Jumat, 21 November 2014

SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL

SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL

a.       Sistem Budaya :

Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.  Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
Adat – istiadat : ada sistem nilai budayanya, sistem normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam berbagai macam norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat. ( Pranata : sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.)

Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
1.       Pedoman dan pendorong  kelakuan manusia dalam hidup;
2.       Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
3.       Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti  hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

Suatu contoh dari suatu unsur nilai budaya yang biasa merintangi pembangunan di bidang kesehatan :
“Seorang bidan hanya menilai baik program yang yang sudah berjalan, tetapi meremehkan peninjauan terhadap masa depan”.
Suatu nilai budaya serupa itu hanya akan merindukan saja masa kejayaan yang lampau, tanpa mencoba mencapai pengertian tentang masa kejayaan tadi, tak kan mendorong usaha perencanaan sampai sejauh mungkin ke depan berdasarkan atas data-data yang dikumpulkan secara seksama.


b.      Sistem sosial

Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.
Asumsi dasar dari pendekatan struktural fungsional adalah :
1.             Masyarakat harus dilihat sebagai suatu sistem dari suatu sistem daripada bagian-bagian yang salaing berhubungan satu sama lain.
2.             Hubungan antara setiap bagian adalah bersifat saling mempengaruhi dan timbal balik
3.             Sistem sosial cenderung bergerak ke arah keseimbangan yang bersifat dinamis, artinya menanggapi perubahan-perubahan yang datang dari luar dengan memelihara perubahan yang terjadi agar perubahannya terjadi secara minimal. Meskipun menyadari bahwa integrasi sosial tidak mungkin tercapai secara sempurna.
4.             Sistem sosial selalu mengarah ke integrasi sosial, melalui penyesuian ketegangan – ketegangan dan proses institusionalisasi.

Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai

Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda. 
Sedangkan Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. ( Drs. Robert.M.Z. Lawang)
Nilai itu erat hubungannya dengan kebudayaan masyarakat, karena setiap masyarakat atau setiap kebudayaan memiliki nilai-nilai tertentu Koenjtaraningrat berargumentasi tentang sistim nilai budaya sebagai berikut :
“ Sistim nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup”.

Selanjutnya Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, dimana semua sistim nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah, yaitu sebagai berikut :
a.       Hakekat hidup
b.      Hakekat karya manusia
c.       Hekakt kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
d.      Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
e.       Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.








Lima masalah hidup yang menentukan orientasi nilai budaya, dapat dilihat dalam Kerangka Kluckhon berikut :

KERANGKA KLUCKHON
LIMA MASALAH HIDUP YANG MENENTUKAN
ORIENTASI NILAI BUDAYA

Masalah Hidup
Nilai Orientasi Budaya

Hakikat & Sifat Hidup
Hidup itu buruk
Hidup itu baik
Hidup itu buruk  tetapi harus diperbaiki
Hakikat Karya
Karya itu untuk hidup
Karya itu untuk kedudukan
Karya itu untuk menambah karya
Hakikat Kedudukan manusia dalam ruang
Masa Lalu
Masa kini
Masa depan
Hakikat hubungan manusia dengan alam
Tunduk terhadap alam
Mencari keselarasan dengan alam
Menguasai alam
Hakikat Hubungan manusia dengan manusia
Memandang tokoh-tokoh atas
Berjiwa gotong- royong
Berjiwa individualis


Kerangka Kluckhon tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu :
a.      Human nature orientation ( orientasi hidup, baik atau buruk) : artinya, setiap orang memiliki persepsi yang berbeda mengenai makna hidup, sakit atau sehat. Ada orang yang mengartikan sakit sebagai sebuah kutukan (buruk) dan ada yang memandang sebagai sebuah ujian hidup (baik)
b.      Activity orientation : bahwa pekerjaan sebagai tenaga kesehatan ini diarahkan untuk mencari nafkah, kewajiban profesi, mencari kebahagiaan, bagian dari ibadah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
c.       Time orientation ( dulu, sekarang, akan datang); Seorang bidan jika hanya mengagungkan pengalaman tanpa mau mengikuti perkembangan zaman atau teknologi modern termasuk orang yang berorientasi pada masa lalu. Sedangkan seorang bidan yang berorientasi masa depan senantiasa melihat masa depan sebagai peluang dan tantangan serta senantiasa melakukan inovasi pelayanan kesehatan. Sedangkanbidan yang hanya terpaku pada apa yang dimiliki saat ini tanpa mau berkreasi termasuk orang yang berorientasi pada masa kini semata, tanpa melihat masa lalu.
d.      Man-nature orientation ( dipengaruhi atau mempengaruhi); dalam hal ini setiap orang memberikan persepsi mengenai hubungan dirinya dengan lingkungannya. Muncul dan berkembangnya demam berdarah (DBD) disebabkan karena lingkungan yang buruk sehingga mempengaruhi kualitas kesehatan. Pada kelompok ini  orang menganggap bahwa lingkunganlah yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidupnya. Tetapi sudut pandang lain dapat berkata bahwa karena perilaku manusia yang buruk terhadap lingkungan, sehingga menyebabkan lingkungan kotor dan akhirnya menjadi penyebab mewabahnya DBD.
e.       Relational orientation; Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang bidan dapat melakukan kerja sama dengan tenaga medis lainnya. Namun pada kenyataannya, pandangan seperti ini bergantung pada keyakinan yang dimilikinya, ada yang memandang bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan sebagai tugas pribadi, sehingga tidak menimbulkan partner yang lain. Seorang dokter yang berorientasi kerja sendiri akan memandang bahwa bidan hanya sebagai pembantu dirinya. Sedangkan bagi seorang dokter yang menggunakan pola pikir kolaboratif memandang bahwa perawat merupakan partner kerja yang sama pentingnya dengan posisi dirinya sendiri.


Contoh nilai-nilai hidup :
1)        Rasionalisme (harus masuk akal) adalah ; Berdasarkan segi praktis dari ilmu pengetahuan, contohnya : Untuk mendapatkan hasil padi sebanyak-banyaknya maka persawahan padi harus dipupuk.
2)        Tradisionalisme ( memegang teguh kebiasaan ) yaitu melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh nenek moyang, yang dianggap baik oleh sebagian golongan. Contoh : sebagian ibu-ibu setelah melahirkan minum ramuan jamu-jamuan.
3)        Keberhasilan atau prestasi : Keadaan perasaan puas berdasarkan pemilihan usaha yang menghasilkan suatu kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, sehingga sering menimbulkan rasa iri hati pada orang lain.
4)        Individualisme, yaitu : keyakinan bahwa keadaan yang paling baik adalah bila orang-orang bebas dan percaya kepada kemampuan dirinya serta bertanggug jawab atas keputusan-keputusannya. Sehingga ada kebebasan dan kekhawatiran karena adanya peraturan-peraturan yang ketat serta tekanan-tekanan dari pihak yang berkuasa.

Ciri-ciri Nilai :
1.      Nilai-nilai yang tercernakan (Internalized Values)
Nilai semacam ini membentuk landasan bagi hati nurani, pemerkosaan atas nilai-nilai tersebut dapat mengakibatkan timbulnya perasaan malu atau bersalah yang dalam yang sukar dihapuskan.Nilai yang tercernakan, seringkali berfungsi untuk menutupi perasaan hati seseorang dalam menghadapi konflik yang dihadapi.
Contoh : seorang ayah atau ibu menyuruh anak-anaknya untuk bertindak pasif dan menahan dir agar tidak berkelahi, dengan maksud untuk tidak menimbulkan konflik dengan norma-norma kelompok, walaupun begitu ia akan merasa amat kecewa bila si anak tidak mencoba mempertahankan diri bila dianiaya atau dipukul oleh anak lain yang sok aksi ditempat itu.

2.      Nilai-nilai yang dominan
Nilai-nilai dominan terlihat dalam pilihan-pilihan yang dilakukan terhadap beberap kemungkinan langkah dan tindakan yang bisa ditempuh dalam aktivitas sehari-hari, nilai-nilai dominan menjadi yang lebih pokok dan dianggap sebagai nilai yang baik. Pada hakekatnya, nilai-nilai yang dominan itu  berfungsi sebagi latar belakang atau kerangka patokan bagi tingkah laku sehari-hari.

Nilai dominan dibagi menjadi empat kriteria : ( Williams)
a.       Luas tidaknya ruang lingkup
b.      Lama tidaknya pengaruh nilai itu dirasakan oleh kelompok masyarakat tadi
c.       Gigih tidaknya (intensitas) nilai tadi diperjuangkan.
d.      Prestise dari orang-orang yang membawa nilai itu.

5.1.Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat :
a.       Pola bersikap (ideas) : wujud kebudayaan yang ideal, suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dsb. juga disebut jiwanya
b.      Pola bertindak dan kelakuan (aktivities): Wujud kebudayaan kelakuan, suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, disebut juga organisasi
c.       Pola sarana benda-benda (Artifacts): Wujud kebudayaan  sebagai benda-benda hasil karya manusia (fisik), disebut juga teknologi.
5.2.  Perbedaan Nilai, Norma dan Moral :

Terdapat banyak pengertian mengenai nilai, seperti salah satunya dikemukaan oleh Rokeach yang membedakan nilai sebagai :
1.      Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang ( a person has a value)
2.      Sebagai sesuatu yang berkaitan dengan dengan obyek ( an object has a value)

Nilai menjadi ukuran (standar) bagi manusia dalam menentukan pilihan aktivitas yang baik dan akan dilakukan sehari-hari di dalam masyarakat. Seorang pasien akan menilai cara bidan bertanya, memberikan obat atau cara mengajak dirinya untuk membicarakan perkembangan kandungannya. Ketika bidan menunjukkan bahasa yang kasar atau kurang sopan, maka pasien akan secara refleks memberikan penilaian yang buruk terhadapnya.
Nilai atau value adalah keinginan yang relatif permanen yang tampaknya mempunyai sifat baik seperti damai atau kehendak baik, bersusila. Dalam kebudayaan nilai adalah wujud idiil ( nilai, norma, hukum dan peraturan). (Supriyanto, 2002).
Nilai menjawab apa? Mengapa memberikan obat tersebut? Mengapa anda melakukan tindakan itu? Pertanyaan tersebut dapat diteruskan sampai anda mencapai titik, sampai anda tidak menginginkan sesuatu untuk sesuatu yang lain.
            Moral/ Peraturan Moral (moral rules) adalah peraturan menyangkut tingkah laku yang seringkali menjadi kebiasaan sebagai nilai moral. Peraturan moral membimbing kita melewati situasi dimana terjadinya benturan kepentingan.
Plato (428-354 SM)....tentang moralitas negara. Moralitas hanyalah himpunan peraturan yang dibuat mereka yang berkuasa demi menaklukan yang lemah. Moralitas hanyalah kontrak sosial.
Moralitas dapat dibedakan menjadi :
1.       Moralitas umum yaitu peraturan moral yang mengatur masalah etika sehari-hari : Menepati janji, tidak suka dengki, saling membantu, menghargai orang lain, menghargai milik.
2.       Moralitas kepedulian : menyangkut persepektif keadilan dan kepedulian.

Sedangkan norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh rang lain, dan norma ini merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang.
Norma adalah fakta sosial yang memaksa orang untuk bertindak sesuai dengan apa yang tercantyum dalam norma itu. Kalau terjadi pelanggaran pada norma, maka si pelanggar itu dikenakan sangsi. (Emile Durkheim).

5.3.Pandangan dan nilai moral masyarakat terhadap individu, keluarga dan masyarakat :

Hubungan sosial antara para warga masyarakat desa sangatlah luas diatur oleh pola-pola ideal yang umum dan dianggap keharusan yang mengandung peraturan-peraturan. Ada tiga golongan norma di masyarakat yaitu :
a.       Adat asli : terdiri dari norma-noram yang dibangun oleh penduduk suatu daerah, yang dipandang oleh mereka sebagai pedoman warisan dari masayarakat.
b.      Syariah, ini berbeda dengan adat, merupak sistim norma yang mereka dapat dari agama Islam. Bagian pokok dari syariah terdiri dari ajaran-ajaran Qur’an, aturan-aturan yang termaktup dalam Hadist.Norma syariah ini lebih mementingkan individu sedangkan norma adat mementingkan keluarga-keluarag luas atau masyarakat sebagai keseluruhan.
c.       Sistim Norma Negara Indonesia terdiri dari norma-norma yang timbul dari UUD 1945, serta hukum, Ordonansi-ordonansi dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga terdiri dari norma-norma yang timbul sebagai akibat dari tumbuhnya negara Indonesia
5.4.Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982) ketika menjelaskan kebudayaan asli Indonesia menyebutkan ada enam nilai, yaitu
a.       Nilai Ekonomi ; tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan kejadian-kejadian secara efektif bagi kehidupan manusia
b.      Nilai Estetis; jika dikaitkan dengan masalah keindahan
c.       Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks interaksi dan komunikasi
d.      Nilai Kuasa; jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma dan nilai kita.
e.       Teori; proses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadian alam sekitar.
f.       Agama; jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alam semesta.

Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktek layanan kesehatan dapat dilihat dari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh STA tersebut yaitu :



Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan



No
Nilai Budaya
Pelayanan Kesehatan

1





2






3






4





5






6






Ekonomi





Estetis






Solidaritas






Kuasa





Teori






Agama
·      Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan biaya, lat produksi, atau imblana jasa. Kebutuhan terhadap layanan medis atau obat, senantiasa menyertakan kebutuan akan biaya (ekonomi), pada konteks ini maka layanan kesehatan mengandung nilai ekonomi.

·      Lingkungan yang bersih serta ruangan yang nyman dan harum memberikan dukungan emosional terhadap proses penyembuhan kesehatan. Terlebih lagi bila dikaitkan  dengan adanya pengembangan aromaterapi untuk kesehatan, maka masalah keindahan dan kenyamanan menjadi sangat penting untuk kesehatan.

·      Dalam menjalankan tugas profesinya, seorang bidan dapat berkerja sama dengan pasien, keluarga pasien, dokter, perawat atu pihak lain yang berkepentingan.
·      Sebagai manusia, pasien sesungguhnya  membutuhkan teman untuk berkeluh kesah.

·      Sebagai seorang dokter, memiliki peran dan fungsi yang berbeda, demikian pula perawat dan bidan.
·      Terdapatnya struktur pengelola rumah sakit mulai dari direktur, dokter, perawat, bidan, apoteker, sanitarian dan sebagainya

·      Dalam menjalankan tugasnya seorang dokter, perawat, dan bidan dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang kesehatan.
·      Sebelum melaksanakan praktik, setiap lulusan pendidikan kesehatan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi.
·      Bagi masyarakat yang beragama praktik pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kepada umat.

·      Selaras dengan kode etik, ilmu pengetahuan, dan keterampilan profesi yang dimiliki merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu pelayanan kesehatan pun perlu dianggap sebagai bagian dari ibadan

143 komentar:

  1. sistem budaya dan sistem sosial saling berkaitan karena berhubungan dengan segi kehidupan manusia

    BalasHapus
  2. Sistem budaya dan sistem sosial adalah dua konsep yang saling berkaitan erat dalam kehidupan masyarakat. Keduanya membentuk suatu kesatuan yang kompleks dan saling mempengaruhi.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. sosial budaya sendiri adalah kondisi dinamis dalam mewujudkan pandangan dan falsafah negara. memiliki beberapa nilai nilai budaya tersendiri (ekonomi, solidaritas, estetis, kuasa, teori dan agama). azmil mujdi 1B

    BalasHapus
  5. jadi menurut sayaa sistem budaya dan sistem sosial merupakan dua komponen penting yang saling terkait dan membentuk keseluruhan sistem kehidupan masyarakat. Pemahaman tentang keduanya diperlukan untuk memahami dan menganalisis fenomena sosial-budaya yang terjadi.

