Sabtu, 17 Januari 2026

Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

 

MATERI KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Pokok Bahasan     : Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

Program Studi       : Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

Tingkat/Semester : II/4

Dosen                   : Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.


 

A. Definisi Kesehatan

 

1. Definisi Kesehatan menurut WHO

World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai:

“Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity.”

Makna penting dari definisi WHO:

  1. Kesehatan bersifat holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.
  2. Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi kondisi sejahtera secara menyeluruh.
  3. Menjadi dasar pendekatan promotif dan preventif dalam promosi kesehatan.

d.     2. Definisi Kesehatan menurut Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (pengganti UU No. 36 Tahun 2009):

Kesehatan adalah keadaan sehat seseorang, baik secara fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

2. Ciri khas definisi kesehatan Indonesia:

  1. Menekankan pada produktivitas individu.
  2. Kesehatan dipandang sebagai modal pembangunan nasional.
  3. Relevan dengan peran tenaga promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas SDM.

3. Implikasi Definisi Kesehatan dalam Promosi Kesehatan

  1. Fokus pada perubahan perilaku sehat.
  2. Pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya.
  3. Pendekatan lintas sektor (pendidikan, lingkungan, ekonomi).

 

B. Konsep Penyakit, Gangguan Kesehatan, dan Faktor Risiko

 

1. Konsep Penyakit

Penyakit adalah kondisi abnormal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan gangguan fungsi normal, ditandai dengan tanda dan/atau gejala tertentu.

Klasifikasi penyakit:

  1. Penyakit menular: TB, DBD, HIV/AIDS, ISPA.
  2. Penyakit tidak menular (PTM): hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker.
  3. Penyakit degeneratif: stroke, Alzheimer.
  4. Penyakit akibat lingkungan dan perilaku.

2. Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan mencakup kondisi yang belum tentu dikategorikan sebagai penyakit klinis tetapi memengaruhi fungsi dan kualitas hidup, seperti:

  1. Gangguan kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi)
  2. Gangguan gizi (stunting, wasting, obesitas)
  3. Gangguan kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat

3. Faktor Risiko Kesehatan

Faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit.

Jenis faktor risiko:

  1. Faktor perilaku
    1. Merokok
    2. Kurang aktivitas fisik
    3. Pola makan tidak sehat
    4. Konsumsi alkohol
  1. Faktor lingkungan
    1. Sanitasi buruk
    2. Pencemaran udara dan air
    3. Lingkungan kerja tidak sehat
  1. Faktor biologis

a.  Usia

b.  Jenis kelamin

c.   Faktor genetik

  1. Faktor sosial ekonomi
    1. Pendidikan
    2. Pendapatan
    3. Akses pelayanan kesehatan

Peran promosi kesehatan sangat penting dalam mengendalikan faktor risiko melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

 

C. Indikator Morbiditas dan Mortalitas

 

1. Indikator Morbiditas (Tingkat Kesakitan)

Morbiditas menggambarkan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu populasi.

Jenis indikator morbiditas:

  1. Incidence Rate (Angka Insidens)
    1. Jumlah kasus baru penyakit dalam periode tertentu.
    2. Menggambarkan risiko terkena penyakit.
  1. Prevalence Rate (Angka Prevalensi)
    1. Jumlah seluruh kasus (lama dan baru) pada waktu tertentu.
    2. Menggambarkan beban penyakit di masyarakat.
  1. Attack Rate
    1. Digunakan pada kejadian luar biasa (KLB).

Contoh aplikasi:

  1. Prevalensi hipertensi sebagai dasar intervensi promosi gaya hidup sehat.

 

2. Indikator Mortalitas (Tingkat Kematian)

Mortalitas menunjukkan tingkat kematian dalam suatu populasi.

Jenis indikator mortalitas:

  1. Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar per 1.000 penduduk per tahun.

  1. Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian pada kelompok umur tertentu.

  1. Cause Specific Death Rate

Angka kematian akibat penyebab tertentu.

  1. Infant Mortality Rate (IMR)

Angka kematian bayi (<1 tahun).

  1. Maternal Mortality Ratio (MMR/AKI)

Angka kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan.

Indikator mortalitas sering digunakan untuk menilai keberhasilan program kesehatan masyarakat.

 

D. Indikator Harapan Hidup, Kualitas Hidup, dan Indeks Kesehatan Masyarakat

 

1. Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan umur yang dapat dicapai seseorang sejak lahir.

Makna AHH:

  1. Indikator derajat kesehatan masyarakat.
  2. Berkaitan dengan status gizi, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi.

 

2. Kualitas Hidup (Quality of Life/QoL)

Kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan terkait budaya, nilai, tujuan, dan harapan.

