevalence = 9 / 15 = 0,6 (60%)
a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
BalasHapusSudah sakit sebelum bulan 4 = 0
Populasi berisiko = 15
Kasus baru sejak bulan 4 = 9
IC = 9 / 15 = 0,6 (60%)
b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
Sudah sakit sebelum bulan 6 = 2
Populasi berisiko = 13
Kasus baru sejak bulan 6 = 7
IC = 7 / 13 = 0,54 (54%)
c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
Sudah sakit sebelum bulan 8 = 6
Populasi berisiko = 9
Kasus baru sejak bulan 8 = 3
IC = 3 / 9 = 0,33 (33%)
d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
Total kasus baru = 12
Total person-time = 35 orang-bulan
IR = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan
e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
Sudah sakit sebelum bulan 5 = 1
Populasi berisiko = 14
Kasus baru sejak bulan 5 = 8
IC = 8 / 14 = 0,57 (57%)
f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
Sudah sakit sebelum bulan 7 = 4
Populasi berisiko = 11
Kasus baru sejak bulan 7 = 5
IC = 5 / 11 = 0,45 (45%)
g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
Sudah sakit sebelum bulan 9 = 8
Populasi berisiko = 7
Kasus baru sejak bulan 9 = 2
IC = 2 / 7 = 0,29 (29%)
h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
Kasus baru sejak bulan 4 = 9
Person-time sejak bulan 4 = 27 orang-bulan
IR = 9 / 27 = 0,33 kasus/orang-bulan
i. Point prevalence bulan ke-9
Jumlah yang sedang sakit bulan 9 = 5
Total populasi hidup bulan 9 = 14
PP = 5 / 14 = 0,36 (36%)
j. Period prevalence selama 12 bulan
Pernah sakit selama 12 bulan = 12
Total populasi = 15
Periode Prevalensi = 12 / 15 = 0,8 (80%)
k. Period prevalence selama 6 bulan
Pernah sakit bulan 1–6 = 6
Total populasi = 15
Periode Prevalensi = 6 / 15 = 0,4 (40%)
a.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke-4
BalasHapus9/13 - 12 × 100% = 0,75%
b.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
c.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke-8
2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
d.) insiden rate
13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
11 / 15 × 100% = 73%
f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
9 / 14 × 100% = 64%
g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
6 / 13 × 100% = 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan
12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
(artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.) point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Waldan Faid Dafitra (P3.73.24.3.25.097)
BalasHapusA. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
Jawaban: 10/13 × 100% = 76%
B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
Jawaban: 4/13 × 100% = 30%
C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
Jawaban: 2/13 × 100% = 15%
D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
Jawaban: 13/71 × 12 = 2,19
E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
Jawaban: 5/13 × 100% = 38%
F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
Jawaban: 2/13 × 100% = 15%
G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
Jawaban: 0/13 × 100% = 0%
H. Insiden rate bulan ke 4
Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58
I. Point prevelance bulan ke 9
Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%
J. Periode prevalance selama 12 bulan
Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan
Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%
a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
BalasHapusb.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
i. Point Prevalence pada bulan ke-9
j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
Jawab:
a. 9/13 - 12 × 100% = 0,75=75%
b. 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66=66%
c. 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
d. 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bulan = 2,19 orang)
e. insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
11 / 15 × 100% = 73%
f. insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
9 / 14 × 100% = 64%
g. insiden kumulatif,
pengamatan dimulai bulan ke-9
jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
6 / 13 × 100% = 46%
h. insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan
12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
(artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i. point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