    BalasHapus
  6. sistem sosial budaya mencakup definisi sistem, sosial, budaya. sistem sosial budaya adalah kesatuan unsur-unsur manusia dan lingkungan yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama yang diwariskan secara turun-temurun. Keduanya memiliki tatanan penting dalam kehidupan masyarakat untuk mencapai/menyelesaikan masalah dalam nilai-nilai kehidupan manusia

    BalasHapus
  7. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.

    Sistem sosial merupakan suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antarindividu dalam rangka kehidupan masyarakat.

    Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup:
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hekakt kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    Kerangka Kluckhon:
    1. Human nature orientation
    2. Activity orientation
    3. Time orientation
    4. Man-nature orientation
    5. Relational orientation

    Ada 3 golongan norma di masyarakat yaitu:
    a. Adat asli
    b. Syariah
    c. Sistem norma

    Kaila Naura Sabillah 1B

    BalasHapus
  8. Sistem budaya merupakan kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen - komponen budaya. Komponen - komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur - unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran - pikiran, gagasan - gagasan, konsep - konsep, tema - tema berpikir, dan keyakinan - keyakinan. Sistem sosial merupakan Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    BalasHapus
  9. Sistem Budaya
    Kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Fungsi dari sistem budaya yaitu, pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup, mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir, sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    Sistem sosial merupakan suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antarindividu dalam rangka kehidupan masyarakat.

    5 masalah hidup yang menentukan orientasi nilai budaya :
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    Kerangka Khulkhon :
    1. Human nature orientation
    2. Activity orientation
    3. Time orientation
    4. Man-nature orientation
    5. Relational orientation

    Ada 3 golongan norma di masyarakat yaitu:
    - Adat asli
    - Syariah
    - Sistem norma

    BalasHapus
  10. budaya berisi komponen-komponen yaitu Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    BalasHapus
  11. sistem budaya dan sosial saling berkaitan fungsinya di kehidupanan sehari-hari.

    BalasHapus
  12. Sistem Budaya merupakan suatu sistem yang berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.
    Sistem sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Sistem Budaya dan Sistem Sosial
    a.Sistem Budaya
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen" Budaya. Fungsi dari sistem nilai Budaya adalah :
    - Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dlm hidup
    - Mendorong timbulnya pola pola cara berpikir
    b. Sistem Sosial
    Suatu sistem yang sudah di stabilisasi kan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan. Berikut masalah masalah hidup berhubungan dengan sistem nilai dari semua kebudayaan :
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hakekat kedudukan manusia dlm ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitar nya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya
    Faktor - faktor yg mempengaruhi sistem nilai budaya di masyarakat:
    a. Pola bersikap
    b. Pola bertindak/kelakuan
    c. Pola sarana benda-benda
    Nilai budaya dan pelayanan kesehatan :
    a. Nilai ekonomi
    b. Nilai solidaritas
    c. Nilai kuasa
    d. Teori
    e. Agama

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Pemahaman tentang sistem budaya dan sistem sosial sangat penting untuk mengelola perubahan dalam masyarakat secara efektif, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan menjaga keseimbangan sosial.

    BalasHapus
  18. sistem budaya adalah bagian dari adat-istiadat. Sistem sosial merupakan hasil dari hubungan struktur sosial dan sistem kebudayaan. Hubungan antara setiap bagian bersifat saling mempengaruhi dan timbal balik. Nilai itu hubungannya erat dengan kebudayaan masyarakat, karena setiap masyarakat dan kebudayaan memiliki nilai-nilai tertentu.

    BalasHapus
  19. Sistem budaya meliputi berbagai komponen budaya seperti cultural universal, kegiatan budaya, kompleks trait, dan sifat-sifat. Adat-istiadat mencakup sistem norma dan nilai budaya yang memengaruhi perilaku manusia. Nilai budaya seperti kurangnya penghargaan terhadap masa depan dapat mencegah pembangunan di bidang kesehatan. Sistem sosial berkaitan dengan stabilitas hubungan antara struktur sosial dan kebudayaan dalam masyarakat. Nilai-nilai budaya memengaruhi aspek kehidupan sehari-hari, termasuk orientasi nilai seperti aktivitas, waktu, hubungan dengan alam, dan sesama manusia. Nilai hidup penting termasuk rasionalisme, tradisionalisme, keberhasilan, dan individualisme. Perbedaan antara nilai, norma, dan moral penting untuk dipahami dalam interaksi sosial. Pengetahuan mengenai moralitas dan norma sosial mempengaruhi interaksi dalam masyarakat. Masyarakat desa memiliki norma dari adat asli, syariah, dan sistem norma negara Indonesia yang memengaruhi perilaku mereka dalam berbagai aspek kehidupan.Nilai budaya Indonesia juga tercermin dalam layanan kesehatan, mempengaruhi praktek layanan kesehatan sehari-hari.

    BalasHapus
  20. RENATA TAZUA 1B Promosi Kesehatan

    •Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Fungsi dari sistem nilai budaya adalah pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup,mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir.
    •Sistem sosial adalah suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    •Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, yaitu : hakekat hidup, hakekat karya manusia, hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, hakekat manusia dengan alam sekitarnya, hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    BalasHapus
  21. Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    BalasHapus
  22. Contoh contoh nilai hidup
    1. Rasionalisme (harus masuk akal) adalah ; Berdasarkan segi praktis dari ilmu pengetahuan.
    2. Tradisionalisme ( memegang teguh kebiasaan ) yaitu melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh nenek moyang, yang dianggap baik oleh sebagian golongan.
    3. Keberhasilan atau prestasi : Keadaan perasaan puas berdasarkan pemilihan usaha yang menghasilkan suatu kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, sehingga sering menimbulkan rasa iri hati pada orang lain.
    4. Individualisme, yaitu : keyakinan bahwa keadaan yang paling baik adalah bila orang-orang bebas dan percaya kepada kemampuan dirinya serta bertanggug jawab atas keputusan-keputusannya

    BalasHapus
  23. Sistem budaya dan sistem sosial berperan penting dalam mengatur perilaku masyarakat dalam bersosialisasi.

    BalasHapus
  24. Adat – istiadat : ada sistem nilai budayanya, sistem normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam berbagai macam norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat. ( Pranata : sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.)

    BalasHapus
  25. SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL

    a. Sistem Budaya: Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Fungsi dari sistem nilai budaya:
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    b. Sistem Sosial: Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai:
    Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. (Drs. Robert.M.Z. Lawang)

    Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, dimana semua sistem nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah, yaitu sebagai berikut :
    a. Hakekat hidup.
    b. Hakekat karya manusia.
    c. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu.
    d. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya.
    e. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    Kerangka Kluckhon:
    a. Human nature orientation ( orientasi hidup, baik atau buruk).
    b. Activity orientation.
    c. Time orientation ( dulu, sekarang, akan datang).
    d. Man-nature orientation ( dipengaruhi atau mempengaruhi).
    e. Relational orientation.

    5.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat:
    1. Pola bersikap (ideas).
    2. Pola bertindak dan kelakuan (aktivities).
    3. Pola sarana benda-benda (Artifacts).

    5.2 Perbedaan Nilai, Norma, dan Moral:
    Terdapat banyak pengertian mengenai nilai, seperti salah satunya dikemukaan oleh Rokeach yang membedakan nilai sebagai :
    1. Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang (a person has a value)
    2. Sebagai sesuatu yang berkaitan dengan dengan obyek (an object has a value)

    Nilai atau value adalah keinginan yang relatif permanen yang tampaknya mempunyai sifat baik seperti damai atau kehendak baik, bersusila.

    Moral/ Peraturan Moral (moral rules) adalah peraturan menyangkut tingkah laku yang seringkali menjadi kebiasaan sebagai nilai moral.

    Moralitas dapat dibedakan menjadi :
    1. Moralitas umum yaitu peraturan moral yang mengatur masalah etika sehari-hari: Menepati janji, tidak suka dengki, saling membantu, menghargai orang lain, menghargai milik.
    2. Moralitas kepedulian: menyangkut persepektif keadilan dan kepedulian.

    Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu.

    5.3 Pandangan dan nilai moral masyarakat terhadap individu, keluarga dan masyarakat:
    1. Adat asli.
    2. Syariah.
    3. Sistem Norma Negara Indonesia.

    5.4. Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan:
    1. Ekonomi.
    2. Estetis
    3. Solidaritas.
    4. Kuasa.
    5. Materi.
    6. Agama.

    BalasHapus
  26. Nur Anisah Safitri 1B
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda.

    BalasHapus
  27. Sistem nilai budaya memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat, antara lain:

    1. Pedoman perilaku
    2. Identitas
    3. Pengendalian Sosial
    4. Pembentuk Sikap dan Persepsi
    5. Transmisi Kebudayaan
    6. Pemecahan masalah
    7. Pembentukan Identitas Individu

    BalasHapus
  28. •Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Fungsi dari sistem nilai budaya adalah pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup,mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir.
    •Sistem sosial adalah suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    •Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, yaitu : hakekat hidup, hakekat karya manusia, hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, hakekat manusia dengan alam sekitarnya, hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    BalasHapus
  29. Sistem Budaya
    Kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan.

    Sistem Sosial
    Sistem sosial merupakan Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    BalasHapus
  30. Sistem Nilai budaya adalah pedoman dan pendorong kelakuan manusia hidup ,mendorong timbulnya pola-pola cara berfikir. Sistem sosial cenderung bergerak ke arah keseimbangan yang bersifat dinamis, artinya menanggapi perubahan yang datang dari luar dengan memelihara perubahan yang terjadi

    BalasHapus
  31. Sistem budaya meliputi berbagai komponen budaya seperti cultural universal, kegiatan budaya, kompleks trait, dan sifat-sifat.
    Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda.

    BalasHapus
  32. sistem budaya dan sosial sangat penting dalam masyarakat. Karena bisa mendorong pola berfikir serta membangun hubungan timbal balik yang baik. Tanpa merubah adat asli, syariat, dan norma negara.

    BalasHapus
  33. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    BalasHapus
  34. Sistem sosial dan sistem budaya adalah dua konsep yang saling terkait, namun memiliki fokus dan fungsi yang berbeda dalam struktur masyarakat

    BalasHapus
  35. ALIKA AZ ZAHRA 1B

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. 

    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong  kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir

    Sistem sosial :

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).

    Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai

    Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. ( Drs. Robert.M.Z. Lawang)
    Sistim nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup

    Kerangka Kluckhon dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu :
    a. Human nature orientation ( orientasi hidup, baik atau buruk) :
    b.      Activity orientation :
    c.       Time orientation
    d.      Man-nature orientation
    e.       Relational orientation;

    Contoh nilai-nilai hidup :
    Rasionalisme (harus masuk akal) adalah ; Berdasarkan segi praktis dari ilmu pengetahuan
    Tradisionalisme ( memegang teguh kebiasaan ) yaitu melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh nenek moyang, yang dianggap baik oleh sebagian golongan.
    Keberhasilan atau prestasi : Keadaan perasaan puas berdasarkan pemilihan usaha yang menghasilkan suatu kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, sehingga sering menimbulkan rasa iri hati pada orang lain.
    Individualisme, yaitu : keyakinan bahwa keadaan yang paling baik adalah bila orang-orang bebas dan percaya kepada kemampuan dirinya serta bertanggug jawab atas keputusan-keputusannya. Sehingga ada kebebasan dan kekhawatiran karena adanya peraturan-peraturan yang ketat serta tekanan-tekanan dari pihak yang berkuasa.

    Ciri-ciri Nilai :
     Nilai-nilai yang tercernakan (Internalized Values)
    Nilai-nilai yang dominan

    5.1.Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat :
    a.       Pola bersikap (ideas) :
    b.      Pola bertindak dan kelakuan
    c.       Pola sarana benda-benda (Artifacts):

    BalasHapus
  36. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen tersebut dibedakan menjadi unsur-unsur cultural univers, culture activities, trait komplexes, traits. Fungsi dari sistem nilai kebudayaan :
    1. Pedoman dan pendorong dalam hidup
    2. Mendorong pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakukan yang tertinggi.
    B. Sistem sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    Kerangka Kluckhon
    1. Human nature orietation (orientasi hidup, baik atau buruk)
    2. Activity orientation
    3. Time orientation
    4. Man-nature orientation
    5. Relational orientation

    BalasHapus
  37. Sistem sosial budaya adalah keutuhan nilai, tata sosial dan laku manusia yang diwujudkan dalam pandangan hidup dan falsafah negara ke berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem ini menunjukkan karakteristik yang khas dalam suatu negara atau bangsa.

    BalasHapus
  38. Sistem budaya dan sistem sosial adalah dua konsep yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Sistem budaya dan sistem sosial memiliki tujuan yang sama, yaitu terbentuknya keseimbangan sosial yang relatif konstan. Namun, sistem budaya lebih fokus pada aspek kebudayaan, sedangkan sistem sosial lebih fokus pada aspek sosial.

    BalasHapus
  39. Sistem budaya mencakup nilai, norma, dan adat-istiadat yang mengatur perilaku. Nilai adalah prinsip, norma adalah aturan, dan adat-istiadat adalah tradisi. Sistem sosial berfokus pada interaksi dan keseimbangan dalam masyarakat. Nilai mempengaruhi perilaku dan pelayanan kesehatan, melibatkan aspek ekonomi, estetis, solidaritas, kuasa, teori, dan agama.

    BalasHapus
  40. Sistem Budaya :

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat :
    a. Pola bersikap (ideas) : wujud kebudayaan yang ideal, suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dsb. juga disebut jiwanya
    b. Pola bertindak dan kelakuan (aktivities): Wujud kebudayaan kelakuan, suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, disebut juga organisasi
    c. Pola sarana benda-benda (Artifacts): Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia (fisik), disebut juga teknologi.

    Perbedaan Nilai, Norma dan Moral :

    Terdapat banyak pengertian mengenai nilai, seperti salah satunya dikemukaan oleh Rokeach yang membedakan nilai sebagai :
    1. Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang ( a person has a value)
    2. Sebagai sesuatu yang berkaitan dengan dengan obyek ( an object has a value)

    Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan

    a. Nilai Ekonomi ; tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan kejadian-kejadian secara efektif bagi kehidupan manusia
    b. Nilai Estetis; jika dikaitkan dengan masalah keindahan
    c. Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks interaksi dan komunikasi
    d. Nilai Kuasa; jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma dan nilai kita.
    e. Teori; proses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadian alam sekitar.
    f. Agama; jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alam semesta.

    BalasHapus
  41. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Sedangkan Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat.

    BalasHapus
  42. Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Sistem Sosial adalah suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat:
    1. Pola bersikap (ideas).
    2. Pola bertindak dan kelakuan (aktivities).
    3. Pola sarana benda-benda (Artifacts).

