MATERI KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Pokok Bahasan : Konsep Kesehatan, Penyakit, dan Indikator
Kesehatan
Program Studi :
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan
Tingkat/Semester : II/4
Dosen : Dr.
Safrudin, SKM, M.Kes.
A. Definisi Kesehatan
1. Definisi Kesehatan menurut WHO
World Health Organization (WHO)
mendefinisikan kesehatan sebagai:
“Health is a state of complete physical,
mental and social well-being and not merely the absence of disease or
infirmity.”
Makna penting dari definisi WHO:
- Kesehatan bersifat holistik, mencakup aspek fisik,
mental, dan sosial.
- Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi
kondisi sejahtera secara menyeluruh.
- Menjadi
dasar pendekatan promotif dan preventif dalam promosi kesehatan.
d.
2.
Definisi Kesehatan menurut Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2023 tentang Kesehatan (pengganti UU No. 36 Tahun 2009):
Kesehatan adalah keadaan sehat
seseorang, baik secara fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
2. Ciri khas definisi kesehatan
Indonesia:
- Menekankan pada produktivitas
individu.
- Kesehatan dipandang sebagai modal
pembangunan nasional.
- Relevan dengan
peran tenaga promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas SDM.
3. Implikasi Definisi Kesehatan dalam
Promosi Kesehatan
- Fokus pada perubahan
perilaku sehat.
- Pemberdayaan masyarakat agar mampu
menjaga kesehatannya.
- Pendekatan
lintas sektor (pendidikan, lingkungan, ekonomi).
B. Konsep Penyakit, Gangguan Kesehatan, dan Faktor Risiko
1. Konsep Penyakit
Penyakit adalah kondisi abnormal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan
gangguan fungsi normal, ditandai dengan tanda dan/atau gejala tertentu.
Klasifikasi penyakit:
- Penyakit menular: TB, DBD,
HIV/AIDS, ISPA.
- Penyakit tidak
menular (PTM): hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker.
- Penyakit degeneratif: stroke,
Alzheimer.
- Penyakit
akibat lingkungan dan perilaku.
2. Gangguan Kesehatan
Gangguan kesehatan mencakup kondisi yang belum tentu dikategorikan sebagai
penyakit klinis tetapi memengaruhi fungsi dan kualitas hidup, seperti:
- Gangguan
kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi)
- Gangguan gizi (stunting, wasting,
obesitas)
- Gangguan
kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat
3. Faktor Risiko Kesehatan
Faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang meningkatkan kemungkinan
terjadinya penyakit.
Jenis faktor risiko:
- Faktor perilaku
- Merokok
- Kurang
aktivitas fisik
- Pola
makan tidak sehat
- Konsumsi
alkohol
- Faktor lingkungan
- Sanitasi
buruk
- Pencemaran
udara dan air
- Lingkungan
kerja tidak sehat
- Faktor biologis
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Faktor genetik
- Faktor sosial ekonomi
- Pendidikan
- Pendapatan
- Akses
pelayanan kesehatan
Peran promosi kesehatan sangat penting dalam mengendalikan faktor risiko
melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
C. Indikator Morbiditas dan Mortalitas
1. Indikator Morbiditas (Tingkat Kesakitan)
Morbiditas menggambarkan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu
populasi.
Jenis indikator morbiditas:
- Incidence Rate (Angka Insidens)
- Jumlah
kasus baru penyakit dalam periode tertentu.
- Menggambarkan
risiko terkena penyakit.
- Prevalence Rate (Angka Prevalensi)
- Jumlah
seluruh kasus (lama dan baru) pada waktu tertentu.
- Menggambarkan beban penyakit di masyarakat.
- Attack Rate
- Digunakan pada kejadian luar biasa (KLB).
Contoh aplikasi:
- Prevalensi
hipertensi sebagai dasar intervensi promosi gaya hidup sehat.
2. Indikator Mortalitas (Tingkat Kematian)
Mortalitas menunjukkan tingkat kematian dalam suatu populasi.
Jenis indikator
mortalitas:
- Crude Death Rate (CDR)
Angka kematian kasar per 1.000 penduduk
per tahun.
- Age Specific Death Rate (ASDR)
Angka
kematian pada kelompok umur tertentu.
- Cause Specific Death Rate
Angka
kematian akibat penyebab tertentu.
- Infant Mortality Rate (IMR)
Angka kematian bayi (<1 tahun).
- Maternal Mortality Ratio (MMR/AKI)
Angka
kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan.
Indikator mortalitas sering digunakan untuk menilai keberhasilan program
kesehatan masyarakat.
D. Indikator Harapan Hidup, Kualitas Hidup, dan Indeks Kesehatan Masyarakat
1. Angka Harapan Hidup (AHH)
Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan umur yang dapat dicapai
seseorang sejak lahir.
Makna AHH:
- Indikator derajat kesehatan
masyarakat.
- Berkaitan
dengan status gizi, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi.
2. Kualitas Hidup
(Quality of Life/QoL)
Kualitas hidup adalah
persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan terkait budaya, nilai,
tujuan, dan harapan.