j. period prevalence selama 12 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
k. period prevalence selama 6 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Lily Nabila Leonita
BalasHapusP3.73.24.3.25.074
a.) insiden kumulatif bulan ke 4
9/13 - 12 × 100% = 0,75%
b.) insiden kumulatif bulan ke 6
4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
c.) insiden kumulatif bulan ke 8
2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
11 / 15 × 100% = 73%
f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
9 / 14 × 100% = 64%
g.) insiden kumulatif,
pengamatan dimulai bulan ke-9
jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
6 / 13 × 100% = 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan
12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
(artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.) point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Nama: Meliana Rahma Syahrony
BalasHapusNim: P3.73.24.3.25.076
Kelas: 1B
a.) 9/15 - 3 = 9/12 × 100% = 0,75%
b.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5%
d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
e.) 5/15 - 6 = 5/9 × 100% = 0,55%
f.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5%
g.) 0/15 - 13 = 0/2 × 100% = 0%
h.) 11÷78 = 0,141 kasus/orang-bulan
i.) 9 orang yang terkena kasus diare
j.) 13 orang, total 13 orang yang terkena kasus diare selama 12 bulan/1 tahun
k.) 11 orang yang terkena kasus diare selama pengamatan 6 bulan
Talitha Sahdafatin (P3.73.24.3.25.096)
BalasHapusA. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
Jawaban: 10/13 × 100% = 76%
B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
Jawaban: 4/13 × 100% = 30%
C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
Jawaban: 2/13 × 100% = 15%
D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
Jawaban: 13/71 × 12 = 2,19
E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
Jawaban: 5/13 × 100% = 38%
F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
Jawaban: 2/13 × 100% = 15%
G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
Jawaban: 0/13 × 100% = 0%
H. Insiden rate bulan ke 4
Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58
I. Point prevelance bulan ke 9
Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%
J. Periode prevalance selama 12 bulan
Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan
Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%
Rafael christover parlindungan siregar
BalasHapusP3.73.24.3.25.087
a.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
10/13 = 0,76 = 76%
b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
4/13 =0,30 = 30%
c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
2/13 =0,15 = 15%
d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
13/71 x 12 =2,19
e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100% = 38%
f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 × 100% = 15%
g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
h. Insiden rate bulan ke 4
10/31 × 8 = 2,58
i. Point prevelance bulan ke 9
9/11 × 81,8%
j. Periode prevalance selama 12 bulan
13/15 × 100% = 86,6%
k. Periode prevalance selama 6 bulan
11/15 × 100% = 73,3%
A. bulan 4
BalasHapusJumlah = 9\15 - 3
= 9/12 x 100%
= 0,75
B. bulan 6
jumlah = 4/15 - 9
= 4\6 x 100%
= 0,66 %
C.bulan 8
jumlah = 2/15 - 11x 100 %
=0,5
D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
13/71 × 12 = 2,19
E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100% = 38%
F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 × 100% = 15%
G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
H. Insiden rate bulan ke 4
10/31 × 8 = 2,58
I. Point prevelance bulan ke 9
9/11 × 81,8%
J. Periode prevalance selama 12 bulan
13/15 × 100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan
11/15 × 100% = 73,3%
a. Insidens Kumulatif
BalasHapusPengamatan dimulai bulan ke-4
Populasi berisiko bulan ke-4
→ belum pernah sakit sebelum bulan ke-4
Yang sudah sakit sebelum bulan 4:
WALDAN (bulan 1)
RHEINA (bulan 1)
NABILA (bulan 2)
ANISHA (bulan 3)
KEYSA (bulan 3)
TALITHA (bulan 3)
RAFAEL (bulan 3)
JANSEN (bulan 3)
Total sudah sakit = 8 orang
Populasi berisiko = 15 − 8 = 7 orang
Kasus baru setelah bulan ke-4:
NADYA (5)
SYAKILA (5)
FATHI (7)
LILY (7)
NAYLA (4)
Total kasus baru = 5 orang
Insidens Kumulatif
Interpretasi:
👉 Sejak bulan ke-4, 71,4% individu yang berisiko mengalami diare.
b. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-6
Sudah sakit sebelum bulan 6 = 11 orang
Populasi berisiko = 15 − 11 = 4 orang
Kasus baru setelah bulan 6:
FATHI
LILY
NAYLA
Kasus baru = 3
CI = 3/4 =75℅
c. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-8
Populasi berisiko bulan ke-8:
SHYFA
KAZYA
= 2 orang
Kasus baru setelah bulan 8:
❌ tidak ada
CI = 0/2 = 0%
d. Insidens Rate
Pengamatan dimulai bulan ke-0
Jumlah kasus baru total = 13 orang
Total orang-bulan berisiko (sesuai data): = 105 orang-bulan
≈ 1,49 kasus per orang-tahun
e. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-5
Populasi berisiko = 5 orang
Kasus baru setelah bulan 5 = 3 orang
CI = 3/5 = 60%
f. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-7
Populasi berisiko = 3 orang
Kasus baru = 1 orang
CI = 1/3 = 33,3%
g. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-9
Populasi berisiko = 2 orang
Kasus baru = 0
CI = 0%
h. Insidens Rate
Pengamatan dimulai bulan ke-4
Kasus baru sejak bulan 4 = 5 orang
Total orang-bulan berisiko = 41 orang-bulan
IR = 5/41 = 0,122 per orang-bulan
i. Point Prevalence
Bulan ke-9
Sedang sakit bulan ke-9:
KEYSA
NABILA
TALITHA
JANSEN
= 4 orang
Populasi yang masih diamati bulan ke-9 = 12 orang
PP = 4/12 = 33,3%
j. Period Prevalence
Selama 12 bulan
Pernah sakit minimal sekali = 13 orang
PPperiode = 13/15 = 86,7%
k. Period Prevalence
Selama 6 bulan pertama
Pernah sakit bulan 1–6 = 11 orang
PP6bulan = 11/15 = 73,3%
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBirawa mahyatman
BalasHapus(P3.73.24.3.25.056)
a .insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
10/13 = 0,76 = 76%
b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
4/13 =0,30 = 30%
c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
2/13 =0,15 = 15%
d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
13/71 x 12 =2,19
e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
5/13 × 100% = 38%
f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
2/13 × 100% = 15%
g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
h. Insiden rate bulan ke 4
10/31 × 8 = 2,58
i. Point prevelance bulan ke 9
9/11 × 81,8%
j. Periode prevalance selama 12 bulan
13/15 × 100% = 86,6%
k. Periode prevalance selama 6 bulan
11/15 × 100% = 73,3%
1B_Aulia Dewi Anjani
BalasHapusP3.73.24.3.25.055
a. Insiden kumulatif (bulan ke-4)
Insiden kumulatif = 9 / 12 = 0,75 (75%)
b. Insiden kumulatif ( bulan ke-6)
Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)
c. Insiden kumulatif (bulan ke-8)
Insiden kumulatif = 3 / 9 = 0,33 (33%)
d. Insiden rate (bulan ke-0)
Insiden rate = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan
e. Insiden kumulatif (bulan ke-5)
Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)
f. Insiden kumulatif ( bulan ke-7)
Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)
g. Insiden kumulatif (bulan ke-9)
Insiden kumulatif = 2 / 7 = 0,29 (29%)
h. Insiden rate (bulan ke-4)
Insiden rate = 9 / 27 = 0,33 kasus/orang-bulan
i. Point prevalence bulan ke-9
Point prevalence = 5 / 14 = 0,36 (36%)
j. Period prevalence selama 12 bulan
Periode Prevalensi = 12 / 15 = 0,8 (80%)
k. Period prevalence selama 6 bulan
Periode Prevalensi = 6 / 15 = 0,4 (40%)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusFathi Rahman Abdillah
BalasHapus2B Promosi Kesehatan
P3.73.24.3.25.062
1.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
= 9:15-3 X 100% =
= 9:12 X 100% = 75%
2.insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
= 4/15-8
=4/7 X 100%
=57,1 %
3.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 8
= 2/15-9 X 100 %
= 0,5 %
4.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
- Jumlah kasus baru = 12
- Jumlah populasi = 12
- Waktu pengamatan = 12 bulan
- Insiden rate = 12/(12*12) = 0,083
5.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
- Jumlah kasus baru = 3 (Nadya, Waldan, Nabila)
- Jumlah populasi = 12
- Insiden kumulatif = 3/12 = 0,25
6. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
- Jumlah kasus baru = 3 (Talitha, Rafael, Syakila)
- Jumlah populasi = 12
- Insiden kumulatif = 3/12 = 0,25
7.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
- Jumlah kasus baru = 1 (Nayla)
- Jumlah populasi = 12
- Insiden kumulatif = 1/12 = 0,083
8.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
- Jumlah kasus baru = 3
- Jumlah populasi = 12
- Waktu pengamatan = 8 bulan
- Insiden rate = 3/(12*8) = 0,0313
9.Point Prevalence pada bulan ke-9
- Jumlah kasus = 3 (Syakila, Rheina, Nayla)
- Jumlah populasi = 12
- Point prevalence = 3/12 = 0,25
10.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
- Jumlah kasus = 12
- Jumlah populasi = 12
- Periode prevalence = 12/12 = 1
11.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan (bulan 7-12)
- Jumlah kasus = 6 (Talitha, Rafael, Jansen, Syakila, Rheina, Nayla)
- Jumlah populasi = 12
- Periode prevalence = 6/12 = 0,5
Hanun Zahra
BalasHapusP3.73.24.3.25.065
A. Insiden kumulatif (bulan ke-4)
Insiden kumulatif = 9 / 12 = 0,75 (75%)
B. Insiden kumulatif ( bulan ke-6)
Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)
C. Insiden kumulatif (bulan ke-8)
Insiden kumulatif = 3 / 9 = 0,33 (33%)
D. Insiden rate (bulan ke-0)
Insiden rate = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan
E. Insiden kumulatif (bulan ke-5)
Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)
F. Insiden kumulatif ( bulan ke-7)
Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)
G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
Jawaban: 0/13 × 100% = 0%
H. Insiden rate bulan ke 4
Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58
I. Point prevelance bulan ke 9
Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%
J. Periode prevalance selama 12 bulan
Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%
K. Periode prevalance selama 6 bulan
Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%
a. Insidens Kumulatif
BalasHapusPengamatan dimulai bulan ke-4
Populasi berisiko bulan ke-4
→ belum pernah sakit sebelum bulan ke-4
Yang sudah sakit sebelum bulan 4:
WALDAN (bulan 1)
RHEINA (bulan 1)
NABILA (bulan 2)
ANISHA (bulan 3)
KEYSA (bulan 3)
TALITHA (bulan 3)
RAFAEL (bulan 3)
JANSEN (bulan 3)
Total sudah sakit = 8 orang
Populasi berisiko = 15 − 8 = 7 orang
Kasus baru setelah bulan ke-4:
NADYA (5)
SYAKILA (5)
FATHI (7)
LILY (7)
NAYLA (4)
Total kasus baru = 5 orang
Insidens Kumulatif
Interpretasi:
Sejak bulan ke-4, 71,4% individu yang berisiko mengalami diare.
b. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-6
Sudah sakit sebelum bulan 6 = 11 orang
Populasi berisiko = 15 − 11 = 4 orang
Kasus baru setelah bulan 6:
FATHI
LILY
NAYLA
Kasus baru = 3
CI = 3/4 =75℅
c. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-8
Populasi berisiko bulan ke-8:
SHYFA
KAZYA
= 2 orang
Kasus baru setelah bulan 8:
tidak ada
CI = 0/2 = 0%
d. Insidens Rate
Pengamatan dimulai bulan ke-0
Jumlah kasus baru total = 13 orang
Total orang-bulan berisiko (sesuai data): = 105 orang-bulan
≈ 1,49 kasus per orang-tahun
e. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-5
Populasi berisiko = 5 orang
Kasus baru setelah bulan 5 = 3 orang
CI = 3/5 = 60%
f. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-7
Populasi berisiko = 3 orang
Kasus baru = 1 orang
CI = 1/3 = 33,3%
g. Insidens Kumulatif
Pengamatan dimulai bulan ke-9
Populasi berisiko = 2 orang
Kasus baru = 0
CI = 0%
h. Insidens Rate
Pengamatan dimulai bulan ke-4
Kasus baru sejak bulan 4 = 5 orang
Total orang-bulan berisiko = 41 orang-bulan
IR = 5/41 = 0,122 per orang-bulan
i. Point Prevalence
Bulan ke-9
Sedang sakit bulan ke-9:
KEYSA
NABILA
TALITHA
JANSEN
= 4 orang
Populasi yang masih diamati bulan ke-9 = 12 orang
PP = 4/12 = 33,3%
j. Period Prevalence
Selama 12 bulan
Pernah sakit minimal sekali = 13 orang
PPperiode = 13/15 = 86,7%
k. Period Prevalence
Selama 6 bulan pertama
Pernah sakit bulan 1–6 = 11 orang
PP6bulan = 11/15 = 73,3%
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusA. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
BalasHapus9/12x100%= 0,75
B. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
2/4x100%=0,5
C. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
4/6x100%= 0,66
D. Insiden Rate mulai bulan ke-0
71/13=0,183 bulan
E. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
4/7x100%=0,57
F. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
2/4x100%=0,5
G. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
11/35x100%=0,31
H. Insiden Rate mulai bulan ke-4
9/60x100%= 0,15
I. Point prevalen e pada bulan ke-9
7/15=0,47
J. Periode Prevalence slm 12 bln
12/15=0,8
K. Periode Prevalence slm 6 bln
9/15=0,6
Ni Komang Wulansari Santika
BalasHapusP3.73.24.3.25.085
Promosi Kesehatan - 1B
a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
- 9/12 x 100% = 0,75
b.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
- 2/4 x 100% = 0,5
c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
- 4/6 x 100% = 0,66
d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
- 71/13 = 0,183 bulan
e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
- 4/7 x 100% = 0,57
f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
- 2/4 x 100% = 0,5
g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
- 11/35 x 100% = 0,31
h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
- 9/60 x 100% = 0,15
i.Point Prevalence pada bulan ke-9
- 7/15 = 0,47
j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
- 12/15 = 0,8
k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
9/15 = 0,6
a.) 9/13 - 12 x 100% = 0,75%
BalasHapusb.) 4/15 - 9 = 4/6 x 100% = 0,66%
c.) 2/15-11 = 2/4 × 100% = 0,5
d.) 13÷71 = 0,183 x 12 bulan= 2,19 orang
e.)15 orang 11 / 15 x 100% = 73%
f.) 14 orang 9/14 x 100% = 64%
g.)13 orang 6/13 x 100% = 46%
h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
jumlah kasus baru bulan 4-12 = 12 orang
total person-time = 96 orang-bulan 12/96 = 0,125 kasus per orang-bulan (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
i.)7/14 x 100% = 50%
j.) 12/15 x 100% = 80%
k.)9/15 x 100% = 60%
Nabilla Nina Nur Ramadhani
BalasHapusP3.73.24.3.25.079
a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
9/15-3 = 9/12 × 100% = 0,75
b. Insiden kumulatif mulai bulan ke-6
4/15-9 = 4/6×100% = 0,66
c. Insiden kumulatif mulai bulan ke-8
2/15-11 = 2/4×100% = 0,5
d. Insiden rate mulai bulan ke-0
13/71 = 0,183 × 12 = 2,196
e. Insiden kumulatif mulai bulan ke-5
8 / 14 × 100% = 0,57
f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
5 / 11 × 100% = 0,45
g. Insiden kumulatif mulai bulan ke-9
2 / 7 × 100% = 0,29
h. Insiden rate mulai bulan ke-4
10/31×8 = 2,58
i. Point prevalence bulan ke-9
5 / 14 = 0,36 (36%)
j. Period prevalence selama 12 bulan
12 / 15 = 0,8 (80%)
k. Period prevalence selama 6 bulan
9 / 15 = 0,6 (60%)
a. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
BalasHapus9/12x100%= 0,75
b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
2/4x100%=0,5
c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
4/6x100%= 0,66
d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
71/13=0,183 bulan
e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
4/7x100%=0,57
f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
2/4x100%=0,5
g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
2/4x100=0,5(50%)
h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
9/60x100%= 0,15
i. Point prevalen e pada bulan ke-9
7/12=0,58
j. Periode Prevalence slm 12 bln
12/15=0,8
k. Periode Prevalence slm 6 bln
9/15=0,6
Nama : Nayla Awwalul Magfiroh
BalasHapusKelas : 1B
Nim : P3.73.24.3.25.084
a. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
9/15 - 3 = 9/12 x 100% = 0,75%
b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
4/15 - 11 = 4/6 x 100% = 0,66%
c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
2/15 - 9 = 2/4 x 100% = 0,5%
d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
71/13 = 0,183 bulan
0,183 bulan × 12 Bulan = 2,19 orang yang menderita diare dalam 1 tahun
e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
4/15- 8 = 4/7 x100% = 0,57%
f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
2/15 - 11 = 2/4 x100% =0,5%
g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
0/15 - 13 = 0/2 × 100% = 0%
h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
9/60 × 100% = 0,15%
i. Point prevalen e pada bulan ke-9
7/15 = 0,47
j. Periode Prevalence slm 12 bln