    Nilai atau value adalah keinginan yang relatif permanen yang tampaknya mempunyai sifat baik seperti damai atau kehendak baik, bersusila.
    Moral adalah peraturan menyangkut tingkah laku yang seringkali menjadi kebiasaan sebagai nilai moral. Pandangan dan nilai moral masyarakat terhadap individu, keluarga dan masyarakat:
    1. Adat asli
    2. Syariah
    3. Sistem Norma Negara Indonesia
    Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan:
    1. Ekonomi
    2. Estetis
    3. Solidaritas
    4. Kuasa
    5. Materi
    6. Agama

    BalasHapus
  43. Sistem budaya adalah kumpulan komponen budaya yang meliputi unsur universal, aktivitas budaya, kompleks traits, dan traits individu. Ini mencakup gagasan, konsep, dan keyakinan yang membentuk adat-istiadat. Fungsi utama sistem nilai budaya adalah memberikan pedoman perilaku, mempengaruhi pola pikir, dan menetapkan norma sosial seperti hukum adat. Sistem sosial, di sisi lain, adalah hasil dari interaksi struktur sosial dan kebudayaan, menggambarkan aktivitas dan perilaku nyata dalam masyarakat.

    BalasHapus
  44. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Adat – istiadat : ada sistem nilai budayanya, sistem normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam berbagai macam norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat. ( Pranata : sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.)

    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    5 masalah hidup yang menentukan orientasi nilai budaya :
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    Kerangka Khulkhon :
    1. Human nature orientation
    2. Activity orientation
    3. Time orientation
    4. Man-nature orientation
    5. Relational orientation

    Ada 3 golongan norma di masyarakat yaitu:
    1. Adat asli
    2. Syariah
    3. Sistem norma

    Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan:
    1. Ekonomi
    2. Estetis
    3. Solidaritas
    4. Kuasa
    5. Materi
    6. Agama

    BalasHapus
  45. Sistem budaya adalah fondasi nilai-nilai abstrak yang membentuk identitas dan norma masyarakat. Sistem sosial adalah wujud nyata dari nilai-nilai itu melalui interaksi, struktur, dan organisasi kehidupan sosial. Keduanya bekerja secara sinergis budaya memberi arah, sosial membawa nilai ke dalam tindakan nyata.

    BalasHapus
  46. Kebudayaan sebagai suatu sistem komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat di bedakan menjadi unsur unsur universal, culture activatis, trait kompleks, traits.

    BalasHapus
  47. menjelaskan tentang teori kebudayaan, membedakan antara sistem budaya (nilai-nilai abstrak) dan sistem sosial (interaksi nyata), dan menyoroti peran sentral nilai budaya dalam memengaruhi perilaku masyarakat, termasuk dampaknya pada pembangunan.

    BalasHapus
  48. Sistem Budaya :

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir

    Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    BalasHapus
  49. Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang abstrak, terdiri dari pikiran, gagasan, konsep, dan keyakinan yang membentuk pedoman dan perilaku manusia dalam masyarakat. dan juga sistem sosial suatu sistem yang stabil dan terintegrasi, terdiri dari aktivitas manusia. Konsep nilai adalah gambaran tentang apa yang diinginkan dan berharga dalam masyarakat. Kerangka Kluckhon menjelaskan tentang orientasi nilai budaya yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu orientasi hidup, aktivitas, waktu, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan interpersonal, yang mempengaruhi perilaku dan persepsi individu dalam masyarakat.

    BalasHapus
  50. Sistem budaya

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    BalasHapus
  51. - Sistem Budaya: abstrak, terdiri dari pikiran dan gagasan, berfungsi sebagai pedoman dan pendorong kelakuan manusia.
    - Sistem Sosial: hasil hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan, terdiri dari aktivitas manusia dan interaksi antar-individu.
    - Nilai, Norma, dan Moral:
    - Nilai: gambaran tentang apaSemua konsep ini terkait dengan orientasi nilai budaya dan masalah-masalah hidup, seperti hakekat hidup, karya manusia, dan hubungan manusia dengan alam dan sesamanya.

    BalasHapus
  52. Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang mencakup nilai, norma, dan adat istiadat yang menjadi pedoman hidup masyarakat, seperti cara berpikir, aturan sopan santun, dan hukum adat. Sementara itu, sistem sosial lebih nyata karena berkaitan dengan interaksi langsung antarindividu dalam masyarakat, seperti kerja sama dan komunikasi. Nilai-nilai dalam masyarakat, seperti kejujuran, kerja keras, dan gotong royong, sangat memengaruhi perilaku sosial dan cara pandang seseorang terhadap hidup, pekerjaan, waktu, alam, dan hubungan sosial. Dalam pelayanan kesehatan, nilai-nilai budaya juga berperan penting, misalnya dari sisi ekonomi (biaya layanan), estetika (kenyamanan ruang), solidaritas (kerja tim), kekuasaan (peran tenaga medis), teori (ilmu yang dimiliki), dan agama (pelayanan sebagai bentuk ibadah). Semua nilai ini membentuk cara pandang dan sikap masyarakat terhadap individu, keluarga, dan lingkungan sosial secara keseluruhan.

    BalasHapus
  53. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat. Adat – istiadat : ada sistem nilai budayanya, sistem normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam berbagai macam norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat. ( Pranata : sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu

    BalasHapus
  54. Sistem budaya adalah kumpulan nilai, norma, dan adat yang menjadi pedoman hidup masyarakat. Sistem sosial adalah pola interaksi nyata antarindividu yang terbentuk dari budaya dan struktur sosial. nilai menjadi inti budaya dan memengaruhi cara berpikir dan bertindak, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Nilai, norma, dan moral saling berkaitan dan membentuk kehidupan sosial yang teratur dan seimbang.

    BalasHapus
  55. Sistem budaya adalah bagian abstrak dari kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai, norma, konsep, dan keyakinan yang membentuk cara berpikir dan bertingkah laku dalam masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, sistem budaya banyak tercermin dalam adat-istiadat, yang menjadi pedoman dan pendorong perilaku, serta menjadi dasar tata kelakuan masyarakat.

    Sistem budaya mencakup:

    a. Nilai budaya sebagai panduan hidup
    b. Pranata sosial sebagai bentuk aturan untuk aktivitas tertentu
    c. Unsur-unsur budaya universal seperti bahasa, religi, dan teknologi

    Nilai-nilai budaya mengatur orientasi hidup masyarakat, seperti pandangan tentang hidup, karya, waktu, hubungan dengan alam, dan hubungan sesama manusia. Kerangka Kluckhon menjelaskan bahwa orientasi nilai budaya sangat memengaruhi cara individu bertindak dan berpikir, termasuk dalam bidang pelayanan kesehatan.

    Sementara itu, sistem sosial merupakan wujud konkret dari kebudayaan, berupa aktivitas dan hubungan antarindividu dalam masyarakat. Sistem sosial dibentuk oleh struktur sosial dan nilai budaya yang saling berkaitan serta bertujuan menciptakan keseimbangan dan integrasi sosial.

    Asumsi dasar sistem sosial menurut pendekatan struktural-fungsional adalah:

    1. Masyarakat adalah suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan.
    2. Hubungan antar bagian bersifat timbal balik.
    3. Sistem sosial bergerak ke arah keseimbangan dinamis.
    4. Tujuan utamanya adalah integrasi sosial melalui penyesuaian terhadap perubahan.

    Nilai dalam sistem sosial dan budaya menjadi standar bagi manusia dalam bertindak dan menentukan pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai ini bisa bersifat dominan (paling penting) atau tercernakan (menjadi bagian dari hati nurani). Nilai juga berkaitan erat dengan norma (aturan perilaku) dan moral (penilaian benar-salah secara etis).

    Dalam praktik pelayanan kesehatan, nilai-nilai budaya juga sangat penting. Nilai ekonomi, estetis, solidaritas, kuasa, teori, dan agama memengaruhi kualitas dan cara penyelenggaraan layanan kesehatan. Misalnya, kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional atau keyakinan religius tertentu dapat mempengaruhi cara masyarakat menerima atau menolak pelayanan medis modern.

    BalasHapus
  56. SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL

    Sistem Budaya :

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai

    Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda.
    Selanjutnya Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, dimana semua sistim nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah, yaitu sebagai berikut :
    a. Hakekat hidup
    b. Hakekat karya manusia
    c. Hekakt kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    d. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    e. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    Kerangka Kluckhon tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu :
    a. Human nature orientation ( orientasi hidup, baik atau buruk)
    b. Activity orientation
    c. Time orientation ( dulu, sekarang, akan datang)
    d. Man-nature orientation
    e. Relational orientation

    BalasHapus
  57. 1. Sisyem budaya
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Fungsi dari system budaya :
    a. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup.
    b. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir.
    c. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun.

    2. Sistem social
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat.
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    Sistem budaya dan sosial adalah dua elemen yang sangat penting dalam kehidupan komunitas. Sistem budaya meliputi aspek-aspek yang tidak tampak, seperti pemikiran, nilai-nilai, dan kepercayaan yang berfungsi sebagai pedoman dan motivasi bagi perilaku manusia, termasuk dalam membentuk cara berpikir dan tingkah laku. Di sisi lain, sistem sosial merupakan hasil dari hubungan antar individu yang membentuk struktur sosial yang stabil dan terorganisir. Dengan menggunakan pendekatan struktural-fungsional, sistem sosial dipahami sebagai bagian dari masyarakat yang beroperasi secara seimbang dan harmonis. Kedua sistem ini saling terhubung dan memiliki peran penting dalam membangun keteraturan, keseimbangan, dan integrasi dalam kehidupan sosial

    BalasHapus
  58. Sistem budaya dan sistem sosial merupakan dua aspek penting yang saling berhubungan dalam kehidupan masyarakat. Sistem budaya adalah bagian abstrak dari kebudayaan yang meliputi komponen seperti nilai, norma, gagasan, konsep, tema berpikir, dan keyakinan—umumnya tercermin dalam adat‑istiadat suatu masyarakat .
    Fungsi utamanya mencakup menjadi pedoman dan pendorong perilaku manusia sehari‑hari, membentuk pola berpikir bersama, serta menetapkan norma sosial tertinggi seperti hukum adat dan aturan sopan santun Sementara itu, sistem sosial adalah hasil stabilisasi hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan; dapat dilihat dari aktivitas nyata, tindakan dan interaksi antar individu dalam rangka kehidupan bermasyarakat Pandangan struktural‑fungsional memandang masyarakat sebagai kesatuan elemen yang saling memengaruhi, bergerak ke arah keseimbangan dinamis, dan menyesuaikan perubahan sosial sambil mempertahankan integrasi Hubungan antara kedua sistem ini bersifat timbal balik: budaya menyediakan kerangka nilai dan norma, sementara sosial menerapkan dan merealisasikan nilai tersebut melalui pola interaksi konkret dalam masyarakat.

    BalasHapus
  59. Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai

    Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda.
    Sedangkan Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. ( Drs. Robert.M.Z. Lawang)

    Selanjutnya Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup,
    yaitu sebagai berikut :
    a. Hakekat hidup
    b. Hakekat karya manusia
    c. Hekakt kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    d. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    e. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    BalasHapus
  60. Sistem budaya dan sistem sosial merupakan dua unsur penting yang saling berkaitan dalam membentuk tatanan kehidupan masyarakat. Sistem budaya mencakup seluruh nilai, norma, kebiasaan, kepercayaan, bahasa, seni, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ia berfungsi sebagai pedoman perilaku dan cara pandang masyarakat terhadap dunia sekitarnya. Sementara itu, sistem sosial merupakan struktur hubungan antarindividu dan kelompok dalam masyarakat, termasuk peran, status, dan institusi sosial seperti keluarga, pendidikan, agama, dan pemerintahan.

    Keduanya bekerja secara sinergis. Sistem budaya memberi makna dan arah pada interaksi sosial, sedangkan sistem sosial menjadi wadah untuk menjalankan dan mewariskan budaya tersebut. Misalnya, nilai-nilai budaya seperti gotong royong, sopan santun, dan rasa hormat tercermin dalam struktur sosial melalui peran dalam keluarga, komunitas, maupun institusi lainnya.

    Interaksi antara sistem budaya dan sistem sosial menciptakan stabilitas, identitas, serta kesinambungan dalam masyarakat. Ketika terjadi perubahan budaya, sistem sosial juga akan mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, memahami kedua sistem ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial, melestarikan warisan budaya, dan membangun masyarakat yang adaptif terhadap dinamika zaman.

    BalasHapus
  61. Sistem budaya merupakan bagian dari kebudayaan yang bersifat abstrak, mencakup nilai, norma, keyakinan, dan adat istiadat yang menjadi pedoman hidup masyarakat. Nilai budaya berfungsi sebagai dasar berpikir dan bertindak, serta membentuk pola perilaku individu dalam masyarakat. Sistem nilai ini terbentuk melalui proses panjang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai juga menjadi acuan dalam menentukan baik-buruknya suatu tindakan.

    Sementara itu, sistem sosial adalah bentuk nyata dari interaksi antarindividu yang didasarkan pada struktur sosial dan budaya yang ada. Sistem ini mencerminkan pola perilaku, status, peran sosial, serta hubungan antaranggota masyarakat. Pendekatan struktural-fungsional menjelaskan bahwa setiap bagian masyarakat saling bergantung dan harus seimbang agar tidak terjadi konflik sosial.

    Nilai, norma, dan moral saling berkaitan. Nilai adalah keyakinan dasar, norma adalah aturan yang bersumber dari nilai, dan moral adalah panduan etis tentang baik dan buruk. Dalam konteks kesehatan, nilai budaya juga memengaruhi cara pelayanan diberikan dan diterima. Misalnya, nilai ekonomi, estetika, solidaritas, kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan agama memainkan peran penting dalam praktik pelayanan kesehatan di masyarakat.

    BalasHapus

  62. Sistem Budaya
    Aspek abstrak: nilai, norma, adat.
    Fungsi: pedoman hidup & berpikir.

    Sistem Sosial
    Interaksi nyata antar individu berdasarkan budaya.
    Tujuan: keseimbangan & integrasi sosial.

    Nilai, Norma, Moral
    Nilai: hal penting dalam hidup.
    Norma: aturan perilaku.
    Moral: etika baik-buruk.

    Orientasi Nilai (Kluckhohn)
    1. Makna hidup
    2. Tujuan kerja
    3. Fokus waktu
    4. Hubungan dengan alam
    5. Relasi sosial

    Nilai Budaya & Kesehatan
    1. Ekonomi: biaya
    2. Estetis: kenyamanan
    3. Solidaritas: kerja sama
    4. Kuasa: struktur peran
    5. Teori: ilmu medis

    BalasHapus
  63. 1. Sistem Budaya
    Sistem budaya adalah keseluruhan nilai, norma, kepercayaan, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu masyarakat. Sistem ini menjadi pedoman hidup dan perilaku individu dalam masyarakat.

    a. Nilai, Norma, dan Moral
    * Nilai: Prinsip yang dianggap baik, benar, dan diidealkan oleh masyarakat.
    * Norma: Aturan yang berasal dari nilai, mengatur bagaimana seseorang harus bertindak.
    * Moral: Standar perilaku yang membedakan mana yang benar dan salah secara etis.

    b. Orientasi Nilai Budaya
    Menurut Koentjaraningrat (mengacu pada Kluckhohn), orientasi nilai budaya terdiri dari:

    * Hakikat hidup manusia (baik/buruk)
    * Hakikat karya manusia(produktivitas dan ekspresi)
    * Hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    * Relasi manusia dengan alam (menguasai, menyatu, harmonis)
    * Relasi manusia dengan sesamanya
    * Pandangan terhadap waktu (masa lalu, sekarang, masa depan)

    c. Unsur Kebudayaan
    Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki tujuh unsur:
    1. Bahasa
    2. Sistem pengetahuan
    3. Sistem kemasyarakatan
    4. Peralatan hidup dan teknologi
    5. Mata pencaharian hidup
    6. Kesenian
    7. Sistem religi

    d. Fungsi Sistem Nilai Budaya
    Sistem nilai budaya berfungsi sebagai:
    * Pedoman perilaku
    * Pengatur tata kehidupan
    * Identitas kelompok
    * Alat kontrol sosial

    e. Nilai Budaya dalam Konteks Kesehatan
    Dalam bidang kesehatan, terdapat nilai-nilai budaya yang memengaruhi perilaku dan pandangan masyarakat, misalnya:
    * Nilai ekonomi, estetis, solidaritas
    * Nilai kuasa (otoritas), nilai teori (ilmu pengetahuan), nilai religius

    2. Sistem Sosial
    Sistem sosial adalah jaringan hubungan antarindividu yang membentuk pola kehidupan bersama berdasarkan peran, status, dan aturan tertentu.
    a. Pendekatan Struktural-Fungsional
    Setiap unsur masyarakat (keluarga, agama, hukum, pendidikan) memiliki fungsi yang saling mendukung dan menjaga keseimbangan sosial.

    b. Hubungan Sosial dan Aktivitas
    Sistem sosial tercermin dalam interaksi sosial dan berbagai aktivitas manusia seperti upacara adat, kerja bakti, perayaan, dan kegiatan lainnya yang memperkuat kohesi sosial dan solidaritas.

    BalasHapus
  64. Khayla Nadhifa 1C Promkes
    Sistem budaya lebih dikenal sebagai adat istiadat. Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Salah satu fungsi dari sistem budaya adalah sebagai pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup. Hal ini berarti Adat istiadat dapat menjadi penentu dalam aturan kesehatan yang tersebar di suatu daerah.

    Sistem sosial terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. Sistem sosial menanggapi perubahan yang datang dari luar, dengan memelihara perubahan yang terjadi agar perubahannya terjadi secara minimal. Sistem sosial mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari suatu perubahan agar tidak merugikan khalayak umum. Salah satu contoh nilai hidup sosial adalah tradisionalisme. Hingga saat ini, masih banyak daerah yang menjunjung tinggi mitos dari nenek moyang mereka. Meskipun, cerita yang beredar merupakan hal yang salah.

    BalasHapus
  65. Sistem budaya dan sistem sosial memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan masyarakat. Sistem budaya mencakup nilai, norma, dan kepercayaan yang menjadi pedoman bagi cara berpikir dan bertindak manusia. Nilai dan norma inilah yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sistem sosial, yaitu pola interaksi dan hubungan antarindividu maupun kelompok di masyarakat. Kedua sistem ini saling memengaruhi dan saling memperkuat. Sistem budaya memberikan arah pada perilaku sosial, sedangkan sistem sosial menjadi sarana nyata untuk menjalankan dan menjaga nilai-nilai budaya. Pemahaman terhadap hubungan keduanya penting agar kita dapat melihat bagaimana suatu masyarakat terbentuk, berkembang, dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

    BalasHapus
  66. Sistem budaya dan sistem sosial merupakan dua hal yang saling terkait dalam membentuk tatanan kehidupan masyarakat. Budaya mencakup nilai, kepercayaan, dan adat istiadat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sementara itu, sistem sosial mengatur bagaimana individu menjalankan peran dan berinteraksi dalam masyarakat. Keduanya berjalan beriringan karena budaya memberi arah dan makna, sedangkan sistem sosial menjadi wadah pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat bagaimana kebiasaan, aturan tak tertulis, hingga struktur peran dalam masyarakat semuanya terbentuk dari interaksi keduanya. Ketika keduanya selaras, kehidupan sosial cenderung lebih stabil dan terarah. Tapi kalau salah satunya berubah terlalu cepat tanpa diimbangi yang lain, bisa muncul ketegangan atau bahkan gesekan sosial. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara warisan budaya dan dinamika sosial yang terus berkembang.

    BalasHapus
  67. Sistem budaya dan sistem sosial saling berkaitan, sistem budaya berisikan nilai-nilai dan norma yang memang sudah melekat dan menjadi pedoman serta pendorong timbulnya pola pikir bagi seluruh masyarakat di suatu daerah. Sedangkan sistem sosial merupakan pola hubungan antar-individu yang terdiri dari aktivitas, tindakan ataupun tingkah laku antar-individu di kehidupan lingkungan masyarakat. Jadi, keduanya sama-sama membentuk pola kehidupan (cara hidup) masyarakat.

    BalasHapus
  68. Hanun Zahra 1B_Promosi Kesehatan


    Kesimpulan

    1. Sistem budaya adalah ide dan nilai abstrak yang membentuk kerangka berpikir masyarakat.


    2. Sistem sosial adalah struktur nyata yang memungkinkan terjadinya implementasi nilai budaya melalui interaksi sosial.


    3. Keduanya saling berhubungan: nilai budaya mengatur sosial; sosial memperlihatkan budaya dalam praktik.


    4. Integrasi sistem sosial budaya yang sehat dapat tercapai lewat keseimbangan antara nilai-norma dan pola interaksi sosial.


    5. Dalam konteks Indonesia, sistem sosial budaya harus dijalankan sesuai nilai-nilai Pancasila sebagai bentuk identitas budaya bangsa.

    BalasHapus
  69. A. Sistem Budaya: Sistem budaya terdiri dari komponen-komponen budaya yang mencakup unsur-unsur universal, aktivitas budaya, kompleks sifat, dan ciri-ciri budaya. Ini mencakup pikiran, gagasan, dan keyakinan yang membentuk adat-istiadat dalam masyarakat. Adat-istiadat mencerminkan sistem nilai dan norma yang mengatur perilaku manusia. Fungsi sistem nilai budaya meliputi pedoman perilaku, mendorong pola pikir, dan menjadi acuan tata kelakuan. Contoh nilai budaya yang menghambat pembangunan kesehatan adalah pandangan yang meremehkan perencanaan masa depan.

    B. Sistem Sosial: Sistem sosial adalah hasil interaksi antara struktur sosial dan budaya, mencakup aktivitas dan perilaku individu dalam masyarakat. Pendekatan struktural-fungsional melihat masyarakat sebagai sistem yang terintegrasi, berusaha mencapai keseimbangan meskipun tidak sempurna. Asumsi dasar pendekatan ini mencakup hubungan saling mempengaruhi antar bagian, respons terhadap perubahan, dan penyesuaian ketegangan untuk integrasi sosial.

    Konsep Nilai dan Orientasi Nilai: Konsep nilai menggambarkan apa yang dianggap berharga dan mempengaruhi perilaku sosial. Koentjaraningrat mengidentifikasi lima masalah hidup yang berkaitan dengan sistem nilai budaya, yaitu hakekat hidup, karya manusia, kedudukan manusia, hubungan dengan alam, dan hubungan antar manusia. Kerangka Kluckhon menjelaskan orientasi nilai budaya berdasarkan persepsi terhadap hidup, karya, waktu, hubungan dengan alam, dan hubungan antar manusia.

    Ciri-ciri dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sistem Nilai Budaya: Nilai-nilai dapat bersifat internal dan dominan, mempengaruhi pilihan tindakan sehari-hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem nilai budaya meliputi pola sikap, pola tindakan, dan artefak budaya. Perbedaan antara nilai, norma, dan moral juga dijelaskan, di mana norma berfungsi sebagai patokan perilaku dalam kelompok.

    Pandangan Masyarakat terhadap Individu dan Keluarga: Norma dalam masyarakat dibagi menjadi adat asli, syariah, dan norma negara. Setiap norma memiliki fokus yang berbeda, baik pada individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

    Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan: Pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, seperti nilai ekonomi, estetis, solidaritas, kuasa, teori, dan agama. Setiap nilai berperan dalam menentukan cara pelayanan kesehatan dilakukan, baik dari segi biaya, lingkungan, interaksi sosial, maupun aspek spiritual.

    BalasHapus
  70. Kesimpulan: Sistem Budaya dan Sistem Sosial

    Sistem budaya adalah bagian abstrak dari kebudayaan yang mencakup nilai-nilai, norma, kepercayaan, konsep, dan adat istiadat. Sistem ini berfungsi sebagai pedoman berpikir dan berperilaku dalam kehidupan masyarakat.

    Sistem sosial merupakan wujud konkret dari hubungan sosial antarindividu yang terbentuk melalui struktur sosial dan dipengaruhi oleh sistem budaya. Sistem ini mencakup pola interaksi dan perilaku masyarakat.

    Kedua sistem tersebut saling berkaitan dan membentuk hubungan yang sinergis. Sistem budaya memberi arahan, sementara sistem sosial menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui pendekatan struktural-fungsional, masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerja untuk menjaga keseimbangan sosial.

    Nilai dan orientasi budaya menjadi dasar dalam mengarahkan pola hidup masyarakat, termasuk dalam hal bekerja, bersosialisasi, dan berhubungan dengan alam maupun sesama manusia.

    Pemahaman terhadap sistem budaya dan sistem sosial sangat penting terutama dalam bidang pelayanan sosial, karena dapat membantu menyesuaikan pendekatan agar sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

    BalasHapus
  71. A. Sistem Budaya

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan.
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.

    B. Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.

    C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem nilai budaya di masyarakat :
    a. pola bersikap
    b. pola bertindak dan kelakuan
    C. pola sarana benda benda

    BalasHapus
  72. kesimpulan tentang Sistem Budaya dan Sistem Sosial:

    Sistem Budaya

    - Merupakan komponen abstrak dari kebudayaan yang terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan.
    - Berisi sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
    - Fungsi sistem nilai budaya adalah sebagai pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup, mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir, dan sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi.

    Sistem Sosial

    - Merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    - Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar-individu dalam rangka kehidupan masyarakat.
    - Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan.

    Konsep Nilai dan Sistem Nilai

    - Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, dan mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
    - Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup.

    Orientasi Nilai Budaya

    - Lima masalah hidup yang menentukan orientasi nilai budaya adalah:
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya

    Dengan memahami sistem budaya dan sistem sosial, kita dapat lebih baik dalam memahami perilaku dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

    BalasHapus
  73. Kebudayaan merupakan sistem yang terdiri dari berbagai komponen seperti unsur universal budaya, aktivitas budaya, kompleks ciri, dan ciri-ciri tertentu. Sistem sosial adalah hasil stabilisasi interaksi antara struktur sosial dan sistem kebudayaan, yang mencakup tindakan dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Koentjaraningrat mengidentifikasi lima aspek penting dalam kehidupan manusia, yaitu hakekat hidup, karya manusia, kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan antar sesama manusia. Kerangka Kluckhon juga menyoroti orientasi manusia dalam lima dimensi, seperti orientasi terhadap sifat manusia, aktivitas, waktu, alam, dan relasi sosial. Di masyarakat terdapat tiga golongan norma yang mengatur perilaku manusia, yaitu norma adat asli, norma syariah, dan sistem norma lainnya yang berlaku secara sosial. Semua elemen ini saling berhubungan dalam membentuk kehidupan masyarakat yang teratur dan bermakna.

    BalasHapus
  74. *Sistem Budaya
    sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb.
    *Sistem Sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Asumsi dasar dari pendekatan struktural fungsional adalah :
    Masyarakat harus dilihat sebagai suatu sistem dari suatu sistem daripada bagian-bagian yang salaing berhubungan satu sama lain.

    BalasHapus
  75. Sistem budaya dan sistem sosial saling berkaitan dan sama-sama penting dalam kehidupan masyarakat. Sistem budaya berisi nilai-nilai, ide, kepercayaan, dan aturan yang dijadikan pedoman hidup, sedangkan sistem sosial adalah pola-pola hubungan antarindividu dalam masyarakat. Budaya memengaruhi cara kita berperilaku, sementara sistem sosial mengatur bagaimana kita berinteraksi satu sama lain. Kedua sistem ini tidak bisa dipisahkan, karena budaya membentuk aturan dalam masyarakat, dan sistem sosial menjalankan aturan itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, keduanya berperan besar dalam menjaga keteraturan dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.

    BalasHapus
  76. Nama : Diranti Meliaputri Pratiwi
    Kelas / Prodi : 1B / D4 Promosi Kesehatan


    - Pengertian Sistem Sosial
    Sistem sosial merupakan jaringan hubungan antar individu dalam suatu masyarakat yang membentuk struktur sosial dan peran sosial. Sistem ini bersifat dinamis, karena selalu berubah sesuai interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus.

    - Sistem sosial terdiri dari:
    1. Peran sosial (role)
    2. Status sosial
    3. Norma sosial
    4. Lembaga sosial

    - Fungsi utama sistem sosial adalah untuk menciptakan keteraturan dalam kehidupan sosial, serta mengatur bagaimana individu berperilaku di dalam masyarakat.

    - Pengertian Sistem Budaya
    Sistem budaya adalah keseluruhan nilai, keyakinan, pengetahuan, dan norma yang dimiliki oleh suatu masyarakat, serta diwariskan dari generasi ke generasi.

    - Sistem budaya mencakup:
    1. Bahasa
    2. Kepercayaan
    3. Nilai moral
    4. Adat istiadat
    5. Simbol-simbol budaya
    Sistem budaya menjadi pedoman hidup dan penentu identitas masyarakat.

    - Hubungan Sistem Budaya dan Sistem Sosial
    Sistem budaya dan sistem sosial saling berkaitan erat:
    1. Sistem budaya memberikan pedoman nilai dan norma bagi sistem sosial.
    2. Sistem sosial mengaktualisasikan nilai-nilai budaya melalui interaksi dan lembaga sosial.
    Contohnya: Norma berpakaian yang berasal dari budaya diimplementasikan dalam perilaku sosial sehari-hari.

    - Keduanya dalam Kehidupan Masyarakat
    1. Sistem sosial mencerminkan struktur dan perilaku masyarakat.
    2. Sistem budaya mencerminkan isi pikiran dan pandangan hidup masyarakat.
    Keduanya sangat penting untuk menjaga keseimbangan sosial dan kelangsungan hidup bersama.

    BalasHapus
  77. Sistem budaya merupakan bagian abstrak dari kebudayaan yang mencakup nilai-nilai, gagasan, dan adat-istiadat yang menjadi pedoman perilaku dalam masyarakat. Sistem ini berfungsi sebagai arah, dorongan berpikir, dan acuan etika sosial. Sementara itu, sistem sosial adalah wujud konkret dari interaksi manusia dalam masyarakat yang dibentuk oleh hubungan antara struktur sosial dan budaya. Keduanya saling terkait dan berperan menjaga keseimbangan sosial. Nilai adalah konsep penting dalam kebudayaan yang menentukan apa yang dianggap baik, penting, dan layak dalam kehidupan. Sistem nilai budaya mencerminkan pandangan masyarakat terhadap berbagai aspek kehidupan seperti makna hidup, karya, ruang-waktu, alam, dan hubungan antar manusia.

    BalasHapus
  78. Kebudayaan adalah suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Sistem sosial merupakan sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    BalasHapus
  79. 1B_Naufa Asma Mahfuzhoh (D-IV Promosi kesehatan)
    Sistem budaya merupakan bagian penting dari kebudayaan yang dikenal sebagai adat-istiadat. Nilai-nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup, mendorong pola pikir, dan menjadi sistem aturan tertinggi dalam masyarakat. Sistem sosial sendiri adalah hasil dari hubungan antara struktur sosial dan kebudayaan yang telah terbentuk secara stabil.

    Nilai budaya memengaruhi perilaku sosial manusia dan berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti hakekat hidup, karya manusia, hubungan dengan alam, waktu, dan sesama. Kluckhohn menambahkan bahwa orientasi budaya dapat dilihat dari cara pandang terhadap sifat manusia, aktivitas, waktu, alam, dan hubungan sosial. Nilai-nilai ini dibentuk oleh pola berpikir, pola bertindak, serta benda-benda budaya yang ada di masyarakat.

    Dalam kehidupan sosial, penting membedakan nilai, norma, dan moral. Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan penting, norma merupakan aturan perilaku dalam kelompok, dan moral adalah aturan etika yang sering menjadi kebiasaan. Pandangan moral masyarakat bisa bersumber dari adat, syariah, atau norma negara. Dalam pelayanan kesehatan, nilai-nilai budaya seperti ekonomi, estetika, solidaritas, kekuasaan, materi, dan agama juga turut memengaruhi sikap dan penerimaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

    BalasHapus
  80. Kebudayaan merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen. Di dalamnya, kita bisa mengidentifikasi unsur-unsur budaya yang bersifat universal (cultural universals), kegiatan-kegiatan budaya (cultural activities), kumpulan kebiasaan atau kompleks unsur budaya (trait complexes), serta unsur-unsur budaya yang lebih sederhana (traits).

    Sementara itu, sistem sosial adalah struktur yang terbentuk dari hasil interaksi antara sistem budaya dan struktur sosial. Sistem ini mencerminkan berbagai tindakan, perilaku, serta pola interaksi antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat yang telah mengalami proses penyesuaian sehingga stabil.

    Menurut Koentjaraningrat, dalam menjalani kehidupan, manusia akan selalu dihadapkan pada lima persoalan pokok, yaitu:

    1. Makna dan tujuan hidup,


    2. Hasil cipta dan karya manusia,


    3. Posisi manusia dalam dimensi ruang dan waktu,


    4. Hubungan manusia dengan lingkungan alamnya,


    5. Relasi manusia dengan sesama.



    Sementara itu, kerangka berpikir Kluckhohn mengelompokkan orientasi nilai budaya ke dalam lima kategori, yaitu:

    1. Pandangan terhadap sifat dasar manusia (human nature orientation),


    2. Orientasi terhadap kegiatan hidup (activity orientation),


    3. Persepsi terhadap waktu (time orientation),


    4. Hubungan manusia dengan alam (man-nature orientation),


    5. Pola hubungan antarindividu dalam masyarakat (relational orientation).



    Dalam kehidupan sosial, terdapat tiga jenis norma utama yang berkembang di masyarakat, yaitu: a. Norma adat yang berasal dari tradisi lokal, b. Norma keagamaan atau syariat, c. Sistem norma sosial yang bersifat umum dan berlaku dalam interaksi sosial sehari-hari.

    BalasHapus
  81. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Sistem sosial

    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).

    BalasHapus
  82. Nayla Awwalul Magfiroh
    1B Promosi Kesehatan

    A. Sistem Budaya :

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.
    Adat – istiadat : ada sistem nilai budayanya, sistem normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam berbagai macam norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat. ( Pranata : sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.)

    B. Sistem sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).
    Pendekatan struktural-fungsional memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan, sehingga sering disebut pula pendekatan tertib sosial, pendekatan integrasi atau pendekatan keseimbangan.

    BalasHapus
  83. 1. Sistem Budaya
    • Sistem budaya merupakan bagian abstrak dari kebudayaan, mencakup :
    - Pikiran, gagasan, keyakinan, norma, nilai, adat-istiadat.
    - Adat-istiadat mengandung sistem nilai dan norma yang berhubungan dengan pranata sosial (aturan aktivitas masyarakat) dan lembaga/institut (pelaksana aktivitas).
    - Fungsi sistem nilai budaya :
    1. Pedoman dan pendorong perilaku manusia.
    2. Mendorong pola berpikir.
    3. Sistem tata kelakuan tertinggi (di atas hukum adat, sopan santun, dll).
    - Contoh nilai budaya yang menghambat kemajuan: orientasi masa lalu tanpa inovasi masa depan (misalnya dalam program kesehatan).

    2. Sistem Sosial
    - Merupakan sistem stabil dari hasil hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    - Lebih konkret dari sistem budaya, berisi tindakan dan interaksi antarindividu.
    - Didekati dengan pendekatan struktural-fungsional, yang memandang masyarakat sebagai sistem fungsional yang seimbang.

    Asumsi dasar pendekatan struktural-fungsional :
    1. Masyarakat = sistem dari bagian-bagian yang saling berhubungan.
    2. Hubungan antarbagian bersifat timbal balik.
    3. Bergerak ke arah keseimbangan dinamis.
    4. Mengarah pada integrasi sosial melalui penyesuaian ketegangan dan institusionalisasi.

    3. Konsep Nilai, Sistem Nilai, dan Orientasi Nilai
    - Konsep adalah lambang dari kesamaan dalam gejala berbeda.
    - Nilai (value) adalah keyakinan tentang apa yang dianggap penting dan memengaruhi perilaku sosial.
    Menurut Koentjaraningrat, sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi dalam pikiran masyarakat mengenai hal-hal yang sangat bernilai dalam hidup.

    Lima masalah hidup menurut Kluckhohn :
    1. Hakikat hidup (buruk, baik, harus diperbaiki).
    2. Hakikat karya (untuk hidup, kedudukan, menambah karya).
    3. Hakikat waktu (masa lalu, kini, depan).
    4. Hubungan manusia dengan alam (tunduk, selaras, menguasai).
    5. Hubungan manusia dengan sesama (tokoh atas, gotong royong, individualis).

    Contoh dalam bidang kesehatan :
    - Bidan yang hanya melihat masa lalu → berorientasi masa lalu.
    - Bidan yang melakukan inovasi → berorientasi masa depan.
    - Persepsi terhadap lingkungan dan penyakit bisa berbeda berdasarkan orientasi manusia-alam.

    4. Contoh Nilai-Nilai Hidup
    1. Rasionalisme : segala tindakan harus masuk akal.
    2. Tradisionalisme : teguh memegang kebiasaan nenek moyang.
    3. Keberhasilan/Prestasi : memicu penghargaan dan iri.
    4. Individualisme : kebebasan pribadi, tanggung jawab individu atas keputusan.

    5. Ciri-Ciri Nilai
    1. Nilai yang tercernakan (internalized) :
    - Menjadi bagian dari hati nurani.
    - Melindungi diri dari konflik sosial.
    2. Nilai yang dominan :
    Terlihat dari pilihan-pilihan utama masyarakat.
    Kriteria menurut Williams:
    a. Luas ruang lingkup.
    b. Lama pengaruhnya.
    c. Gigih diperjuangkan.
    d. Prestise pembawanya.

    6. Faktor yang Mempengaruhi Sistem Nilai Budaya
    1. Pola bersikap (ideas) : ide, nilai, norma (jiwa budaya).
    2. Pola bertindak (activities) : aktivitas masyarakat (organisasi).
    3. Pola sarana benda (artifacts) : hasil karya fisik manusia (teknologi).

    7. Perbedaan Nilai, Norma, dan Moral
    • Nilai : ukuran atau standar dalam memilih perilaku.
    • Norma : aturan sosial yang mengikat dengan sanksi.
    • Moral :
    - Moral umum: sopan santun, janji, tolong menolong.
    - Moral kepedulian : etika sosial dan rasa keadilan.
    Menurut Plato, moral adalah alat kekuasaan bagi yang kuat.

    8. Norma Sosial di Masyarakat Indonesia
    1. Adat asli : norma warisan nenek moyang, berbasis kolektif.
    2. Syariah : norma dari agama Islam, lebih menekankan individu.
    3. Norma negara : dari UUD 1945 dan produk hukum pemerintah.

    BalasHapus
  84. 1. Pengertian Sistem Budaya
    Sistem budaya adalah bagian abstrak dari kebudayaan, terdiri atas gagasan, ide, nilai, norma, dan kepercayaan yang hidup dalam masyarakat
    Berfungsi sebagai pedoman dan pendorong perilaku manusia, serta membentuk cara berpikir dan pola mental dalam kehidupan masyarakat
    2. Pengertian Sistem Sosial
    Sistem sosial adalah hasil stabilisasi dari interaksi antara struktur sosial dan sistem kebudayaan
    Ia mencakup aktivitas manusia, interaksi sosial, norma, status, peran—semuanya berbentuk nyata dan dapat diamati
    3. Relasi Antar-Keduanya
    Sistem budaya dan sistem sosial saling berkaitan dan membentuk keseimbangan sosial; nilai-nilai budaya mengarahkan perilaku sosial, dan sistem sosial merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Misalnya: norma berpakaian atau gotong royong di masyarakat yang berasal dari nilai budaya lalu diwujudkan melalui struktur pergaulan sosial.
    4. Fungsi Sistem Nilai Budaya
    Ada lima dimensi nilai budaya yang sering dikaji:
    1. Hakikat hidup
    2. Hakikat karya manusia
    3. Kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    4. Hubungan manusia dengan alam
    5. Hubungan manusia dengan sesamanya.
    5. Ciri Sistem Sosial Budaya (secara sistematis)
    Menurut pendekatan sistem (seperti dari Sulaeman atau Gillin & Gillin), suatu sistem sosial budaya dapat dilihat melalui:
    Fungsi, unit, batasan, struktur, lingkungan
    Proses, masukan, keluaran, pertukaran, dan hubungan antar unsur

    BalasHapus
  85. Maria Florensia Christine 1B
    Kebudayaan terdiri dari berbagai komponen, termasuk unsur budaya universal, aktivitas budaya, kompleks unsur budaya, dan unsur-unsur budaya (traits). Komponen budaya ini bersifat abstrak, mencakup gagasan, konsep, tema berpikir, dan keyakinan. Dalam konteks Indonesia, sistem budaya ini dikenal sebagai adat-istiadat, yang mencakup sistem nilai dan norma, serta diorganisasi melalui pranata sosial dan lembaga yang menjalankannya.

    Sistem nilai budaya memiliki fungsi penting, yaitu sebagai pedoman dan motivasi perilaku manusia, membentuk pola pikir masyarakat, serta menjadi sistem perilaku tertinggi dibanding aturan sosial lainnya. Namun, beberapa nilai budaya juga bisa menjadi hambatan, seperti pandangan sempit terhadap perencanaan masa depan dalam bidang kesehatan. Nilai budaya yang terlalu menitikberatkan pada kejayaan masa lalu tanpa memahami dan merencanakan masa depan dapat menghambat kemajuan, khususnya dalam pembangunan.

    BalasHapus
  86. 1. Sistem Budaya
    Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang bersifat abstrak, meliputi gagasan, ide, nilai, dan kepercayaan. Dalam konteks Indonesia, sering disebut sebagai adat-istiadat, yang mencakup:
    •Nilai budaya
    •Norma
    •Pranata sosial

    Fungsi Sistem Nilai Budaya:
    1. Menjadi pedoman dan pendorong perilaku manusia.
    2. Mendorong pola berpikir masyarakat.
    3. Menjadi sistem tata kelakuan tertinggi (di atas hukum, sopan santun, dll.).
    Contoh hambatan nilai budaya terhadap kesehatan: hanya fokus pada keberhasilan masa lalu dan mengabaikan perencanaan ke depan.


    2. Sistem Sosial
    Sistem sosial adalah hasil hubungan antara struktur sosial dan kebudayaan, lebih konkret dari sistem budaya karena berwujud tindakan manusia dalam masyarakat.

    Ciri-ciri sistem sosial:
    •Terintegrasi secara fungsional.
    •Berorientasi pada keseimbangan sosial.
    •Saling mempengaruhi antar bagian masyarakat.
    •Mengarah pada integrasi sosial melalui penyesuaian dan institusionalisasi.

    3. Konsep Nilai, Sistem Nilai, dan Orientasi Nilai
    Konsep Nilai: Pandangan tentang apa yang dianggap penting dan berharga dalam hidup.
    Koentjaraningrat menyebut 5 masalah hidup sebagai dasar sistem nilai budaya: a. Hakikat hidup
    b. Hakikat karya
    c. Hakikat kedudukan manusia dalam ruang & waktu
    d. Hakikat hubungan manusia dengan alam
    e. Hakikat hubungan manusia dengan sesama


    4. Kerangka Kluckhohn (Orientasi Nilai Budaya)
    Menjelaskan bagaimana budaya mengarahkan pemikiran masyarakat dalam lima aspek kehidupan:
    1. Hakikat hidup: baik, buruk, atau perlu diperbaiki
    2. Aktivitas (karya): untuk hidup, status, atau pengembangan diri
    3. Waktu: masa lalu, kini, atau masa depan
    4. Hubungan manusia-alam: tunduk, selaras, atau menguasai
    5. Relasi antar manusia: individualis, kolektif, atau hirarkis


    5. Contoh Nilai-Nilai Budaya:
    1. Rasionalisme – segala sesuatu harus logis dan masuk akal.
    2. Tradisionalisme – mempertahankan kebiasaan leluhur.
    3. Prestasi – nilai yang menghargai keberhasilan.
    4. Individualisme – kebebasan dan tanggung jawab pribadi.


    6. Ciri-Ciri Nilai Budaya
    •Internalized values: Nilai yang tertanam kuat dalam diri seseorang.
    •Nilai dominan: Nilai yang dianggap paling penting dalam kehidupan masyarakat.
    •Menurut Williams, nilai dominan ditentukan oleh:
    -Luasnya pengaruh
    -Lamanya bertahan
    -Intensitas perjuangan atas nilai tersebut
    -Prestise pembawa nilai


    7. Faktor-Faktor Pembentuk Sistem Nilai Budaya:
    a. Ide/gagasan – pola berpikir masyarakat
    b. Tindakan/aktivitas – perilaku masyarakat
    c. Artefak – benda hasil budaya manusia


    8. Perbedaan Nilai, Norma, dan Moral:
    Nilai: Panduan umum mengenai hal yang dianggap penting.
    Norma: Aturan konkret yang mengatur perilaku; pelanggar akan dikenai sanksi.
    Moral: Aturan tingkah laku berdasarkan etika dan keadilan.


    9. Tiga Jenis Norma Sosial di Masyarakat:
    1. Adat asli – berasal dari kebiasaan lokal
    2. Syariah – berasal dari ajaran agama
    3. Norma negara – berdasarkan hukum dan konstitusi

    BalasHapus
  87. Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Fungsi dari budaya itu sendiri adalah untuk sebagai pedoman dan pendorong dalam kehidupan manusia, dapat membawa pola-pola cara berpikir dengan baik, dan juga sebagai sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain.
    Sementara sistem sosial adalah sistem yang merupakan hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan. Sistem sosial ini terdiri dari beberapa aktivitas seperti interaksi antar individu dalam rangka kehidupan masyarakat.