Dimensi kualitas hidup:
- Fisik
- Psikologis
- Sosial
- Lingkungan
Instrumen pengukuran QoL:
- WHOQOL-BREF
- SF-36
Dalam promosi kesehatan, QoL digunakan untuk menilai dampak intervensi
non-klinis.
3. Indeks Kesehatan Masyarakat
Beberapa indeks kesehatan yang digunakan:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Komponen kesehatan:
Angka Harapan Hidup.
- Indeks Keluarga Sehat (IKS)
Digunakan dalam Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
- Indeks
Kesehatan Masyarakat (IKM/IKM Kesehatan)
Menggambarkan
status kesehatan populasi berdasarkan berbagai indikator.
Indeks kesehatan membantu
tenaga promosi kesehatan dalam:
- Menentukan prioritas masalah
- Menyusun intervensi berbasis data
- Melakukan evaluasi program
Ringkasan Materi
- Kesehatan
adalah konsep holistik dan produktif.
- Penyakit dan
gangguan kesehatan dipengaruhi berbagai faktor risiko.
- Indikator morbiditas dan mortalitas
penting untuk analisis masalah kesehatan.
- AHH, QoL, dan
indeks kesehatan mencerminkan derajat kesehatan masyarakat.
Tugas Mahasiswa (Kelompok)
- Identifikasi indikator kesehatan
yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
- Analisis
hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
- Buat ringkasan
sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi
kesehatan.
Kasus 1: Tingginya Prevalensi Hipertensi di
Wilayah Kerja Puskesmas
Deskripsi Kasus: Data
Puskesmas X menunjukkan prevalensi hipertensi pada usia >30 tahun sebesar
38%. Hasil wawancara menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam
tinggi, dan kebiasaan merokok.
Indikator Kesehatan
Terkait:
- Morbiditas: Prevalensi hipertensi
- Faktor risiko perilaku
Penanggulangan (Promosi
Kesehatan):
- Edukasi PHBS dan GERMAS
- Kelas edukasi
hipertensi dan diet DASH
- Pembentukan kelompok senam rutin di
masyarakat
- Media promosi (poster, video
edukasi)
Kasus 2: Angka Kematian Bayi (AKB) Masih Tinggi
Deskripsi Kasus: AKB di
wilayah Puskesmas Y masih di atas target kabupaten. Penyebab utama adalah BBLR
dan infeksi neonatal.
Indikator Kesehatan
Terkait:
- Mortalitas: IMR
- Harapan hidup
Penanggulangan:
- Edukasi ibu hamil tentang ANC
terpadu
- Promosi ASI eksklusif
- Kunjungan
rumah dan kelas ibu hamil
Kasus 3: Stunting pada Balita
Deskripsi Kasus: Prevalensi stunting balita mencapai 27%. Ditemukan pola
asuh gizi kurang dan sanitasi tidak layak.
Indikator Terkait:
- Morbiditas gizi
- Indeks kesehatan masyarakat
Penanggulangan:
- Edukasi gizi seimbang dan PMBA
- Pemberdayaan kader posyandu
- Kolaborasi lintas sektor (sanitasi)
Tugas Mahasiswa (Kelompok)
- Identifikasi indikator kesehatan
yang paling relevan di wilayah kerja Puskesmas.
- Analisis
hubungan faktor risiko perilaku dengan indikator morbiditas PTM.
- Buat ringkasan
sederhana indikator kesehatan desa/kelurahan sebagai bahan promosi
kesehatan.
Soal Kasus untuk Diskusi Kelompok (7 Kelompok)
Kelompok 1
Di suatu wilayah Puskesmas ditemukan prevalensi diabetes melitus meningkat
dari 8% menjadi 14% dalam 3 tahun terakhir. Sebagian besar penderita memiliki
obesitas sentral. Tugas: Identifikasi indikator kesehatan dan rancang
intervensi promosi kesehatan.
Kelompok 2
Angka kunjungan posyandu lansia rendah meskipun jumlah lansia meningkat.
Tugas: Analisis faktor risiko dan hubungannya dengan kualitas
hidup lansia serta solusi promosi kesehatan.
Kelompok 3
Kasus ISPA pada balita meningkat saat musim hujan di wilayah padat
penduduk.
Tugas: Tentukan indikator morbiditas dan upaya
promotif-preventif di tingkat keluarga.
Kelompok 4
Tingkat stres dan keluhan kesehatan mental remaja meningkat berdasarkan
skrining UKS.
Tugas: Hubungkan dengan konsep gangguan kesehatan dan indikator
kualitas hidup.
Kelompok 5
AKI di wilayah Puskesmas mengalami satu kasus kematian ibu akibat
keterlambatan rujukan.
Tugas: Analisis indikator mortalitas dan rekomendasi promosi
kesehatan ibu hamil.
Kelompok 6
Cakupan CTPS masih rendah meskipun sarana air bersih tersedia.
Tugas: Identifikasi faktor risiko perilaku dan rancang media
promosi kesehatan.
Kelompok 7
Nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) di suatu kelurahan masih kategori
pra-sehat.
Tugas: Analisis komponen IKS dan susun strategi peningkatan
indeks kesehatan masyarakat.
Disusun untuk pembelajaran
Sarjana Terapan Promosi Kesehatan