13/15 × 100% = 86,6%
k. Periode Prevalence slm 6 bln
9/15 x 100% = 60%
Nama: Dhina Ramadhanie
BalasHapusKelas: 1B
NIM: P3.73.24.3.25.059
A. 8/15 X 100% = 0,53
B. 11/15 X 100% = 0,73
C. 9/15 X 100% = 0,6
D. 13/71 = 0,183 Bulan
E. 9/15 X 100% = 0,6
F. 11/15 X 100% = 0,73
G. 9/15 X 100% = 0,6
H. 9/71 = 0,126 Bulan
I. point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
J. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
K. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
A. 8/15 X 100% = 0,53
BalasHapusB. 11/15 X 100% = 0,73
C. 9/15 X 100% = 0,6
D. 13/71 = 0,183 Bulan
E. 9/15 X 100% = 0,6
F. 11/15 X 100% = 0,73
G. 9/15 X 100% = 0,6
H. 9/71 = 0,126 Bulan
I. point prevalence pada bulan ke-9
jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
7 / 14 × 100% = 50%
J. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
total populasi = 15 orang
12 / 15 × 100% = 80%
K. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
total populasi = 15 orang
9 / 15 × 100% = 60%
Nama: Nadya Rizia Khairina
BalasHapusP3.73.24.3.25.080
a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
= 12 / 15 = 0,80 (80%)
b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
= 10 / 15 = 0,67 (66,7%)
c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
= 7 / 15 = 0,47 (46,7%)
d. Insiden Rate (mulai bulan ke-0)
= 12 / 165 = 0,073 per orang-bulan
e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
= 11 / 15 = 0,73 (73,3%)
f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
= 9 / 15 = 0,60 (60%)
g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
= 6 / 15 = 0,40 (40%)
h. Insiden Rate (mulai bulan ke-4)
= 12 / 120 = 0,10 per orang-bulan
i. Point Prevalence bulan ke-9
= 9 / 15 = 0,60 (60%)
j. Period Prevalence 12 bulan
= 12 / 15 = 0,80 (80%)
k. Period Prevalence 6 bulan
= 8 / 15 = 0,53 (53,3%)
Siti Acheri Alatas
BalasHapusP3.73.24.3.25.093
1. Insiden Kumulatif bulan ke 4 =
10/15-3 = 10/12=0.83
2. Insiden Kumulatif bulan ke 6=
4/15-9 = 4/6 = 0,667
3. Insiden Kumulatif bulan ke 8=
2/15-11 = 2/4= 0,5
4. Insiden rate dari bulan 0=
13(jumlah terpapar sakit) / 71 (time at risk) = 0,183 perbulan.
Jika dimulai dari bulan 0 sampai 12 maka = 0,183x12= 2,196 pertahun
5. Insiden Kumulatif bulan ke 5=
5/15-8= 5/7=0,714
6. Insiden Kumulatif bulan ke 7=
2/15-11= 2/4 = 0,5
7. Insiden Kumulatif bulan ke 9=
0/15-13 = 0/2 = 0
8. Insiden Rate dimulai dari bulan 4
= 10/31=0,323 x 9 = 2,907
9. Point Prevalence pada bulan ke 9=
ada 9 orang terkena penyakit diare
10. Periode Prevalence selama 12 bulan=
13/15 = 0,866
11. Periode Prevalence selama 6 bulan=
11/15 = 0,73
Nama : Najwa Nurul Dzihni
BalasHapusNIM : P3.73.24.3.25.081
Kelas : 1B
a. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-4)
= Kasus baru mulai bulan 4 ÷ penduduk berisiko bulan 4
= 13 / 15 = 0,87 (87%)
b. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-6)
= 11 / 15 = 0,73 (73%)
c. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-8)
= 8 / 15 = 0,53 (53%)
d. Insiden Rate (mulai bulan ke-0)
= Total kasus baru ÷ total person-time
= 15 kasus / 180 orang-bulan
= 0,083 kasus/orang-bulan
e. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-5)
= 12 / 15 = 0,80 (80%)
f. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-7)
= 9 / 15 = 0,60 (60%)
g. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-9)
= 6 / 15 = 0,40 (40%)
h. Insiden Rate (mulai bulan ke-4)
= 13 kasus / 135 orang-bulan
= 0,096 kasus/orang-bulan
i. Point Prevalence bulan ke-9
Jumlah sakit bulan ke-9 = 9 orang
= 9 / 15 = 0,60 (60%)
j. Period Prevalence 12 bulan
= Semua yang pernah sakit ÷ total penduduk
= 15 / 15 = 1,00 (100%)
k. Period Prevalence 6 bulan
= Pernah sakit bulan 1–6
= 13 / 15 = 0,87 (87%)
Nama : Diranti Meliaputri Pratiwi
BalasHapusNIM : P3.73.24.3.25.060
Tingkat / Kelas : 1 / B
Prodi : D4 Promosi Kesehatan
Analisis Insiden dan Prevalensi
a. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-4
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-3 (ANISHA, SHYFA, KEYSA, NADYA, FATHI, TALITHA, RAFAEL, KAZYA, JANSEN, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 12 orang.
Kasus Baru (Bulan 4-12): Semua orang di atas akhirnya sakit kecuali SHYFA & KAZYA = 10 orang.
Hasil: 0.833 (83,3%).
b. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-6
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-5 (SHYFA, NADYA, FATHI, KAZYA, SYAKILA, LILY) = 6 orang.
Kasus Baru (Bulan 6-12): NADYA, SYAKILA, FATHI, LILY = 4 orang.
Hasil: 0.667 (66,7%).
c. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-8
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-7 (SHYFA, FATHI, KAZYA, LILY) = 4 orang.
Kasus Baru (Bulan 8-12): FATHI, LILY = 2 orang.
Hasil: 0.5 (50%).
d. Insiden Rate pengamatan dimulai bulan ke-0
Pembilang: Total kasus baru selama 12 bulan = 13 kasus.
Penyebut: Total bulan sehat = 71 orang-bulan.
Hasil: 0.183 kasus per orang-bulan.
e. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-5
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-4 (SHYFA, NADYA, FATHI, KAZYA, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 7 orang.
Kasus Baru (Bulan 5-12): NAYLA, NADYA, SYAKILA, FATHI, LILY = 5 orang.
Hasil: 0.714 (71,4%).
f. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-7
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-6 (SHYFA, FATHI, KAZYA, LILY) = 4 orang.
Kasus Baru (Bulan 7-12): FATHI, LILY = 2 orang.
Hasil: 0.5 (50%).
g. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-9
Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-8 (SHYFA, KAZYA) = 2 orang.
Kasus Baru: Tidak ada kasus baru setelah bulan ke-8 = 0.
Hasil: 0
h. Insiden Rate pengamatan dimulai bulan ke-4
Pembilang: Kasus baru sejak bulan ke-4 = 10 kasus.
Penyebut: Sisa waktu berisiko mulai bulan ke-4 (SHYFA: 9, NADYA: 2, FATHI: 4, KAZYA: 9, SYAKILA: 2, LILY: 4, NAYLA: 1) = 31 orang-bulan.
Hasil: 0.323 kasus per orang-bulan.
i. Point Prevalence pada bulan ke-9
Jumlah Sakit: (KEYSA, NADYA, FATHI, NABILA, TALITHA, JANSEN, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 9 orang.
Total Populasi: 15 orang.
Hasil: 0.6 (60%).
j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
Toal Sakit: 13 orang (semua kecuali SHYFA & KAZYA).
Total Populasi: 15 orang.
Hasil: 0.867 (86,7%).
k. Periode Prevalence selama 6 bulan pertama pengamatan
Total Sakit: 11 orang (ANISHA, KEYSA, NADYA, WALDAN, NABILA, TALITHA, RAFAEL, JANSEN, SYAKILA, RHEINA, NAYLA)
Total Populasi: 15 orang.
Hasil: 0.733 (73,3%)
Periode Prevalence selama 6 bulan kedua pengamatan
Total Sakit: 12 orang
Total Populasi : 15
Hasil : 0,8 (80%)
Nama: Aeyulia karokaro
BalasHapusNim: P3.73.24.3.25.051
Kelas 1B
A. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
9/12x100%= 0,75
B. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
2/4x100%=0,5
C. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
4/6x100%= 0,66
D. Insiden Rate mulai bulan ke-0
71/13=0,183 bulan
E. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
4/7x100%=0,57
F. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
2/4x100%=0,5
G. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
11/35x100%=0,31
H. Insiden Rate mulai bulan ke-4
9/60x100%= 0,15
I. Point prevalen e pada bulan ke-9
7/15=0,47
J. Periode Prevalence slm 12 bln
12/15=0,8
K. Periode Prevalence slm 6 bln
9/15=0,6