    BalasHapus
  88. Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya yang mendukung keberhasilan proses penyembuhan dan kesejahteraan pasien. Nilai ekonomi tercermin dari kebutuhan akan biaya dan imbalan jasa dalam mendapatkan layanan kesehatan. Nilai estetis terlihat dari pentingnya kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan yang menunjang proses penyembuhan secara emosional. Nilai solidaritas tampak dalam kerja sama antara tenaga kesehatan dengan pasien, keluarga, dan pihak terkait lainnya.

    Selain itu, nilai kuasa tercermin dari struktur dan peran yang berbeda dalam organisasi pelayanan kesehatan, seperti dokter, perawat, dan bidan. Nilai teori menekankan pentingnya pengetahuan dan pendidikan profesi dalam menjalankan praktik kesehatan secara profesional. Sementara itu, nilai agama memberikan makna spiritual terhadap pelayanan kesehatan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama manusia.

    Dengan demikian, pelayanan kesehatan yang efektif dan bermakna harus mempertimbangkan keseluruhan nilai-nilai budaya tersebut agar tercipta pelayanan yang holistik, manusiawi, dan beretika.

    BalasHapus
  89. SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL

    Sistem Budaya :
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan-keyakinan. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Sistem sosial:
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).

    BalasHapus
  90. a. Sistem Budaya :

    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Fungsi dari sistem nilai budaya adalah :
    1. Pedoman dan pendorong kelakuan manusia dalam hidup;
    2. Mendorong timbulnya pola-pola cara berpikir
    3. Sebagai salah satu sistem tata kelakuan yang tertinggi diantara yang lain, seperti hukum adat, aturan sopan santun, dsb. b. Sistem sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.Asumsi dasar dari pendekatan struktural fungsional adalah :
    1. Masyarakat harus dilihat sebagai suatu sistem dari suatu sistem daripada bagian-bagian yang salaing berhubungan satu sama lain.
    2. Hubungan antara setiap bagian adalah bersifat saling mempengaruhi dan timbal balik
    3. Sistem sosial cenderung bergerak ke arah keseimbangan yang bersifat dinamis, artinya menanggapi perubahan-perubahan yang datang dari luar dengan memelihara perubahan yang terjadi agar perubahannya terjadi secara minimal. Meskipun menyadari bahwa integrasi sosial tidak mungkin tercapai secara sempurna.
    4. Sistem sosial selalu mengarah ke integrasi sosial, melalui penyesuian ketegangan – ketegangan dan proses institusionalisasi.
    Konsep Nilai, Sistem nilai dan Orientasi Nilai
    Konsep adalah suatu kata atau lambang yang luar biasa pentingnya, menggambarkan kesamaan-kesamaan dalam berbagai gejala yang berbeda.
    Sedangkan Konsep nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.Selanjutnya Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, dimana semua sistim nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah, yaitu sebagai berikut :
    a. Hakekat hidup
    b. Hakekat karya manusia
    c. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    d. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    e. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    BalasHapus
  91. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang selalu di lakukan secara turun temurun yang berkaitan dengan suatu hal tertentu

    Sedangkan nilai adalah suatu aturan yang berlaku di masyarakat tertentu
    Contoh nilai-nilai hidup :
    1) Rasionalisme (harus masuk akal) adalah ; Berdasarkan segi praktis dari ilmu pengetahuan, contohnya : Untuk mendapatkan hasil padi sebanyak-banyaknya maka persawahan padi harus dipupuk.
    2) Tradisionalisme ( memegang teguh kebiasaan ) yaitu melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh nenek moyang, yang dianggap baik oleh sebagian golongan. Contoh : sebagian ibu-ibu setelah melahirkan minum ramuan jamu-jamuan

    BalasHapus
  92. Sistem Budaya dan Sistem Sosial
    Sistem budaya dan sistem sosial adalah dua konsep inti dalam ilmu sosial yang, meskipun berbeda, saling terkait erat dan tak terpisahkan dalam membentuk realitas kehidupan manusia bermasyarakat. Keduanya bekerja sama untuk menciptakan struktur, makna, dan keberlangsungan sebuah komunitas atau masyarakat.

    BalasHapus
  93. Sistem budaya adalah suatu sistem berisi gagasan, konsep atau keyakinan yang dimana terdapat budaya yaitu adat istiadat yang telah menjadi kebiasaan suatu masyarakat. Dalam hidup berbudaya tentunya nilai dan norma tetap dibutuhkan. Selain itu, sistem sosial yaitu keseimbangan interaksi antara individu dan masyarakat dalam kehidupan, sehingga sistem sosial juga dibutuhkan dalam kehidupan berbudaya dan bermasyarakat.

    BalasHapus
  94. Sistem Budaya
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits. Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut Adat-Istiadat.

    Sistem Sosial
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).

    BalasHapus
  95. A. Sistem Budaya
    Pengertian: Sistem budaya adalah bagian abstrak dari kebudayaan, mencakup pikiran, gagasan, nilai, dan keyakinan—dikenal juga sebagai adat-istiadat.
    Komponen: Cultural universal, culture activities, trait complexes, traits.
    Fungsi Sistem Nilai Budaya:
    Pedoman dan pendorong perilaku manusia.
    Mendorong pola berpikir.
    Sistem tata kelakuan tertinggi (seperti hukum adat, sopan santun, dsb).
    Contoh nilai budaya yang menghambat: Seorang bidan hanya fokus pada masa lalu, tanpa inovasi untuk masa depan.
    B. Sistem Sosial
    Pengertian: Sistem hasil hubungan struktur sosial dan budaya, berupa aktivitas manusia yang konkret (interaksi sosial).
    Pendekatan Struktural-Fungsional:
    Masyarakat sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian saling terkait.
    Hubungan antar bagian bersifat timbal balik.
    Sistem sosial menjaga keseimbangan dinamis.
    Bertujuan pada integrasi sosial.
    C. Nilai, Sistem Nilai, dan Orientasi Nilai
    Konsep Nilai (R.M.Z. Lawang): Gambaran mengenai hal-hal yang dianggap baik, pantas, berharga.
    Koentjaraningrat: Sistem nilai budaya hidup dalam pikiran masyarakat sebagai pedoman utama.
    Lima Masalah Hidup dalam Orientasi Nilai Budaya (Kluckhon):
    Masalah Hidup Nilai Orientasi
    Hakikat hidup Hidup itu baik, buruk, atau buruk tapi bisa diperbaiki
    Hakikat karya Untuk hidup, kedudukan, atau menambah karya
    Kedudukan dalam ruang & waktu Masa lalu, masa kini, masa depan
    Hubungan manusia & alam Tunduk, selaras, atau menguasai alam
    Hubungan antar manusia Tokoh atas, gotong royong, atau individualis
    D. Contoh Nilai Hidup:
    Rasionalisme: Mengutamakan akal/logika (contoh: pemupukan padi).
    Tradisionalisme: Mengikuti kebiasaan leluhur (contoh: jamu pasca melahirkan).
    Prestasi/Keberhasilan: Pencapaian yang diakui masyarakat.
    Individualisme: Kemandirian dan tanggung jawab pribadi.
    E. Ciri-ciri Nilai
    Internalized Values: Nilai yang membentuk hati nurani.
    Nilai Dominan (menurut Williams):
    Ruang lingkup luas
    Lama berpengaruh
    Intensitas diperjuangkan
    Prestise pembawa nilai
    F. Faktor yang Mempengaruhi Sistem Nilai Budaya:
    Pola ide (ideas): gagasan, norma, jiwa budaya.
    Pola aktivitas: tindakan sosial masyarakat.
    Pola artefak: benda/karya fisik manusia.
    G. Perbedaan Nilai, Norma, dan Moral
    Aspek Penjelasan
    Nilai Standar untuk menentukan sesuatu yang dianggap baik/berharga
    Norma Aturan sosial yang mengatur perilaku individu dalam kelompok
    Moral Panduan etika dan kebiasaan yang berkembang untuk menentukan benar/salah
    Jenis Moralitas:
    Moralitas umum (janji, menghargai orang lain)
    Moralitas kepedulian (perspektif keadilan)
    H. Pandangan Masyarakat terhadap Individu, Keluarga, dan Norma Sosial
    Adat asli: Pedoman warisan lokal.
    Syariah: Norma berdasarkan ajaran Islam (lebih individual).
    Norma negara: Berdasarkan UUD 1945 dan peraturan pemerintah.
    I. Nilai Budaya & Pelayanan Kesehatan (Menurut Sutan Takdir Alisyahbana)
    No Nilai Budaya Kaitan dengan Pelayanan Kesehatan
    1 Ekonomi Layanan medis membutuhkan biaya.
    2 Estetis Lingkungan nyaman bantu penyembuhan.
    3 Solidaritas Kerja sama antara bidan, pasien, dll.
    4 Kuasa Ada struktur peran dan kekuasaan.
    5 Teori Praktik berdasarkan ilmu pengetahuan.
    6 Agama Pelayanan dilihat sebagai ibadah.

    BalasHapus
  96. 1. Sistem Budaya
    Merupakan nilai, norma, kepercayaan, dan pengetahuan yang diwariskan sebagai pedoman hidup masyarakat.
    a. Nilai, Norma, Moral:
    Nilai: Prinsip ideal.
    Norma: Aturan perilaku.
    Moral: Ukuran etis benar/salah.
    b. Orientasi Nilai Budaya (Koentjaraningrat & Kluckhohn):

    Hakikat hidup, karya, waktu, alam, hubungan sosial, dan pandangan waktu.


    c. 7 Unsur Kebudayaan:
    1. Bahasa

    2. Pengetahuan

    3. Sistem sosial

    4. Teknologi

    5. Mata pencaharian

    6. Kesenian

    7. Religi

    d. Fungsi Sistem Nilai Budaya:

    Pedoman hidup, identitas, pengatur sosial, kontrol sosial.

    e. Nilai Budaya dalam Kesehatan:

    Mencakup nilai ekonomi, estetis, solidaritas, kuasa, teori, dan religius.

    2. Sistem Sosial

    Jaringan hubungan antarindividu dalam masyarakat berdasar peran, status, dan aturan.

    a. Pendekatan Struktural-Fungsional:

    Tiap unsur masyarakat saling mendukung demi keseimbangan sosial.

    b. Aktivitas Sosial:

    Tercermin dalam interaksi seperti upacara, kerja bakti, dan perayaan yang memperkuat solidaritas.

    BalasHapus
  97. Sistem budaya dan sistem sosial membentuk perilaku dan nilai-nilai masyarakat. Nilai budaya mempengaruhi perilaku sosial dan keputusan individu. Memahami nilai budaya penting dalam pelayanan kesehatan, seperti nilai ekonomi, estetis, solidaritas, kuasa, teori, dan agama. Nilai budaya harus dihargai dan dipahami dalam konteks pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan.

    BalasHapus
  98. Sistem Budaya :
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.

    Sistem sosial:
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat.

    sistem nilai dari semua kebudayaan :
    1. Hakekat hidup
    2. Hakekat karya manusia
    3. Hakekat kedudukan manusia dlm ruang dan waktu
    4. Hakekat manusia dengan alam sekitar nya
    5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya
    Faktor - faktor yg mempengaruhi sistem nilai budaya di masyarakat:
    a. Pola bersikap
    b. Pola bertindak/kelakuan
    c. Pola sarana benda-benda
    Nilai budaya dan pelayanan kesehatan :
    a. Nilai ekonomi
    b. Nilai solidaritas
    c. Nilai kuasa
    d. Teori
    e. Agama

    BalasHapus
  99. Sistem Budaya :
    Kebudayaan sebagai suatu sistem berisi komponen-komponen budaya. Komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur cultural universal, culture activities, trait komplexes, traits.

    Sistem Sosial :
    Suatu sistem yang sudah distabilisasikan dan merupakan hasil dari hubungan antara struktur sosial dan sistem kebudayaan.
    Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dan tingkah laku berinteraksi antar – individu dalam rangka kehidupan masyarakat. ( Lebih konkret dan nyata dari sistem budaya).

    Koentjaraningrat menunjukkan 5 masalah hidup, dimana semua sistim nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah, yaitu sebagai berikut :
    a. Hakekat hidup
    b. Hakekat karya manusia
    c. Hekakt kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
    d. Hakekat manusia dengan alam sekitarnya
    e. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.

    BalasHapus
  100. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Karena merokok sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan sulit dihentikan hanya dengan pengetahuan. Selain itu, pengaruh lingkungan dan kebiasaan orang di sekitar juga dapat membuat masyarakat tetap merokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Karena tokoh masyarakat dan keluarga dapat menjadi contoh, memberikan dukungan, mengingatkan, serta mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan KTR. Dengan adanya dukungan dari lingkungan terdekat, masyarakat lebih mudah mempertahankan perilaku tidak merokok.

    BalasHapus
  101. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena kebiasaan merokok bukan hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari lingkungan sosial. Jika orang di sekitar masih banyak yang merokok, seseorang akan lebih sulit berhenti. Selain itu, pengaruh teman, keluarga, dan rasa kecanduan nikotin juga membuat perubahan perilaku membutuhkan waktu.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga bisa menjadi contoh sekaligus memberikan dukungan dan pengawasan. Tokoh masyarakat dapat membantu membuat dan menegakkan aturan KTR, sedangkan keluarga dapat mengingatkan anggota keluarganya untuk tidak merokok. Kalau lingkungan sekitar ikut mendukung, masyarakat akan lebih mudah mempertahankan perilaku hidup tanpa rokok.


    BalasHapus
  102. Shafa Aina Firdausia 1A Promosi Kesehatan P3.73.36.1.26.040

    1.​Perilaku merokok sulit diubah karena sudah mengakar jadi kebiasaan harian saat bekerja dan menjadi simbol keakraban saat nongkrong, ditambah angka perokok awal mencapai 70% dari usia anak hingga dewasa.

    2.Tokoh masyarakat penting sebagai panutan dan pemberi legitimasi aturan adat/agama, sedangkan keluarga berperan sebagai kontrol sosial terdekat yang mengingatkan perokok langsung dari rumah.

    BalasHapus
  103. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena merokok di Desa Bone-Bone bukan hanya soal kebiasaan pribadi, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Walaupun banyak orang tahu dampak buruk rokok, kebiasaan yang sudah dilakukan sejak lama dan lingkungan yang menganggapnya wajar membuat perubahan perilaku menjadi tidak mudah.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Karena perubahan perilaku akan lebih efektif jika didukung oleh orang-orang terdekat. Tokoh masyarakat bisa menjadi contoh dan mengajak warga menaati aturan KTR, sementara keluarga berperan mengingatkan serta menciptakan lingkungan yang mendukung hidup tanpa rokok. Dengan begitu, aturan tidak hanya dipatuhi, tetapi juga menjadi kebiasaan bersama.

    BalasHapus
  104. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah?
    Karena merokok sudah jadi budaya sosial yang melekat dan memicu ketergantungan fisik. Pengetahuan soal bahaya rokok sering kali kalah oleh dorongan adiksi serta rasa tidak enak jika menolak rokok saat bersosialisasi.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam KTR?
    Tokoh masyarakat bertindak sebagai figur panutan yang disegani untuk menegakkan aturan. Sementara itu, keluarga berperan memberikan pengawasan langsung dan dorongan emosional sehari-hari di rumah agar anggota keluarga bisa berhenti merokok.

    BalasHapus
  105. Kalyca shazia ashalina_021_1A Promkes

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena tahu kalau rokok itu berbahaya belum tentu membuat seseorang langsung berhenti merokok. Di Desa Bone-Bone, merokok sudah menjadi kebiasaan dan dipengaruhi juga oleh lingkungan, teman, serta kebiasaan saat berkumpul. Jadi, untuk mengubahnya nggak cukup hanya dengan memberikan informasi tentang bahaya rokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga punya peran besar dalam mengingatkan dan memberi contoh kepada masyarakat. Tokoh masyarakat bisa membantu menjalankan aturan KTR, sedangkan keluarga bisa saling mengingatkan untuk tidak merokok. Kalau lingkungan sekitar ikut mendukung, masyarakat jadi lebih mudah untuk membiasakan hidup tanpa rokok.

    BalasHapus
  106. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Karena pengetahuan saja tidak selalu langsung mengubah perilaku. Kebiasaan merokok dapat sudah menjadi bagian dari rutinitas dan lingkungan sosial masyarakat. Selain itu, adanya pengaruh teman sebaya, keluarga, norma yang menganggap merokok sebagai hal biasa, serta ketergantungan terhadap nikotin dapat membuat seseorang tetap merokok meskipun sudah mengetahui risikonya. Jadi, perubahan perilaku membutuhkan dukungan lingkungan, penguatan norma baru, dan keterlibatan masyarakat, bukan hanya penyampaian informasi tentang bahaya rokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Tokoh masyarakat memiliki pengaruh dan kepercayaan di lingkungan masyarakat sehingga dapat menjadi teladan, menyampaikan aturan KTR, serta mendorong terbentuknya norma sosial yang mendukung lingkungan bebas asap rokok. Sementara itu, keluarga berperan dalam memberikan dukungan, mengawasi penerapan kebiasaan di rumah, dan menghindari perilaku merokok di sekitar anggota keluarga. Jika tokoh masyarakat dan keluarga sama-sama mendukung, KTR tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi menjadi kebiasaan dan norma yang diterapkan bersama.

    BalasHapus
  107. Rizkia Salwa Latifa promkes 1A
    Jawaban 1: Karena sebagian masyarakat masih merasa merokok memberikan kenikmatan dan ada yang merasa sulit menjalani aktivitas tanpa rokok

    Jawaban 2: karena dukungan dari keluarga dan tokoh masyarakat dapat membuat masyarakat lebih sadar dan perlahan mau berhenti merokok

    BalasHapus
  108. Syifa Zahratu 1A
    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Karena pengetahuan saja tidak selalu langsung mengubah perilaku. Kebiasaan merokok dapat sudah menjadi bagian dari rutinitas dan lingkungan sosial masyarakat. Selain itu, adanya pengaruh teman sebaya, keluarga, norma yang menganggap merokok sebagai hal biasa, serta ketergantungan terhadap nikotin dapat membuat seseorang tetap merokok meskipun sudah mengetahui risikonya. Jadi, perubahan perilaku membutuhkan dukungan lingkungan, penguatan norma baru, dan keterlibatan masyarakat, bukan hanya penyampaian informasi tentang bahaya rokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Tokoh masyarakat memiliki pengaruh dan kepercayaan di lingkungan masyarakat sehingga dapat menjadi teladan, menyampaikan aturan KTR, serta mendorong terbentuknya norma sosial yang mendukung lingkungan bebas asap rokok. Sementara itu, keluarga berperan dalam memberikan dukungan, mengawasi penerapan kebiasaan di rumah, dan menghindari perilaku merokok di sekitar anggota keluarga. Jika tokoh masyarakat dan keluarga sama-sama mendukung, KTR tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi menjadi kebiasaan dan norma yang diterapkan bersama.

    BalasHapus
  109. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena kebiasaan merokok tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari lingkungan sosial masyarakat. Selain itu, adanya pengaruh teman, keluarga, serta anggapan bahwa merokok merupakan hal yang biasa membuat masyarakat sulit mengubah perilakunya. Jadi, mengetahui bahaya rokok saja belum tentu cukup untuk mengubah kebiasaan.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Tokoh masyarakat dapat menjadi contoh dan penggerak masyarakat untuk mematuhi aturan KTR, sedangkan keluarga dapat memberikan dukungan dan mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok. Dengan dukungan keduanya, aturan KTR tidak hanya menjadi aturan tertulis, tetapi juga menjadi kebiasaan dan norma bersama di masyarakat

    BalasHapus
  110. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Kebiasaan merokok sulit diubah karena pengetahuan saja belum tentu langsung mengubah perilaku. Merokok sudah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, seperti keluarga, teman, serta kebiasaan masyarakat sekitar. Selain itu, nikotin menyebabkan ketergantungan, sehingga seseorang dapat tetap merokok meskipun sudah mengetahui dampak buruknya bagi kesehatan.

    Faktor lain adalah adanya anggapan bahwa merokok merupakan hal yang wajar dalam pergaulan atau kegiatan sosial. Karena itu, perubahan perilaku membutuhkan dukungan lingkungan, aturan yang jelas, keteladanan, serta proses yang dilakukan secara terus-menerus.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Keterlibatan tokoh masyarakat penting karena mereka memiliki pengaruh dan kepercayaan dari masyarakat. Mereka dapat menjadi teladan, menyampaikan informasi tentang bahaya rokok, mengajak masyarakat mematuhi aturan KTR, serta membantu membangun norma sosial bahwa tidak merokok merupakan perilaku yang baik.

    Sementara itu, keluarga merupakan lingkungan terdekat yang sangat memengaruhi kebiasaan seseorang. Keluarga dapat memberikan dukungan kepada anggota yang ingin berhenti merokok, mengingatkan untuk tidak merokok di rumah, dan menciptakan lingkungan bebas asap rokok bagi anak-anak.

    BalasHapus
  111. 1. Mengapa kebiasaan merokok di desa Bone-Bone sulit diubah?
    jawaban: Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah karena adanya sifat adiktif dari nikotin yang memicu ketergantungan fisik, sekaligus sudah mengakar kuat sebagai norma sosial dan simbol keakraban antarwarga.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam KTR?
    jawaban: Tokoh masyarakat sangat penting sebagai contoh nyata dan penegak regulasi KTR yang disegani warga, sedangkan keluarga berperan sebagai kontrol sosial utama yang memberikan pengawasan langsung serta dukungan emosional sehari-hari di rumah.

    BalasHapus
  112. Sri Nurlaila TK.1A

    Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Jawaban : Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah karena merokok sudah menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sosial masyarakat. Walaupun sudah mengetahui bahayanya, pengaruh teman, keluarga, kebiasaan turun-temurun, serta anggapan bahwa merokok merupakan hal yang wajar dapat membuat masyarakat sulit berhenti.

    Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Jawaban : Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting karena mereka dapat menjadi contoh, memberikan dukungan, serta mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan KTR. Dukungan dari lingkungan terdekat juga membuat perubahan perilaku lebih mudah dipertahankan sehingga program KTR tidak hanya menjadi aturan, tetapi menjadi kebiasaan bersama.

    BalasHapus
  113. Cahaya Arifah Zain Promkes 1A

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena kebiasaan merokok sudah dilakukan dalam waktu lama dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Walaupun masyarakat sudah tahu bahwa rokok berbahaya, pengetahuan tersebut belum tentu langsung membuat mereka berhenti. Kebiasaan, pengaruh teman, dan anggapan bahwa merokok adalah hal yang wajar dapat membuat perubahan perilaku menjadi lebih sulit.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Tokoh masyarakat berperan dalam mengajak dan memberikan contoh kepada warga untuk mengikuti aturan KTR. Sementara itu, keluarga dapat mendukung, mengingatkan, dan membantu anggota keluarga agar tidak merokok. Jika keduanya ikut terlibat, penerapan KTR akan lebih mudah diterima dan dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.

    BalasHapus
  114. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Pengetahuan tentang bahaya rokok tidak selalu langsung mengubah perilaku. Kebiasaan merokok dapat bertahan karena beberapa faktor:

    Kebiasaan yang sudah mengakar: merokok dapat menjadi rutinitas sehari-hari dan sulit dihentikan meskipun seseorang memahami risikonya.
    Pengaruh lingkungan sosial: jika banyak orang di sekitar masih merokok, perilaku tersebut dapat dianggap normal atau wajar.
    Tekanan dan norma sosial: rokok dapat dikaitkan dengan pergaulan, penerimaan sosial, atau kebiasaan dalam kegiatan masyarakat.
    Ketergantungan nikotin: nikotin menyebabkan ketergantungan sehingga pengetahuan saja tidak cukup untuk membuat seseorang berhenti.
    Kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan: seseorang dapat mengetahui bahwa rokok berbahaya, tetapi tetap mengalami kesulitan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Karena itu, perubahan perilaku membutuhkan dukungan lingkungan, aturan yang konsisten, keteladanan, serta keterlibatan masyarakat, bukan hanya penyuluhan tentang bahaya rokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Tokoh masyarakat dan keluarga memiliki pengaruh langsung terhadap norma dan kebiasaan masyarakat. Tokoh masyarakat menjadi teladan dan penggerak. Ketika kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, atau pemimpin masyarakat mendukung KTR dan mematuhinya, aturan tersebut lebih mudah diterima dan dianggap sebagai norma bersama. Tokoh masyarakat membantu pengawasan sosial. Mereka dapat mengingatkan warga yang melanggar tanpa hanya mengandalkan sanksi formal. Keluarga membentuk perilaku sejak dini. Orang tua dan anggota keluarga dapat memberikan contoh tidak merokok serta mencegah anak menganggap merokok sebagai perilaku yang normal. Keluarga mendukung perokok yang ingin berhenti. Dukungan emosional dan lingkungan rumah yang bebas asap rokok dapat membantu proses perubahan. Terjadi penguatan dari berbagai lingkungan. Jika seseorang mendapat pesan yang sama di rumah, lingkungan sosial, dan ruang publik—bahwa merokok tidak diperbolehkan di kawasan KTR—perubahan perilaku menjadi lebih konsisten.

    BalasHapus
  115. Sofina 1A
    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Kebiasaan merokok sulit diubah karena pengetahuan tentang bahaya rokok belum tentu langsung mengubah perilaku. Merokok sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, pergaulan, serta anggapan bahwa merokok merupakan hal yang biasa. Selain itu, adanya ketergantungan terhadap nikotin membuat seseorang tidak mudah berhenti hanya dengan mengetahui dampak buruknya.
    Jadi, perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui pemberian informasi, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan, tokoh masyarakat, aturan yang jelas, dan pembiasaan perilaku baru.
    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting karena mereka dapat menjadi contoh, pemberi dukungan, sekaligus penguat aturan di lingkungan masyarakat.

    BalasHapus
  116. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Jawaban: Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah karena merokok sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak lama dan dianggap sebagai hal yang biasa dalam lingkungan masyarakat. Jadi, walaupun masyarakat sudah mengetahui bahayanya, pengetahuan tersebut belum tentu langsung membuat mereka mengubah perilakunya. Selain itu, lingkungan dan kebiasaan dari orang-orang sekitar juga dapat memengaruhi seseorang untuk tetap merokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Jawaban: Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting karena keduanya memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Tokoh masyarakat dapat menjadi contoh sekaligus mengajak warga untuk mengikuti aturan KTR, sedangkan keluarga dapat memberikan dukungan, mengingatkan, dan membantu anggota keluarganya untuk mengurangi atau berhenti merokok. Dengan adanya dukungan dari lingkungan sekitar, penerapan KTR akan lebih mudah diterima dan dijalankan oleh masyarakat.

    BalasHapus
  117. mengapa sulit diubah? karena kecanduan dari efek nikotin yang membuat tubuh ketergantungan dan juga karena budaya merokok yang sudah menjadi kebiasaan sosial yang melekat lama di masyarakat. pentingnya tokoh masyarakat dan keluarga

    BalasHapus
  118. Kenapa susah diubah walau udah tahu bahayanya:
    - Merokok itu udah jadi kebiasaan sosial & budaya, bukan cuma soal tau atau nggak tau. Ada gap antara pengetahuan dan tindakan nyata.
    - Ada faktor adiksi nikotin, jadi nggak cukup modal niat doang.
    - Norma sosial kuat: nongkrong ya merokok, nyuguhin tamu ya rokok. Susah dilawan individu sendirian.
    - Tanpa aturan tegas dan pengawasan sosial, kesadaran doang nggak otomatis mengubah perilaku.

    Kenapa tokoh masyarakat & keluarga penting buat KTR:
    - Bone-Bone berhasil karena pendekatannya bottom-up, digerakin tokoh lokal, bukan sekadar aturan dari atas. Warga jadi ngerasa itu aturan milik sendiri.
    - Tokoh masyarakat punya legitimasi buat negur dan kasih sanksi sosial, efeknya lebih nendang daripada aturan formal doang.
    - Keluarga jadi pengawas dan support system harian buat yang lagi coba berhenti.
    - Orang cenderung ikut norma lingkungan terdekatnya, kayak keluarga atau tokoh yang disegani. Jadi perubahan kolektif lebih gampang nempel kalau lingkungan sosialnya mendukung.

    BalasHapus
  119. Meskipun masyarakat telah mengetahui bahaya kesehatan dari merokok, kebiasaan tersebut pada awalnya sulit diubah di Desa Bone-Bone karena sifat adiktif nikotin yang memicu ketergantungan fisik secara kuat. Faktor lingkungan pegunungan yang dingin juga membentuk kebiasaan merokok sebagai sarana menghangatkan tubuh dan menjaga konsentrasi saat bekerja, disamping adanya kekhawatiran dari pemilik warung lokal akan penurunan pendapatan jika penjualan rokok dihentikan. Selain itu, merokok telah lama mengakar sebagai budaya sosial dan simbol keakraban dalam menyambut tamu pada acara-acara adat maupun kemasyarakatan.
    Oleh karena itu, keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga menjadi kunci utama dalam memutus rantai kebiasaan tersebut dan menyukseskan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tokoh masyarakat berperan sebagai figur teladan dan penegak hukum adat yang memiliki pengaruh sosial kuat untuk menetapkan sanksi serta membangun kesadaran kolektif. Di sisi lain, keluarga berfungsi sebagai pengawas harian di lingkungan terdekat yang mengontrol perilaku anggota keluarga perokok sekaligus mengalihkan alokasi anggaran belanja harian dari membeli rokok ke pemenuhan gizi dan pendidikan anak.

    BalasHapus
  120. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena merokok sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lama, jadi tidak mudah untuk langsung berhenti walaupun sudah tahu bahayanya

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga bisa ikut mengingatkan serta mendukung masyarakat supaya tetap menjalankan aturan KTR

    BalasHapus
  121. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Jawaban : Karena mengetahui risiko kesehatan belum tentu membuat seseorang langsung mengubah perilakunya. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, sehingga diperlukan dukungan lingkungan dan proses yang berkelanjutan untuk mengubahnya.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Jawaban: Karena tokoh masyarakat dan keluarga mempunyai pengaruh langsung terhadap perilaku warga. Mereka dapat membantu membangun kebiasaan baru, memberikan contoh, serta menciptakan suasana yang mendorong masyarakat untuk menaati KTR.

    BalasHapus
  122. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Kebiasaan merokok sulit diubah karena pengetahuan saja belum tentu langsung mengubah perilaku. Merokok dapat sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, keluarga, teman, serta norma yang berkembang di masyarakat. Selain itu, adanya ketergantungan terhadap nikotin juga membuat seseorang sulit berhenti. Jadi, meskipun masyarakat sudah mengetahui bahaya rokok, mereka tetap membutuhkan dukungan lingkungan, perubahan norma sosial, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi budaya masyarakat agar perilaku dapat berubah.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat. Tokoh masyarakat dapat menjadi contoh, memberikan dukungan, menyampaikan aturan KTR, serta membangun norma bahwa lingkungan bebas asap rokok adalah perilaku yang positif. Sementara itu, keluarga berperan dalam mengingatkan, mendukung anggota keluarga yang ingin berhenti merokok, dan menciptakan lingkungan rumah yang bebas asap rokok. Dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan keluarga, program KTR tidak hanya menjadi aturan, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan norma bersama dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  123. • Kenapa susah diubah walau udah tahu bahayanya:

    Merokok itu udah jadi kebiasaan sosial dan budaya turun-temurun, bukan cuma soal tau atau nggak tau. Ada gap antara pengetahuan dan tindakan nyata. Ditambah faktor adiksi nikotin, jadi nggak cukup modal niat doang. Norma sosial juga kuat, kayak nongkrong ya merokok, nyuguhin tamu ya rokok, susah dilawan individu sendirian. Tanpa aturan tegas dan pengawasan sosial, kesadaran doang nggak otomatis mengubah perilaku.

    • Kenapa tokoh masyarakat dan keluarga penting buat KTR:

    Bone-Bone berhasil karena pendekatannya bottom-up, digerakin tokoh lokal, bukan sekadar aturan dari atas, jadi warga ngerasa itu aturan milik sendiri. Tokoh masyarakat punya legitimasi buat negur dan kasih sanksi sosial, efeknya lebih nendang daripada aturan formal doang. Keluarga jadi pengawas dan support system harian buat yang lagi coba berhenti. Orang juga cenderung ikut norma lingkungan terdekatnya, kayak keluarga atau tokoh yang disegani, jadi perubahan kolektif lebih gampang nempel kalau lingkungan sosialnya mendukung.

    BalasHapus
  124. 1A/45

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    = Karena efek kecanduan dan aktivitas merokok sudah melekat sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang bahayanya saja belum cukup untuk mengubah perilaku, apalagi jika lingkungan sekitar masih terbiasa merokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    = Karena tokoh masyarakat dan keluarga dapat memberikan contoh, dukungan, dan pengawasan kepada warga. Peran mereka juga membantu mengingatkan masyarakat agar tetap konsisten menjalankan kebiasaan tanpa rokok.

    BalasHapus
  125. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    karena adiksi nikotin yang kuat serta norma sosial yang mengakar, sehingga pemahaman bahaya saja tidak cukup untuk menghentikannya.

    Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    karena peran tokoh masyarakat dan keluarga sangat krusial. Tokoh masyarakat menetapkan norma, aturan, dan sanksi sosial, sementara keluarga memberikan pengawasan serta dukungan harian. Kolaborasi ini menciptakan dorongan kolektif yang mengubah aturan menjadi kebiasaan baru yang dipatuhi bersama.

    BalasHapus
  126. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    jawaban : karena pola kebiasaan kehidupan warga
    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    jawaban : karrna butuh dukungan keluarga dan masyarakat dapat mrnjadi faktor yang memengaruhi perubahan perilaku

    BalasHapus
  127. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Jawab: Karena masalahnya bukan sekadar kurangnya pengetahuan, melainkan faktor kebiasaan dan lingkungan sosial yang sudah sangat melekat seperti:
    A. Norma sosial yang kuat. Merokok dianggap wajar dan menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari.
    B. Pengaruh lingkungan sekitar. Jika orang-orang di sekitar masih menganggap merokok sebagai hal biasa, seseorang akan lebih sulit berhenti, karena ada tekanan dan ajakan dari teman untuk ikut merokok.
    C. Kebiasaan yang sudah ada sejak lama. Sebelum program KTR diterapkan, sekitar 70% masyarakat merupakan perokok, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
    Jadi, penyampaian informasi bahaya rokok saja tidak cukup, karena akar masalahnya ada pada kebiasaan sosial dan tekanan lingkungan yang membentuk perilaku tersebut.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Jawab: Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga sangat penting dalam keberhasilan program KTR karena keduanya berpengaruh besar dalam membentuk norma sosial masyarakat. Tokoh masyarakat dan tokoh agama berperan sebagai panutan yang dihormati, sehingga keteladanan mereka, misalnya tidak merokok saat acara kumpul warga, lebih mudah dipercaya dan diikuti masyarakat dibanding sekadar informasi dari petugas kesehatan. Sementara itu, keluarga, terutama anak-anak dan istri, berperan mengingatkan anggota keluarga lain untuk berhenti merokok, sehingga dorongan untuk berubah juga datang dari lingkungan terdekat. Dengan begitu, perubahan perilaku merokok menjadi usaha bersama, bukan hanya tanggung jawab individu, sehingga norma sosial yang mendukung kebiasaan merokok dapat perlahan bergeser menuju lingkungan yang lebih sehat dan bebas asap rokok.

    BalasHapus
  128. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    : Desa Bone-Bone sebenarnya sukses melarang rokok lewat aturan desa, tapi kebiasaan merokok secara umum tetap sulit dilepas karena ketergantungan fisik nikotin dan fungsinya sebagai "pelicin" pergaulan. Warga sering menganggap bahaya rokok masih jauh, lalu menjadikannya cara paling murah untuk melepas stres.
    Di sinilah peran tokoh masyarakat dan keluarga jadi kunci. Aturan di atas kertas tidak akan mempan tanpa keteladanan figur yang dihormati dan pengawasan harian dari keluarga. Saat tokoh lokal memberi contoh dan keluarga berani menegur, kebiasaan merokok perlahan hilang karena bergeser dari hal yang lumrah menjadi tindakan yang bikin malu.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    : Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga itu kunci utama karena aturan KTR di atas kertas enggak bakal mempan tanpa contoh nyata dan pengawasan harian. Di lingkungan sosial, warga biasanya lebih manut sama figur yang dihormati kaya tokoh agama atau adat dibanding aturan pemerintah. Kalau tokoh-tokoh ini ngasih keteladanan dengan enggak merokok, aturan KTR punya wibawa dan dianggap sebagai norma bersama. Di sisi lain, aparat tidak bisa ngawasin rumah warga 24 jam, jadi keluargalah terutama ibu dan anak yang jadi pengawas paling efektif di ruang privat.

    Saat tokoh lokal dan keluarga udah kompak nolak asap rokok, rasa canggung dan malu buat merokok bakal muncul sendiri, sampai akhirnya kebiasaan itu ditinggalin dengan sendirinya.

    BalasHapus
  129. 1A promkes

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Kebiasaan merokok sulit diubah karena tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang bahaya rokok, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan yang sudah berlangsung lama, lingkungan sosial, dan budaya masyarakat. Jika merokok sudah dianggap sebagai kebiasaan yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat tetap merokok meskipun mengetahui risikonya terhadap kesehatan. Selain itu, pengaruh teman, keluarga, dan lingkungan sekitar dapat memperkuat kebiasaan tersebut.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting karena mereka dapat menjadi teladan, pemberi dukungan, sekaligus penguat aturan di lingkungan masyarakat. Tokoh masyarakat memiliki pengaruh dalam mengajak warga menerima dan menjalankan KTR, sedangkan keluarga dapat membantu membentuk kebiasaan tidak merokok di rumah. Dengan dukungan bersama, penerapan KTR tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi menjadi kebiasaan dan norma yang diterapkan oleh masyarakat

    BalasHapus

  130. Aisyah Kamila Muslim TK.1A
    1.Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah karena bukan sekadar soal tahu bahayanya, tapi menyangkut beberapa hal yang saling berkaitan.
    Nikotin bersifat adiktif, sehingga meski paham risikonya, tubuh tetap menuntut untuk terus merokok. Merokok juga sudah menyatu dengan budaya sosial, seperti menjamu tamu atau simbol keakraban, sehingga berhenti terasa seperti keluar dari kebiasaan komunitas.
    Selain itu, bahaya kesehatan baru terasa bertahun-tahun kemudian, sementara kenikmatan merokok dirasakan seketika — sehingga ancaman jangka panjang kalah kuat dibanding kepuasan instan. Tekanan dari lingkungan sekitar yang masih banyak merokok juga membuat individu sulit berhenti sendirian.

    2.Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Tokoh masyarakat dan keluarga berperan penting dalam keberhasilan KTR karena perubahan perilaku merokok tidak cukup hanya dengan aturan formal, tapi butuh dukungan sosial yang dekat dengan keseharian warga.
    Tokoh masyarakat memiliki legitimasi sosial yang kuat — aturan atau ajakan dari mereka lebih mudah dipatuhi karena dianggap lahir dari nilai komunitas sendiri,
    Keluarga, sebagai unit terdekat, memberi pengawasan dan dukungan langsung juga perlu digerakkan secara kolektif

    BalasHapus
  131. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena pengetahuan saja belum tentu langsung mengubah perilaku. Kebiasaan merokok sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan lingkungan sosial masyarakat. Selain itu, adanya pengaruh teman, keluarga, serta anggapan bahwa merokok merupakan hal yang biasa dapat membuat seseorang tetap merokok walaupun sudah mengetahui risikonya. Jadi, perubahan perilaku membutuhkan dukungan lingkungan, aturan yang jelas, keteladanan, dan keterlibatan masyarakat, bukan hanya pemberian informasi tentang bahaya rokok.
    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga dapat menjadi contoh sekaligus penguat aturan di lingkungan masyarakat. Tokoh masyarakat dapat mengajak warga dan membangun kesepakatan untuk mematuhi KTR, sedangkan keluarga dapat memberikan dukungan serta mengawasi kebiasaan anggota keluarganya. Dengan adanya dukungan dari orang-orang yang dekat dan dipercaya masyarakat, penerapan KTR menjadi lebih mudah diterima dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  132. Khansa Faiha Rahma TK1A

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    jawab: Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone tetap sulit dihentikan karena adanya ketergantungan nikotin, kebiasaan yang sudah lama terbentuk, serta pengaruh lingkungan, meskipun masyarakat memahami risikonya.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    jawab: Peran tokoh masyarakat dan keluarga sangat diperlukan karena mereka dapat menjadi contoh, mendukung pelaksanaan aturan, melakukan pengawasan, dan membangun lingkungan yang tidak mendukung kebiasaan merokok.

    BalasHapus
  133. DEWI SEPTIANINGRUM 1A PROMKES 1. Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah: karena merokok sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari lingkungan sosial masyarakat. Jadi, tahu bahayanya saja belum cukup kalau belum ada dukungan dan kemauan untuk berubah.
    2. Tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam KTR: karena mereka bisa menjadi contoh, mengingatkan, dan memberi dukungan secara langsung. Kalau lingkungan ikut mendukung, masyarakat jadi lebih mudah membangun kebiasaan hidup tanpa rokok.

    BalasHapus
  134. Adia Nova TK.1A PROMKES

    1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena kebiasaan merokok bukan cuma dipengaruhi oleh pengetahuan, tapi juga oleh kebiasaan dan lingkungan sekitar. Walaupun masyarakat sudah tahu kalau rokok berbahaya, kalau merokok sudah menjadi kebiasaan dan dianggap biasa di lingkungan mereka, maka akan lebih sulit untuk mengubahnya. Jadi, pengetahuan saja belum cukup untuk mengubah perilaku.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga punya pengaruh terhadap kebiasaan masyarakat. Tokoh masyarakat bisa menjadi contoh dan ikut mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok, sedangkan keluarga bisa memberikan dukungan dan mengingatkan anggota keluarganya. Kalau lingkungan sekitar juga mendukung, masyarakat akan lebih mudah mengikuti aturan KTR.

    BalasHapus
  135. mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya karena perilaku merokok tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh kebiasaan, lingkungan sosial, dan budaya yang sudah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Merokok dapat menjadi bagian dari rutinitas dan interaksi sosial masyarakat, sehingga seseorang yang sudah mengetahui risiko kesehatan tetap dapat mengalami kesulitan untuk berhenti. Selain itu, pengaruh teman, keluarga, serta lingkungan sekitar dapat memperkuat kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, perubahan perilaku membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, bukan hanya pemberian informasi mengenai bahaya rokok.

    Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga sangat penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat. Tokoh masyarakat dapat menjadi teladan, memberikan dukungan, serta membantu meningkatkan kepatuhan terhadap aturan KTR melalui pengaruh dan kepercayaan yang dimilikinya. Sementara itu, keluarga berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok, dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dari rumah. Dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan keluarga, penerapan KTR tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan dan norma sosial yang diterima serta dijalankan bersama oleh masyarakat.

    BalasHapus
  136. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Karena merokok sudah menjadi kebiasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan. Selain itu, lingkungan sekitar juga bisa memengaruhi seseorang untuk tetap merokok, sehingga mengetahui bahayanya saja belum tentu cukup untuk mengubah perilaku.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Karena tokoh masyarakat dan keluarga dapat memberikan contoh, mengingatkan, serta mendukung masyarakat untuk tidak merokok. Dengan adanya dukungan dari lingkungan terdekat, aturan KTR akan lebih mudah diterapkan dan dipatuhi.

    BalasHapus
  137. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena merokok sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan dipengaruhi lingkungan sekitar. Jadi, meskipun tahu bahayanya, masyarakat tetap sulit berhenti kalau belum ada kemauan dan dukungan untuk mengubah kebiasaan.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga punya pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan. Mereka bisa menjadi contoh, mengingatkan, dan mendukung masyarakat agar aturan KTR bisa diterapkan dengan baik.

    BalasHapus
  138. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?
    Karena merokok telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak mudah dihentikan hanya dengan mengetahui dampak buruknya. Selain itu, lingkungan sekitar dan kebiasaan orang-orang di sekitarnya juga dapat memengaruhi seseorang untuk tetap merokok.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?
    Karena tokoh masyarakat dan keluarga dapat memberikan teladan, dukungan, serta mengingatkan masyarakat untuk mengikuti aturan KTR. Dukungan dari lingkungan terdekat dapat membantu masyarakat lebih mudah membiasakan dan mempertahankan perilaku tidak merokok.

    BalasHapus
  139. 1. Mengapa kebiasaan merokok di Desa Bone-Bone sulit diubah meskipun masyarakat telah mengetahui bahayanya?

    Karena merokok sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak mudah dihentikan hanya dengan mengetahui dampak buruknya. Selain itu, lingkungan sekitar dan orang-orang yang masih merokok juga dapat memengaruhi seseorang untuk tetap mempertahankan kebiasaan tersebut.

    2. Mengapa keterlibatan tokoh masyarakat dan keluarga penting dalam keberhasilan program KTR?

    Karena tokoh masyarakat dan keluarga memiliki peran dalam memberikan contoh, dukungan, serta mengingatkan masyarakat untuk menaati aturan KTR. Dukungan dari orang-orang terdekat juga dapat membantu masyarakat agar lebih mudah menjalankan dan mempertahankan kebiasaan tidak merokok.

    BalasHapus