Dimensi kualitas hidup:

  1. Fisik
  2. Psikologis
  3. Sosial
  4. Lingkungan

Instrumen pengukuran QoL:

  1. WHOQOL-BREF
  2. SF-36

Dalam promosi kesehatan, QoL digunakan untuk menilai dampak intervensi non-klinis.

 

3. Indeks Kesehatan Masyarakat

Beberapa indeks kesehatan yang digunakan:

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Komponen kesehatan: Angka Harapan Hidup.

  1. Indeks Keluarga Sehat (IKS)

Digunakan dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

  1. Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM/IKM Kesehatan)

Menggambarkan status kesehatan populasi berdasarkan berbagai indikator.

Indeks kesehatan membantu tenaga promosi kesehatan dalam:

  1. Menentukan prioritas masalah
  2. Menyusun intervensi berbasis data
  3. Melakukan evaluasi program

 

Ringkasan Materi

  1. Kesehatan adalah konsep holistik dan produktif.
  2. Penyakit dan gangguan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor risiko.
  3. Indikator morbiditas dan mortalitas penting untuk analisis masalah kesehatan.
  4. AHH, QoL, dan indeks kesehatan mencerminkan derajat kesehatan masyarakat.

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 Contoh Kasus di Puskesmas dan Penanggulangannya

Kasus 1: Tingginya Prevalensi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas

Deskripsi Kasus: Data Puskesmas X menunjukkan prevalensi hipertensi pada usia >30 tahun sebesar 38%. Hasil wawancara menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam tinggi, dan kebiasaan merokok.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Morbiditas: Prevalensi hipertensi
  2. Faktor risiko perilaku

Penanggulangan (Promosi Kesehatan):

  1. Edukasi PHBS dan GERMAS
  2. Kelas edukasi hipertensi dan diet DASH
  3. Pembentukan kelompok senam rutin di masyarakat
  4. Media promosi (poster, video edukasi)

 

Kasus 2: Angka Kematian Bayi (AKB) Masih Tinggi

Deskripsi Kasus: AKB di wilayah Puskesmas Y masih di atas target kabupaten. Penyebab utama adalah BBLR dan infeksi neonatal.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Mortalitas: IMR
  2. Harapan hidup

Penanggulangan:

  1. Edukasi ibu hamil tentang ANC terpadu
  2. Promosi ASI eksklusif
  3. Kunjungan rumah dan kelas ibu hamil

Kasus 3: Stunting pada Balita

Deskripsi Kasus: Prevalensi stunting balita mencapai 27%. Ditemukan pola asuh gizi kurang dan sanitasi tidak layak.

Indikator Terkait:

  1. Morbiditas gizi
  2. Indeks kesehatan masyarakat

Penanggulangan:

  1. Edukasi gizi seimbang dan PMBA
  2. Pemberdayaan kader posyandu
  3. Kolaborasi lintas sektor (sanitasi)

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 

Soal Kasus untuk Diskusi Kelompok (7 Kelompok)

 

Kelompok 1

Di suatu wilayah Puskesmas ditemukan prevalensi diabetes melitus meningkat dari 8% menjadi 14% dalam 3 tahun terakhir. Sebagian besar penderita memiliki obesitas sentral. Tugas: Identifikasi indikator kesehatan dan rancang intervensi promosi kesehatan.

 

Kelompok 2

Angka kunjungan posyandu lansia rendah meskipun jumlah lansia meningkat.

Tugas: Analisis faktor risiko dan hubungannya dengan kualitas hidup lansia serta solusi promosi kesehatan.

 

Kelompok 3

Kasus ISPA pada balita meningkat saat musim hujan di wilayah padat penduduk.

Tugas: Tentukan indikator morbiditas dan upaya promotif-preventif di tingkat keluarga.

 

Kelompok 4

Tingkat stres dan keluhan kesehatan mental remaja meningkat berdasarkan skrining UKS.

Tugas: Hubungkan dengan konsep gangguan kesehatan dan indikator kualitas hidup.

 

Kelompok 5

AKI di wilayah Puskesmas mengalami satu kasus kematian ibu akibat keterlambatan rujukan.

Tugas: Analisis indikator mortalitas dan rekomendasi promosi kesehatan ibu hamil.

 

Kelompok 6

Cakupan CTPS masih rendah meskipun sarana air bersih tersedia.

Tugas: Identifikasi faktor risiko perilaku dan rancang media promosi kesehatan.

 

Kelompok 7

Nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) di suatu kelurahan masih kategori pra-sehat.

Tugas: Analisis komponen IKS dan susun strategi peningkatan indeks kesehatan masyarakat.

 

Disusun untuk pembelajaran Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar