Sabtu, 17 Januari 2026

Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

 

MATERI KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Pokok Bahasan     : Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator Kesehatan

Program Studi       : Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

Tingkat/Semester : II/4

Dosen                   : Dr. Safrudin, SKM, M.Kes.


 

A. Definisi Kesehatan

 

1. Definisi Kesehatan menurut WHO

World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai:

“Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity.”

Makna penting dari definisi WHO:

  1. Kesehatan bersifat holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.
  2. Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi kondisi sejahtera secara menyeluruh.
  3. Menjadi dasar pendekatan promotif dan preventif dalam promosi kesehatan.

d.     2. Definisi Kesehatan menurut Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (pengganti UU No. 36 Tahun 2009):

Kesehatan adalah keadaan sehat seseorang, baik secara fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

2. Ciri khas definisi kesehatan Indonesia:

  1. Menekankan pada produktivitas individu.
  2. Kesehatan dipandang sebagai modal pembangunan nasional.
  3. Relevan dengan peran tenaga promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas SDM.

3. Implikasi Definisi Kesehatan dalam Promosi Kesehatan

  1. Fokus pada perubahan perilaku sehat.
  2. Pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya.
  3. Pendekatan lintas sektor (pendidikan, lingkungan, ekonomi).

 

B. Konsep Penyakit, Gangguan Kesehatan, dan Faktor Risiko

 

1. Konsep Penyakit

Penyakit adalah kondisi abnormal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan gangguan fungsi normal, ditandai dengan tanda dan/atau gejala tertentu.

Klasifikasi penyakit:

  1. Penyakit menular: TB, DBD, HIV/AIDS, ISPA.
  2. Penyakit tidak menular (PTM): hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker.
  3. Penyakit degeneratif: stroke, Alzheimer.
  4. Penyakit akibat lingkungan dan perilaku.

2. Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan mencakup kondisi yang belum tentu dikategorikan sebagai penyakit klinis tetapi memengaruhi fungsi dan kualitas hidup, seperti:

  1. Gangguan kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi)
  2. Gangguan gizi (stunting, wasting, obesitas)
  3. Gangguan kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat

3. Faktor Risiko Kesehatan

Faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit.

Jenis faktor risiko:

  1. Faktor perilaku
    1. Merokok
    2. Kurang aktivitas fisik
    3. Pola makan tidak sehat
    4. Konsumsi alkohol
  1. Faktor lingkungan
    1. Sanitasi buruk
    2. Pencemaran udara dan air
    3. Lingkungan kerja tidak sehat
  1. Faktor biologis

a.  Usia

b.  Jenis kelamin

c.   Faktor genetik

  1. Faktor sosial ekonomi
    1. Pendidikan
    2. Pendapatan
    3. Akses pelayanan kesehatan

Peran promosi kesehatan sangat penting dalam mengendalikan faktor risiko melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

 

C. Indikator Morbiditas dan Mortalitas

 

1. Indikator Morbiditas (Tingkat Kesakitan)

Morbiditas menggambarkan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu populasi.

Jenis indikator morbiditas:

  1. Incidence Rate (Angka Insidens)
    1. Jumlah kasus baru penyakit dalam periode tertentu.
    2. Menggambarkan risiko terkena penyakit.
  1. Prevalence Rate (Angka Prevalensi)
    1. Jumlah seluruh kasus (lama dan baru) pada waktu tertentu.
    2. Menggambarkan beban penyakit di masyarakat.
  1. Attack Rate
    1. Digunakan pada kejadian luar biasa (KLB).

Contoh aplikasi:

  1. Prevalensi hipertensi sebagai dasar intervensi promosi gaya hidup sehat.

 

2. Indikator Mortalitas (Tingkat Kematian)

Mortalitas menunjukkan tingkat kematian dalam suatu populasi.

Jenis indikator mortalitas:

  1. Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar per 1.000 penduduk per tahun.

  1. Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian pada kelompok umur tertentu.

  1. Cause Specific Death Rate

Angka kematian akibat penyebab tertentu.

  1. Infant Mortality Rate (IMR)

Angka kematian bayi (<1 tahun).

  1. Maternal Mortality Ratio (MMR/AKI)

Angka kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan.

Indikator mortalitas sering digunakan untuk menilai keberhasilan program kesehatan masyarakat.

 

D. Indikator Harapan Hidup, Kualitas Hidup, dan Indeks Kesehatan Masyarakat

 

1. Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan umur yang dapat dicapai seseorang sejak lahir.

Makna AHH:

  1. Indikator derajat kesehatan masyarakat.
  2. Berkaitan dengan status gizi, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi.

 

2. Kualitas Hidup (Quality of Life/QoL)

Kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan terkait budaya, nilai, tujuan, dan harapan.

Dimensi kualitas hidup:

  1. Fisik
  2. Psikologis
  3. Sosial
  4. Lingkungan

Instrumen pengukuran QoL:

  1. WHOQOL-BREF
  2. SF-36

Dalam promosi kesehatan, QoL digunakan untuk menilai dampak intervensi non-klinis.

 

3. Indeks Kesehatan Masyarakat

Beberapa indeks kesehatan yang digunakan:

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Komponen kesehatan: Angka Harapan Hidup.

  1. Indeks Keluarga Sehat (IKS)

Digunakan dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

  1. Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM/IKM Kesehatan)

Menggambarkan status kesehatan populasi berdasarkan berbagai indikator.

Indeks kesehatan membantu tenaga promosi kesehatan dalam:

  1. Menentukan prioritas masalah
  2. Menyusun intervensi berbasis data
  3. Melakukan evaluasi program

 

Ringkasan Materi

  1. Kesehatan adalah konsep holistik dan produktif.
  2. Penyakit dan gangguan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor risiko.
  3. Indikator morbiditas dan mortalitas penting untuk analisis masalah kesehatan.
  4. AHH, QoL, dan indeks kesehatan mencerminkan derajat kesehatan masyarakat.

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 Contoh Kasus di Puskesmas dan Penanggulangannya

Kasus 1: Tingginya Prevalensi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas

Deskripsi Kasus: Data Puskesmas X menunjukkan prevalensi hipertensi pada usia >30 tahun sebesar 38%. Hasil wawancara menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam tinggi, dan kebiasaan merokok.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Morbiditas: Prevalensi hipertensi
  2. Faktor risiko perilaku

Penanggulangan (Promosi Kesehatan):

  1. Edukasi PHBS dan GERMAS
  2. Kelas edukasi hipertensi dan diet DASH
  3. Pembentukan kelompok senam rutin di masyarakat
  4. Media promosi (poster, video edukasi)

 

Kasus 2: Angka Kematian Bayi (AKB) Masih Tinggi

Deskripsi Kasus: AKB di wilayah Puskesmas Y masih di atas target kabupaten. Penyebab utama adalah BBLR dan infeksi neonatal.

Indikator Kesehatan Terkait:

  1. Mortalitas: IMR
  2. Harapan hidup

Penanggulangan:

  1. Edukasi ibu hamil tentang ANC terpadu
  2. Promosi ASI eksklusif
  3. Kunjungan rumah dan kelas ibu hamil

Kasus 3: Stunting pada Balita

Deskripsi Kasus: Prevalensi stunting balita mencapai 27%. Ditemukan pola asuh gizi kurang dan sanitasi tidak layak.

Indikator Terkait:

  1. Morbiditas gizi
  2. Indeks kesehatan masyarakat

Penanggulangan:

  1. Edukasi gizi seimbang dan PMBA
  2. Pemberdayaan kader posyandu
  3. Kolaborasi lintas sektor (sanitasi)

 

Tugas Mahasiswa (Kelompok)

  1. Identifikasi indikator kesehatan yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Analisis hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
  3. Buat ringkasan sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi kesehatan.

 

Soal Kasus untuk Diskusi Kelompok (7 Kelompok)

 

Kelompok 1

Di suatu wilayah Puskesmas ditemukan prevalensi diabetes melitus meningkat dari 8% menjadi 14% dalam 3 tahun terakhir. Sebagian besar penderita memiliki obesitas sentral. Tugas: Identifikasi indikator kesehatan dan rancang intervensi promosi kesehatan.

 

Kelompok 2

Angka kunjungan posyandu lansia rendah meskipun jumlah lansia meningkat.

Tugas: Analisis faktor risiko dan hubungannya dengan kualitas hidup lansia serta solusi promosi kesehatan.

 

Kelompok 3

Kasus ISPA pada balita meningkat saat musim hujan di wilayah padat penduduk.

Tugas: Tentukan indikator morbiditas dan upaya promotif-preventif di tingkat keluarga.

 

Kelompok 4

Tingkat stres dan keluhan kesehatan mental remaja meningkat berdasarkan skrining UKS.

Tugas: Hubungkan dengan konsep gangguan kesehatan dan indikator kualitas hidup.

 

Kelompok 5

AKI di wilayah Puskesmas mengalami satu kasus kematian ibu akibat keterlambatan rujukan.

Tugas: Analisis indikator mortalitas dan rekomendasi promosi kesehatan ibu hamil.

 

Kelompok 6

Cakupan CTPS masih rendah meskipun sarana air bersih tersedia.

Tugas: Identifikasi faktor risiko perilaku dan rancang media promosi kesehatan.

 

Kelompok 7

Nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) di suatu kelurahan masih kategori pra-sehat.

Tugas: Analisis komponen IKS dan susun strategi peningkatan indeks kesehatan masyarakat.

 

Disusun untuk pembelajaran Sarjana Terapan Promosi Kesehatan

 

46 komentar:

  1. ANALISIS KASUS DIARE - PERHITUNGAN RASIO, PROPORSI, DAN RATE

    JAWABAN:

    a. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-4

    Kasus baru mulai bulan 4:
    - Bulan 4: Anisha (S), Keysa (S), Nadva (S), Waldan (S), Nabila (S), Talitha (S), Rafael (S), Jansen (S), Rheina (S)
    - Bulan 5 dan seterusnya: yang belum sakit sebelumnya

    Total kasus baru mulai bulan 4 = 14 orang (semua kecuali Kazva yang tidak punya data sakit)

    Insiden Kumulatif = 14/15 × 100% = 93,3%

    b. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-6
    Kasus baru mulai bulan ke-6 hingga bulan 12.

    Sudah sakit sebelum bulan 6: Anisha, Shyfa, Keysa, Nadva, Waldan, Nabila, Talitha, Rafael, Rheina
    Kasus baru ≥ bulan 6: Fathi (bulan 8), Syakila (bulan 6), Lily (bulan 8), Nayla (bulan 5 sudah sakit)

    Total kasus baru mulai bulan 6 = 6 orang

    Insiden Kumulatif = 6/15 × 100% = 40%

    c. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-8
    Kasus baru mulai bulan ke-8 hingga bulan 12.

    Kasus baru ≥ bulan 8: Fathi (8), Lily (8), dan yang lainnya sudah sakit sebelumnya

    Total kasus baru mulai bulan 8 = 2 orang

    Insiden Kumulatif = 2/15 × 100% = 13,3%

    d. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke-0
    Insiden Rate = Jumlah kasus baru / Total person-time at risk

    Menghitung person-months untuk setiap orang sampai sakit pertama kali atau sampai akhir pengamatan:
    - Total person-months = sekitar 60-70 person-months (perlu dihitung detail per orang)
    - Kasus baru = 14 orang

    Insiden Rate ≈ 14/60 = 0,23 per person-month atau 23 per 100 person-months

    e. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    Kasus baru mulai bulan ke-5 hingga bulan 12.

    Kasus baru ≥ bulan 5: Fathi, Syakila, Lily, Nayla, dan beberapa yang mulai sakit bulan 5

    Total kasus baru mulai bulan 5 = 8 orang

    Insiden Kumulatif = 8/15 × 100% = 53,3%

    f. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    Kasus baru mulai bulan ke-7 hingga bulan 12.

    Total kasus baru mulai bulan 7 = 3-4 orang

    Insiden Kumulatif = 4/15 × 100% = 26,7%

    g. Insiden Kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
    Kasus baru mulai bulan ke-9 hingga bulan 12.

    Total kasus baru mulai bulan 9 = 1-2 orang

    Insiden Kumulatif = 1/15 × 100% = 6,7%

    h. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    Menghitung person-time dari bulan 4-12 (9 bulan periode pengamatan).

    Insiden Rate ≈ 0,20-0,25 per person-month


    i. Point Prevalence pada bulan ke-9
    Point Prevalence = Jumlah orang yang sakit pada bulan 9 / Total populasi

    Pada bulan 9 yang sakit (S): Keysa, Nadva, Fathi, Nabila, Talitha, Jansen, Syakila, Lily, Nayla = 9 orang sakit

    Point Prevalence = 9/15 × 100% = 60%


    j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    Period Prevalence = Jumlah orang yang pernah sakit selama 12 bulan / Total populasi

    Yang pernah sakit: Semua kecuali Kazva = 14 orang

    Period Prevalence = 14/15 × 100% = 93,3%

    k. Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
    Period Prevalence bulan 1-6 = Jumlah yang pernah sakit di 6 bulan pertama / Total populasi

    Yang pernah sakit bulan 1-6: Anisha, Shyfa, Keysa, Nadva, Waldan, Nabila, Talitha, Rafael, Jansen, Rheina, Nayla, Syakila = 12 orang

    Period Prevalence = 12/15 × 100% = 80%

    BalasHapus
  2. a. Populasi berisiko bulan ke-4
    Insiden kumulatif = 9 / 15 = 0,6 (60%)

    b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
    Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)

    c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
    Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)

    d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
    Insiden rate = 12 / 78 = 0,154 kasus per orang-bulan

    e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
    Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)

    f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
    Insiden kumulatif = 6 / 12 = 0,5 (50%)

    g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
    Insiden kumulatif = 4 / 10 = 0,4 (40%)

    h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
    Insiden rate = 9 / 60 = 0,15 kasus per orang-bulan

    i. Point prevalence bulan ke-9
    Point prevalence = 7 / 15 = 0,47 (47%)

    j. Period prevalence selama 12 bulan
    Period prevalence = 12 / 15 = 0,8 (80%)

    k. Period prevalence selama 6 bulan
    Period prevalence = 9 / 15 = 0,6 (60%)

    BalasHapus
  3. S = Sakit (Sick)
    M = Meninggal (Death)
    Kolom 1-12 = Bulan pengamatan

    Mari saya analisis setiap pertanyaan:
    Analisis Data:
    a. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
    Jumlah kasus baru dari bulan 4-12
    Total kasus baru = 28 orang
    Populasi awal (bulan 4) = 35 orang
    IK = 28/35 = 0.8 atau 80%

    b. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
    Jumlah kasus baru dari bulan 6-12
    Total kasus baru = 22 orang
    Populasi awal (bulan 6) = 35 orang
    IK = 22/35 = 0.63 atau 63%

    c. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
    Jumlah kasus baru dari bulan 8-12
    Total kasus baru = 15 orang
    Populasi awal (bulan 8)=35 orang ,IK = 15/35 = 0.43 atau 43%

    d. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
    Total kasus = 35 orang
    Person-time = perlu dihitung per individu
    IR = 35/person-months

    e. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
    Jumlah kasus baru dari bulan 5-12
    Total kasus baru = 25 orang
    IK = 25/35 = 0.71 atau 71%

    f. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
    Jumlah kasus baru dari bulan 7-12
    Total kasus baru = 18 orang
    IK = 18/35 = 0.51 atau 51%

    g. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
    Jumlah kasus baru dari bulan 9-12
    Total kasus baru = 11 orang
    IK = 11/35 = 0.31 atau 31%

    h. Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
    Perlu menghitung person-time dari bulan 4-12

    i. Point Prevalence pada bulan ke-9
    Jumlah kasus yang sakit pada bulan 9 = 11 orang
    Prevalence = 11/35 = 0.31 atau 31%

    j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    Total yang pernah sakit =35 orang
    Prevalence= 35/35 = 1.0 atau 100%

    k. Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
    Total yang sakit bulan 1-6 = 20 orang
    Prevalence = 20/35 = 0.57 atau 57%

    BalasHapus
  4. a.) 9/13 - 12 × 100% = 0,75%
    b.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
    c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
    d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
    e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
    11 / 15 × 100% = 73%
    f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
    9 / 14 × 100% = 64%
    g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
    6 / 13 × 100% = 46%
    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
    total person-time = 96 orang-bulan
    12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
    (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
    i.) point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%
    j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%
    k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  5. Nama: Octatia Masyitoh
    Nim: P3.73.24.3.25.086
    1B

    Soal :
    a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
    b.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
    c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
    d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
    e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
    f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
    g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
    h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
    i.Point Prevalence pada bulan ke-9
    j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan

    Jawaban :
    A. 10/13 =0,769 x 100% = 76%
    B. 4/13 =0,308 x 100% = 30%
    C. 2/13 =0,154 x 100% = 15%
    D. 13/71 =0,183 x 12= 2,196
    E. 5/13 =0,385 x 100% = 38%
    F. 2/13=0,154 x 100% = 15%
    G. 0/13 x 100% =0 %
    H. 10/ 31 x 8=2,581
    I. 9/11 x 100% =81,8%
    J. 13/15 x 100% =86,6%
    K. 11/15 x 100% =73,3%

    BalasHapus
  6. a.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
    10/13 = 0,76 = 76%
    b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
    4/13 =0,30 = 30%
    c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
    2/13 =0,15 = 15%
    d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
    13/71 x 12 =2,19
    e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100% = 38%
    f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 × 100% = 15%
    g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
    h. Insiden rate bulan ke 4
    10/31 × 8 = 2,58
    i. Point prevelance bulan ke 9
    9/11 × 81,8%
    j. Periode prevalance selama 12 bulan
    13/15 × 100% = 86,6%
    k. Periode prevalance selama 6 bulan
    11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  7. Kazya Jocelyn Simatupang
    P3.73.24.3.25

    A. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
    10/13 × 100% = 76%

    B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
    4/13 × 100% = 30%

    C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
    2/13 × 100% = 15%

    D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
    13/71 × 12 = 2,19

    E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100% = 38%

    F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 × 100% = 15%

    G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0

    H. Insiden rate bulan ke 4
    10/31 × 8 = 2,58

    I. Point prevelance bulan ke 9
    9/11 × 81,8%

    J. Periode prevalance selama 12 bulan
    13/15 × 100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan
    11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  8. Shyfa Ramadaniansyah
    P3.73.24.3.25.092
    1B
    D4 Promoai kesehatan

    A. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4 :
    10/13 = 0,76 x 100 = 76%

    B. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6 :
    4/13 = 0,30x100 = 30%

    C. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8 :
    2/13= 0,15 x 100 = 15%

    D. Insiden rate, oengamatan dimulai bulan ke 0 :
    13/71 x 12 bulan = 2,19

    E. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5 :
    5/13 = 0,38 x 100 = 38%

    F. Insiden kumulatif, oengamatan dimulai bulan ke 7 :
    2/13= 0,15 x100 = 15%

    G. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9 :
    0/13 = 0 x 100 = 0

    H. Insiden rate, oengataman dimulai bulan ke 4 :
    10/31x 8 bulan = 2,58

    I. Point prevalance pada bulan ke 9 :
    9/11 x 100 = 81,8 %

    J. Periode prevalance selama 12 bulan pengamatan :
    13/15x100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan pengamatan:
    11/15 x 100% = 73,3%

    BalasHapus
  9. chavya adistira rahma

    A. Insider kumulatif dimulai bulan ke 4
    10/13 × 100% = 76%

    B. insiden kumulatif dimulai bulan ke 6
    4/13 ×100% : 30%

    C. Insiden kumulatif dimulai bulan ke 8
    2/13 × 100% = 15%

    D. Insiden rate dimulai dimulai bulan 0
    13/71 x 12 bln = 2,19

    E. Insiden kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100%= 38%

    F. insiden kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 ×100%=15%

    G. insiden kumulatif dimulai bulan ke 9
    0/13 × 100% = 0%

    H. insiden rate dimulai bulan ke 4
    10/31 × 8 bln = 2,58

    I. Point Prevalence bulan ke 9
    9/11 x 100% = 81,8%

    J. periode prevalence selama 12 bulan
    13/15 x 100% = 86,6%

    K. periode prevalence selama 6 bulan
    11/13 x 100% = 73,3 %

    BalasHapus
  10. Salsabila Nesanda (P3.73.24.3.25.091)

    A. 10/13= 76% insiden kumulatif dimulai bulan ke 4

    B. 4/13= 30% insiden kumulatif dimulai bulan ke 6

    C. 2/13= 15% insiden kumulatif di mulai bulan ke 8

    D. 13/71×12bln = 2,19 insiden rate dimulai dari 0

    E. 5/13=38% insiden kumulatif bulan ke 5

    F. 2/13=15% insiden kumulatif bulan ke 7

    G. 0/13=0% insiden kumulatif bulan ke 9

    H. 10/31 x 8 bln= 2,58% insiden rate bulan ke 4

    I. 9/11×100%= 81,8% point prevalence bulan ke 9

    J. 13/15 x 100% = 86,6% periode prevalence selama 12 bln

    K. 11/15 x 100%= 73,3% periode prevalence selama 6 bln

    BalasHapus
  11. 1B_Hiya Fildzah Zahira_D4 Promkes

    a. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
    9/12x100%= 0,75
    b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
    2/4x100%=0,5
    c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
    4/6x100%= 0,66
    d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
    71/13=0,183 bulan
    e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
    4/7x100%=0,57
    f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
    2/4x100%=0,5
    g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
    11/35x100%=0,31
    h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
    9/60x100%= 0,15
    i. Point prevalen e pada bulan ke-9
    7/15=0,47
    j. Periode Prevalence slm 12 bln
    12/15=0,8
    k. Periode Prevalence slm 6 bln
    9/15=0,6

    BalasHapus
  12. Nama : Maria Florensia Christine Thouselak
    Kelas : 1B Promosi Kesehatan


    a.) 9/13 - 12 × 100% = 0,75%
    b.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
    c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
    d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
    e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
    11 / 15 × 100% = 73%
    f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
    9 / 14 × 100% = 64%
    g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
    6 / 13 × 100% = 46%
    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
    total person-time = 96 orang-bulan
    12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
    (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
    i.) point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%
    j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%
    k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus

  13. Nayla Aulia Bunga Frisca

    a.) 9/13-12x 100% = 0,75%

    b.) 4/15-94/6×100% 0,66%

    с.) 2/15-11-2/4×100% 0,5

    d.) 13+710,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 x 12 bln = 2,19 orang)

    e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5 jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang 11/15 x 100% = 73%

    f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7 jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang 9/14x100% = 64%

    g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9 jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang 6/13x100%= 46%

    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4 jumlah kasus baru bulan 4-12 = 12 orang total person-time 96 orang-bulan 12/960,125 kasus per orang-bulan (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)

    i.) point prevalence pada bulan ke-9 jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-97 orang total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang 7/14×100% = 50%

    j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan jumlah orang yang pernah sakit bulan 1-12 12 orang total populasi = 15 orang 12/15×100% = 80%

    k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan jumlah orang yang pernah sakit bulan 1-6 = 9 orang total populasi 15 orang 9/15x100% = 60%

    BalasHapus
  14. a. Populasi berisiko di awal bulan ke-4
    Insiden kumulatif = 9/12 ×100% = 0,75%

    b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
    Insiden kumulatif = 4/6 × 100 = 0,66%

    c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
    Insiden kumulatif = 2/4 × 100 % = 0,5%

    d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
    Insiden rate = 13/71 × 100 = 0,183 kasus per orang-bulan

    e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
    Insiden kumulatif = 15/8 × 100%= 0,714%

    f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
    Insiden kumulatif = 2/ 15- 11 = 4×100%= 0,5%

    g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
    Insiden kumulatif = 4 / 10 = 0,4 (40%)

    h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
    Insiden rate = 4 - 12/ 54= 0,185 kasus per orang-bulan

    i. Point prevalence bulan ke-9
    Point prevalence = 7 / 15 = 0,47 (47%)

    j. Period prevalence selama 12 bulan
    Period prevalence = 12 / 15 = 0,8 (80%)

    k. Period prevalence selama 6 bulan
    Period prevalence = 9 / 15 = 0,6 (60%)

    BalasHapus
  15. a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
    Sudah sakit sebelum bulan 4 = 0
    Populasi berisiko = 15
    Kasus baru sejak bulan 4 = 9
    IC = 9 / 15 = 0,6 (60%)

    b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
    Sudah sakit sebelum bulan 6 = 2
    Populasi berisiko = 13
    Kasus baru sejak bulan 6 = 7
    IC = 7 / 13 = 0,54 (54%)

    c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
    Sudah sakit sebelum bulan 8 = 6
    Populasi berisiko = 9
    Kasus baru sejak bulan 8 = 3
    IC = 3 / 9 = 0,33 (33%)

    d. Insiden rate (mulai bulan ke-0)
    Total kasus baru = 12
    Total person-time = 35 orang-bulan
    IR = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan

    e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
    Sudah sakit sebelum bulan 5 = 1
    Populasi berisiko = 14
    Kasus baru sejak bulan 5 = 8
    IC = 8 / 14 = 0,57 (57%)

    f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
    Sudah sakit sebelum bulan 7 = 4
    Populasi berisiko = 11
    Kasus baru sejak bulan 7 = 5
    IC = 5 / 11 = 0,45 (45%)

    g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
    Sudah sakit sebelum bulan 9 = 8
    Populasi berisiko = 7
    Kasus baru sejak bulan 9 = 2
    IC = 2 / 7 = 0,29 (29%)

    h. Insiden rate (mulai bulan ke-4)
    Kasus baru sejak bulan 4 = 9
    Person-time sejak bulan 4 = 27 orang-bulan
    IR = 9 / 27 = 0,33 kasus/orang-bulan

    i. Point prevalence bulan ke-9
    Jumlah yang sedang sakit bulan 9 = 5
    Total populasi hidup bulan 9 = 14
    PP = 5 / 14 = 0,36 (36%)

    j. Period prevalence selama 12 bulan
    Pernah sakit selama 12 bulan = 12
    Total populasi = 15
    Periode Prevalensi = 12 / 15 = 0,8 (80%)

    k. Period prevalence selama 6 bulan
    Pernah sakit bulan 1–6 = 6
    Total populasi = 15
    Periode Prevalensi = 6 / 15 = 0,4 (40%)

    BalasHapus
  16. a.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke-4
    9/13 - 12 × 100% = 0,75%
    b.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
    4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%
    c.) insiden kamulatif, pengamatan dimulai bulan ke-8
    2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5
    d.) insiden rate
    13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)
    e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
    11 / 15 × 100% = 73%
    f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
    9 / 14 × 100% = 64%
    g.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-9
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
    6 / 13 × 100% = 46%
    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
    total person-time = 96 orang-bulan
    12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
    (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)
    i.) point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%
    j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%
    k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  17. Waldan Faid Dafitra (P3.73.24.3.25.097)

    A. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
    Jawaban: 10/13 × 100% = 76%

    B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
    Jawaban: 4/13 × 100% = 30%

    C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
    Jawaban: 2/13 × 100% = 15%

    D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
    Jawaban: 13/71 × 12 = 2,19

    E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    Jawaban: 5/13 × 100% = 38%

    F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    Jawaban: 2/13 × 100% = 15%

    G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
    Jawaban: 0/13 × 100% = 0%

    H. Insiden rate bulan ke 4
    Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58

    I. Point prevelance bulan ke 9
    Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%

    J. Periode prevalance selama 12 bulan
    Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan
    Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  18. a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4

    b.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6

    c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8

    d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0

    e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5

    f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7

    g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9

    h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4

    i. Point Prevalence pada bulan ke-9

    j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan

    k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan

    Jawab:
    a. 9/13 - 12 × 100% = 0,75=75%

    b. 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66=66%

    c. 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5

    d. 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bulan = 2,19 orang)

    e. insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
    11 / 15 × 100% = 73%

    f. insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
    9 / 14 × 100% = 64%

    g. insiden kumulatif,
    pengamatan dimulai bulan ke-9
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
    6 / 13 × 100% = 46%

    h. insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
    total person-time = 96 orang-bulan
    12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
    (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)

    i. point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%

    j. period prevalence selama 12 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%

    k. period prevalence selama 6 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  19. Lily Nabila Leonita
    P3.73.24.3.25.074

    a.) insiden kumulatif bulan ke 4
    9/13 - 12 × 100% = 0,75%

    b.) insiden kumulatif bulan ke 6
    4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%

    c.) insiden kumulatif bulan ke 8
    2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5

    d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)

    e.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-5
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-5 = 11 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-5 = 15 orang
    11 / 15 × 100% = 73%

    f.) insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke-7
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-7 = 9 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-7 = 14 orang
    9 / 14 × 100% = 64%

    g.) insiden kumulatif,
    pengamatan dimulai bulan ke-9
    jumlah kasus baru mulai bulan ke-9 = 6 orang
    populasi berisiko awal bulan ke-9 = 13 orang
    6 / 13 × 100% = 46%

    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4
    jumlah kasus baru bulan 4–12 = 12 orang
    total person-time = 96 orang-bulan
    12 / 96 = 0,125 kasus per orang-bulan
    (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)

    i.) point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%

    j.) period prevalence selama 12 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%

    k.) period prevalence selama 6 bulan pengamatan
    jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  20. Nama: Meliana Rahma Syahrony
    Nim: P3.73.24.3.25.076
    Kelas: 1B

    a.) 9/15 - 3 = 9/12 × 100% = 0,75%

    b.) 4/15 - 9 = 4/6 × 100% = 0,66%

    c.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5%

    d.) 13÷71 = 0,183 bulan (sintetis nya dalam 1 bulan ada 0,183 orang yg menderita diare) (dalam 1 tahun 0,183 × 12 bln = 2,19 orang)

    e.) 5/15 - 6 = 5/9 × 100% = 0,55%

    f.) 2/15 - 11 = 2/4 × 100% = 0,5%

    g.) 0/15 - 13 = 0/2 × 100% = 0%

    h.) 11÷78 = 0,141 kasus/orang-bulan

    i.) 9 orang yang terkena kasus diare

    j.) 13 orang, total 13 orang yang terkena kasus diare selama 12 bulan/1 tahun

    k.) 11 orang yang terkena kasus diare selama pengamatan 6 bulan

    BalasHapus
  21. Talitha Sahdafatin (P3.73.24.3.25.096)
    A. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 4
    Jawaban: 10/13 × 100% = 76%

    B. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 6
    Jawaban: 4/13 × 100% = 30%

    C. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 8
    Jawaban: 2/13 × 100% = 15%

    D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
    Jawaban: 13/71 × 12 = 2,19

    E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    Jawaban: 5/13 × 100% = 38%

    F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    Jawaban: 2/13 × 100% = 15%

    G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
    Jawaban: 0/13 × 100% = 0%

    H. Insiden rate bulan ke 4
    Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58

    I. Point prevelance bulan ke 9
    Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%

    J. Periode prevalance selama 12 bulan
    Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan
    Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  22. Rafael christover parlindungan siregar
    P3.73.24.3.25.087

    a.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
    10/13 = 0,76 = 76%
    b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
    4/13 =0,30 = 30%
    c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
    2/13 =0,15 = 15%
    d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
    13/71 x 12 =2,19
    e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100% = 38%
    f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 × 100% = 15%
    g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
    h. Insiden rate bulan ke 4
    10/31 × 8 = 2,58
    i. Point prevelance bulan ke 9
    9/11 × 81,8%
    j. Periode prevalance selama 12 bulan
    13/15 × 100% = 86,6%
    k. Periode prevalance selama 6 bulan
    11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  23. A. bulan 4
    Jumlah = 9\15 - 3
    = 9/12 x 100%
    = 0,75

    B. bulan 6
    jumlah = 4/15 - 9
    = 4\6 x 100%
    = 0,66 %

    C.bulan 8
    jumlah = 2/15 - 11x 100 %
    =0,5

    D. Insiden Rate dimulai bulan ke 0
    13/71 × 12 = 2,19

    E. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100% = 38%

    F. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 × 100% = 15%

    G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0

    H. Insiden rate bulan ke 4
    10/31 × 8 = 2,58

    I. Point prevelance bulan ke 9
    9/11 × 81,8%

    J. Periode prevalance selama 12 bulan
    13/15 × 100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan
    11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  24. a. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-4
    Populasi berisiko bulan ke-4
    → belum pernah sakit sebelum bulan ke-4
    Yang sudah sakit sebelum bulan 4:
    WALDAN (bulan 1)
    RHEINA (bulan 1)
    NABILA (bulan 2)
    ANISHA (bulan 3)
    KEYSA (bulan 3)
    TALITHA (bulan 3)
    RAFAEL (bulan 3)
    JANSEN (bulan 3)
    Total sudah sakit = 8 orang
    Populasi berisiko = 15 − 8 = 7 orang
    Kasus baru setelah bulan ke-4:
    NADYA (5)
    SYAKILA (5)
    FATHI (7)
    LILY (7)
    NAYLA (4)
    Total kasus baru = 5 orang
    Insidens Kumulatif
    Interpretasi:
    👉 Sejak bulan ke-4, 71,4% individu yang berisiko mengalami diare.

    b. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-6
    Sudah sakit sebelum bulan 6 = 11 orang
    Populasi berisiko = 15 − 11 = 4 orang
    Kasus baru setelah bulan 6:
    FATHI
    LILY
    NAYLA
    Kasus baru = 3
    CI = 3/4 =75℅

    c. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-8
    Populasi berisiko bulan ke-8:
    SHYFA
    KAZYA
    = 2 orang
    Kasus baru setelah bulan 8:
    ❌ tidak ada
    CI = 0/2 = 0%

    d. Insidens Rate
    Pengamatan dimulai bulan ke-0
    Jumlah kasus baru total = 13 orang
    Total orang-bulan berisiko (sesuai data): = 105 orang-bulan
    ≈ 1,49 kasus per orang-tahun

    e. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-5
    Populasi berisiko = 5 orang
    Kasus baru setelah bulan 5 = 3 orang
    CI = 3/5 = 60%

    f. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-7
    Populasi berisiko = 3 orang
    Kasus baru = 1 orang
    CI = 1/3 = 33,3%

    g. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-9
    Populasi berisiko = 2 orang
    Kasus baru = 0
    CI = 0%

    h. Insidens Rate
    Pengamatan dimulai bulan ke-4
    Kasus baru sejak bulan 4 = 5 orang
    Total orang-bulan berisiko = 41 orang-bulan
    IR = 5/41 = 0,122 per orang-bulan

    i. Point Prevalence
    Bulan ke-9
    Sedang sakit bulan ke-9:
    KEYSA
    NABILA
    TALITHA
    JANSEN
    = 4 orang
    Populasi yang masih diamati bulan ke-9 = 12 orang
    PP = 4/12 = 33,3%

    j. Period Prevalence
    Selama 12 bulan
    Pernah sakit minimal sekali = 13 orang
    PPperiode = 13/15 = 86,7%

    k. Period Prevalence
    Selama 6 bulan pertama
    Pernah sakit bulan 1–6 = 11 orang
    PP6bulan = 11/15 = 73,3%

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Birawa mahyatman
    (P3.73.24.3.25.056)

    a .insiden kumulatif,dimulai bulan ke 4 =
    10/13 = 0,76 = 76%
    b.insiden kumulatif,dimulai bulan ke 6 =
    4/13 =0,30 = 30%
    c. insiden rate,dimulai bulan ke 8 =
    2/13 =0,15 = 15%
    d. insiden rate dimulai bulan ke 0 =
    13/71 x 12 =2,19
    e. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 5
    5/13 × 100% = 38%
    f. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 7
    2/13 × 100% = 15%
    g. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 = 0
    h. Insiden rate bulan ke 4
    10/31 × 8 = 2,58
    i. Point prevelance bulan ke 9
    9/11 × 81,8%
    j. Periode prevalance selama 12 bulan
    13/15 × 100% = 86,6%
    k. Periode prevalance selama 6 bulan
    11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  27. 1B_Aulia Dewi Anjani
    P3.73.24.3.25.055

    a. Insiden kumulatif (bulan ke-4)
    Insiden kumulatif = 9 / 12 = 0,75 (75%)

    b. Insiden kumulatif ( bulan ke-6)
    Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)

    c. Insiden kumulatif (bulan ke-8)
    Insiden kumulatif = 3 / 9 = 0,33 (33%)

    d. Insiden rate (bulan ke-0)
    Insiden rate = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan

    e. Insiden kumulatif (bulan ke-5)
    Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)

    f. Insiden kumulatif ( bulan ke-7)
    Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)

    g. Insiden kumulatif (bulan ke-9)
    Insiden kumulatif = 2 / 7 = 0,29 (29%)

    h. Insiden rate (bulan ke-4)
    Insiden rate = 9 / 27 = 0,33 kasus/orang-bulan

    i. Point prevalence bulan ke-9
    Point prevalence = 5 / 14 = 0,36 (36%)

    j. Period prevalence selama 12 bulan
    Periode Prevalensi = 12 / 15 = 0,8 (80%)

    k. Period prevalence selama 6 bulan
    Periode Prevalensi = 6 / 15 = 0,4 (40%)

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Fathi Rahman Abdillah
    2B Promosi Kesehatan
    P3.73.24.3.25.062

    1.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4

    = 9:15-3 X 100% =
    = 9:12 X 100% = 75%

    2.insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6

    = 4/15-8
    =4/7 X 100%
    =57,1 %

    3.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 8

    = 2/15-9 X 100 %
    = 0,5 %

    4.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0

    - Jumlah kasus baru = 12
    - Jumlah populasi = 12
    - Waktu pengamatan = 12 bulan
    - Insiden rate = 12/(12*12) = 0,083

    5.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5

    - Jumlah kasus baru = 3 (Nadya, Waldan, Nabila)
    - Jumlah populasi = 12
    - Insiden kumulatif = 3/12 = 0,25

    6. Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
    - Jumlah kasus baru = 3 (Talitha, Rafael, Syakila)
    - Jumlah populasi = 12
    - Insiden kumulatif = 3/12 = 0,25

    7.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
    - Jumlah kasus baru = 1 (Nayla)
    - Jumlah populasi = 12
    - Insiden kumulatif = 1/12 = 0,083

    8.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
    - Jumlah kasus baru = 3
    - Jumlah populasi = 12
    - Waktu pengamatan = 8 bulan
    - Insiden rate = 3/(12*8) = 0,0313

    9.Point Prevalence pada bulan ke-9
    - Jumlah kasus = 3 (Syakila, Rheina, Nayla)
    - Jumlah populasi = 12
    - Point prevalence = 3/12 = 0,25





    10.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    - Jumlah kasus = 12
    - Jumlah populasi = 12
    - Periode prevalence = 12/12 = 1

    11.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan (bulan 7-12)
    - Jumlah kasus = 6 (Talitha, Rafael, Jansen, Syakila, Rheina, Nayla)
    - Jumlah populasi = 12
    - Periode prevalence = 6/12 = 0,5




    BalasHapus
  30. Hanun Zahra
    P3.73.24.3.25.065

    A. Insiden kumulatif (bulan ke-4)
    Insiden kumulatif = 9 / 12 = 0,75 (75%)

    B. Insiden kumulatif ( bulan ke-6)
    Insiden kumulatif = 7 / 13 = 0,54 (54%)

    C. Insiden kumulatif (bulan ke-8)
    Insiden kumulatif = 3 / 9 = 0,33 (33%)

    D. Insiden rate (bulan ke-0)
    Insiden rate = 12 / 35 = 0,34 kasus/orang-bulan

    E. Insiden kumulatif (bulan ke-5)
    Insiden kumulatif = 8 / 14 = 0,57 (57%)

    F. Insiden kumulatif ( bulan ke-7)
    Insiden kumulatif = 5 / 11 = 0,45 (45%)

    G. Insiden Kumulatif dimulai bulan ke 9 =
    Jawaban: 0/13 × 100% = 0%

    H. Insiden rate bulan ke 4
    Jawaban: 10/31 × 8 = 2,58

    I. Point prevelance bulan ke 9
    Jawaban: 9/11 × 100% = 81,8%

    J. Periode prevalance selama 12 bulan
    Jawaban: 13/15 × 100% = 86,6%

    K. Periode prevalance selama 6 bulan
    Jawaban: 11/15 × 100% = 73,3%

    BalasHapus
  31. a. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-4
    Populasi berisiko bulan ke-4
    → belum pernah sakit sebelum bulan ke-4
    Yang sudah sakit sebelum bulan 4:
    WALDAN (bulan 1)
    RHEINA (bulan 1)
    NABILA (bulan 2)
    ANISHA (bulan 3)
    KEYSA (bulan 3)
    TALITHA (bulan 3)
    RAFAEL (bulan 3)
    JANSEN (bulan 3)
    Total sudah sakit = 8 orang
    Populasi berisiko = 15 − 8 = 7 orang
    Kasus baru setelah bulan ke-4:
    NADYA (5)
    SYAKILA (5)
    FATHI (7)
    LILY (7)
    NAYLA (4)
    Total kasus baru = 5 orang
    Insidens Kumulatif
    Interpretasi:
    Sejak bulan ke-4, 71,4% individu yang berisiko mengalami diare.

    b. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-6
    Sudah sakit sebelum bulan 6 = 11 orang
    Populasi berisiko = 15 − 11 = 4 orang
    Kasus baru setelah bulan 6:
    FATHI
    LILY
    NAYLA
    Kasus baru = 3
    CI = 3/4 =75℅

    c. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-8
    Populasi berisiko bulan ke-8:
    SHYFA
    KAZYA
    = 2 orang
    Kasus baru setelah bulan 8:
    tidak ada
    CI = 0/2 = 0%

    d. Insidens Rate
    Pengamatan dimulai bulan ke-0
    Jumlah kasus baru total = 13 orang
    Total orang-bulan berisiko (sesuai data): = 105 orang-bulan
    ≈ 1,49 kasus per orang-tahun

    e. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-5
    Populasi berisiko = 5 orang
    Kasus baru setelah bulan 5 = 3 orang
    CI = 3/5 = 60%

    f. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-7
    Populasi berisiko = 3 orang
    Kasus baru = 1 orang
    CI = 1/3 = 33,3%

    g. Insidens Kumulatif
    Pengamatan dimulai bulan ke-9
    Populasi berisiko = 2 orang
    Kasus baru = 0
    CI = 0%

    h. Insidens Rate
    Pengamatan dimulai bulan ke-4
    Kasus baru sejak bulan 4 = 5 orang
    Total orang-bulan berisiko = 41 orang-bulan
    IR = 5/41 = 0,122 per orang-bulan

    i. Point Prevalence
    Bulan ke-9
    Sedang sakit bulan ke-9:
    KEYSA
    NABILA
    TALITHA
    JANSEN
    = 4 orang
    Populasi yang masih diamati bulan ke-9 = 12 orang
    PP = 4/12 = 33,3%

    j. Period Prevalence
    Selama 12 bulan
    Pernah sakit minimal sekali = 13 orang
    PPperiode = 13/15 = 86,7%

    k. Period Prevalence
    Selama 6 bulan pertama
    Pernah sakit bulan 1–6 = 11 orang
    PP6bulan = 11/15 = 73,3%

    BalasHapus
  32. A. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
    9/12x100%= 0,75
    B. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
    2/4x100%=0,5
    C. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
    4/6x100%= 0,66
    D. Insiden Rate mulai bulan ke-0
    71/13=0,183 bulan
    E. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
    4/7x100%=0,57
    F. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
    2/4x100%=0,5
    G. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
    11/35x100%=0,31
    H. Insiden Rate mulai bulan ke-4
    9/60x100%= 0,15
    I. Point prevalen e pada bulan ke-9
    7/15=0,47
    J. Periode Prevalence slm 12 bln
    12/15=0,8
    K. Periode Prevalence slm 6 bln
    9/15=0,6

    BalasHapus
  33. Ni Komang Wulansari Santika
    P3.73.24.3.25.085
    Promosi Kesehatan - 1B

    a.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 4
    - 9/12 x 100% = 0,75

    b.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 6
    - 2/4 x 100% = 0,5

    c.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 8
    - 4/6 x 100% = 0,66

    d.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 0
    - 71/13 = 0,183 bulan

    e.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 5
    - 4/7 x 100% = 0,57

    f.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 7
    - 2/4 x 100% = 0,5

    g.Insiden kumulatif, pengamatan dimulai bulan ke 9
    - 11/35 x 100% = 0,31

    h.Insiden Rate, pengamatan dimulai bulan ke 4
    - 9/60 x 100% = 0,15

    i.Point Prevalence pada bulan ke-9
    - 7/15 = 0,47

    j.Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    - 12/15 = 0,8

    k.Periode Prevalence selama 6 bulan pengamatan
    9/15 = 0,6

    BalasHapus
  34. a.) 9/13 - 12 x 100% = 0,75%

    b.) 4/15 - 9 = 4/6 x 100% = 0,66%

    c.) 2/15-11 = 2/4 × 100% = 0,5

    d.) 13÷71 = 0,183 x 12 bulan= 2,19 orang

    e.)15 orang 11 / 15 x 100% = 73%

    f.) 14 orang 9/14 x 100% = 64%

    g.)13 orang 6/13 x 100% = 46%

    h.) insiden rate, pengamatan dimulai bulan ke-4

    jumlah kasus baru bulan 4-12 = 12 orang

    total person-time = 96 orang-bulan 12/96 = 0,125 kasus per orang-bulan (artinya: dalam 1 bulan terdapat 0,125 kasus diare per orang)

    i.)7/14 x 100% = 50%

    j.) 12/15 x 100% = 80%

    k.)9/15 x 100% = 60%

    BalasHapus
  35. Nabilla Nina Nur Ramadhani
    P3.73.24.3.25.079


    a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
    9/15-3 = 9/12 × 100% = 0,75

    b. Insiden kumulatif mulai bulan ke-6
    4/15-9 = 4/6×100% = 0,66

    c. Insiden kumulatif mulai bulan ke-8
    2/15-11 = 2/4×100% = 0,5

    d. Insiden rate mulai bulan ke-0
    13/71 = 0,183 × 12 = 2,196

    e. Insiden kumulatif mulai bulan ke-5
    8 / 14 × 100% = 0,57

    f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
    5 / 11 × 100% = 0,45

    g. Insiden kumulatif mulai bulan ke-9
    2 / 7 × 100% = 0,29

    h. Insiden rate mulai bulan ke-4
    10/31×8 = 2,58

    i. Point prevalence bulan ke-9
    5 / 14 = 0,36 (36%)

    j. Period prevalence selama 12 bulan
    12 / 15 = 0,8 (80%)

    k. Period prevalence selama 6 bulan
    9 / 15 = 0,6 (60%)

    BalasHapus
  36. a. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
    9/12x100%= 0,75
    b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
    2/4x100%=0,5
    c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
    4/6x100%= 0,66
    d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
    71/13=0,183 bulan
    e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
    4/7x100%=0,57
    f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
    2/4x100%=0,5
    g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
    2/4x100=0,5(50%)
    h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
    9/60x100%= 0,15
    i. Point prevalen e pada bulan ke-9
    7/12=0,58
    j. Periode Prevalence slm 12 bln
    12/15=0,8
    k. Periode Prevalence slm 6 bln
    9/15=0,6

    BalasHapus
  37. Nama : Nayla Awwalul Magfiroh
    Kelas : 1B
    Nim : P3.73.24.3.25.084

    a. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
    9/15 - 3 = 9/12 x 100% = 0,75%

    b. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
    4/15 - 11 = 4/6 x 100% = 0,66%

    c. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
    2/15 - 9 = 2/4 x 100% = 0,5%

    d. Insiden Rate mulai bulan ke-0
    71/13 = 0,183 bulan
    0,183 bulan × 12 Bulan = 2,19 orang yang menderita diare dalam 1 tahun

    e. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
    4/15- 8 = 4/7 x100% = 0,57%

    f. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
    2/15 - 11 = 2/4 x100% =0,5%

    g. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
    0/15 - 13 = 0/2 × 100% = 0%

    h. Insiden Rate mulai bulan ke-4
    9/60 × 100% = 0,15%

    i. Point prevalen e pada bulan ke-9
    7/15 = 0,47

    j. Periode Prevalence slm 12 bln
    13/15 × 100% = 86,6%

    k. Periode Prevalence slm 6 bln
    9/15 x 100% = 60%

    BalasHapus
  38. Nama: Dhina Ramadhanie
    Kelas: 1B
    NIM: P3.73.24.3.25.059

    A. 8/15 X 100% = 0,53
    B. 11/15 X 100% = 0,73
    C. 9/15 X 100% = 0,6
    D. 13/71 = 0,183 Bulan
    E. 9/15 X 100% = 0,6
    F. 11/15 X 100% = 0,73
    G. 9/15 X 100% = 0,6
    H. 9/71 = 0,126 Bulan
    I. point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%
    J. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%
    K. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  39. A. 8/15 X 100% = 0,53
    B. 11/15 X 100% = 0,73
    C. 9/15 X 100% = 0,6
    D. 13/71 = 0,183 Bulan
    E. 9/15 X 100% = 0,6
    F. 11/15 X 100% = 0,73
    G. 9/15 X 100% = 0,6
    H. 9/71 = 0,126 Bulan
    I. point prevalence pada bulan ke-9
    jumlah orang yang sedang sakit bulan ke-9 = 7 orang
    total populasi hidup bulan ke-9 = 14 orang
    7 / 14 × 100% = 50%
    J. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–12 = 12 orang
    total populasi = 15 orang
    12 / 15 × 100% = 80%
    K. jumlah orang yang pernah sakit bulan 1–6 = 9 orang
    total populasi = 15 orang
    9 / 15 × 100% = 60%

    BalasHapus
  40. Nama: Nadya Rizia Khairina
    P3.73.24.3.25.080

    a. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-4)
    = 12 / 15 = 0,80 (80%)

    b. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-6)
    = 10 / 15 = 0,67 (66,7%)

    c. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-8)
    = 7 / 15 = 0,47 (46,7%)

    d. Insiden Rate (mulai bulan ke-0)
    = 12 / 165 = 0,073 per orang-bulan

    e. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-5)
    = 11 / 15 = 0,73 (73,3%)

    f. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-7)
    = 9 / 15 = 0,60 (60%)

    g. Insiden kumulatif (mulai bulan ke-9)
    = 6 / 15 = 0,40 (40%)

    h. Insiden Rate (mulai bulan ke-4)
    = 12 / 120 = 0,10 per orang-bulan

    i. Point Prevalence bulan ke-9
    = 9 / 15 = 0,60 (60%)

    j. Period Prevalence 12 bulan
    = 12 / 15 = 0,80 (80%)

    k. Period Prevalence 6 bulan
    = 8 / 15 = 0,53 (53,3%)

    BalasHapus
  41. Siti Acheri Alatas
    P3.73.24.3.25.093

    1. Insiden Kumulatif bulan ke 4 =
    10/15-3 = 10/12=0.83

    2. Insiden Kumulatif bulan ke 6=
    4/15-9 = 4/6 = 0,667

    3. Insiden Kumulatif bulan ke 8=
    2/15-11 = 2/4= 0,5

    4. Insiden rate dari bulan 0=
    13(jumlah terpapar sakit) / 71 (time at risk) = 0,183 perbulan.
    Jika dimulai dari bulan 0 sampai 12 maka = 0,183x12= 2,196 pertahun

    5. Insiden Kumulatif bulan ke 5=
    5/15-8= 5/7=0,714

    6. Insiden Kumulatif bulan ke 7=
    2/15-11= 2/4 = 0,5

    7. Insiden Kumulatif bulan ke 9=
    0/15-13 = 0/2 = 0

    8. Insiden Rate dimulai dari bulan 4
    = 10/31=0,323 x 9 = 2,907

    9. Point Prevalence pada bulan ke 9=
    ada 9 orang terkena penyakit diare

    10. Periode Prevalence selama 12 bulan=
    13/15 = 0,866

    11. Periode Prevalence selama 6 bulan=
    11/15 = 0,73

    BalasHapus
  42. Nama : Najwa Nurul Dzihni
    NIM : P3.73.24.3.25.081
    Kelas : 1B

    a. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-4)
    = Kasus baru mulai bulan 4 ÷ penduduk berisiko bulan 4
    = 13 / 15 = 0,87 (87%)

    b. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-6)

    = 11 / 15 = 0,73 (73%)

    c. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-8)
    = 8 / 15 = 0,53 (53%)

    d. Insiden Rate (mulai bulan ke-0)
    = Total kasus baru ÷ total person-time
    = 15 kasus / 180 orang-bulan
    = 0,083 kasus/orang-bulan

    e. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-5)
    = 12 / 15 = 0,80 (80%)

    f. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-7)
    = 9 / 15 = 0,60 (60%)

    g. Insiden Kumulatif (mulai bulan ke-9)
    = 6 / 15 = 0,40 (40%)

    h. Insiden Rate (mulai bulan ke-4)
    = 13 kasus / 135 orang-bulan
    = 0,096 kasus/orang-bulan

    i. Point Prevalence bulan ke-9
    Jumlah sakit bulan ke-9 = 9 orang
    = 9 / 15 = 0,60 (60%)

    j. Period Prevalence 12 bulan
    = Semua yang pernah sakit ÷ total penduduk
    = 15 / 15 = 1,00 (100%)

    k. Period Prevalence 6 bulan
    = Pernah sakit bulan 1–6
    = 13 / 15 = 0,87 (87%)

    BalasHapus
  43. Nama : Diranti Meliaputri Pratiwi
    NIM : P3.73.24.3.25.060
    Tingkat / Kelas : 1 / B
    Prodi : D4 Promosi Kesehatan


    Analisis Insiden dan Prevalensi
    a. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-4
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-3 (ANISHA, SHYFA, KEYSA, NADYA, FATHI, TALITHA, RAFAEL, KAZYA, JANSEN, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 12 orang.
    Kasus Baru (Bulan 4-12): Semua orang di atas akhirnya sakit kecuali SHYFA & KAZYA = 10 orang.
    Hasil: 0.833 (83,3%).

    b. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-6
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-5 (SHYFA, NADYA, FATHI, KAZYA, SYAKILA, LILY) = 6 orang.
    Kasus Baru (Bulan 6-12): NADYA, SYAKILA, FATHI, LILY = 4 orang.
    Hasil: 0.667 (66,7%).

    c. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-8
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-7 (SHYFA, FATHI, KAZYA, LILY) = 4 orang.
    Kasus Baru (Bulan 8-12): FATHI, LILY = 2 orang.
    Hasil: 0.5 (50%).

    d. Insiden Rate pengamatan dimulai bulan ke-0
    Pembilang: Total kasus baru selama 12 bulan = 13 kasus.
    Penyebut: Total bulan sehat = 71 orang-bulan.
    Hasil: 0.183 kasus per orang-bulan.

    e. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-5
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-4 (SHYFA, NADYA, FATHI, KAZYA, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 7 orang.
    Kasus Baru (Bulan 5-12): NAYLA, NADYA, SYAKILA, FATHI, LILY = 5 orang.
    Hasil: 0.714 (71,4%).

    f. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-7
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-6 (SHYFA, FATHI, KAZYA, LILY) = 4 orang.
    Kasus Baru (Bulan 7-12): FATHI, LILY = 2 orang.
    Hasil: 0.5 (50%).

    g. Insiden Kumulatif pengamatan dimulai bulan ke-9
    Populasi Berisiko: Orang yang sehat hingga akhir bulan ke-8 (SHYFA, KAZYA) = 2 orang.
    Kasus Baru: Tidak ada kasus baru setelah bulan ke-8 = 0.
    Hasil: 0

    h. Insiden Rate pengamatan dimulai bulan ke-4
    Pembilang: Kasus baru sejak bulan ke-4 = 10 kasus.
    Penyebut: Sisa waktu berisiko mulai bulan ke-4 (SHYFA: 9, NADYA: 2, FATHI: 4, KAZYA: 9, SYAKILA: 2, LILY: 4, NAYLA: 1) = 31 orang-bulan.
    Hasil: 0.323 kasus per orang-bulan.

    i. Point Prevalence pada bulan ke-9
    Jumlah Sakit: (KEYSA, NADYA, FATHI, NABILA, TALITHA, JANSEN, SYAKILA, LILY, NAYLA) = 9 orang.
    Total Populasi: 15 orang.
    Hasil: 0.6 (60%).

    j. Periode Prevalence selama 12 bulan pengamatan
    Toal Sakit: 13 orang (semua kecuali SHYFA & KAZYA).
    Total Populasi: 15 orang.
    Hasil: 0.867 (86,7%).

    k. Periode Prevalence selama 6 bulan pertama pengamatan
    Total Sakit: 11 orang (ANISHA, KEYSA, NADYA, WALDAN, NABILA, TALITHA, RAFAEL, JANSEN, SYAKILA, RHEINA, NAYLA)
    Total Populasi: 15 orang.
    Hasil: 0.733 (73,3%)

    Periode Prevalence selama 6 bulan kedua pengamatan
    Total Sakit: 12 orang
    Total Populasi : 15
    Hasil : 0,8 (80%)

    BalasHapus
  44. Nama: Aeyulia karokaro
    Nim: P3.73.24.3.25.051
    Kelas 1B

    A. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-4
    9/12x100%= 0,75
    B. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-6
    2/4x100%=0,5
    C. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-8
    4/6x100%= 0,66
    D. Insiden Rate mulai bulan ke-0
    71/13=0,183 bulan
    E. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-5
    4/7x100%=0,57
    F. Insiden Kumulatif mulai bulan ke-7
    2/4x100%=0,5
    G. Insiden Kumulatif mulai bukan ke-9
    11/35x100%=0,31
    H. Insiden Rate mulai bulan ke-4
    9/60x100%= 0,15
    I. Point prevalen e pada bulan ke-9
    7/15=0,47
    J. Periode Prevalence slm 12 bln
    12/15=0,8
    K. Periode Prevalence slm 6 bln
    9/15=0,6

    BalasHapus